Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS KUALITATIF RHODAMIN B PADA KERUPUK BERWARNA MERAH YANG BEREDAR DI KOTA MEDAN TAHUN 2018 Hendri Faisal; Suprianto .; Annas Reza
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol 2 No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.815 KB)

Abstract

Rhodamin B sebagai pewarna sintetis pada tekstil sering digunakan untuk produk makanan, misalnya kerupuk. Rhodamin B menyebabkan pembesaran hati dan ginjal. Penelitian telah dilakukan untuk menentukan penggunaan Rhodamin B pada kerupuk pada Pasar Kota Medan. Sampel diambil dari Pasar Helvetia, Pasar Pancing dan Pasar Sikambing di Kota Medan. Sampel diekstraksi menggunakan metode ekstraksi penyerapan benang wol, diikuti dengan identifikasi menggunakan TLC, dideteksi dengan lampu UV pada 254 nm dan semprotan reagen HCl 10%, NaOH 10% dan NH4OH 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tidak mengandung Rhodamin B. Kata Kunci : Rhodamin B, TLC, UV, Reagen, Deteksi.
ANALISIS KADAR HIDROKUINON PADA HANDBODY LOTION SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis YANG DIJUAL DI KOTA MEDAN TAHUN 2018 Hendri Faisal; Afriadi .; Erin Masrika
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol 2 No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.035 KB)

Abstract

Sediaan kosmetik yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit adalah sediaan kosmetik handbody lotion. Salah satu bahan pemutih yang digunakan pada kosmetik adalah hidrokuinon. Hidrokuinon adalah bahan kimia larut dalam air, berbentuk kristal berwarna cokelat, abu-abu terang dengan nama kimia 1,4 benzendiol. Kandungan hidrokuinon dalam kosmetik yang diperbolehkan adalah < 2%. Hidrokuinon dengan kandungan diatas 2% dikategorikan sebagai bahan berbahaya bagi kesehatan dan bersifat toksik bagi tubuh. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar hidrokuinon pada handbody lotion yang di jual di di Kota Medan Secara Spektrofotometri UV-Vis. Sampel diidentifikasi dengan metode identifikasi dengan kromatografi lapis tipis dan pengukuran kadar dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya sampel handbody lotion yang mengandung hidrokuinon dengan kadar sampel antara 0,68% sampai 0,70%. Kata Kunci : Handbody Lotion, Hidrokuinon, KLT, Spektrofotometri UV- Vis. Abstract : Cosmetics that are widely used to whiten skin are handbody lotions. One of the whitening ingredients used in cosmetics is hydroquinone. Hydroquinone is a water-soluble chemical, crystalline in brown, light gray with the chemical name 1,4 benzendiol. The permissible hydroquinone content in cosmetics is <2%. Hydroquinone with a content above 2% is categorized as a hazardous material for health and is toxic to the body. Research has been conducted to determine hydroquinone levels in handbody lotions sold in Medan City by UV-Vis Spectrophotometry. Samples were identified by identification method with thin layer chromatography and measurement of levels by UV-Vis spectrophotometry method. The results showed a sample of handbody lotion containing hydroquinone with sample levels ranging from 0.68% to 0.70%. Keywords : Handbody Lotion, Hidrokuinon, TLC, Spectrophotometry UV- Vis.
AKTIVITAS ANTI OKSIDAN DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria Roscoe Hendri Faisal; Adek Chan; Hanafis Sastra Winata; Vivi Eulis Diana; Widya Atika
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i1.9085

