Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Variasi Temperatur Lingkungan terhadap Performansi Unit Chest Freezer Irawan, Muhammad Razzan; Setyawan, Andriyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5398

Abstract

Mesin refrigerasi biasa digunakan untuk penyimpanan bahan baku makanan dan minuman guna menjaga keawetan, salah satu aplikasi dari mesin refrigerasi adalah chest freezer. Faktor yang dapat mempengaruhi terhadap performansi mesin salah satunya adalah faktor lingkungan, maka dari itu dilakukan pengujian dengan variasi temperatur lingkungan sebesar 20°C, 25°C, 30°C, dan 35°C dengan kelembaban konstan 80%. Chest freezer yang digunakan berkapasitas 114 Watt dengan menggunakan refrigeran R 134-a, analisis kinerja yang diamati adalah nilai COP (Coefficient Of Performance), nilai kerja kompresi, nilai daya dan nilai efek refrigerasi. Dari hasil pengolahan data pengujian maka di dapatkan nilai kenaikan pada kerja kompresi terjadi setiap kenaikan variasi temperatur lingkungan, kemudian penurunan nilai efek refrigerasi terjadi setiap kenaikan variasi temperatur lingkungan, selanjutnya penurunan nilai COPa terjadi setiap kenaikan variasi temperatur lingkungan, dan kenaikan daya terjadi setiap kenaikan variasi temperatur lingkungan.
Monitoring Suhu dan Kelembapan Menggunakan LoRa Arduino dan ESP32 berbasis Internet Of Things melalui Aplikasi Mobile Azizah, Putri Ismi; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5418

Abstract

Teknologi LoRa memanfaatkan gelombang radio dalam implementasinya, dapat digunakan pada wilayah tanpa infrastruktur internet serta hemat daya. Salah satu aplikasinya adalah monitoring suhu dan kelembapan pada model cold storage dalam bentuk freezer. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan alat monitoring suhu dan kelembapan multi node dengan menggunakan komunikasi LoRa berbasis internet of things (IoT). Sistem terdiri dari LoRa–Arduino Uno–Sensor DHT22–OLED display sebagai mikrokontroler end node dan LoRa–Esp32 sebagai mikrokontroler gateway. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah arduino IDE untuk mikrokontroler dan Kodular untuk aplikasi android. Data yang sudah diterima oleh gateway akan disimpan pada database Firebase, kemudian ditampilkan melalui aplikasi android. Pengujian meliputi: verifikasi, barrier dan line of sight. Hasil verifikasi memiliki tingkat keakuratan dengan persentase error rata – rata sebesar 1,85% untuk nilai suhu dan sebesar 9,22% untuk nilai kelembapan. Pengujian barrier dan line of sight masing–masing memiliki tingkat persentase packet loss sebesar 61,11% dan 54,44%. Pada smartphone dapat ditampilkan hasil implementasi IoT.
Kaji Eksperimental Pengaruh Penempatan Dua Unit Outdoor Berbaris terhadap Kinerja AC Split (Unit Outdoor Depan sebagai Perangkat yang Diuji) Riska Saliandi; Andriyanto Setyawan; Parisya Premiera Rosulindo; Hafid Najmudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6212

