Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Penanganan Banjir Perkotaan pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Rindang Alfiah; Sonia Nuri Aprilia; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.504 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32101

Abstract

Bencana Banjir di Kabupaten Jember termasuk dalam bencana yang memiliki intensitas paling tinggi dibandingkan dengan jenis bencana yang lain. Salah satu kecamatan yang terdampak yaitu kecamatan Sumbersari dimana berdasarkan data BPBD Kabupaten Jember, dampak yang ditimbulkan oleh banjir di kecamatan Sumbersari cukup signifikan yaitu kerusakan bangunan, tempat ibadah dan sarana prasarana umum lainnya. Tingginya intensitas dan dampak yang ditimbulkan akibat banjir di Kecamatan Sumbersari perlu segera di selesaikan. Strategi penanganan yang tepat perlu direalisasikan agar banjir tidak terjadi secara terus menerus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menysuun strategi penanganan banjir melalui evaluasi kebijakan menggunakan SWOT untuk merumuskan strategi penanganan banjir yang tepat untuk di terapakn di Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui strategi yang tepat dalam menangani banjir di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember adalah pengoptimalan Kekuatan dan Peluang dalam menangani banjir di kecamatan Sumbersari melalui pengembangan hutan kota, peningkatan kinerja infrastruktur, peningkatan pendanaan untuk penanganan pasca banjir, pengembangan pertanian Lahan kering, dan reboisasi.
Analisa Tingkat Kerentanan Banjir Berbasis SIG pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Sonia Nuri Aprilia; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.694 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32095

Abstract

Berdasarkan DIBI, bencana banjir di Kabupaten Jember memiliki persentase tertinggi dibandingkan dengan bencana alam lainnya, yaitu 59,34 %. Menurut BPBD Kabupaten Jember, salah satu kecamatan yang berpotensi tinggi terjadi banjir adalah Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan data terbaru, banjir yang terjadi di Kecamatan Sumbersari setinggi 25 – 150 cm yang mengakibatkan rusaknya 13 bangunan rumah, 1 mushallah, dan sarana prasarana umum lainnya. Melihat riwayat terjadinya banjir di Kecamatan Sumbersari yang mengakibatkan kerugian terus meningkat disetiap tahunnya dan didukung dengan tidak adanya peraturan tata ruang yang membahas mengenai penanganan meminimalisir banjir di Kecamatan Sumbersari, bukan tidak mungkin lagi potensi banjir di kecamatan Sumbersari semakin meningngkat. Maka drai itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir menggunakan analisis overlay dan merumuskan prioritas penanganan banjir di Kecamatan Sumbersari dengan menggunakan teknik analisis analisis hierarki proses (AHP). Berdasarkan hasil analisis overlay diketahui kerawanan banjir di Kecamatan Sumbersari terklasifikasi menjadi tiga (3), yaitu tingkat kerentanan rawan (rendah), cukup rawan (sedang), dan sangat rawan (tinggi). Prioritas penanganan banjir di Kecamatan Sumbersari berdasarkan metode struktural dapat dilakukan dengan pengembangan dan normalisasi saluran drainase, pembangunan hutan kota, pembangunan sumur resapan, serta pembuatan waduk retensi. Sedangkan berdasarkan metode non struktural, prioritas penanganan meminimalisir banjir di Kecamatan Sumbersari dapat dilakukan dengan pengelolaan dan penyediaan tempat sampah dan perencanaan pertanian dengan konsep agroforestri.
DETERMINASI FAKTOR UTAMA DALAM KETIDAKMERATAAN PERKEMBANGAN DESA DI KABUPATEN JEMBER Ratih Novi Listyawati; Prasetiyo; Nunung Nuring Hayati
Jurnal Plano Buana Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v3i2.7092

