Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Aplikasi Pupuk NPK pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) terhadap Mutu Benih Hamid, Krisna; Wartapa, Agus; Wijayanto, Budi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 29 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v29i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis pupuk NPK terhadap mutu benih tanaman tomat dan dosis pupuk NPK yang memberikan pengaruh yang paling baik terhadap mutu benih tomat yang dilakukan di Desa Kepurun, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial yang terdiri dari satu perlakuan dan empat taraf P0: Tanpa menggunakan pupuk NPK, P1: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 250 kg/Ha, P2: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 500 kg/Ha, P3: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 750 kg/Ha. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan uji BNJ dengan taraf 5% apabila terdapat berbeda nyata. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan dosis pupuk NPK pada mutu benih. Pengaruh tersebut berada pada perlakuan P1: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 250 kg/Ha pada parameter berat 1000 butir benih tomat. Sehingga didapatkan dosis yang berpengaruh pada mutu benih tanaman tomat berada pada perlakuan P1: Pemupukan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 250 kg/Ha.
Optimasi Penggunaan Ekstrak Bawang Merah sebagai Agen invigorasi untuk Meningkatkan Kualitas Benih Buncis (Phaseolus vulgaris) Ivena, Krisentia Ika; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 29 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v29i2.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan umur panen bawang merah beserta interaksi keduanya pada proses invigorasi terhadap mutu benih buncis. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Politeknik Pembangunan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Yogyakarta pada bulan Maret hingga Mei 2022. Unit-unit penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap 2 faktor dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada hasil uji F yang berpengaruh nyata. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah dengan 2 taraf (25% dan 50%). Faktor kedua adalah umur panen bawang merah dengan 3 taraf (40 hst, 47 hst, dan 54 hst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi ekstrak bawang merah tidak berpengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter penelitian. Faktor umur panen bawang merah memberikan pengaruh yang nyata untuk parameter berat kering kecambah normal. Tidak ada interaksi antara konsentrasi dan umur panen bawang merah terhadap seluruh parameter penelitian
Pengaruh Pemangkasan Daun Terhadap Kualitas Produksi Benih Tanaman Kacang Panjang (Vigna unguiculata Ssp.) Setiabudi, Pandu Faiz; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan daun terhadap kualitas produksi benih tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata Ssp.). Cara budidaya kacang panjang biasanya hanya dalam skala lingkup kecil seperti di tegalan yang belum sesuai dengan standar operasional prosedur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 taraf perlakuan. Dalam rancangan ini, petakan percobaan dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi beberapa petak yang banyaknya sama dengan jumlah perlakuan. Pada penelitian ini data yang diperoleh meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, berat basah polong, berat kering polong, rendemen benih, uji berat 1000 butir, uji kadar air, dan uji daya berkecambah. Pemangkasan daun pada parameter panjang polong dengan perlakuan pemangkasan daun 4 MST memiliki pengaruh nyata setelah dilakukan pengujian terhadap fase generatif tanaman kacang panjang. Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah bunga dan jumlah polong karena disebabkan tingginya curah hujan saat penelitian dilakukan. Pemangkasan daun berpengaruh nyata terhadap kualitas produksi benih kacang panjang pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang polong, rendemen benih, berat basah dan berat kering.
Pengaruh Jenis ZPT Alami dan Lama Perendaman terhadap Perbanyakan Vegetatif Tanaman Murbei (Morus alba L) Alfriyadi, Fredy; Suharno, Suharno; Wijayanto, Budi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i2.26

Abstract

Tanaman murbei khususnya Morus alba (L) memiliki prospek yang bagus: berbuah sepanjang tahun, menjadi pakan ulat sutra dan juga obat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis dan lama perendaman ZPT alami terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah jenis ZPT alami (V) 3 taraf yaitu bawang merah, air kelapa muda, dan lidah buaya dan faktor kedua adalah lama perendaman (Z) 3 taraf: 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Data dianalisis dengan Anova 5% dan 1%, jika ada pengaruh maka dilakukan uji beda DMRT 5%. Data diambil setelah stek diaklimatisasi dan berdaun minimal 8 helai. Hasil penelitian menunjukan stek tanaman murbei berbeda secara signifikan pada perlakuan jenis ZPT air kelapa muda dan lama perendaman 1 jam yang berpengaruh secara signifikan pada panjang tunas, jumlah akar, dan jumlah daun, Sedangkan terhadap panjang akar, daya tumbuh, serta bibit normal dan abnormal tidak berpengaruh signifikan. Jenis ZPT alami (V) air kelapa muda adalah jenis ZPT alami terbaik, karena berpengaruh signifikan pada panjang tunas, jumlah akar, jumlah daun, panjang akar, serta bibit normal dan abnormal, sedangkan terhadap daya tumbuh tidak berpengaruh signifikan. Lama perendaman (Z) 1 jam yang terbaik, sedangkan terhadap daya tumbuh tidak berpengaruh signifikan.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN ASAM HUMAT PADA BUDIDAYA KEDELAI Wijayanto, Budi; Sucahyo, Anang
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i1.63

