Claim Missing Document
Check
Articles

SERTIFIKASI HALAL BAGI USAHA MIKRO DAN KECIL PEDESAAN: PENDAMPINGAN SELF-DECLARE BERBASIS MASYARAKAT UNTUK PRODUK MAKANAN Bagas Triyono; Firdaus Firmansyah; Ferdian Noval Anas; Astitva Prisca Nuraziza; Yulfan Arif Nurohman
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikasi halal masih menjadi tantangan bagi usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai prosedur regulasi dan digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memfasilitasi sertifikasi halal bagi "Emping Empuk", sebuah usaha makanan berbahan dasar melinjo di Desa Pepe, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan: analisis kebutuhan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi literasi halal, pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS-RBA, penyusunan dokumen persyaratan halal, pengajuan melalui sistem SIHALAL, serta verifikasi oleh Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Program ini berhasil membantu pemilik usaha menyelesaikan prosedur administratif maupun teknis yang diperlukan hingga akhirnya memperoleh sertifikat halal dari BPJPH. Pengalaman ini juga menunjukkan bahwa sosialisasi informasi saja tidak cukup untuk mengubah kesadaran menjadi sertifikasi nyata. Pendampingan praktis yang berkelanjutan sangatlah penting untuk mengatasi hambatan administratif dan digital. Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis komunitas dapat secara efektif menjembatani kebijakan nasional mengenai halal dengan kapasitas operasional UMK di pedesaan sekaligus memperkuat kredibilitas formal produk pangan lokal.
DARI LIMBAH ANORGANIK MENJADI NILAI EKONOMI: MEMPERKUAT BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DEMI PENGEMBANGAN EKONOMI SIRKULAR Frisca Febri Nurlitasari; Riska Novi Anuri; Yulfan Arif Nurohman; Azza Rahma Ardani; Tiara Amelia Efendi; Yesa Putri Salsadilla
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah anorganik menjadi isu permasalahan lingkungan dalam skala global, nasional, maupun regional. Seharusnya, pengelolaan sampah anorganik bisa menjadi potensi ekonomi berdasarkan kegiatan bank sampah dan daur ulang. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat pengetahuan, partisipasi, dan kapasitas kelembagaan masyarakat melalui pembentukan bank sampah berbasis komunitas di Dukuh Bladon, Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Program ini dilaksanakan pada bulan Juli 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan anggota organisasi kepemudaan serta anggota PKK. Pelaksanaannya terdiri dari empat tahapan yang dimulai dari observasi awal, sosialisasi dan pelatihan, pembentukan bank sampah, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemilahan sampah, identifikasi sampah anorganik bernilai ekonomi, mekanisme operasional bank sampah, serta manfaat lingkungan dan ekonomi dari pengelolaan sampah yang bisa didaur ulang. Program ini juga berhasil membentuk fasilitas bank sampah awal yang dikelola secara kolaboratif oleh masyarakat setempat. Meskipun dampak ekonominya belum diukur secara kuantitatif, sistem yang sudah dijalankan dalam pengelolaan bank sampah memunculkan potensi ekonomi berkelanjutan. Maka, kegiatan yang dilakukan menjadi landasan kelembagaan awal untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah masyarakat dengan pengembangan ekonomi sirkular.
Optimalisasi Investasi Bagi Desa Wisata: Studi Pada Desa Wisata Wonosemar Nurohman, Yulfan Arif; Safitri, Lina Ayu; Qurniawati, Rina Sari; Khoirunnisa, Kholifatun; Ahzar, Fahri Ali
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.17018

Abstract

Kabupaten Boyolali menyusun program kerja yang mendukung pengembangan desa wisata yang tersebar di berbagai kecamatan. Desa Wisata Wonosemar di Desa Pentur merupakan salah satu desa wisata yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Beberapa kali kawasan Desa Wonosemar mengalami kegagalan dalam pengembangan wisata, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menghindari kegagalan dalam sektor wisata. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan strategi terbaik dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Wonosemar. Pendekatan yang dilakukan melalui metode deskriptif analistik melalui analisis SWOT untuk menemukan strategi yang tepat dalam pengembangan Desa Wisata Wonosemar. Data yang digunakan untuk menentukan IFAS dan EFAS berasal dari para informan penting dalam pengelolaan Desa Wisata Wonosemar. Tahapan berikutnya merupakan analisa SWOT yang memperoleh hasil menunjukkan bahwa kuadran I merupakan strategi agresif untuk digunakan dalam pengembangan desa wisata. Strategi yang agresif dapat menerapkan investasi yang tepat dalam pengembangan fasilitas di Desa Wisata Wonosemar. Fasilitas yang lengkap akan menunjang daya tarik wisata yang berdampak langsung kepada masyarakat, pemerintah dan investor.