Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Teknik Polinasi pada Produksi Benih Mentimun Hibrida 1060 (Cucumis Sativus L.) Agus Diantoro; Budi Wijayanto; Elea Nur Aziza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik polinasi berupa pemilihan posisi buah dan jumlah hari polinasi terhadap produksi benih mentimun hibrida 1060. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor, yaitu pemilihan posisi buah (batang utama, cabang samping dan control) dan jumlah hari polinasi (3 hari polinasi, 4 hari polinasi, dan 5 hari polinasi), yang dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati terdiri dari jumlah buah per tanaman, bobot basah benih per buah, bobot kering benih per buah, dan jumlah benih per buah. Analisis data dilakukan menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, apabila hasil penelitian menunjukkan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setiap perlakuan bersifat independen seperti teknik polinasi berupa pemilihan posisi buah (P) menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah dan bobot basah benih per buah, namun pada parameter lainnya seperti bobot kering benih per buah dan jumlah benih per buah tidak berpengaruh nyata. Kemudian pada perlakuan jumlah hari polinasi (H) pengaruh yang nyata hanya ditunjukkan pada parameter jumlah buah per tanaman, sementara pada parameter lainnya menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata.
Kajian Karakter Morfologi 5 Aksesi Cabai (Capsicum annuum L.) Koleksi CV Multi Global Agrindo: Penelitian Jihan Asla Firyal; Elea Nur Aziza; Budi Wijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.656

Abstract

Cabai adalah satu dari sejumlah komoditas hortikultura yang mempunyai peranan ekonomi yang krusial di Indonesia, dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakter morfologi dari lima aksesi cabai yang dapat menunjang pengembangan varietas unggul. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas cabai ialah dengan menciptakan varietas unggul baru melalui program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lima aksesi cabai koleksi CV Multi global Agrindo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan di dalam screenhouse. Penelitian ini mengamati lima aksesi masing-masing aksesi ada tiga tanaman yang diamati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung pada tinggi tanaman, bentuk daun, dan karakter buah pada setiap aksesi. Hasil penelitian ini menunjukkan dari lima aksesi mempunyai tingkat kemiripan 0%. Penelitian ini menunjukkan bahwa galur cani memiliki tinggi 77 cm dengan bentuk daun lanset berukuran 7,2 cm dan buah yang berbentuk narrowly triangular. Galur heni memiliki tinggi tanaman 76 cm, daun berukuran 9,0 cm, dan bentuk buah horn-shape. Analisis cluster membagi karakter tanaman menjadi dua kelompok besar A1 yang terdiri dari rose dan nile dan A2 terdiri dari heni, ciko dan cani. Pada similariry 75% menghasilkan 5 cluster dan masing-masing cluster memiliki potensi dengan karakter yang berbeda. Karakteristik pada setiap aksesi menunjukkan variasi yang signifikan, yang dapat dimanfaatkan pada program pemuliaan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas cabai. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna untuk petani dan peneliti dalam upaya pengembangan varietas cabai yang lebih unggul.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Benih Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt): Penelitian Rivaldi, Rizki; Wijayanto, Budi; Khoiriyah, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.762

Abstract

The deterioration of seeds is accelerated by improper storage temperatures. This research has the objective of: 1) Determine the best storage temperature for the quality of sweet corn seeds of the Nusa 1 variety. 2) To know the best storage time for the quality of sweet corn seeds of the Nusa 1 variety. 3) To determine the temperature intraction and length of storage time for the quality of sweet corn seeds of the Nusa 1 variety. This study applies a Divided Plot Design with the main plot being the temperature of the storage room consisting of the temperature of the cold storage room (13-23°C), refrigerator (6-7°C), and ordinary warehouse (28-30°C). A subplot is a storage time length consisting of 60 days, 90 days, and 120 days. The results of the data analysis showed that: 1) The temperature of the ordinary warehouse storage room showed the best quality of sweet corn seeds during storage. 2) The length of storage time of 60 days shows the best quality of sweet corn seeds during storage. 3) There is an interaction between temperature and storage time on the quality of sweet corn seeds.
Peningkatan Produktivitas Benih Jagung (Zea Mays L.) Hibrida Varietas MZ dengan Pengaturan Split Planting: Penelitian Jihan Luthfia, Jihan Luthfia; Suharno, Suharno; Budi Wijayanto, Budi Wijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.793

