Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Ekstrak Metanol Buah Lakum (Cayratia trifolia L. Domin) terhadap Nilai SGOT dan SGPT Tikus Putih Diinduksi Parasetamol Rousdy, Diah Wulandari; Wardoyo, Elvi Rusmiyanto Pancaning; Wulandari, Catur
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.8530

Abstract

Lakum fruit (Cayratia trifolia L. (Domin)) has secondary metabolite compounds that are beneficial to health, one of which is a hepatoprotector. This study was conducted to prove the potential of hepatoprotective activity of lakum fruit methanol extract based on the value of SGPT and SGOT enzyme. The research method used a pre-posttest randomized control group design with a sample of 35 male rats divided into five treatment groups: solvent control group (CMC 0.5%); positive control group (HEPA-Q®); treatment group extract (0,575; 1,15; 1,725 mg/g BW). The treatment of induction of paracetamol and methanol extract of Cayratia trifolia fruit was carried out for 7 days respectively. The results showed that the dose of 1,15 mg/g BW of Cayratia trifolia fruit methanol extract had the most effective deterioration of SGOT and SGPT values with a percentage reduction of SGOT of 49.3% and SGPT of 51.8% (p <0.05) which approached control positive (HEPA-Q®). Based on the research conducted, methanol extract of Cayratia trifolia fruit has the potential to be hepatoprotective.
KEPADATAN DAN POLA SEBARAN RAJUNGAN Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN PESISIR KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA Putri, Winda Eka; Setyawati, Tri Rima; Rousdy, Diah Wulandari
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.343

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan biota akuatik yang memiliki komoditas ekonomi dan dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir mangrove Kecamatan Batu Ampar, sehingga perlu mendapat pengawasan keberadaannya di alam. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengetahui kepadatan, pola sebaran, dan mengetahui korelasi karakteristik habitat rajungan dengan kepadatan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2019-Februari 2020. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun penelitian menggunakan gill net berukuran 4 inchi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis meliputi kepadatan dan pola sebaran. Korelasi karakteristik habitat dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Pengaruh stasiun dan waktu penangkapan dianalisis menggunakan Anova dua jalur. Kepadatan rajungan berkisar 222-2581 ind/km2 dan berbeda selama bulan Desember-Februari. Pola Sebaran pada bulan Desember dan Januari termasuk seragam dan mengelompok, bulan Februari memiliki sebaran seragam dan acak. Stasiun penelitian tidak berpengaruh terhadap kepadatan rajungan, sedangkan waktu penelitian di Pesisir Batu Ampar memberikan pengaruh. Kepadatan populasi rajungan dan pola sebaran rajungan berkorelasi positif terhadap kedalaman, kecerahan, salinitas, pH air, kecepatan arus air, kecepatan angin, suhu air, DO, dan CO2 bebas.
Karakter pintu masuk sarang kelulut (Apidae: Meliponinae) di Kawasan Konservasi Resort Belaban Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat: Nest entrances characters of stingless bees (Apidae: Meliponinae) in Conservation Area of Belaban Resort, Bukit Baka Bukit Raya National Park West Borneo Rivaldy, Marsianus Marthin; Kustiati, Kustiati; Rousdy, Diah Wulandari; Priyandono, Hendro
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 20 No 1 (2023): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.20.1.67

Abstract

Information on the character of the stingless bee nest entrance (Hymenoptera: Apidae: Meliponinae) as a characteristic for identifying stingless bee species has never been carried out in depth. The purpose of this study was to determine the morphological characteristics of the nest entrance that differentiate between stingless bee species found in the Belaban Resort conservation area, Bukit Baka Bukit Raya National Park. The research was conducted on March, 16–26 2022. The method used in this study was the cruising method by following the direction of the Belaban Resort interpretation route. Data analysis was performed with PAST 4.03 software. Based on sampling and species identification, 32 nest entrances were found from 7 stingless bees species, namely Homotrigona fimbriata (Smith), Pariotrigona pendleburyi (Schwarz), Tetragonilla collina (Smith), Tetragonula iridipennis Smith, T. melanocephala (Gribodo), T. melina (Gribodo), and Tetrigona apicalis (Smith). PCA results show that the most prominent morphometric characters in PC 1 (eigenvalue = 4.89; % variance = 44.51%) which can be used as identifiers for each stingless bee nest entrance width of the nest entrance opening cavity  (0.66), color (0.78), sun exposure (0.85), and shape of nest entrance funnel (0.57). This research shows the variation of meristic and morphometric characters of stingless bee nest entrance. However, identification for stingless bee species based on nest entrance characters can't be used validly so it only as a provisional estimate.
KADAR GLUKOSA DAN KETON DALAM URINE ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo pygmaeus wurmbii) DI STASIUN RISET CABANG PANTI, TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG Sandy, Gracia Ifri; Rousdy, Diah Wulandari; Riyandi, Riyandi
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.732

Abstract

Orangutan merupakan salah satu satwa arboreal pemakan buah-buahan atau frugivora. Ketiadaan buah-buahan pada musim tertentu menyebabkan perubahan metabolisme tubuh orangutan. Indikator perubahan metabolisme tubuh tersebut dapat dideterminasi melalui analisis urine. Pemeriksaan kadar glukosa, keton dan urinalisis lain dapat memberikan gambaran status kesehatan orangutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kadar glukosa, keton, berat jenis, sedimen, warna dan bau urine orangutan di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung, serta mempelajari hubungan antara kadar glukosa dengan total makan, jenis kelamin, dan usia orangutan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2022 dengan metode purposive sampling. Hasil pemeriksaan glukosa urine menggunakan metode Benedict pada 10 individu orangutan menunjukkan kadar glukosa berkisar antara 3,18–31,8 g/dl. Hasil positif keton pada individu Bibi, orangutan betina dewasa, mempunyai kadar keton 15 mg/dl (small). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kadar glukosa dengan total asupan makan, jenis kelamin, dan usia orangutan. Bagian yang paling dominan dimakan oleh orangutan yaitu daging buah (54%) dan umbut (15%). Hasil parameter lain seperti bau urine tidak menyengat dan warna urine jernih sampai kekuningan.