Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : BIMASTER

ALGORITMA k-NEAREST NEIGHBOR DALAM KLASIFIKASI DATA HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA PT. MINAMAS KECAMATAN PARINDU Bayu Prihandono., Nobertus Krisandi, Helmi,
BIMASTER Vol 2, No 1 (2013): BIMASTER
Publisher : BIMASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam Industri kelapa sawit terdapat sekumpulan informasi yang dapat digali dan dikembangkan demi kemajuan industri tersebut dengan menggunakan metode Data Mining. Data mining dikelompokkan dalam dua kategori, yakni supervised dan unsupervised. Algoritma k-Nearest Neighbor (k-NN) adalah suatu metode yang menggunakan algoritma supervised, dimana hasil dari sampel uji yang baru diklasifikasikan berdasarkan mayoritas dari kategori pada k-NN. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang Algoritma k-NN dan kemudian mengaplikasikan Algoritma k-NN dalam klasifikasi data. Data yang digunakan adalah data hasil produksi kelapa sawit (Tonase) dari 50 kelompok tani pada periode Juli-Desember 2011 pada PT. MINAMAS Kabupaten Sanggau. Nilai k yang digunakan adalah k=1, k=3, k=5 dan k=7. Berdasarkan hasil penelitian data terklasifikasi dalam 6 cluster berdasarkan kemiripan hasil produksi dari 50 kelompok tani yang ada di KUD. HIMADO. Hasil produksi yang dominan adalah produksi dari kelompok tani kelapa sawit yang terletak pada C1 dengan 17 anggota dengan persentase 34% yaitu kelompok 1, 2, 33, 34, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49,50 untuk nilai k=7. Kata Kunci : Data mining, Supervised, Algoritma k-Nearest Neighbor.
ALGORITMA GENETIKA PADA PEMROGRAMAN LINEAR DAN NONLINEAR Ilhamsyah, Abdul Azis, Bayu Prihandono,
BIMASTER Vol 5, No 03 (2016): BIMASTER
Publisher : BIMASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi adalah proses memaksimumkan atau meminimumkan suatu fungsi tujuan dengan tetap memperhatikan batasan yang ada. Dalam merumuskan permasalahan optimasi digunakan suatu pemodelan matematika berupa pemrograman linear dan pemrograman nonlinear. Pemrograman linear dan nonlinear adalah teknik riset operasi untuk menyelesaikan suatu perencanaan aktifitas yang telah dibentuk dalam suatu model matematika agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Salah satu metode untuk menyelesaikan kasus optimasi yaitu algoritma Genetika. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis untuk mencari hasil optimum pada kasus optimasi dan implementasinya dengan algoritma Genetika. Algoritma Genetika merupakan simulasi dari proses evolusi dan operasi Genetika. Proses dari algoritma Genetika dimulai dengan membangkitkan sejumlah individu dalam suatu populasi. Setiap individu merepresentasikan suatu penyelesaian terhadap masalah yang dikerjakan. Kemudian setiap individu dalam suatu populasi akan diproses sesuai dengan evolusi alam sehingga mendapatkan individu yang terbaik. Berdasarkan proses evolusi tersebut dibuat suatu implementasi algoritma Genetika dengan menggunakan program komputer. Analisis algoritma Genetika dengan menggunakan program komputer pada kasus memaksimumkan dan meminimumkan fungsi tujuan 15X"> dengan kasus pemrograman linear yaitu 15 X=2x+3y+4z+5"> dengan batasan kendala 155≤x≤9"> , 153≤y≤7,"> dan 150≤z≤5"> dan fungsi tujuan 15Z"> untuk kasus pemrograman nonlinear yaitu 15Z=21,5+xsin4Ï€x+ycos20Ï€y+z tan2Ï€z "> dengan batasan kendala 157≤x≤12"> , 153≤y≤6,"> dan 150≤z≤5"> . Hasil yang diperoleh dengan 10 kali percobaaan algoritma Genetika mendapatkan nilai yang optimum yaitu pada pemrograman linear 15X=63,13"> untuk nilai maksimum dan 15X=24,13">  untuk nilai minimum dan pada pemrograman nonlinear 15Z=38,6182"> untuk nilai maksimum dan 15Z=24,4050">  untuk nilai minimum. Kata Kunci: Algoritma Genetika, Optimasi, Riset Operasi  
PENGGUNAAN METODE HOPFIELD MODIFIKASI UNTUK MENCARI LAJU ALIRAN AIR PADA PIPA DISTRIBUSI AIR PDAM Helmi, Hipolitus Januar Pogo, Bayu Prihandono,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 5, No 03 (2016): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v5i03.16679

