Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KUALITATIF RHODAMIN B PADA KERUPUK BERWARNA MERAH YANG BEREDAR DI KOTA MEDAN TAHUN 2018 Hendri Faisal; Suprianto .; Annas Reza
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol 2 No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.815 KB)

Abstract

Rhodamin B sebagai pewarna sintetis pada tekstil sering digunakan untuk produk makanan, misalnya kerupuk. Rhodamin B menyebabkan pembesaran hati dan ginjal. Penelitian telah dilakukan untuk menentukan penggunaan Rhodamin B pada kerupuk pada Pasar Kota Medan. Sampel diambil dari Pasar Helvetia, Pasar Pancing dan Pasar Sikambing di Kota Medan. Sampel diekstraksi menggunakan metode ekstraksi penyerapan benang wol, diikuti dengan identifikasi menggunakan TLC, dideteksi dengan lampu UV pada 254 nm dan semprotan reagen HCl 10%, NaOH 10% dan NH4OH 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tidak mengandung Rhodamin B. Kata Kunci : Rhodamin B, TLC, UV, Reagen, Deteksi.
ANALISIS KADAR HIDROKUINON PADA HANDBODY LOTION SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis YANG DIJUAL DI KOTA MEDAN TAHUN 2018 Hendri Faisal; Afriadi .; Erin Masrika
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.035 KB)

Abstract

Sediaan kosmetik yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit adalah sediaan kosmetik handbody lotion. Salah satu bahan pemutih yang digunakan pada kosmetik adalah hidrokuinon. Hidrokuinon adalah bahan kimia larut dalam air, berbentuk kristal berwarna cokelat, abu-abu terang dengan nama kimia 1,4 benzendiol. Kandungan hidrokuinon dalam kosmetik yang diperbolehkan adalah < 2%. Hidrokuinon dengan kandungan diatas 2% dikategorikan sebagai bahan berbahaya bagi kesehatan dan bersifat toksik bagi tubuh. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar hidrokuinon pada handbody lotion yang di jual di di Kota Medan Secara Spektrofotometri UV-Vis. Sampel diidentifikasi dengan metode identifikasi dengan kromatografi lapis tipis dan pengukuran kadar dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya sampel handbody lotion yang mengandung hidrokuinon dengan kadar sampel antara 0,68% sampai 0,70%. Kata Kunci : Handbody Lotion, Hidrokuinon, KLT, Spektrofotometri UV- Vis. Abstract : Cosmetics that are widely used to whiten skin are handbody lotions. One of the whitening ingredients used in cosmetics is hydroquinone. Hydroquinone is a water-soluble chemical, crystalline in brown, light gray with the chemical name 1,4 benzendiol. The permissible hydroquinone content in cosmetics is <2%. Hydroquinone with a content above 2% is categorized as a hazardous material for health and is toxic to the body. Research has been conducted to determine hydroquinone levels in handbody lotions sold in Medan City by UV-Vis Spectrophotometry. Samples were identified by identification method with thin layer chromatography and measurement of levels by UV-Vis spectrophotometry method. The results showed a sample of handbody lotion containing hydroquinone with sample levels ranging from 0.68% to 0.70%. Keywords : Handbody Lotion, Hidrokuinon, TLC, Spectrophotometry UV- Vis.
AKTIVITAS ANTI OKSIDAN DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria Roscoe Hendri Faisal; Adek Chan; Hanafis Sastra Winata; Vivi Eulis Diana; Widya Atika
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i1.9085