Abstract

Rimpang kunyit putih banyak dipergunakan pada pengobatan tradisional dan industri farmasi karena mempunyai kandungan senyawa flavonoid dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan masker peel-off bersifat sebagai antioksidan dengan konsentrasi ekstrak etanol rimpang kunyit putih 10%, 20% dan 30%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pembuatan formulasi standar sediaan masker peel-off dengan ekstrak rimpang kunyit putih menggunakan bahan dasar polivinil alkohol, Hydroxyl Propyl Methyl Cellulose (HPMC),triehtanolaminea (TEA),gliserin,metil paraben,propil paraben dan akuades. Evaluasi sediaan yang dilakukan  meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, waktu kering, iritasi dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Visibel dengan metode DPPH berdasarkan nilai pemerangkapan radikal bebas (nilai IC50).Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sediaan masker berbentuk setengah padat berwarna kuning tua hingga coklat, berbau khas rimpang kunyit putih. pH yang dihasilkan 6,0-6,3, sediaan homogen tidak ada butiran kasar, daya sebar 5,1-5,5 cm, waktu kering 14-16 menit dan tidak menyebabkan iritasi. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa masker peel-off dengan ekstrak rimpang kunyit putih memiliki sifat antioksidan sebesar 99,94 (µg/mL), 83,21 µg/mL dan 60,88µg/mL pada konsentrasi ekstrak 10%,20% dan 30%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak rimpang kunyit putih (curcuma zedoaria roscoe) dapat diformulasikan menjadi masker peel-off .Ketiga formulasi masker memiliki sifat fisik yang baik dan memiliki sifat antioksidan dalam kategori kuat. Masker peel_off yang memiliki nilai antioksidan terbaik adalah formulasi F3 sebesar 60,88µg/ml.
Validasi Metode Penentuan Tablet Allopurinol Menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet dalam Larutan Asam Suprianto Suprianto; Ihsanul Hafiz; Hendri Faisal; Hasrat Masa Harefa
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3683.204 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.2.29-37

Abstract

Allopurinol sebagai obat tablet banyak beredar di pasaran, sehingga kadar allopurinol haruslah memenuhi persyaratan agar kualitas obat dijamin. Pada penelitian ini, validasi metode penentuan obat tablet allopurinol dalam tiga konsentrasi HCl, yaitu 0,05 N; 0,10 N; dan 0,15 N menggunakan spektrofotometri ultraviolet telah dilakukan. Parameter validasi meliputi uji linieritas, akurasi, presisi berulang, dan presisi menengah dan spesifik. Penentuan konten yang dilakukan dalam larutan HCl 0,10 N menghasilkan akurasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang gelombang maksimum adalah pada 251 nm di mana linearitas, akurasi, presisi ulang, presisi pada pelarut HCl 0,10 N masing-masing adalah 0,9995; 100.1% - 100.6%; 0,076%; 0,057% - 0,127%. Tes spesifisitas menunjukkan hasil yang baik. Kandungan rata-rata allopurinol dalam tablet adalah 100,7% -102,3%. Sehingga kandungan rata-rata allopurinol dalam tablet memenuhi standart yang mengacu Indonesian Pharmacopoeia V Edition.
Antibakteri pada Formulasi Sediaan Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L) sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Firman Rezaldi; Siska Dwi Anggraeni; Aris Ma'ruf; Muhammad Andry; Hendri Faisal; Hanafis Sastra Winata; Indra Ginting; Muhammad Amin Nasution
Jurnal Biotek Vol 11 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v11i1.36906

Abstract

Copyright©2023 Liquid soap with the active ingredient kombucha butterfly pea can limit the growth of Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa bacteria. The purpose of this research was to create a liquid bath soap with the active ingredient fermented liquid from the kombucha flower of the butterfly pea plant that inhibits the development of the two test bacteria and to provide objective data on the maximum inhibitory energy at the concentration of the bath soap preparation that can limit the growth of the two test bacteria. This research was experimental and involved making four different types of bath soap preparations: soap base (negative control), liquid body soap formulated with butterfly pea flower kombucha at concentrations of 20, 30, and 40%, and one of the commercial soaps (positive control). Disc diffusion is the method for measuring the average growth of the two test bacteria. Statistical analysis was a one-way ANOVA statistical test at a 95% confidence level, followed by post hoc analysis. The research showed that the liquid body soap with the active ingredient of telang flower kombucha could positively inhibit the growth of the two test bacteria. The concentration of 40% telang flower kombucha bath soap is the best concentration to limit the development of the two test bacteria, with an inhibition zone of 10 mm on Staphylococcus epidermidis, which is in the strong category, and an inhibition zone of 7 mm on Pseudomonas aeruginosa, which is classified as a moderate category.
Literasi Inovasi Jantung Pisang Kepok dan Ikan Gabus sebagai Pangan Fungsional Siti Fatimah Hanum; Vivi Eluis Diana; Hendri Faisal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i2.5542