Abstract

Kabupaten Jember secara administratif memiliki 226 desa yang tersebar pada 31 Kecamatan. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun tahun 2016 terdapat satu desa yang termasuk dalam kategori sangat tertinggal, serta desa-desa lain yang termasuk dalam kategori tertinggal, berkembang, maju dan mandiri. Jumlah desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal pada tahun 2018 hingga 2022 mengalami pengurangan yang mengindikasikan pembangunan desa yang intensif, namun disisi lain juga mengindikasikan adanya perkembangan desa yang tidak merata. Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa (Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan, 2020). Hal tersebut menjadi dasar dari penelitian ini dengan tujuan untuk menentukan faktor utama yang mestinya dapat menjadi fokus pengembangan oleh pemerintah. Tujuan penelitian tersebut dapat dicapai dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Berdasarkan hasil analisis dari pengambilan data kepada pakar, diperoleh bahwa faktor utama ketidakmerataan perkembangan desa adalah pada dimensi Pendidikan dengan nilai AHP 0,202 disusul dengan dimensi ekonomi dengan nilai 0,201. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agar terwujud perkembangan desa yang merata, pemerintah perlu memfokuskan pembangunan pada aspek Pendidikan dan aspek ekonomi. Pada aspek Pendidikan, pemerintah dapat memperluas akses masyarakat terhadap sarana Pendidikan serta kualitas dari sarana Pendidikan. Selain itu pada aspek ekonomi, pemerintah dapat memperluas akses terhadap pusat-pusat pelayanan perdagangan serta akses ke Lembaga keuangan dan perkreditan.
Penentuan Prioritas Pengembangan Desa Padusan Sebagai Kawasan Wisata Alam Unggulan Kabupaten Mojokerto Febrina Nur Rahmi Briliana; Nunung Nuring Hayati; Ratih Novi Listyawati
Jurnal Penataan Ruang Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Penataan Ruang 2023
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v18i1.15856

Abstract

Wisata alam merupakan salah satu sektor yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan setiap tahunnya terus dikembangkan dengan memanfaatkan daya tarik keindahan dan sumber daya alam. Salah satu lokasi yang memiliki daya tarik menjadi wisata alam di Kabupaten Mojokerto yakni pada kawasan wisata alam Desa Padusan karena memiliki keunikan tersendiri dari wisata lainnya di Kabupaten Mojokerto atau di daerah lain. Namun hal tersebut tidak diimbangi dengan perencanaan pengembangan yang baik sehingga perlunya penentuan prioritas pengembangan agar perencanaan pengembangan kawasan wisata yang dilakukan pemerintah Kabupaten Mojokerto dapat memberikan dampak maksimal. Beberapa permasalahan yang terdapat di kawasan wisata alam Desa Padusan diantaranya adalah tidak terdapat penambahan daya tarik baru serta pengembangan dan perawatan wisata masih dinilai kurang. Dilakukannya penelitian ini memiliki tujuan agar mengetahui kondisi eksisting dari kawasan wisata alam Desa Padusan berdasarkan komponen 5A (attraction, accessibility, ancillary service, amenities, dan activities) serta mengetahui persepsi pengunjung mengenai tingkat kepentingan dan kepuasan pengembangan di kawasan wisata alam Desa Padusan yang dapat digunakan untuk penentuan prioritas pengembangan. Terdapat dua metode analisis yaitu analisis deskriptif untuk memberikan gambaran umum serta menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dengan tujuan mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan dari setiap variabel yang diuji. Penelitian ini melibatkan peran serta dari pengunjung yang berjumlah 68 orang untuk memberikan penilaian mengenai tingkat kepuasan dan kepentingan pada 32 variabel yang digunakan. Hasil penelitian terdapat 5 prioritas pengembangan yaitu yang terdapat di kuadran I analisis IPA, prioritas pengembangan tersebut meliputi tempat duduk, toilet/MCK, pos kesehatan, penanda dan penunjuk arah, serta ketanggapan pengelola. Prioritas pengembangan yang didapatkan menjadi fokus utama pengoptimalan pengembangan kawasan wisata alam Desa Padusan.
Mapping of Mount Semeru Volcanic Mudflow Susceptibility Along the Rejali River using the GIS-based AHP-TOPSIS Ensemble Approach Sonia Oktariyanti; Entin Hidayah; Saifurridzal; Mokhammad Farid Ma'ruf; Nunung Nuring Hayati; Zulkifli Yusop
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 9 No. 3 (September 2023)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.6691

Abstract

Volcanic mudflow floods occur when rainfall runoff combines with volcanic material and flows downstream. These devastating events cause significant damage to infrastructure, disrupt economies, and result in injuries and casualties. One area where the flow of volcanic material greatly affects the situation is the Rejali River, which receives a substantial amount of volcanic debris from Mount Semeru. To address this issue and begin mitigating the associated risks, it is crucial to start by mapping the potential distribution of volcanic mudflow floods. Therefore, this study aimed to assess factors impacting volcanic mudflow flood susceptibility and to create a corresponding susceptibility map. The study employed the Analytical Hierarchy Process (AHP) and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to determine the influence of various factors and classify the areas, respectively. These methods were integrated with the Geographic Information System (GIS) to enhance the analysis. The weighted analysis results showed that the most impactful factors conditioning volcanic mudflow floods, in descending order, were rainfall (42.40%), land cover (13.89%), elevation (13.39%), slope (12.51%), distance from the river (7.09%), soil type (6.58%), and rock distribution (4.13%). The TOPSIS calculation further highlighted that rainfall intensity between 104.03 and 109.65 mm day-1 had the greatest influence on susceptibility. The successful integration of AHP and TOPSIS methods with GIS helped develop a volcanic mudflow flood susceptibility model with an outstanding accuracy of 0.969. The model showed that approximately 46.40% of the areas along the Rejali River exhibited very high susceptibility to volcanic mudflow floods, while an additional 16.21% indicated high susceptibility and substantial risk in most regions. Therefore, the generated susceptibility map offered important insights for shaping future mitigation strategies and influencing policy decisions.
PENGEMBANGAN PRIORITAS ALUN-ALUN SITUBONDO SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Riska Indayana; Nunung Nuring Hayati; Dano Quinta Revana
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v13i1.007