Abstract

Rimpang kunyit putih banyak dipergunakan pada pengobatan tradisional dan industri farmasi karena mempunyai kandungan senyawa flavonoid dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan masker peel-off bersifat sebagai antioksidan dengan konsentrasi ekstrak etanol rimpang kunyit putih 10%, 20% dan 30%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pembuatan formulasi standar sediaan masker peel-off dengan ekstrak rimpang kunyit putih menggunakan bahan dasar polivinil alkohol, Hydroxyl Propyl Methyl Cellulose (HPMC),triehtanolaminea (TEA),gliserin,metil paraben,propil paraben dan akuades. Evaluasi sediaan yang dilakukan  meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, waktu kering, iritasi dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Visibel dengan metode DPPH berdasarkan nilai pemerangkapan radikal bebas (nilai IC50).Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sediaan masker berbentuk setengah padat berwarna kuning tua hingga coklat, berbau khas rimpang kunyit putih. pH yang dihasilkan 6,0-6,3, sediaan homogen tidak ada butiran kasar, daya sebar 5,1-5,5 cm, waktu kering 14-16 menit dan tidak menyebabkan iritasi. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa masker peel-off dengan ekstrak rimpang kunyit putih memiliki sifat antioksidan sebesar 99,94 (µg/mL), 83,21 µg/mL dan 60,88µg/mL pada konsentrasi ekstrak 10%,20% dan 30%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak rimpang kunyit putih (curcuma zedoaria roscoe) dapat diformulasikan menjadi masker peel-off .Ketiga formulasi masker memiliki sifat fisik yang baik dan memiliki sifat antioksidan dalam kategori kuat. Masker peel_off yang memiliki nilai antioksidan terbaik adalah formulasi F3 sebesar 60,88µg/ml.
Validasi Metode Penentuan Tablet Allopurinol Menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet dalam Larutan Asam Suprianto Suprianto; Ihsanul Hafiz; Hendri Faisal; Hasrat Masa Harefa
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3683.204 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.2.29-37

Abstract

Allopurinol sebagai obat tablet banyak beredar di pasaran, sehingga kadar allopurinol haruslah memenuhi persyaratan agar kualitas obat dijamin. Pada penelitian ini, validasi metode penentuan obat tablet allopurinol dalam tiga konsentrasi HCl, yaitu 0,05 N; 0,10 N; dan 0,15 N menggunakan spektrofotometri ultraviolet telah dilakukan. Parameter validasi meliputi uji linieritas, akurasi, presisi berulang, dan presisi menengah dan spesifik. Penentuan konten yang dilakukan dalam larutan HCl 0,10 N menghasilkan akurasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang gelombang maksimum adalah pada 251 nm di mana linearitas, akurasi, presisi ulang, presisi pada pelarut HCl 0,10 N masing-masing adalah 0,9995; 100.1% - 100.6%; 0,076%; 0,057% - 0,127%. Tes spesifisitas menunjukkan hasil yang baik. Kandungan rata-rata allopurinol dalam tablet adalah 100,7% -102,3%. Sehingga kandungan rata-rata allopurinol dalam tablet memenuhi standart yang mengacu Indonesian Pharmacopoeia V Edition.
Penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol buah asam kandis (Garcinia xanthochymus) dengan metode spektrofotometri Uv-Vis dan LCMS Hanafis Sastra Winata; Hendri Faisal; Muhammad Andry; Nurul Aulia; Muhammad Amin Nasution; Ika Julianti Tambunan
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.159

Abstract

Background: Kandis acid fruit (Garcinia xanthocymus Hook. f ex T. Anderson) is a plant of the Clusiase family with many species. Kandis acid fruit has various biological and pharmacological activities such as cytotoxic, anti-inflammatory, antimicrobial, antifungal and antioxidant. Purpose: To determine the content and total flavonoid content of tamarind kandis using quercetin as a reference standard. Method: This study used the TLC (Thin Layer Chromatography) method in qualitative analysis with the parameter Rf, then used the spectrophotometric method in the quantitative analysis with the parameter total flavonoid content (Value of mg QE/g sample) and the LCMS method (Liquid Chromatography Mass Spectrometry) with the parameter retention time (Rt). Result: Shows that tamarind kandis has an Rf value of 0.86 which states that tamarind kandis is positive for flavonoids with a reference standard of quercetin, total flavonoid content of 34.8364 mg QE/g sample with a standard deviation of 0.4355 and a percentage of 0.6967% and has five types of flavonoid compounds namely methyl dihydro quercetin, 1,5-Dihydroxy-3-methoxy xanthone, Afzelechin, Myricetin-3-O-ß-D-galactopiranoside, and Myricetin 7-glucoside. Methyl dihydro quercetin is the largest flavonoid with a composition of 49.57% with a retention time of 0.485 minutes. Conclusion: The identified total flavonoids have different types and levels
Formulasi sediaan pasta gigi ekstrak etanol buah takokak (Solanum torvum Sw.) dan tulang ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terhadap bakteri Streptococcus viridans dan bakteri Escherichia coli Hendri Faisal; Hanafis Sastra; Muhammad Andry; Melia Sari; Adek Chan; Muhammad Amin Nasution
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.218