Abstract

Pisang (Musa paradisiaca L) merupakan hortikultura asli Indonesia dan merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak khasiat baik buah dan bagian jantung pisangn serta mudah untuk dijumpai. Oleh karena itu pisang dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Jantung pisang kepok giling dalam 100 gr bahan mengandung serat pangan total sebanyak 70% berat kering. Jantung pisang aman untuk dikonsumsi sehari-hari maupun untuk diet sehat karena kandungan lemaknya  yang sedikit dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Selain pisang, ikan gabus juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta dapat dengan mudah ditemui karena mudah untuk dibudidayakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan edukasi literasi inovasi jantung pisang kepok dan ikan gabus sebagai pangan fungsional. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini laksanakan di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara dengan peserta pengabdian adalah masyarakat di Desa Bandar Klippa dengan cara pelatihan dan pemberian pengetahuan. Tim pengabdian kepada masyarakat ini adalah dosen dan mahasiswa di Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. Hasil kegiatan pengabdian memberikan pengetahuan terhadap nilai gizi serta manfaat dari jantung pisang kepok dan ikan gabus dan keterampilan terhadap pengelolaan jantung pisang kepok dan ikan gabus sebagai pangan fungsional yang diolah menjadi sediaan cookies yang dapat dikonsumsi sebagai cemilan makanan sehat yang memenuhi nilai gizi dan baik untuk panganan yang menjalani diet. Peserta yang hadir pada kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Bandar Klippa yang didominasi oleh ibu-ibu. Kegiatan ini mendapat dukungan yang baik dari pemerintah daerah Desa Bandar Klippa.
Body Lotion Ekstrak Etanol Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Sebagai Pelembab Sari, Mayang; Hendri Faisal; Grace Oktafiani Sarumaha
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 9: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i9.4276

Abstract

Body lotion memiliki manfaat untuk mencerahkan, melembutkan, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Senyawa yang mampu memberi manfaat pada sediaan body lotion adalah zat antioksidan buah nanas dapat menetralkan radikal bebas karena mengandung asam sitrat, saponin, tanin, flavonoida, polifenil dan enzim bromelin. Selain nanas juga mengandung vitamin C dan vitamin A. Penelitian ini membuat sediaan body lotion ekstrak etanol bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) yang dapat melembabkan kulit. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental yaitu membuat dengan konsentrasi 3% (F1), 6%(F2)dan 9% (F). Hasil Pengujian diperoleh sediaan memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan yaitu memiliki tekstur setengah padat, dengan aroma yang khas, warna pada setiap formula berbeda beda yaitu F0 berwarna putih, formula F1 (3%) cream, F2 (6%) berwarna coklat muda, F3 (9%) Coklat tua. Semua sediaan homogen dan tidak mengiritasi kulit. Memiliki pH berkisar 5,2-6,0; daya sebar 5,7-6,9 cm ; rerata viskositas sekitar 9083-13290 cps, dan memiliki stabilitas yang baik dengan cycling test selama 6 siklus. Pengujian kelembaban selama 21 hari menunjukkan peningkatan kelembaban kulit untuk semua formula. Stabilitas yang menunjukkan perubahan setelah dilakukan pengamatan selama 12 minggu, adanya perubahan pada F3 (9%).
Comparison of Antioxidant Activity of Ethanol Extract of Fruit and Okra Leaves (Abelmoschus esculentus L. Moench) with DPPH and ABTS Methods Hendri Faisal; Handayani, Sri
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 2 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.022 KB) | DOI: 10.32734/idjpcr.v2i2.2815

