Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Green Economy Sirkular Limbah Kulit PKK Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Sonalitha, Elta; Wediyantoro, Prilla; Setyawati, Dyah; Widayati, Sri
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i3.7603

Abstract

Limbah kulit yang dihasilkan dari beberapa industry kerajinan kulit di Desa Jatirejoyoso biasanya terbuang dan belum termanfaatkan optimal. Selain itu, berpotensi mencemari lingkungan, padahal limbah kulit yang dihasilkan masih memiliki karakteristik unik untuk diolah kembali. Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Green Economy Sirkular Limbah Kulit dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi ibu-ibu PKK Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, melalui pemanfaatan limbah kulitMelalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tersebut diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan daya tarik estetika serta nilai jual produk. Beberapa produk yang sudah dihasilkan antara lain gantungan kunci, gantungan tas, dompet koin, hiasan dinding, lanyard nametag, label kulit, dan merchandise lainnya. Kegiatan Pemberdayaan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif mulai dari teknik pemilihan bahan, teknik desain produk, teknik produksi, teknik emboss, teknik pengemasan, dan teknik pemasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya pada tahap pembersihan bahan, pemotongan, desain, dan aplikasi emboss. Program pemberdayaan yang dilaksanakan sudah menunjukkan hasil dari sisi ekonomi, yaitu mitra PKK sudah mendapatkan pesanan, berproduksi dan menjual karya-karya nya. Ke depan, program ini berpotensi melahirkan unit usaha baru berbasis kerajinan limbah kulit sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular bagi ibu-ibu PKK Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang tadinya tidak berkegiatan berpenghasilan menjadi berdaya secara ekonomis. 
The Influence of Brand Awareness and Engagement in Increasing MSME Consumer Loyalty Through TikTok Social Media in Malang City Putra Ramadhani Nurwijayanto; Dyah Setyawati; Restu Rahayu Bara; Via Amelia Putri; Elivia Destiana
Business Management Research Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/bismar.v4i2.15934

Abstract

This study investigates the influence of brand awareness and brand engagement on increasing MSME consumer loyalty through TikTok social media in Malang City. In the digital era, brand awareness and brand engagement on social media, particularly TikTok, are crucial for the success of MSMEs. Consumer loyalty is a vital aspect of marketing strategy, significantly influenced by these factors. The research employed a multiple linear regression method to analyze the relationship between brand awareness (X1), brand engagement (X2), and consumer loyalty (Y). Data was collected from 100 respondents via online questionnaires distributed through Google Forms and analyzed using SPSS. The findings indicate a significant positive effect of brand awareness and brand engagement through social media on consumer loyalty towards MSMEs in Malang City. Based on these results, it is recommended that MSMEs continuously develop engaging and authentic content on TikTok, leveraging its creative features. Additionally, collaboration with local influencers is proposed as an effective strategy to enhance brand awareness, brand engagement, and ultimately, consumer loyalty to MSMEs' products or services.
Optimalisasi Ekonomi Peternak Kambing melalui Teknologi Silase, Pakan Konsentrat, dan Pupuk EM4 di Desa Kalipare: Optimalisasi Ekonomi Peternak Kambing melalui Teknologi Silase, Pakan Konsentrat, dan Pupuk EM4 di Desa Kalipare Dyah Setyawati; Henny Leondro; Almer Rayid; Naris Njurumana; Brigitta Vera Rahmawati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalipare Sub-district, Malang Regency, has strong potential in the livestock sector, especially goat farming managed by Anak Lanang Farm. The main challenges include production, business management, and marketing, such as limited quality feed, simple housing systems, and passive marketing without legal business status. This community service program aims to strengthen farmers’ capacity through training in producing silage and fermented feed using local materials, processing goat manure into packaged organic fertilizer, and improving housing management with a urine collection system. In marketing, the program focuses on assisting the issuance of a Business Identification Number (NIB) and applying digital marketing strategies through social media and online marketplaces to expand market reach. The program aligns with Sustainable Development Goals (SDGs 1, 2, and 8), supports higher education Key Performance Indicators (IKU), the Asta Cita agenda, and the National Research Master Plan (RIRN) on food security. Expected outputs include quality feed availability, packaged organic fertilizer, hygienic goat housing with urine storage, business legality, and an online store. The anticipated impacts are increased productivity, higher income, and improved economic independence for farmers based on local potential. Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar dalam sektor peternakan, khususnya kambing, yang dikelola oleh kelompok Anak Lanang Farm. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi aspek produksi, manajemen usaha, dan pemasaran, antara lain keterbatasan pakan berkualitas, manajemen kandang sederhana, serta pemasaran yang masih pasif tanpa legalitas usaha. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak melalui pelatihan pembuatan pakan silase dan fermentasi berbahan lokal, pengolahan limbah feses menjadi pupuk organik kemasan, serta inovasi manajemen perkandangan dengan penampungan urin ternak. Pada aspek pemasaran, solusi difokuskan pada pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan penerapan strategi digital marketing melalui media sosial dan marketplace untuk memperluas akses pasar. Program ini selaras dengan SDGs (1, 2, dan 8), mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, Asta Cita, serta Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) bidang ketahanan pangan. Target luaran berupa tersedianya pakan berkualitas, pupuk organik kemasan, kandang higienis dengan sistem penampungan urin, legalitas usaha, dan toko online. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan produktivitas, pendapatan, serta kemandirian ekonomi peternak berbasis potensi lokal.