Abstract

Takokak (Solanum torvum Sw.) is a traditional plant used as vegetables, fruits, ornamental plants and medicinal purposes. Takokak fruit contains secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and steroids. Tuna fish bones are one of the biggest wastes from the tuna processing industry. Tuna fish bones contain minerals that are quite high compared to other parts of the body because the main elements of fish bones are calcium, phosphorus and carbonate. This study aims to make toothpaste preparations of ethanol extract of large chili fruit and yellowfin tuna bones and to determine the inhibition zone against Streptococcus viridans and Escherichia coli bacteria. This type of research is done experimentally. This type of research includes the manufacture of toothpaste preparations with concentrations of F1 (10%), F2 (15%), F3 (20%). Preparation evaluation included organoleptic test, homogeneity test, spreadability test, foam formation test, pH test, viscosity test, extrudability test and activity test for Streptococcus viridans and Escherichia coli bacteria. The results of the research were carried out to evaluate the physical preparations of toothpaste with ethanol extract of large chili fruit and yellow fin tuna bones, each toothpaste formulation met the organoleptic requirements, homogeneity, spreadability, foam formation, pH, viscosity and extrudability. Toothpaste preparations of ethanol extract of takokak fruit and yellow tuna bones have antibacterial effectiveness on Streptococcus viridans F1 (9.85 ± 0.32), F2 (11.85 ± 0.45), F3 (13.05 ± 0.34) and Escherichia coli F1 (3.15 ± 0.73), F2 (3.75±0.40), F3 (4.5±0.25). One way Anova data analysis showed a sig value of 0.00 <0.05 meaning that each concentration was significantly different, so that the results of the bacterial inhibition zone affected each concentration of toothpaste preparations.The conclusion of this study is that the ethanol extract of large chili fruit and yellow fin tuna bones can be formulated as a toothpaste preparation and effectively inhibits the growth of Streptococcus viridans and Escherichia coli bacteria in the weak, medium and strong categories.
Antibakteri pada Formulasi Sediaan Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L) sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Firman Rezaldi; Siska Dwi Anggraeni; Aris Ma'ruf; Muhammad Andry; Hendri Faisal; Hanafis Sastra Winata; Indra Ginting; Muhammad Amin Nasution
Jurnal Biotek Vol 11 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v11i1.36906

Abstract

Copyright©2023 Liquid soap with the active ingredient kombucha butterfly pea can limit the growth of Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa bacteria. The purpose of this research was to create a liquid bath soap with the active ingredient fermented liquid from the kombucha flower of the butterfly pea plant that inhibits the development of the two test bacteria and to provide objective data on the maximum inhibitory energy at the concentration of the bath soap preparation that can limit the growth of the two test bacteria. This research was experimental and involved making four different types of bath soap preparations: soap base (negative control), liquid body soap formulated with butterfly pea flower kombucha at concentrations of 20, 30, and 40%, and one of the commercial soaps (positive control). Disc diffusion is the method for measuring the average growth of the two test bacteria. Statistical analysis was a one-way ANOVA statistical test at a 95% confidence level, followed by post hoc analysis. The research showed that the liquid body soap with the active ingredient of telang flower kombucha could positively inhibit the growth of the two test bacteria. The concentration of 40% telang flower kombucha bath soap is the best concentration to limit the development of the two test bacteria, with an inhibition zone of 10 mm on Staphylococcus epidermidis, which is in the strong category, and an inhibition zone of 7 mm on Pseudomonas aeruginosa, which is classified as a moderate category.
Literasi Inovasi Jantung Pisang Kepok dan Ikan Gabus sebagai Pangan Fungsional Siti Fatimah Hanum; Vivi Eluis Diana; Hendri Faisal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i2.5542