Abstract

Excessive free radical activity in the human body can be characterized by pathological conditions such as cardiovascular disease, pre-natal complications, arthritis, cataracts, parkinsonism, alzheimer's, and aging. One way to prevent the formation of free radicals is to use nutrients that act as antioxidants. Natural antioxidants found in fruits and vegetables are effective free radicals and are considered non-toxic when compared with synthetic antioxidants, one of which is the okra plant Abelmoschus esculentus L.The purpose of this study is to determine differences in the antioxidant activity ethanol extract of fruit and okra leaves with DPPH method and ABTS method. The method used in this study is the maceration extraction method with 70% ethanol solvent to obtain fruit extracts and okra leaves. The antioxidant activity test was carried out by the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazi) method by measuring the absorption of a mixture of sample extracts and DPPH by UV-Visible spectrophotometry at a wavelength of 520 nm and by the ABTS method ((2,2-azinobis- (3 -Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) by measuring the absorption of a mixture of sample extracts and ABTS by UV-Visible spectrophotometry at a wavelength of 734 nm. measurement of antioxidant activity of okra fruit ethanol extract by ABTS method has very strong antioxidant activity (IC50 24.50 ppm)
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol,Etil Asetat, dan n-Heksan Daun Kayu Manis Hutan (Cinnamomum iners) Dengan Metode ABTS dan DPPH Hendri Faisal; Azzura Ligo; Rizka Hasmi Nasution
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 4 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i4.241

Abstract

. Indonesia possesses remarkable biodiversity, including numerous medicinal plant species traditionally employed as natural therapeutic agents. Among these, Cinnamomum iners is widely utilized and is known to contain diverse bioactive compounds with reported antimicrobial, anti-inflammatory, and free radical–scavenging activities. This research focuses onevaluate the antioxidant activity of ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extracts of wild cinnamon leaves (Cinnamomum iners) using the ABTS and DPPH methods. Extraction was carried out using the maceration method. The antioxidant effectiveness was measured by analyzing the IC₅₀ values through free radical scavenging activity using the ABTS and DPPH methods with a UV-Vis spectrophotometer. The antioxidant activity of Cinnamomum iners leaves assessed using the ABTS method revealed that the ethanol extract exhibited very strong activity with an IC50 value of 7.56 ppm, followed by the ethyl acetate extract with moderate activity (IC50 103.59 ppm), and the n-hexane extract with weak activity (IC50 188.64 ppm). In contrast, the DPPH assay showed that the ethanol extract demonstrated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 168.03 ppm, the ethyl acetate extract exhibited weak activity (IC50 400.5 ppm), and the n-hexane extract displayed no antioxidant activity (IC50 2373.2 ppm).
The Formulation, Characterization, and Antibacterial Activity of Solid Soap Containing Guava Leaf Extract (Psidium guajava L.) and Precipitated Calcium Carbonate Sri Handayani; Hendri Faisal; Shaflina Izar; Togito Febrina Sitorus
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 2 (2026): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i2.8467

Abstract

Bath soap is defined as a sodium compound with fatty acids used as a body cleanser, which generates foam and does not cause skin irritation. Beyond cleansing the skin from external dirt, soap can also function to eliminate bacterial skin infections. Prior investigations have verified that the saponins, tannins, and flavonoids concentrated in guava leaves exhibit robust antibacterial activity. The objective of this study was to determine the physicochemical properties of a solid soap formula containing the ethanol extract of guava leaf and precipitated calcium carbonate, including texture, color, pH, moisture content, hardness, and other relevant properties. This study employed a laboratory experimental research method. The procedure involved the preparation of guava leaf (Psidium guajava L.) simplicia, followed by extraction with a 70% ethanol solvent via maceration. Subsequently, the solid soap formulation was created using the guava leaf extract and precipitated calcium carbonate, followed by evaluation and antibacterial activity testing against Staphylococcus aureus bacteria. The pH evaluation test yielded an average value of 9.09 for the blank formula, while the average pH values for the active formulas were 9.13 for FI, 9.30 for FII, 9.23 for FIII, and 9.12 for the positive control (comparator). Based on the antibacterial testing results, the solid soap containing guava leaf ethanol extract demonstrated strong antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The inhibition zone diameters were recorded as 0 mm for F0 (blank), 11.6 mm for FI (10% concentration), 10.9 mm for FII (15% concentration), 11 mm for FIII (20% concentration), and 11.3 mm for K+ (comparator). The research indicates that the ethanol extract of guava leaves combined with precipitated calcium carbonate (PCC) can be successfully formulated into a stable solid soap that meets the physical quality standard requirements according to the Indonesian National Standard (SNI).