Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Stock Peternakan

KULITAS FISIK SILASE PEMI RUMPUT KUME (SORGHUM PLUMOSUM VAR. TIMORENESE) DENGAN PENAMBAHAN LEVEL MIKROORGANISME LOKAL YANG BERBEDA Dina, Matilde; Wie Lawa, Emma D.; Hilakor, Maritje A. e; Lazarus, Edwin J. L.
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) dengan penambahan level mikroorganisme lokal (MOL) yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0= rumput kume + filtra tabu sekam padi (FASP); P1= P0 + 40 ml MOL, P2= P0 + 80 ml MOL, P3= P0 + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi pH, tekstur, warna, aroma dan jamur. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,001) terhadap variabel pH, warna dan jamur. Sedangkan tekstur dan aroma memberikan hasil yang sama. Disimpulkan bahwa dengan meningkatnya level mikroorganisme lokal (MOL) memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas fisik silase pemi rumput kume yaitu terjadi penurunan nilai pH, perubahan warna dan silase tidak berjamur sedangkan tekstur dan aroma sama untuk semua perlakuan. Penambahan level MOL 40 ml dalam pembuatan silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) menghasilkan kualitas fisik silase pemi terbaik.
PENGARUH PEMASAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG DENGAN LEVEL UREA BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK PRODUK PEMASAKAN Jehabun, Felikianus; Lazarus, Edwin J. L.; Hilakore, Maritje A.; Wie Lawa, Emma D.
STOCK Peternakan Vol 7, No 1 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i1.1689

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan tepung bonggol pisang dengan kadar urea yang berbeda terhadap karakteristik fisik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. P0 = 300 g tepung bonggol pisang tanpa urea, P1 = 300 g tepung bonggol pisang + 2% urea, P2 = 300 g tepung bonggol pisang + 4% urea, dan P3 = 300 g tepung bonggol pisang + 6% urea adalah perlakuan yang diuji. Karakteristik yang diukur meliputi berat jenis, kadar air, daya serap air, dan kelarutan dalam air. “Analisis varians (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan untuk menguji data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemanasan tepung bonggol pisang dengan kadar urea 6% tidak berpengaruh signifikan (P0,05) terhadap kepadatan curah, namun berpengaruh sangat signifikan (P0,01) terhadap kadar udara, daya serap udara dan kelarutan dalam udara.” Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan tepung bonggol pisang dengan urea 6% menghasilkan perubahan yang baik pada kelarutan udara, kadar air, dan daya serap. 
PENGARUH PENGGUNAAN SUMBER KARBOHIDRAT MUDAH LARUT SEBAGAI ADITIF TERHADAP KOMPOSISI FRAKSI SERAT SILASE ISI RUMEN SAPI Lazarus, Edwin Jermias Lodowik; Baga, Aloysius Sapa; Hilakore, Maritje Aleonor; Wie Lawa, Emma Dyelim
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan sumber karbohidrat mudah larut sebagai aditif pada pembuatan silase isi rumen sapi terhadap komponen serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa, dan lignin). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Komponen penyusun silase isi rumen sapi adalah isi rumen sapi 100% + 5% gula lontar + 40 ml mikroorganisme lokal dan karbohidrat mudah larut sebagai perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P1 : 35% dedak padi, P2 : 35% tepung bonggol pisang kepok, P3 : 35% pollard, P4 : 35% tepung putak. Variabel yang diukur adalah kandungan NDF (Neutral Detergent Fiber), ADF ( Acid Detergent Fiber), selulosa, hemiselulosa dan lignin. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kandungan NDF, ADF, dan selulosa, sedangkan kandungan lignin dan hemiselulosa tidak berpengaruh nyata (P0,05). Penggunaan sumber karbohidrat mudah larut pollard, putak dan dedak padi sebagai aditif sangat nyata (P0,01) lebih baik kandungan fraksi serat silase isi rumen sapi dibandingkan penggunaan tepung bonggol pisang. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber karbohidrat mudah larut dari pollard, putak dan dedak padi dalam pembuatan silase isi rumen sapi memberikan hasil yang baik dalam menurunkan kandungan NDF, ADF, dan selulosa silase isi rumen sapi.
PENGARUH PERBANDINGAN RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT SILASE PAKAN KOMPLIT Djami, Neni A. Eunike; Lawa, Emma D. Wie; A. Hilakore, Maritje; J. L. Lazarus, Edwin
STOCK Peternakan Vol 6, No 1 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i1.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat silase pakan komplit, dan untuk mengetahui perlakuan terbaik dari perbandingan rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat silase pakan komplit. Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari rumput odot, isi rumen sapi, konsentrat, dan mikroorganisme lokal. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0 = 70% rumput odot + 30% konsentrat, P1 = 60% rumput odot + 10% isi rumen sapi + 30% konsentrat, P2 = 50% rumput odot + 20% isi rumen sapi + 30% konsentrat, P3 = 40% rumput odot + 30% isi rumen sapi + 30% konsentrat. Parameter yang diamati yaitu NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0 0,01) terhadap peningkatan kandungan NDF, ADF, selulosa, dan lignin juga penurunan kandungan hemiselulosa. Disimpulkan bahwa meningkatnya isi rumen sapi dan menurunnya tingkat rumput odot pada pembuatan silase pakan komplit dapat meningkatkan kandungan NDF, ADF, selulosa, lignin dan menurunkan kandungan hemiselulosa.Kata Kunci: Rumput Odot, Isi Rumen Sapi, Perbandingan, Silase Pakan Komplit, Kandungan Fraksi Serat.