Abstract

Sistem penyediaan air bersih di kotaPontianak dikelola oleh PDAM Tirta Khatulistiwa. PDAM  mensuplai air bersih melalui sistem distribusi tertutup perpipaan yang terdiri dari sistem pipa, pompa, katup dan perlengkapan lainnya. Kompleksitas dari jaringan perpipaan mengakibatkan permasalahan dalam pendistribusian seperti kehilangan tekanan karena gesekan air terhadap dinding pipa, suplai debit dan tekanan air belum cukup terutama daerah yang jauh dari sumber distribusi. Tujuan penelitian ini adalah mencari besarnya tekanan dan debit air dalam saluran pipa distribusi. Persamaan hidrolis yang digunakan untuk mengkaji laju aliran air adalah persamaan Hazen-William. Persamaan laju aliran air yang terbentuk memuat  variabel yang belum diketahui nilainya. Penyelesaian nilai yang belum diketahui pada persamaan laju aliran air yaitu nilai tekanan dan debit air menggunakan metode Hopfield Modifikasi. Metode Hopfield Modifikasi merupakan salah satu metode untuk mencari solusi dari suatu persamaan matematika secara numerik. Langkah pertama dalam metode Hopfield Modifikasi adalah membentuk persamaan laju aliran air ke fungsi energi persamaan. Fungsi energi persamaan diturunkan terhadap masing-masing variabelnya. Menentukan nilai-nilai awal tekanan dan debit air, selanjutnya memperbaharui nilai tekanan dan debit air dengan metode Euler dan fungsi sigmoid biner. Pembaharuan nilai dilakukan sampai memenuhi syarat yang ditentukan yaitu nilai eror yang dihasilkan lebih kecil dari atau telah mencapai maksimum 500 iterasi. Berdasarkan analisis perhitungan laju aliran  air yang dihasilkan pada masing-masing segmen pipa yang masuk ke blok adalah rata-rata sebesar 0,0803 ft2/s. Sedangkan kebutuhan air rata-rata per blok adalah sebesar 0,0352 ft2/s. Kata kunci: Metode Hopfield Modifikasi, Persamaan Hazen-William.
ANALISIS DINAMIKA MODEL KOMPETISI DUA POPULASI YANG HIDUP BERSAMA DI TITIK KESETIMBANGAN TIDAK TERDEFINISI Helmi., Eka Nila Lospayadi Nurhamiyawan, Bayu Prihandono,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 2, No 03 (2013)
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v2i03.3868

Abstract

Model kompetisi dua populasi merupakan suatu model matematika yang menggambarkan persaingan antar individu dalam satu populasi dan persaingan antar dua populasi untuk mendapatkan kebutuhan hidup yang sama. Model kompetisi dua populasi direpresentasikan dengan suatu sistem persamaan diferensial biasa nonlinear autonomus. Dinamika populasi erat kaitannya dengan pertumbuhan populasi, kesetimbangan populasi dan kestabilan. Dalam pemodelan matematika, suatu keadaan saat tidak terjadi perubahan jumlah populasi seiring berjalannya waktu diwakili oleh sebuah titik yang disebut titik kesetimbangan. Titik kesetimbangan dalam model kompetisi dua populasi mewakili beberapa kondisi yaitu kondisi saat kedua populasi punah, kondisi saat hanya populasi pertama hidup, kondisi saat hanya populasi kedua hidup, dan kondisi saat populasi pertama dan kedua hidup bersama. Titik kesetimbangan dalam dinamika populasi digunakan pada proses linearisasi sistem persamaan diferensial nonlinear untuk mendapatkan informasi kestabilan dari suatu sistem. Dalam suatu kondisi memungkinkan adanya titik kesetimbangan tidak terdefinisi, akibatnya kestabilan dari titik kesetimbangan tidak dapat diketahui dengan proses linearisasi sehingga tidak dapat diketahui dinamika populasi yang terjadi. Penelitian ini menganalisis dinamika model kompetisi dua populasi yang hidup bersama di titik kesetimbangan tidak terdefinisi. Model kompetisi dua populasi dianalisis secara analitik untuk mendapatkan solusi berupa persamaan pertumbuhan populasi terhadap waktu. Solusi dan grafik dari pertumbuhan populasi terhadap waktu menunjukan dinamika populasi yang stabil dari model kompetisi dua populasi yang hidup bersama di titik kesetimbangan tidak terdefinisi. Kata kunci: model kompetisi, titik kesetimbangan,kestabilan dan tidak terdefinisi.
PENYELESAIAN NUMERIK SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL NON LINEAR DENGAN METODE HEUN PADA MODEL LOTKA-VOLTERRA Helmi., Rizka Oktaviani, Bayu Prihandono,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 3, No 01 (2014): Bimaster
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v3i01.5178