Abstract

Pisang (Musa paradisiaca L) merupakan hortikultura asli Indonesia dan merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak khasiat baik buah dan bagian jantung pisangn serta mudah untuk dijumpai. Oleh karena itu pisang dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Jantung pisang kepok giling dalam 100 gr bahan mengandung serat pangan total sebanyak 70% berat kering. Jantung pisang aman untuk dikonsumsi sehari-hari maupun untuk diet sehat karena kandungan lemaknya  yang sedikit dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Selain pisang, ikan gabus juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta dapat dengan mudah ditemui karena mudah untuk dibudidayakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan edukasi literasi inovasi jantung pisang kepok dan ikan gabus sebagai pangan fungsional. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini laksanakan di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara dengan peserta pengabdian adalah masyarakat di Desa Bandar Klippa dengan cara pelatihan dan pemberian pengetahuan. Tim pengabdian kepada masyarakat ini adalah dosen dan mahasiswa di Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Hasil kegiatan pengabdian memberikan pengetahuan terhadap nilai gizi serta manfaat dari jantung pisang kepok dan ikan gabus dan keterampilan terhadap pengelolaan jantung pisang kepok dan ikan gabus sebagai pangan fungsional yang diolah menjadi sediaan cookies yang dapat dikonsumsi sebagai cemilan makanan sehat yang memenuhi nilai gizi dan baik untuk panganan yang menjalani diet. Peserta yang hadir pada kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Bandar Klippa yang didominasi oleh ibu-ibu. Kegiatan ini mendapat dukungan yang baik dari pemerintah daerah Desa Bandar Klippa.
PHYSICAL CHEMICAL CHARACTERISTICS OF JELLY CANDY HYDROXYAPATITE FROM YELLOWFIN TUNA FISH BONE WASTE (THUNNUS ALBACARES) izar, Shaflina; Faisal , Hendri; Khairunisah , Dinda; Nasution , Rizka Hasmi
Journal for Technology and Science Vol. 1 No. 3 (2024): Journal for Technology and Science
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ipteks.v1i3.165

Abstract

Introduction:  jelly candy is a soft-textured candy that is generally given to children with the aim of optimal growth and development with calcium. Hydroxyapatite content in the preparation of jelly candy can be achieved by using the addition of ingredients containing calcium that come from nature, one of which is by using yellowfin tuna fish bone meal as the main ingredient to increase the calcium content in  jelly candy. The aim of the research was to find out that hydroxyapatite from yellowfin tuna bones (Thunnus albacares) can be formulated in the form of jelly candy to determine the hydroxyapatite of yellowfin tuna bones (Thunnus albacares) contains calcium. The research method uses laboratory experimental research. The treatment in this research is a dosage formulation of jelly candy from the bones of yellowfin tuna (Thunnus albacares). The results showed that the higher the concentration of yellowfin tuna bone meal (Thunnus albacares) the higher the calcium levels. The conclusion of this research is that hydroxyapatite of yellowfin tuna bones (Thunnus albacares) can be formulated into dosage forms jelly candy. Yellowfin tuna bone hydroxyapatite (Thunnus albacares) contains calcium and the highest calcium content is in F3 (7%) with a value of 39.3%.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM KANDIS (Garcinia xanthochymus Hook.f. ex T. Anderson) DENGAN METODE ABTS Hanafis Sastra Winata; Hendri Faisal; Muhammad Andry; Ayu Wulan Putri Selayan; Muhammad Amin Nasution
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.931

Abstract

Antioksidan adalah zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat, mencegah, atau menghilangkan kerusakan oksidatif terhadap molekul target seperti protein, lipid, dan deoxyribonucleic acid (DNA). Antioksidan memainkan peran penting dalam menetralkan dan menghancurkan radikal bebas. Beberapa tanaman diketahui dapat berperan sebagai antioksidan, salah satunya adalah tanaman asam kandis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun asam kandis serta kandungan senyawa kimia ekstrak etanol daun asam kandis. Studi eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidan ekstrak daun asam kandis (Garcinia xanthochymus) dalam pelarut etanol, dalam penelitian ini menggunakan metode ABTS. Hasil analisis nilai IC50 menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun asam kandis memiliki nilai IC50 sebesar 31,32 μg/mL pada metode ABTS yang artinya memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat (IC50. < 50 mcg/ml). Pada vitamin c sebagai pembanding dengan metode ABTS memiliki nilai IC50 sebesar 48,81 μg/mL yang artinya memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sangat kuat. Hal ini menunjukkan sampel ekstrak etanol daun asam kandis Garcinia xanthocymus memiliki potensi untuk menjadi alternatif sebagai penggunaan aktivitas antioksidan alami. kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ekstrak etanol daun asam kandis menunjukkan adanya aktivitas antioksidan berdasarkan pengujian dengan metode pemerangkapan radikal bebas ABTS dengan nilai IC50 adalah 31,32 μg/ml kategori sangat kuat.