Abstract

Alun-alun merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam (Alfian dkk, 2020). Salah satu kota yang masih memanfaatkan alun-alun sebagai ruang terbuka publik serta identitas bagi wilayahnya adalah Kabupaten Situbondo, kabupaten yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa ini masih sangat memanfaatkan keberadaan alun-alun dan menjadikannya sebuah jantung kota. Namun, saat ini pengelolaan kawasan Alun-alun masih belum optimal karena masih banyak permasalahan seperti masih terdapat parkir dan PKL di bahu jalan, kurangnya perawatan pada fasilitas yang telah ada seperti fasilitas bermain anak, kurang menariknya beberapa tempat, dan kurang tertatanya PKL yang ada di dalam kawasan alun-alun yang pada akhiranya akan membawa dampak terhadap pencitraan sebuah daerah perkotaan. Dilakukannya penelitian ini dengan tujuan agar diharapkan mengoptimalkan fungsi dan kenyamanan kawasan Alun-alun Situbondo. Terdapat dua metode analisis yaitu analisis deskriptif untuk karakteristik kondisi eksisting kawasan Alun-alun Situbondo serta metode IPA untuk mengetahui prioritas pengembangan yang dirasakan pengunjung untuk penataan kawasan Alun-alun Situbondo. Hasil penelitian terdapat 6 prioritas pengembangan yaitu pedestrian, jogging track, lapangan olahraga, working space, pos keamanan dan foodcourt dengan strategi pengembangan yang didasari oleh potensi dan permasalahan serta penilaian tingkat kepentingan dan kepuasan Alun-alun Situbondo oleh pengunjung. Alun-alun is a wide open grassy field surrounded by roads and can be used for various community activities. One of the cities that still uses the town square as a public open space and an identity for its territory is Situbondo Regency, a district located on the north coast of Java Island that still makes great use of the town square and makes it the heart of the city. However, currently the management of the Alun-alun area is still not optimal because there are still many problems such as parking and street vendors on the shoulder of the road, lack of maintenance of existing facilities such as children's play facilities, the unattractiveness of several places, and the lack of order in the street vendors in the square area which will ultimately have an impact on the image of an urban area. This research was conducted with the aim of optimizing the function and comfort of the Situbondo Square area. There are two methods of analysis, namely descriptive analysis for the characteristics of the existing conditions of the Situbondo Square area and the IPA method to find out the development priorities felt by visitors for the arrangement of the Situbondo Square area. The results of the study show 6 development priorities, namely pedestrian, jogging track, sports field, working space, security post and food court with a development strategy based on potential and problems as well as an assessment of the level of importance and performance of Situbondo Square by visitors.
EVALUASI KAWASAN EDUWISATA KAMPUNG INGGRIS PARE MENURUT PENGUNJUNG DI KABUPATEN KEDIRI Lintang Adedari; Ratih Novi Listyawati; Nunung Nuring Hayati
Jurnal Plano Buana Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v4i1.7610