Abstract

AC Split menjadi faktor yang meningkatkan kenyamanan manusia didalam ruangan. AC split terdiri dari dua bagian yaitu bagian indoor dan outdoor. Bagian outdoor mengeluarkan panas yang dihasilkan oleh kondenser sehingga ditempatkan di ruang terbuka namun karena keterbatasan ruang dari suatu gedung seringkali jarak outdoor satu dengan lainnya terlalu dekat. Oleh karena itu dilakukan penelitian didalam psychrometric chamber disesuaikan dengan standar ISO 5151:2010. Pada kondisi dua unit outdoor yang ditempatkan berbaris dengan unit depan yang diuji pada variasi jarak 30 cm, 50 cm, 70 cm, 90 cm, dan 110 cm serta kondisi normal tanpa adanya aliran udara tambahan dari unit outdoor yang ada di belakangnya. Terjadi selisih penurunan daya input mulai dari 30 cm (8.87W), 50 cm (8,6W), 70 cm (8,51W), 90 cm (3,39W) dan normal terjadi kenaikan sebesar 59,52 watt. Kenaikan kapasitas pendingin dengan selisih mulai dari 30 cm (10,71W), 50 cm (20,30W), 70 cm (19,90W), 90 cm (2,1W) dan normal terjadi penurunan sebesar 152,20 watt. Kenaikan Energy Efficiency Ratio (EER) selisih mulai dari 30 cm (1,22), 50 cm (1,04), 70 cm (0,86), 90 cm (0,81) dan pada normal terjadi penurunan sebesar 1,36. Jarak 110 cm sudah tidak berpengaruh terhadap kinerja AC Splitberbaris.
Kaji Eksperimental Pengaruh Variasi Panjang Pipa Kapiler Terhadap Kinerja AC Split dengan Variasi Massa Refrigeran Dimethyl Ether (DME) Bunga Putri Shaumi; Windy Hermawan Mitrakusuma; Andriyanto Setyawan; Annisa Syafitri Kurniasetiawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6239

Abstract

Pemanasan global merupakan ancaman yang mendesak saat ini dan memerlukan inovasi dan teknologi pendinginan seperti penggunaan refrigeran ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh panjang pipa kapiler terhadap kinerja AC split dengan menggunakan refrigeran dimethyl ether (DME). Eksperimen dilakukan pada AC split Daikin 1 PK dengan variasi panjang pipa kapiler 1 m; 1,1 m dan massa refrigeran 30% (132 gram); 50% (220 gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 50% DME terdapat peningkatan nilai COP dengan penggunaan panjang pipa kapiler 1,1 m dibandingkan dengan penggunaan panjang pipa kapiler 1 m. Konsumsi energi listrik pada pengisian 30% DME dengan panjang pipa kapiler 1 m dan 1,1 m mendapatkan 0,064 kWh dan pada 50% DME dengan panjang pipa kapiler 1 m dan 1,1 m mendapatkan 0,080 kWh. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengurangan konsumsi energi listrik dan dampak terhadap lingkungan untuk mendukung upaya mengurangi pemanasan global dalam menghadapi perubahan iklim.
Technical Training on Replacement of R410a with R290 in Split Air Conditioners as an Effort to Reduce Global Warming for BLK Instructors in Karawang Regency Ismail Wellid; Bowo Yuli Prasetyo; Sugiyarto; Muhamad Anda Falahuddin; Sumeru; Andriyanto Setyawan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i2.4753

Abstract

Earth's surface temperature continues to rise due to the emission of gases that have a very high GWP (Global Warming Potential). One gas that has a very high GWP is R410A refrigerant, which is 2088. This refrigerant is still widely used in split air conditioners (A/Cs). Therefore, the use of R410A must be immediately reduced and replaced with a more environmentally friendly refrigerant, R290, which only has a GWP value of 3. One of the initial efforts to socialize the use of R290 as a substitute for R410A in split A/Cs was to provide socialization in theory and practice to instructors at the Karawang Regency Vocational Training Centre. A good understanding of environmentally friendly refrigerants by the instructors is expected to be transmitted to the job seekers who are trained and will later be in the business of installing and servicing split A/Cs. Based on direct interviews with the instructors who participated in this socialization and technical guidance, they felt enlightened and motivated to help the government program to reduce emissions of gases that cause global warming. The replacement of R410A refrigerant in split air conditioners with R290 reduced the total global warming impact, i.e. the TEWI (Total Equivalent Warming Impact) value decreased by 31.91%.
PELATIHAN DAN PEMBERIAN SARANA PERALATAN PENDUKUNG SERVICE DAN MAINTENACE DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KUNINGAN Margana, Ade Suryatman; Hermawan Mitrakusuma, Windy; Setyawan, Andriyanto; Wellid, Ismail; Sunardi, Cecep; Khakim, Nur
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.4537