Abstract

Metode Heun adalah suatu metode untuk mencari nilai fungsi y pada titik x tertentu dari suatu masalah nilai awal f(x,y). Masalah nilai awal adalah masalah penyelesaian suatu persamaan diferensial dengan syarat awal yang telah diketahui. Diberikan suatu masalah nilai awal pada sistem persamaan diferensial orde satu dengan dua variabel tak bebas x(t0) = x0 dan y(t0) = y0. Untuk menyelesaikan masalah nilai awal tersebut, terlebih dahulu dicari nilai prediksi variabel tak bebasnya pada t yang telah ditentukan dengan menggunakan metode Euler atau persamaan predictor metode Heun. Selanjutnya nilai prediksi dikoreksi dengan menggunakan persamaan corector metode Heun yang diselesaikan dengan proses iterasi. Iterasi akan berhenti jika galat relatifnya kurang dari
ANALISIS JUMLAH TELLER OPTIMAL PADA SISTEM ANTRIAN DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) UNIT BENGKAYANG Grace Irlia; Bayu Prihandono; Mariatul Kiftiah
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 2 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i2.65282

Abstract

Salah satu bank milik pemerintah terbesar di Indonesia adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang berguna sebagai badan hukum tempat masyarakat (nasabah) menyimpan atau menyalurkan dana dalam bentuk kredit, debit atau bentuk-bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. BRI Unit Bengkayang merupakan cabang dari Bank BRI yang berlokasi di kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Permasalahan yang sering terjadi di BRI Unit Bengkayang adalah terjadinya peningkatan jumlah kedatangan nasabah yang tidak menentu secara terus menerus dengan kapasitas jumlah teller dua orang dan ditambah lagi terjadinya jam istirahat dari jam 12.00-13.00 WIB, sehingga mengakibatkan antrian. Teori antrian merupakan metode yang digunakan sebagai menentukan alternatif model matematika dalam pengambilan keputusan suatu sistem antrian. Penelitian ini berguna untuk menentukan model sistem antrian di BRI Unit Bengkayang yang tepat dengan menganalisis data jumlah kedatangan nasabah dan waktu pelayanan selama tiga hari mulai hari Senin, 14 November 2022 sampai Rabu, 16 November 2022 dari jam 08.00-12.00 WIB. Analisis data tersebut dilakukan uji kecocokan distribusi Kolmogorov-Smirnov dengan Software R Studio dan Software Excel, sehingga diperoleh model antrian di BRI Unit Bengkayang yaitu (M/G/2):(FCFS/ / ). Selanjutnya, model antrian (M/G/2):(FCFS/ / ) dilakukan perhitungan kinerja sistem antrian secara keseluruhan dan disimpulkan bahwa teller BRI Unit Bengkayang sudah optimal karena dengan jumlah rata-rata kedatangan nasabah (λ) tidak lebih dari jumlah rata-rata kecepatan pelayanan nasabah (μ).
PEMODELAN FLUKS PADA ALIRAN DARAH Arsita, Sindy; Prihandono, Bayu; Kusumastuti, Nilamsari
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 4 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i4.78047

Abstract

Fluida adalah zat yang akan mengalami perubahan bentuk dan posisi dari posisi semula ke posisi terkinisecara berkelanjutan apabila terkena tegangan geser. Salah satu contoh fluida adalah darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pembentukan model aliran darah sebagai suatu kasus mekanika fluida, yaitu pada aliran Hagen-Poiseuille dan aliran Fluida Casson. Persamaan yang diperlukan dalam memodelkan aliran fluida yaitu persamaan Navier-Stokes, yang merupakan bentuk persamaan diferensial parsial nonlinear dari Hukum kedua Newton yang menjelaskan tentang aliran fluida dinamis. Persamaan Navier-Stokes yang terbentuk yaitu pada koordinat kartesius tiga dimensi 𝑥, 𝑦 dan 𝑧 yang kemudian diubah untuk mendapatkan persamaan dalam bentuk dua dimensi 𝑥 dan 𝑦. Selanjutnya, persamaan Navier-Stokes juga diterapkan pada koordinat polar silinder (𝑟, 𝜃, 𝑧). Kedua persamaan, baik pada koordinat kartesius maupun koordinat polar silinder dihubungkan dengan fungsi aliran ψ. Selanjutnya, hasil dari kedua persamaan tersebut diterapkan pada kasus mekanika fluida yaitu aliran Hagen- Poiseuille dan aliran Fluida Casson sehingga diperoleh hasil 𝑄 (Fluks) yang menyatakan jumlah aliran yang melewati suatu permukaan tertentu.  Kata Kunci: Fluida, persamaan Navier-Stokes, aliran Hagen-Poiseuille, aliran Fluida Casson  
DETERMINAN MATRIKS HANKEL BENTUK KHUSUS ORDO \mathbf{4}\times\mathbf{4} BERPANGKAT BILANGAN BULAT POSITIF MENGGUNAKAN METODE SALIHU Safarina, Annisa; Prihandono, Bayu; Helmi, Helmi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i5.81861

Abstract

Determinan  merupakan  konsep dasar aljabar linear yang penting  untuk  menyelesaikan  permasalahan yang melibatkan  matriks dan  seringdigunakan dalam berbagai bidang termasuk,  matematika  serta  ilmu terapan.  Determinan  matriks merupakan nilai  fungsi khusus yang menghubungkan suatu matriks persegi ke suatu bilangan real. Terdapat suatu matriks yang dinamakan matriks Hankel  yang  merupakanmatriks persegi yang setiap  elemen pada diagonal atas - bawah yang sejajar dengan diagonal utama memiliki nilai yang sama. Matriks Hankel memiliki operasi dan perhitungan yang sama dengan matriks persegi pada umumnya, salah satu cara menghitung determinan yaitu  menggunakan  metode Salihu.  Metode Salihu merupakan cara    menghitung determinan  suatu  matriks  berordo  . Metode salihu  diselesaikan  dengan  melibatkan pengurangan  determinan matriks beordo    menjadi  beberapa determinan matriks  yang lebih kecil,  dengan menghitung empat determinan interior dan satu determinan unik. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk  menentukan bentuk  umum  dari nilai  determinanmatriks Hankel  berordo    berpangkat bilangan bulat positif dan  membuktikannya  menggunakan metode Salihu.  Menentukan  bentuk umum determinan  matriks Hankel,  terdapat beberapa langkah. Pertama, perhatikan pola  bentuk  matriks Hankel dengan bentuk khusus    hingga  ,sehingga  diperoleh  bentuk  umum dan kemudian dibuktikan  menggunakan  induksi matematika. Kedua, perhatikan  pola nilai determinan matriks Hankel  dari perpangkatan matriks  bentuk khusus    sampai  ,  sehingga diperoleh  bentuk  umum  . Kemudian dibuktikan dengan pembuktian langsung menggunakan metode Salihu. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa  bentuk  umum determinan dari matriks Hankel  berpangkat  bilangan bulat positif  adalah  Kata Kunci :  Determinan Interior, Induksi Matematika, Pembuktian langsung.
PEMODELAN PERTUMBUHAN POPULASI KOTA SINGKAWANG Salsabila, Salsabila; Prihandono, Bayu; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 6 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i6.88410