Abstract

Split planting is a technical cultivation management in the form of implementing a difference in planting time between male and female parents. The purpose of this study was to determine the effect of split planting on increasing productivity and flowering synchronization in the production of hybrid corn seeds of the MZ variety. This study was conducted using a split plot design method with a split plot design. The treatments used were 4 levels of split planting. The parameters observed consisted of flowering age, nicking observations, fresh and dry weight of cobs, number of kernels and weight per cob, and yield productivity. Data analysis using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% level of data with a significant effect will be further tested using the BNJ Test at the 5% level. The results showed that the split plating treatment 0-3-5 (0 HST female planting, 3 HST male 1 planting, and 5 HST male 2 planting showed the most optimal nicking synchronization, where male 1 tassel shading 5-7% when silk was in the range of 1-2%, and both reached 100% simultaneously on the 8th to 10th day. Male 2 functioned effectively as a reserve when it became active on the 3rd to 4th day. This study found the right split planting arrangement for the production of hybrid corn seeds of the MZ variety with an increase in productivity from 3.19 tons/ha with a 0-2-4 split planting arrangement to a significant increase of 7.11 tons/ha with a 0-3-5 split planting arrangement.
Penerapan Sistem Irigasi Otomatis Berbasis Kelembaban Tanah Pada Produksi Benih Melon (Cucumis melo L.) dalam Greenhouse : Penelitian Lisa Susanti; Budi Wijayanto; Geraldo Adinugra Rimartin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1005

Abstract

Penerapan sistem irigasi otomatis dengan perlakuan berbagai media tanam dan kelembaban tanah terhadap produksi benih melon (Cucumis melo L.) dalam greenhouse. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh berbagai campuran media tanam dan berbagai tingkat kelembaban dalam penerapan sistem irigasi otomatis berdasarkan sensor kelembaban serta mencari perlakuan yang optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan petak utama media tanam yaitu campuran tanah dengan arang sekam dan campuran tanah dengan cocopeat. Anak petak yaitu kelembaban tanah 50% dan 70%. Hasil penelitian menunjukan penggunaan air pada media tanam campuran tanah dengan arang sekam lebih tinggi, media tanam juga berpengaruh pada berat buah melon tetapi tidak berpengaruh pada berat biji, berat 1000 butir dan Produktivitas benih. Kelembaban tanah dengan taraf 70% memerlukan air yang lebih banyak guna memenuhi kelembaban yang ditetapkan kelembaban tanah juga berpengaruh pada berat buah melon tetapi tidak berpengaruh pada berat biji, berat 1000 butir dan Produktivitas benih. Campuran media tanam campuran tanah dan arang sekam dengan tingkat kelembaban 70% memberikan pengaruh yang baik pada produksi benih melon.
Kajian Perlakuan Pematahan Dormansi Menggunakan Berbagai Zat Pengatur Tumbuh pada Benih Padi Varietas Segreng Handayani Wahyudi, Surya; Aziza, Elea Nur; Wijayanto, Budi; Khoiriyah, Annisa
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i1.290

Abstract

Varietas padi merah lokal Segreng Handayani, yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu jenis padi yang bernilai fungsional tinggi bagi kesehatan. Namun demikian, benih varietas ini menunjukkan gejala after-ripening, yaitu dormansi fisiologis yang memerlukan penyimpanan kering selama periode tertentu untuk mengaktifkan kembali kemampuan berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dormansi pada benih Segreng Handayani serta mengevaluasi efektivitas beberapa metode pematahan dormansi menggunakan perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu jenis ZPT, dengan empat ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi auksin 2 ml/L, KNO₃ 3%, GA₃ 10 ppm/L, ekstrak tauge 200 ml/L, dan air kelapa 450 ml/L. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan KNO₃ 3% selama 24 jam memberikan hasil terbaik dalam mempercepat pematahan dormansi benih, dengan peningkatan signifikan pada seluruh parameter vigor sejak minggu pertama. Sementara itu, dormansi alami pada benih Varietas Segreng Handayani mulai terurai secara signifikan pada minggu ketiga setelah penyimpanan. Temuan ini menunjukkan bahwa perlakuan KNO₃ dapat digunakan sebagai metode praktis dan efisien dalam mempercepat pematahan dormansi fisiologis benih padi merah lokal.
MOTIVASI PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI VERMIKOMPOS DI DESA GENTAN KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG Nafiah, Ririn Naimatun; Euriga, Epsi; Wijayanto, Budi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i1.4282

Abstract

Penggunaan pupuk organik seperti vermikompos merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah menurunnya kesuburan tanah dan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Akan tetapi, belum semua petani menerapkan teknologi tersebut secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi petani dalam menerapkan teknologi vermikompos di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Masalah utama yang diteliti adalah bagaimana tingkat motivasi petani dari aspek otonomi, kompetensi, dan keterkaitan mempengaruhi penerapan teknologi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi otonomi dan keterkaitan berada pada kategori tinggi, sedangkan motivasi kompetensi masih tergolong sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi petani sangat diperlukan untuk mendukung adopsi teknologi vermikompos secara lebih luas dan berkelanjutan.
PENGARUH WAKTU DAN TINGGI PENUTUP TERPAL PENGERINGAN MODEL SIPERKASA TERHADAP MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays L.) Mufaidillah, Zurwan; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5061