Abstract

Melihat minat masyarakat Kabupaten Kuningan dalam bidang pelatihan keterampilan sangat besar, demi terciptanya Lembaga Pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, maka kiranya perlu diadakan kerjasama dengan Politeknik Bandung. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan agar dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas BLK yang siap menciptakan tenaga kerja untuk mengisi dunia kerja atau usaha mandiri, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran. Kondisi sarana dan prasarana di BLK kurang memenuhi standar Pelatihan Berbasis Kompetensi sehingga belum sesuai dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pelatihan. Salah satu kebutuhan yang diajukan oleh BLK Kuningan adalah Peningkatan Kompetensi instruktur pada bidang Pelatihan Refrigerasi. Permasalahannya adalah untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan peralatan perlengkapan perbaikan dan perawatan (service and maintenance) unit refrigerasi dan tata udara domestik untuk digunakan dan diberdayakan sebagai sumber pelatihan instruktur dan calon tenaga kerja pada bidangnya. Peralatan yang dibutuhkan untuk pelatihan keterampilan (skill) terdiri dari tool sets, pompa vacuum, peralatan las gas, manifold gauge, flaring and swaging tools dan tang amper sebagai alat uji performansi sistem sedangkan untuk peningkatan pengetahuan (knowledge) dilengkapi modul pelatihannya. Program pengabdian kepada masyarakat akan memberikan luaran para instruktur yaitu memiliki pengetahuan dan peningkatan keterampilan bidang refrigerasi dan tata udara domestik terutama keterampilan tentang perawatan dan perbaikan yang meliputi instalasi AC Split, proses pemvacuuman, pengisian refrigeran, pendeteksian kebocoran, proses pump down dan uji performansi sistem. Tenaga pelatihan/ instruktur trainer dalam program pelatihan PkM ini adalah beberapa staf pengajar di Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DI DESA CIKANDE DALAM MENDAYAGUNAKAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati; Rosulindo, Parisya Premiera; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Badarudin, Apip; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.6328

Abstract

Desa Cikande merupakan desa yang terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Luas area Desa Cikande, yaitu berkisar 6,93Km2 atau sekitar 13,47% dari total luas Kecamatan Saguling. Dari segi geografis, lanskap yang mendominasi area di Desa Cikande adalah wilayah tanah lapang yang digunakan sebagai lahan pertanian. Desa Cikande merupakan desa yang memiliki potensi ekonomi dari pertanian yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih minimal. Kegiatan ekonomi yang telah dilakukan di Desa Cikande terkait dengan potensi pertanian ini, barulah berupa pertanian keluarga yang digunakan sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah. Produksi pertanian harus ditingkatkan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Kebutuhan akan produksi-produksi pertanian meningkat, sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan hasil. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan di bidang pertanian yaitu faktor pemupukan. Pengertian pemupukan yaitu penambahan bahan (yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, biologi tanah) ke tanah agar tanah tersebut menjadi lebih sehat dan subur. Termasuk di antaranya yaitu pengapuran, pemberian legin, pemberian pembenah tanah (soil condition), pemberian urea dan lain sebagainya. Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran dengan air dan substrat gula. Berdasarkan hasil pengamatan dari penelitian pengaplikasian pupuk organik eco-enzyme menghasilkan rata-rata pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik bukan Eco enzyme. Dengan kata lain, pengaruh dari pemanfaatan Eco-enzyme mampu meningkatan hasil produksi pertanian sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan usahatani bila harga tetap atau tidak turun. Dari hasil analisis permasalahan prioritas, didapatkan bahwa masalah kebergantungan pupuk subsidi sebaiknya diprosiataskan terlabih dahulu, karena dengan diselesaikannya permasalahan ini dapat membantu penyelesaian kedua permasalahan lainnya. Dengan dilakukannya konversi sampah organik ke pupuk organik, maka dapat mengurangi volume sampah. Selain itu, dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga secara berangsur dihaarapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Desa Cikande.
Peningkatan Kompetensi Instruktur Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang dalam Bidang Perawatan dan Perbaikan Lemari Pendingin Showcase: Increasing the Competence of Instructors at Karawang Regency Vocational Training Center in the Maintenance and Repair of Showcase Refrigerator Wellid, Ismail; Falahuddin, Muhammad Anda; Arman, Muhammad; Surjanto, Ary; Sumeru, Kasni; Nuriyadi, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.9856