Abstract

Kabupaten Kediri memiliki potensi berupa kawasan wisata edukasi yang berada di Kecamatan Pare. Berdasarkan RTRW Kabupaten Kediri tahun 2010-2030, Kecamatan Pare termasuk dalam Pusat Kegiatan Lokal (PKL) sebagai pusat pemerintahan kabupaten, pusat pengolahan jasa pertanian tanaman pangan dan peternakan, industri, perdagangan regional, pelayanan kesehatan, pusat jasa pariwisata, dan pusat perguruan tinggi. Kecamatan pare memiliki luas 4.409 Ha yang terdiri dari 1 kelurahan dan 9 desa. Terdapat desa yang memiliki potensi sebagai wisata edukasi dengan sebutan “Kampung Inggris Pare” yang terletak di Desa Pelem dan Desa Tulungrejo. Perkembangan Kampung Inggris Pare memengaruhi lingkungan rumah warga. Banyak warga yang menjadikan rumah hunian sebagai lahan bisnis berupa kos-kosan, ruko, warung makan, hingga pusat oleh-oleh khas Pare mengingat pengunjung mayoritas berasal dari luar daerah. Terlepas dari potensi yang ada, Kampung Inggris Pare memiliki masalah berupa perdagangan jasa yang berkembang tanpa memperhatikan ketentuan intensitas bangunan serta kepadatan bangunan menyebabkan minimnya ruang terbuka hijau. Oleh karena itu diperlukan arahan pengembangan yang tepat untuk peningkatan kawasan eduwisata Kampung Inggris Pare. Studi ini bertujuan untuk melihat penilaian kepentingan dan kepuasan terhadap Kawasan Eduwisata Kampung Inggris Pare berdasarkan persepsi pengunjung. Sehingga menghasilkan rekomendasi pengembangan yang dapat mengakomodir kebutuhan wisatawan. Metode yang dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi potensi dan masalah menggunakan metode analisis deskriptif serta metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui prioritas utama pengembangan kawasan. Setelah mengetahui prioritas utama pengembangan, selanjutnya merumuskan rekomendasi pengembangan menggunakan metode analisis deskriptif berdasarkan prioritas utama pada kuadran 1 dalam diagram kartesius. Terdapat 5 prioritas utama pengembangan yang akan dirumuskan rekomendasi pengembangannya.
Commercial Corridor Development Strategy Through the Application of the Walkable Commercial Strip Concept in Urban Area of Jember City Sulistyono, Sonya; Koesoemawati, Dewi Junita; Hayati, Nunung Nuring; Angelina, Callista
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i1.52193

Abstract

Walkability is an essential concept to consider when planning a sustainable city. This study aims to determine the walkability development strategy of the Jember City commercial corridors urban area based on people's and experts' perceptions of the Walkable Commercial Strip concept. The study was conducted in the urban area of Jember City Golden Triangle. The methods of analysis used in this study are ordinal logistic regression and AHP. Based on people's perceptions, the concepts that have the highest odds of influencing the first corridor's walkability level are the ones related to the available amenities variable, while the concept that has the highest odds of influencing the second and the third corridors' walkability level is the concept that is related to the walking path modal conflict variable. The order in which corridors have the highest development priority starts with the first corridor, Gajah Mada - Sultan Agung Street, followed by the second corridor, Ahmad Yani Street, and ends with the third corridor, Trunojoyo Street – HOS Cokroaminoto Street. The walkability development strategy for the urban area of Jember City commercial corridors is to start the order of development according to the order of priority and apply the development concepts that have the highest opportunity to influence the walkability level of each corridor based on people's perception.
TRAFFIC SIMULATION OF JEMBER RAILWAYS STATION DEVELOPMENT: Simulasi Lalu lintas Akibat Pengembangan Stasiun Jember Hidayatullah, Vicky; Hayati, Nunung Nuring; Kriswardhana, Willy
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.5879