Abstract

Pada tahun 2020, Kota Singkawang menjadi kabupaten/kota terpadat kedua se-Provinsi Kalimantan Barat menyusul Kota Pontianak pada urutan pertama. Populasi Kota Singkawang meningkat mencapai 13,23% dari jumlah populasi tahun 2005. Angka tersebut merupakan angka tertinggi dari periode-periode sebelumnya. Untuk mengurangi konsekuensi buruk dari populasi yang meningkat terlalu drastis adalah dengan membuat proyeksi pertumbuhan populasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mencari model yang sesuai dengan pertumbuhan populasi Kota Singkawang dengan menggunakan pemodelan pertumbuhan populasi model eksponensial, hiperbolik, dan logistik. Kemudian dicari doubling time yang berfungsi untuk mengalokasikan sumber daya, merencanakan pengembangan infrastruktur, dan menerapkan kebijakan efektif untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan. Pada penelitian ini, data yang digunakan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, mencakup populasi Kota Singkawang dari tahun 2011-2023. Ketiga model diterapkan untuk menghitung jumlah populasi yang diproyeksikan, dan kinerja masing-masing model dievaluasi berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang sesuai dengan pertumbuhan populasi Kota Singkawang adalah model hiperbolik karena memiliki nilai galat lebih kecil daripada model populasi eksponensial dan logistik dengan nilai MAPE 0,57008%. Selanjutnya, perhitungan doubling time menunjukkan bahwa populasi Kota Singkawang akan mengalami penggandaan jumlah dari tahun 2011 dalam waktu 32 tahun 8 bulan 1 hari dengan model eksponensial, dalam waktu 26 tahun 8 bulan 12 hari dengan model hiperbolik, dan dalam waktu 36 tahun 3 bulan 7 hari dengan model logistik.
MENENTUKAN LINTASAN DENGAN WAKTU TEMPUH TERCEPAT UNTUK RUTE PENGIRIMAN IKAN ARWANA (Studi Kasus: CV. Argo Mega Arwana) Akbar, Silfiansyah; Prihandono, Bayu; Fran, Fransiskus
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 3 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i3.77793

Abstract

Penentuan rute dengan waktu tempuh tercepat terhadap pengiriman ikan arwana oleh CV. Argo Mega Arwana merupakan implementasi dalam kasus lintasan pada graf. Pemilihan rute pengiriman tercepat direkomendasikan agar dapat menghindari risiko ikan kelelahan dan mati. Permasalahan tersebut direpresentasikan ke dalam graf dengan simpul awal pada graf merepresentasikan titik keberangkatan yaitu CV. Argo Mega Arwana, simpul akhir merepresentasikan titik tujuan yaitu Bandara Supadio Pontianak dan simpul-simpul lainnya merepresentasikan persimpangan antar ruas jalan. Sementara busur pada graf yang menghubungkan antar simpul merepresentasikan ruas-ruas jalan. Bobot pada sisi merupakan waktu tempuh suatu jalan yang diperoleh dari penelitian dilapangan. Waktu tempuh pada suatu jalan dapat berbeda-beda atau tidak dapat dipastikan dengan jelas karena dipengaruhi oleh padatnya kendaraan. Hari kerja dan sekolah di Pontianak mempengaruhi padatnya kendaraan. Ketidakjelasan dalam waktu tempuh ini yang masuk kedalam konsep fuzzy. Konsep fuzzy yang digunakan pada penelitian ini yaitu bilangan fuzzy segitiga. Waktu dalam bilangan fuzzy segitiga direpresentasikan kedalam kondisi cepat, sedang dan lama. Algoritma dengan konsep bilangan fuzzy segitiga yang digunakan dalam penelitian ini yaitu algoritma Chuang-Kung. Algoritma Chuang-Kung menggunakan derajat kesamaan tertinggi yang dimiliki suatu lintasan dari lintasan-lintasan yang mungkin dilalui dalam menentukan lintasan dengan waktu tempuh tercepat. Berdasarkan perhitungan menggunakan algoritma Chuang-Kung diperoleh rute dengan waktu tempuh tercepat untuk pengiriman ikan arwana dari CV. Argo Mega Arwana dengan tujuan Bandara Supadio Pontianak adalah melewati Jln. Adi Sucipto, Jln. Sungai Raya Dalam, Jln. Arteri Supadio, dan Jln. Bandara Supadio dengan waktu tempuh tercepat yaitu 9 menit 1 detik dan waktu tempuh terlama yaitu 21 menit 41 detik.  Kata Kunci : Graf, Lintasan Terpendek, Bilangan Fuzzy Segitiga