Abstract

A showcase is a type of refrigerator widely found in small shops and supermarkets, and it maintains the freshness of vegetables, fruits, meat, and drinks. Because showcases are widely used, the potential for working as a technician or entrepreneur in showcase service is promising. This training aims to improve the competence of instructors at BLK Karawang in showcase maintenance and repair. Increased instructor competence impacts the quality of job seekers educated at BLK. The training was carried out in 3 working days, divided into two sessions: theory and practical. The practical material taught participants the proper refrigerant charging, troubleshooting, and repairs on showcases that experienced problems. After the training, the instructors will be evaluated on their ability to deliver the materials to job seekers under the supervision of lecturers from the Department of Refrigeration and Air Conditioning Engineering, Politeknik Negeri Bandung. Based on the evaluation, the instructors have correctly and adequately provided training materials on showcase maintenance and repair to job seekers.
Investigation Of Automotive Air Conditioning Using Eco-Friendly R600a As An Alternative Refrigerant To R134a Sumeru, Kasni; Arman, Muhammad; Wellid, Ismail; Simbolon, Luga Martin; Setyawan, Andriyanto; bin Sukri, Mohamad Firdaus
Jurnal Polimesin Vol 22, No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i1.4463

Abstract

One of the main reasons for replacing R134a with R600a is the impact of global warming. In this study, a numerical approach was applied to investigate changes in automotive air conditioning (AAC) performance due to the replacement of R134a with R600a. A thermodynamic evaluation was carried out with evaporating and condensing temperatures of 5oC and 45oC, respectively. The study simulates AAC performance at five engine rotation speeds: 1000, 2000, 3000, 4000 and 5000 rpms. The results show that replacing R134a with R600a reduces the cooling capacity and input power by 45.42% and 47.02%, respectively. However, due to the dominant decrease in input power as compared to the decrease in cooling capacity, the COP of AAC increases by 2.93%. Although the increment in COP is relatively small, this replacement greatly contributes to the reduction of greenhouse gas emissions that causes the problem of global warming due to the lower GWP of R600a as compared to R134a.
Pengaruh Jenis Dinding dan Kaca terhadap Beban Pendinginan pada Gedung Perkantoran: Estimasi Menggunakan HAP 5.01 Pradytha Amelia Putrie; Andriyanto Setyawan; Markus
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6656

Abstract

Pemilihan material yang digunakan pada suatu bangunan sangat berpengaruh dalam perancangan sistem tata udara. Jenis material yang padat memiliki nilai transmitansi termal yang tinggi sehingga dapat menyebabkan tingginya temperatur pada suatu ruangan yang mengakibatkan beban pendinginan yang dihasilkan menjadi besar. Sedangkan, untuk material berongga memiliki nilai insulator sehingga dapat menghambat perpindahan panas yang terjadi secara konduksi dan konveksi. Penggunaan jenis kaca pun harus dipertimbangkan karena kaca merupakan tempat perpindahan panas matahari secara radiasi dan konduksi. Perbandingan dilakukan untuk material dinding dan kaca, menggunakan dinding bata merah, bata ringan, dan beton yang dikombinasikan dengan kaca jenis reflektif, double glazing clear, double glazing low-e, dan panasap. Analisis ini berpengaruh terhadap nilai transmitansi termal (u-value) yang berbeda dari setiap material dengan perhitungan beban pendinginan menggunakan software Hourly Analysis Program (HAP) versi 5.01 yang bertujuan untuk memperoleh kebutuhan beban pendinginan terkecil dari 12 variasi dinding dan kaca untuk efisiensi energi gedung sehingga didapatkan hasil kebutuhan beban pendinginan total yang paling kecil sebesar 141.478 watt pada bata hebel yang dikombinasikan dengan kaca double glazing low-e setebal 10 mm pada temperatur ruangan yang dikondisikan 23°C dan temperatur lingkungan 34,7°C pada jam 16.00.