Abstract

The increasing population in Jember district has caused the higher needs of transportation facilities in Jember, particularly on train as a public transportation. The increase can be seen by the number of passengers in Daop 9 Jember. By 2015, the number of train passengers in Jember Station which originally amounted 640.000 passengers increased to 800.000 passengers by 2016 (increase about 20%). PT. KAI is planning to develop Jember Station in order to provide convenience and better service for train passengers. Jember Station development will result in changes of traffic flow around the station, so that traffic simulations due to this station development need to be done. Traffic simulations were done by creating scenarios of traffic flow around Jember Station, until the intersection performance of this area can be known. In this study, the method used to collect traffic volume data and inventory is by direct survey on field. In the calculation of intersection performance and traffic simulation, the method used is MKJI (Indonesian Highway Capacity Manual) 1997. After the analysis was conducted, the obtained intersection performance data in road network around Jember Station was very diverse. On signalized intersection, the highest intersection performance was located in SMPN 2 Jember intersection from eastern intersection in Bedadung street with Level of Service (LoS) F. Whereas on unsignalized intersection, the highest intersection performance was located in Hotel Nusantara intersection with Level of Service (LoS) C. Then, in order to obtain a better intersection performance in road network around Jember Station after development, a traffic management was done with : setting the traffic flow, installation of traffic signs on the road network, and also resetting the traffic light in signalized intersection. After the traffic management was conducted, there was a better level of service on both signalized and unsignalized intersection around Jember Station, which means the recommended traffic scenarios are proper to be implemented. Jumlah penduduk yang meningkat di Kabupaten Jember menyebabkan kebutuhan akan sarana transportasi di Jember semakin tinggi, khususnya pada transportasi umum jenis kereta api. Peningkatan yang terjadi terlihat dari jumlah penumpang di Daop 9 Jember. Pada tahun 2015 jumlah penumpang kereta api di Stasiun Jember yang semula berjumlah 640.000 penumpang meningkat menjadi 800.000 penumpang pada tahun 2016 (meningkat sekitar 20%). PT. KAI berencana untuk melakukan pengembangan stasiun Jember agar dapat memberikan kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik bagi penumpang kereta api. Pengembangan Stasiun Jember ini akan mengakibatkan perubahan arus lalu lintas di sekitar stasiun, sehingga simulasi-simulasi lalu lintas akibat pengembangan stasiun perlu dilakukan. Simulasi lalu lintas dilakukan dengan membuat skenario arus lalu lintas di sekitar Stasiun Jember, hingga akhirnya dapat diketahui kinerja simpang pada daerah ini. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengambilan data volume lalu lintas dan inventarisasi yaitu dengan cara survei langsung di lapangan. Pada perhitungan kinerja simpang dan simulasi lalu lintas, metode yang digunakan yaitu metode MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997. Setelah dilakukan analisis, data kinerja simpang yang didapat pada jaringan jalan di sekitar Stasiun Jember sangat beragam. Pada simpang bersinyal, kinerja simpang paling tinggi terdapat pada Simpang SMPN 2 Jember dari kaki simpang timur atau pada Jalan Bedadung dengan tingkat pelayanan (LoS) F. Sedangkan pada simpang tak bersinyal, kinerja simpang tertinggi terdapat pada Simpang Hotel Nusantara dengan tingkat pelayanan (LoS) C. Kemudian, untuk mendapatkan kinerja simpang yang lebih baik di jaringan jalan Stasiun Jember setelah pengembangan, dilakukan manajemen lalu lintas yaitu : pengaturan arus lalu lintas, pemasangan rambu-rambu lalu lintas pada jaringan jalan, serta pengaturan ulang traffic light pada simpang bersinyal. Setelah dilakukan manajemen lalu lintas tersebut, didapat tingkat pelayanan yang lebih baik pada simpang bersinyal dan simpang tak bersinyal disekitar stasiun Jember, yang berarti skenario lalu lintas yang direkomendasikan layak untuk diterapkan di lapangan.
THE FEASIBILITY STUDY OF PASURUAN – PROBOLINGGO TOLL ROAD: Studi Kelayakan Pembangunan Tol Pasuruan - Probolinggo Kriswardhana, Willy; Hayati, Nunung Nuring; Kuncahyo, Ikhwan Tri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.645 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.5907

Abstract

Pasuruan and Probolinggo Regency is a Regency in East Java which is famous for its tourism and industry, such as mount bromo and the safari park. This makes the Pasuruan regency is experiencing significant economic growth. To smoothen and spur economic growth in this area, the government built the Pasuruan – Probolinggo toll road. The objective of this study is to analyze the existing road traffic of Pasuruan and Probolinggo and doing the feasibility study. Feasibility study is determined based on the value of the ratio between the income investors gained at the cost of build the toll road. The value of these feasibilitystudy based on the analysis of the Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) and the Pay Back Period (PBP). Financially value NPV > 1, value of BCR > 0 and the value of the IRR 8.3%. Toll Road construction project – Probolinggo Pasuruan worth financially and economically. Direction for future research is presented. Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo adalah salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan pariwisata dan industrinya, seperti gunung bromo dan taman safari. Hal ini membuat Kabupaten Pasuruan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Untuk memperlancar dan memacu pertumbuhan ekonomi di kedua kabupaten tersebut, pemerintah membangun jalan tol Pasuruan – Probolinggo. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk menganalisis lalu – lintas jalan eksisting Pasuruan – Probolinggo dan melakukan analisis kelayakan secara finansial. Untuk analisis kelayakan secara finansial ditentukan berdasarkan nilai rasio antara income investor yang didapat dengan biaya pembuatan jalan tol. Nilai kelayakan finansial tersebut berdasarkan analisis Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). Dalam penelitian ini, nilai DS pada Kecamatan Grati dengan nilai DS rata-rata 0.69 dan pada titik Kecamatan Leces dengan DS rata-rata sebesar 0.60. Secara finansial nilai NPV >1, nilai BCR >0 dan nilai IRR 8.3 %. Sehingga secara finansial proyek Pembangunan Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo layak secara finansial. Arah penelitian selanjutnya telah diberikan pada akhir artikel.