Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kandungan Serat kasar, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Silase Rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense) dan Kembang Telang (Clitoria ternatea) pada Imbangan Berbeda Elfiana Frida Osan; Markus Miten Kleden; Gusti Ayu Yudiwati Lestari; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21886

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan serat kasar serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) in vitro pada silase rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan kembang Telang (Clitoria ternatea) dengan perbandingan berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu CT0 (100% Kume), CT1 (75% Kume + 25% Telang), CT2 (50% Kume + 50% Telang), dan CT3 (25% Kume + 75% Telang), masing-masing tiga ulangan. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kembang Telang menyebabkan kadar serat kasar meningkat dari 22% menjadi 33%, sedangkan KcBK menurun dari 35% menjadi 26% dan KcBO dari 32% menjadi 24%. Analisis statistik menunjukkan pengaruh nyata (P0,05) terhadap serat kasar, namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) pada KcBK dan KcBO. Disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan kembang Telang dalam silase, kadar serat kasar meningkat sementara kecernaan bahan kering dan organik cenderung menurun
Upaya Pendayagunaan Limbah Pertanian sebagai Pakan Unggulan Musim Kemarau di Lahan Kering Markus Miten Kleden; Mariana Nenobais
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.119 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v3i1.2656

Abstract

Limitation of feed and low nutrient consumption in dry season cause a longer period of cattle fattening. The problems can be overcome by applying a cheaper and easier technology namely feed conservation technology. Method applied were extension, training, and mentoring. The result showed that the farmers’ participation were very active refers to their present and questiones raised deal with the materials presented. The highly participation also found during the training and mentoring since the feed conservation technology was an innovative activity and high benefit. The activities result were two units of representative model cattle cage due to clean and hygienic aspects, one unit of feed storage, 400 kg corn straw silage, 300 kg rice straw ammoniation, and 100 kg concentrate.
KOMPOSISI KIMIA SILASE CAMPURAN SORGUM DAN HIJAUAN SUMBER PROTEIN BERBEDA Desrian Andrison Lede; Markus M. Kleden; Luh Sri Enawati
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi kimia silase campuran sorgum dengan hijauan sumber protein berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu R0 100% hijauan sorgum, R1 70% hijauan sorgum + 30% lamtoro, R270% hijauan sorgum + 30% gamal, dan R3 70% hijauan sorgum + 30% kelor. Parameter yang diamati meliputi kandungan bahan kering, bahan organik, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan kering silase,dengan nilai R0, 28,94%, R1, 31,42%, R2, 33,56%, R3,30,70%. namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan organik dengan nilai R0 sebesar 90,88%, R1 sebesar 90,86%, R2 sebesar 91,21%, dan R3 sebesar 91,45%, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan BETN dengan nilai R0, 55,26, R1, 57,16%, R2, 54,90%, R3, 58,41%. Dapat disimpulkan bahwa Penggunaan hijauan sumber protein berbeda dalam silase campuran sorgum menghasilkan kandungan nutrisi yang berbeda dan penggunaan hijauan sumber protein khususnya daun kelor merupakan sumberhijauan protein terbaik.Kata kunci: BK, BO, BETN, hijauan sumber protein, silase sorgum.