Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Keperayaan Merek Terhadap Keinginan Membeli Kembali Melalui Kepuasan Pelanggan Sebagai Mediator Risna Melati; Adam Hermawan; Muhammad Rizki Nugraha
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1653

Abstract

Penurunan kepercayaan konsumen terhadap Pinkflash, merek kosmetik asal Tiongkok, terjadi setelah BPOM mengonfirmasi kandungan berbahaya pada sejumlah produknya akhir 2024. Kondisi ini mendorong perlunya kajian atas Brand Trust dan Customer Satisfaction dalam kaitannya dengan Minat Beli Ulang. Penelitian kuantitatif kausal ini menguji pengaruh Brand Trust terhadap Minat Beli Ulang, baik langsung maupun melalui Customer Satisfaction sebagai mediator, pada 200 konsumen perempuan usia 18–45 tahun di Jawa Barat yang telah membeli Pinkflash minimal dua kali dalam setahun terakhir. Data diambil melalui purposive sampling dan dianalisis dengan PLS-SEM (SmartPLS 4.1.1.4). Hasil menunjukkan Brand Trust berpengaruh positif signifikan terhadap Customer Satisfaction (β = 0,830; t = 32,123; p < 0,001), Customer Satisfaction berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Beli Ulang (β = 0,368; t = 4,402; p = 0,003), dan Brand Trust juga berpengaruh langsung signifikan terhadap Minat Beli Ulang (β = 0,536; t = 6,539; p < 0,001), dengan Customer Satisfaction berperan sebagai mediator parsial (efek tidak langsung β = 0,305; t = 4,372; p < 0,001). Brand Trust menjelaskan 68,8% variasi Customer Satisfaction, sementara kedua variabel bersama-sama menjelaskan 74,9% variasi Minat Beli Ulang. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kepercayaan merek dan kepuasan konsumen untuk meningkatkan minat beli ulang.
Pengaruh Price Perception dan Negative E-WOM terhadap Purchase Intention Generasi Z pada Produk Thrift Shop di Instagram Azzalia Gusnadi; Adam Hermawan; Muhammad Rizki Nugraha
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1849

Abstract

Pemasaran produk thrift shop melalui Instagram menunjukkan tren yang terus meningkat seiring dengan tingginya ketertarikan Generasi Z terhadap fesyen bekas. Namun, persepsi mengenai harga produk thrift yang semakin tinggi serta maraknya ulasan negatif di media sosial turut menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi niat beli. Studi ini berfokus dalam menganalisis bagaimana Price Perception beserta Negative E-WOM dapat memberikan dampak terhadap Purchase Intention Generasi Z pada produk thrift shop di Instagram. Studi dilakukan menggunakan metode kuantiatif dengan rancangan penelitian asosiatif kausal. Data primer didapat melalui penyebaran kuesioner kepada 250 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian secara garis besar menemukan adanya pengaruh positif dan signifikan dari Price Perception terhadap Purchase Intention (thitung = 17,046; Sig. = 0,000). Hasil yang sama juga diperoleh ketika menguji pengaruh Negative E-WOM terhadap Purchase Intention (thitung = 5,286; Sig. = 0,000). Pada pengujian simultan, kombinasi kedua variabel tersebut berdampak signifikan pada Purchase Intention dengan kemampuan menjelaskan sebesar 62,2%. Persepsi harga yang positif mampu meningkatkan niat beli Generasi Z sebagai konsumen, sedangkan ulasan negatif tidak selalu berdampak pada penurunan niat beli karena keberadaannya justru dapat memicu perhatian dan ketertarikan konsumen terhadap produk. Pengusaha thrift shop diharapkan dapat mengembangkan strategi penetapan harga yang lebih tepat serta mengelola ulasan secara optimal untuk mendorong peningkatan niat beli dengan tetap menjaga kepercayaan dan reputasi usaha.