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan pupuk organik cair (POC) dan asam humat pada budidaya kedelai. Pupuk organik cair yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bahan air leri (air cucian beras), urine kelinci, air kelapa dan rendaman kotoran kambing yang difermentasi. penelitian ini dilaksanakan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Galur, Kulon Progo dengan 15 ulangan x 3 perlakuan (kontrol; POC dan asam humat) x 2 lokasi (lahan Karang Sewu dan lahan Pandowan) dengan menggunakan varietas Grobogan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi asam humat dan POC akan meningkatkan produktivitas kedelai secara signifikan.
ANALISIS APLIKASI PENGGUNAAN PUPUK KNO3 PADA BUDIDAYA KEDELAI Wijayanto, Budi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 26 No. 1 (2019): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v26i1.91

Abstract

One of the commodities that needs to be considered in Galur Subdistrict, KulonProgo Regency, DIY is soybean, because it experiences a productivity reduction. Soybean productivity decline is a reality of the inability of farmers to produce soybeans with existing planting areas. One of the technologies to overcome the national demand deficit for domestic soybean yields is fertilization with KNO3 fertilizer. This research was carried out at five FFS locations in May - August 2018 and the variety used was Grobogan variety. KNO3 fertilizer is applied by spraying it as a leaf fertilizer. The analysis showed that the KNO3 fertilization treatment showed more varied and higher productivity results compared to controls. The results of KNO3 fertilization also show varied results for different locations. From a financial point of view, the KNO3 fertilization treatment shows more favourable results than those without treatment.
ANALISIS PENGGUNAAN INOKULAN LEGIN DAN TEKNOLOGI PANGKAS PUCUK TERHADAP PRODUKTIVITAS KEDELAI Sucahyo, Anang; Wijayanto, Budi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 25 No. 1 (2018): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v25i1.105

Abstract

The Legin (Leguminosae inoculum) application is a technology by mixing Rhizobium inoculants with soybean seeds at the time of planting. The goal is when the existing soybean seeds of the surrounding Rhizobium japanicum bacteria will be symbiotic with the soybean roots. The Rhizobium japanicum bacteria can be isolated from effective symbiotic soybean root nodules, then cultured and can be used as inoculants mixed with peat soil. While cutting shoots done by breaking the apical dominance so that pruning effect on plant growth with the aim of encouraging plants to branch off much and produce new shoots, so as to obtain maximum results. This study examines the application of legin and shoot cutting technology on soybean cultivation. Soybean varieties used are varieties of anjasmara. The results of this study indicate that the application of legin and shoot can increase the production of 1.74 tons / ha.
Optimizing Agricultural Mechanization to Enhance The Efficiency and Productivity of Farming In Indonesia: A Review Wijayanto, Budi; Puspitojati, Endah
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.493

Abstract

Agricultural mechanization has emerged as a cornerstone of modernizing the agricultural sector in Indonesia, playing a pivotal role in enhancing productivity and efficiency. The growing population and the necessity for increased agricultural output have driven the adoption of mechanization to overcome challenges such as labor shortages and the adverse effects of climate anomalies. The introduction of agricultural equipment follows a selective principle by considering the local area's socioeconomic conditions. Future agricultural mechanization utilizes technologies based on weather analysis, soil sensor information, and satellite and drone imaging that can increase agricultural productivity. Precision agriculture innovation to improve the accuracy of farm business management is carried out by utilizing sensor systems, drones, remote sensing, digital technology, and the Internet of Things (IoT) to collect, process, and present data that smart farming systems will use. Integrated information system innovations for the supply chain are designed to bridge farmers, distributors, markets, and end buyers by utilizing mobile applications. The traditional to modern transition process and the implementation of smart digital farming require mentoring and field learning in the agricultural process from upstream to downstream. This review provides a comprehensive overview of the development, challenges, opportunities, and prospects of agricultural mechanization in Indonesia, offering insights into how these efforts can support the country's economic growth and food security. Materials were prepared from various sources, including development planning documentation program reports, evaluation, and critical analysis of different research results.
PENGARUH LAMA WAKTU PENGERINGAN CALON BENIH JAGUNG (Zea mays L.) DI DALAM RUMAH PENGERING TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH Ismadaliah, Dheatami; Wijayanto, Budi; Astuti, RR. Siti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.35

Abstract

Pengeringan yang tidak optimal disebabkan oleh penanganan pascapanen yang kurang tepat dan cuaca yang tidak stabil dapat menurunkan mutu benih. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan calon benih jagung menggunakan rumah pengering dengan efek rumah kaca terhadap mutu fisiologis benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan taraf lama waktu pengeringan, yaitu 8 jam (W1), 16 jam (W2), 24 jam (W3), dan 32 jam (W4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan selama 32 jam (W4) memberikan hasil terbaik dengan kadar air 11.3%, kecepatan tumbuh 24.97%/etmal, daya kecambah 95.90%, indeks vigor 85,50%, susut bobot pengeringan 11.70%, dan laju pengeringan 0.3594%/jam. Secara umum, semakin lama pengeringan menurunkan kadar air dan meningkatkan kecepatan tumbuh, daya kecambah, serta indeks vigor benih. Penggunaan rumah pengering berbasis efek rumah kaca dinilai efektif untuk meningkatkan mutu fisiologis benih jagung. Namun pemeliharaan dan pengaturan komponen rumah pengering sangat penting diperhatikan agar proses pengeringan berjalan optimal