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan dan berapa tinggi penutup terpal yang terbaik menggunakan model penjemuran SIPERKASA terhadap mutu benih jagung (Zea mays L). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2024 di UPTD BBP Barongan, Bantul, Yogyakarta kemudian dilanjutkan pengujian di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang pertama adalah lama waktu pengeringan dan faktor kedua adalah tinggi penutup terpal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan 1%, apabila hasil penelitian menunjukkan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap variabel kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh benih, dan indeks vigor benih dan berpengaruh nyata terhadap variabel susut bobot dan laju pengeringan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlakuan W2 (32 jam) yaitu dengan kadar air 11,82%, daya berkecambah 91,11%, kecepatan tumbuh benih 43,64%/etml, indeks vigor 90,11%, susut bobot pengeringan 9,19%, dan laju pengeringan 0,29%. Tinggi penutup terpal pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlauan T2 ( 110 cm) yaitu dengan kadar air 11,74%, daya berkecambah 92,67%, kecepatan tumbuh benih 44,46%/etml, indeks vigor 91,56%, susut bobot pengeringan 9,54%, dan laju pengeringan 0,31%.
Pengaruh Lama Waktu Penggunaan Alat Pembersih Terhadap Kemurnian Benih Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Hayati, Berlina Nur; Wijayanto, Budi; astuti, siti
Rona Teknik Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Volume No. 17, No. 2, Oktober 2024
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v17i2.33730

Abstract

Abstrak.Penggunaan alat pembersih tentunya memiliki kecepatan pembersihan yang lebih cepat dibandingkan dengan cara manual menggunakan tampi. Namun penggunaan alat pembersih terbukti masih menyisakan kotoran yang tidak seharusnya tercampur lagi dengan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penggunaan alat pembersih terhadap kemurnian benih jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di UD Agro Nusantara Prima, Sewon, Kabupaten Bantul dan Laboratorium Teknologi Benih Kampus Polbangtan Jurusan Pertanian, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan menggunakan faktor frekuensi pembersihan yaitu frekuensi pembersihan menggunakan tampi, frekuensi pembersihan menggunakan alat sebanyak satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, dan lima kali. Hasil penelitian dianalisis menggunakan pengujian sidik ragam ANOVA dengan taraf 1% dan 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dapat dilanjutkan menggunakan uji lanjut BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu hasil kerja pembersihan benih menggunakan alat sebesar 99,64% berbeda nyata dengan efisiensi pembersihan menggunakan tampi sebesar 97,67%. Frekuensi pembersihan dengan alat sebanyak satu kali merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan benih murni sebesar 99,48%.The Effect Of Length Time Cleaning Tools Usage On The Pure Of Sweet Corn(Zea mays L. Saccharata) SeedsAbstract.The use of cleaning tools certainly has a faster cleaning speed compared to the manual method using tampi. However, the use of cleaning tools is proven to still leave dirt that should not be mixed again with seeds. This study aims to determine the effect of the time of using cleaning tools on the purity of sweet corn seeds. This research was conducted in March 2023 at UD Agro Nusantara Prima, Sewon, Bantul Regency and Seed Technology Laboratory of Polbangtan Campus, Yogyakarta. This research was conducted with a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) using the cleaning frequency factor, namely the frequency of cleaning using tampi, the frequency of cleaning using tools once, twice, three times, four times, and five times. The results of the study were analyzed using ANOVA variance testing at the 1% and 5% levels and if there is a real effect, further test can be carried out of using the BNT with a level of 5%. The results showed that the working time of seed cleaning using a tool of 99.64% was significantly different from the efficiency of cleaning using tampi of 97.67%. The frequency of cleaning with the tool once is the best treatment to produce pure seeds of 99.48%.
Teknik Polinasi pada Produksi Benih Mentimun Hibrida 1060 (Cucumis Sativus L.) Agus Diantoro; Budi Wijayanto; Elea Nur Aziza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik polinasi berupa pemilihan posisi buah dan jumlah hari polinasi terhadap produksi benih mentimun hibrida 1060. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor, yaitu pemilihan posisi buah (batang utama, cabang samping dan control) dan jumlah hari polinasi (3 hari polinasi, 4 hari polinasi, dan 5 hari polinasi), yang dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati terdiri dari jumlah buah per tanaman, bobot basah benih per buah, bobot kering benih per buah, dan jumlah benih per buah. Analisis data dilakukan menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, apabila hasil penelitian menunjukkan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setiap perlakuan bersifat independen seperti teknik polinasi berupa pemilihan posisi buah (P) menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah dan bobot basah benih per buah, namun pada parameter lainnya seperti bobot kering benih per buah dan jumlah benih per buah tidak berpengaruh nyata. Kemudian pada perlakuan jumlah hari polinasi (H) pengaruh yang nyata hanya ditunjukkan pada parameter jumlah buah per tanaman, sementara pada parameter lainnya menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata.