Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : FORTE JOURNAL

STUDI PELEPASAN TEOFILIN DARI CANGKANG KAPSUL ALGINAT-KITOSAN MENGGUNAKAN TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI CROSSLINKER Cut Intan Annisa Puteri; Rahmadani Rahmadani; Chairunnisa Anggi
FORTE JOURNAL Vol 2 No 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v2i2.372

Abstract

The modified formulation provides a fairly effective way to overcome the problem of bioavailability and results in increasing drug reactions and minimizing fluctuations in blood levels during release. The crosslinker in this study is sodium tripolyphosphate (Na-TPP) which is considered the best binding agent and can produce prolonged drug release. The purpose of this study was to determine the profile of theophylline release from the capsule shell of the alginate-chitosan matrix combination using the crosslink method. The capsule shell was made with the ratio of the percentage of alginate ; chitosan; The TPP are F1 (2%; 2%; 4%) and F2 (4%; 2%; 4%). The difference in percentage is intended to determine the ratio of the most optimal levels of releasing theophylline. The results obtained showed that theophylline capsules from formulas F1 and F2 could release the drug slowly and for a long time to the artificial intestinal fluid pH 7.4 for 8 hours for formula F1 and for 12 hours for formula F2 with a cumulative percentage of release of 99.75%.
UJI CEMARAN MIKROBA SUSU KEDELAI USAHA RUMAHAN DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA KOTA MEDAN Rahmadani Rahmadani; Cut Intan Annisa Puteri; Ovalina Sylvia Br. Ginting
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.399

Abstract

Potensi Usaha Mikro Kecil Menengah sangat beragam dan berkembang pesat. Namun, khusus pada jajanan kuliner belum dijamin keamanannya dari adanya cemaran mikroba patogen dalam makanan dan minuman. Adanya cemaran mikroba patogen pada makanan dan minuman dapat menimbulkan resiko penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya cemaran mikroba patogen pada sampel susu kedelai usaha rumahan di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan pada Bulan Juni-Agustus 2022. Sampel pengujian ini diambil dari tujuh produsen susu kedelai usaha rumahan..Uji yang dilakukan meliputi penetapan Angka Lempeng Total (ALT), Angka Kapang Khamir (AKK), Angka Paling Mungkin (APM) Coliform, serta identifikasi Escherichia coli, Salmonella-Shigella, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa yang mengacu pada metode dalam SNI 7388-2009.Dari tujuh sampel susu kedelai yang diperiksa menunjukkan sampel A, B, C, dan D tercemar sedangkan sampel E, F, dan G tidak tercemar mikroba patogen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa belum seluruh sampel susu kedelai terjamin kualitasnya secara mikrobiologis.
UJI CEMARAN MIKROBA SUSU KEDELAI USAHA RUMAHAN DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA KOTA MEDAN Rahmadani Rahmadani; Cut Intan Annisa Puteri; Ovalina Sylvia Br. Ginting
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.399

Abstract

Potensi Usaha Mikro Kecil Menengah sangat beragam dan berkembang pesat. Namun, khusus pada jajanan kuliner belum dijamin keamanannya dari adanya cemaran mikroba patogen dalam makanan dan minuman. Adanya cemaran mikroba patogen pada makanan dan minuman dapat menimbulkan resiko penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya cemaran mikroba patogen pada sampel susu kedelai usaha rumahan di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan pada Bulan Juni-Agustus 2022. Sampel pengujian ini diambil dari tujuh produsen susu kedelai usaha rumahan..Uji yang dilakukan meliputi penetapan Angka Lempeng Total (ALT), Angka Kapang Khamir (AKK), Angka Paling Mungkin (APM) Coliform, serta identifikasi Escherichia coli, Salmonella-Shigella, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa yang mengacu pada metode dalam SNI 7388-2009.Dari tujuh sampel susu kedelai yang diperiksa menunjukkan sampel A, B, C, dan D tercemar sedangkan sampel E, F, dan G tidak tercemar mikroba patogen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa belum seluruh sampel susu kedelai terjamin kualitasnya secara mikrobiologis.
PENGARUH PENYAKIT HIPERTENSI DALAM PEMANFATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS “X” KABUPATEN PEMATANG SIANTAR Isma Oktadiana; Rena Meutia; Cut Intan Annisa Puteri
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.766

Abstract

Puskesmas “X” Kabupaten Pematang Siantar merupakan salah satu Puskesmas kualitas pelayanan yang baik. Namun pada tahun 2022, tidak banyak Masyarakat yang memanfaatnkan layanan kesehatan puskesmas. Baik dari upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM), kemampuan Puskesmas dalam memberikan pelayanan semakin berkurang.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pemanfaatan pada Puskesmas “X” Kabupaten Pematang Siantar guna menyukseskan program yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pematang Siantar. Metode yang digunakan adalah metode Accidental Sampling, metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden dengan umur 17 sampai lansia (>55) tahun. Kuesioner digunakan sebagai salah satu instrumen penelitian, dan pengolahan serta analisis data univariat dan bivariat digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil yang diperoleh yaitu, dari total 80 responden yang ber umur 17 samapai lansia (>55) tahun merupakan kelompok responden yang paling sering memanfaatkan layanan kesehatan. Selain itu, sebagian besar responden dengan tingkat pendidikan tinggi (83,75%) tidak menggunakan layanan puskesmas, dan data pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang tidak bekerja (74,242%) lebih sering menggunakan layanan kesehatan. Persentase lebih besar dari responden yang melaporkan memiliki asuransi kesehatan, kemudahan akses, dan akses terhadap tenaga medis dilaporkan menggunakan layanan kesehatan. Menurut pandangan tentang penyakit, orang yang menyadari persepsi ini lebih cenderung menggunakan layanan kesehatan. Tidak ada korelasi antara usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, atau penggunaan layanan kesehatan, menurut hubungan antara sifat predisposisi dan konsumsi layanan kesehatan. Terdapat keterkaitan antara ketersediaan tenaga kesehatan dengan pemanfaatannya, sesuai dengan hubungan antara faktor pendukung dengan pemanfaatan layanan kesehatan. Bedasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini Puskesmas “X” pematang Siantar dapat tetap mempertahankan kualitas pelayanannya, mempertahankan tenaga medisnya, dan lebih fokus pada rutinitas kesehatan.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN HANDWASH DARI DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Cut Intan Annisa Puteri; Ovalina Sylvia Br. Ginting; Rahmadani Rahmadani; Anggitha Ningtias
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.977

Abstract

Inovasi tentang tanaman herbal semakin berkembang dan telah banyak penelitian antibakteri serta antioksidan yang diteliti, namun jarang yang memanfaatkannya dan mengolahnya menjadi produk sediaan farmasi, khususnya handwash. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memformulasikan dan menguji karakteristik dan aktivitas antiseptic serta antioksidan handwash dari ekstrak daun jambu biji. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium, dengan tahapan meliputi; preparasi ekstrak daun jambu biji, uji karakterisasi, uji antioksidan dan formulasi sediaan handwash dengan konsentrasi sediaan F0 (Tanpa Ekstrak) FI (6%). FII (8%) , FIII (10%), Selanjutnya sediaan handwash akan diuji sifat fisiknya untuk menentukan mutu dan kualitasnya. Tahapan berikutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri untuk mengetahui efektivitas antibakteri pada formulasi sediaan sediaan handwash dengan menggunakan metode difusi cakram guna mengetahui diameter inhibisi atau luas zona hambat.  Formula sediaan 6% sampai dengan konsentrasi 10% sediaan dapat menghambat pertumbuhan E. coli. Diameter zona hambat yang terbentuk termasuk dalam kategori kuat. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan, bahwa daun jambu biji (Psidium guajava L.) memiliki potensi dalam menghambat bakteri E. coli dan evaluasi sediaan semua formula menunjukkan stabilitas, karakteristik yang baik. Setiap konsentrasi mempunyai efek antibakteri yang baik dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun jambu semakin besar diameter zona hambat pertumbuhan bakteri E. coli yang dihasilkan. 
PEMANFAATAN MINYAK SAWIT OLEIN MERAH DALAM FORMULASI SEDIAAN NANOEMULSI SEBAGAI AGEN ANTI-AGING Husna, Nadiatul; Intan Annisa Puteri, Cut; Indrayani Dalimunthe, Gabena; Sari Lubis , Minda
FORTE JOURNAL Vol 5 No 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i2.1807

Abstract

Kulit merupakan bagian terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung. Oleh karena itu, kulit sangat rentan terhadap paparan agen fisik yang dapat menyebabkan kerusakan sel, yang menyebabkan penuaan dini. Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi penuaan adalah melalui penggunaan senyawa antioksidan. Salah satu sumber antioksidan alami adalah tanaman kelapa sawit yang diolah menjadi minyak kelapa sawit merah. Minyak kelapa sawit merah merupakan turunan minyak kelapa sawit yang mengandung berbagai senyawa antioksidan tinggi. Formulasi nanoemulsi banyak digunakan dalam kosmetik karena sifat estetikanya yang stabil dan luas permukaannya yang tinggi, yang memungkinkan pengiriman bahan aktif secara efektif ke kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi nanoemulsi minyak kelapa sawit merah menggunakan metode emulsifikasi berenergi tinggi untuk menghasilkan formulasi yang dapat memperbaiki tanda-tanda penuaan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, yang melibatkan persiapan nanoemulsi dengan konsentrasi minyak kelapa sawit merah 15% dan 25%, karakterisasi fisik formulasi, pengujian iritasi, dan pengukuran efektivitas anti-penuaan menggunakan skin analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 25% dengan ukuran partikel 37 nm terbukti paling efektif dalam meningkatkan aktivitas anti-penuaan, terutama dalam meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit serta mengurangi hiperpigmentasi kulit. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa minyak olein sawit merah memiliki aktivitas anti-penuaan yang optimal, stabil, dan aman untuk digunakan.