Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Teori dan prinsip e-counseling adaptif: integrasi konseling kinerja atlet dengan sistem pendukung keputusan berbasis data Rama, Alzet; Lofandri, Wiki
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202426285

Abstract

Dalam konseling kinerja atlet, penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan prinsip psikologi olahraga, teknologi e-counseling, dan sistem pendukung keputusan (DSS) berbasis data. Studi konseptual dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif analitis melalui tinjauan literatur yang menyeluruh. Hasil penelitian menghasilkan model sinergis di mana e-counseling memberikan platform yang fleksibel dan mudah digunakan, sementara DSS memberikan fondasi ilmiah untuk personalisasi intervensi dengan menganalisis data psikometrik, fisiologis, dan prestasi atlet. Integrasi ini memungkinkan pendekatan konseling yang dinamis, responsif, dan berbasis bukti untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi mental atlet secara real-time. Menurut diskusi, model ini menunjukkan pergeseran paradigma dari pendekatan konseling generik dan statis ke pendekatan yang proaktif, tepat, dan terpersonalisasi. Meskipun implementasi kerangka e-counseling inovatif ini memerlukan kolaborasi multidisipliner dan penyelesaian masalah etika dan teknis terkait infrastruktur dan kerahasiaan data, ditemukan bahwa itu menawarkan solusi inovatif untuk tantangan personalisasi dalam konseling modern
Conceptualizing career counseling for the human-centric industry 5.0: an integrative framework for TVET Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Mukhlizul Fuad, Saftrian; Fadillah Sallamah, Siti
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526687

Abstract

Artikel ini mengusulkan sebuah kerangka konseptual konseling karir yang responsif terhadap tuntutan human-centric dan keberlanjutan pada era Industri 5.0 dalam Pendidikan Kejuruan (Vocational Education). Kerangka ini dibangun atas tiga pilar filosofis: human-centricity, keberlanjutan (sustainability), serta ketangguhan dan adaptabilitas (resilience and adaptability). Melalui analisis teori konseling karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Life Design Approach, dan Happenstance Learning Theory, penelitian ini menyusun model integratif bernama “Human-Centric Career Counseling for TVET 5.0”. Model ini menekankan empat dimensi intervensi: Self & Meaning, Technical & Digital Synergy, Ecological & Social Sustainability, dan Adaptive Career Management. Tujuannya adalah menggeser orientasi konseling dari sekadar penempatan kerja (job matching) menuju pembentukan Sustainable and Adaptive Career Agents, individu yang tidak hanya terampil teknis, tetapi juga reflektif, adaptif, serta memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Artikel ini memberikan landasan teoretis dan rekomendasi praksis bagi konselor, lembaga vokasi, dan pembuat kebijakan, meskipun masih memerlukan pengujian empiris lebih lanjut
DESIGN AND DEVELOP OF A MOTORCYCLE IGNITION SYSTEM SIMULATOR TO OVERCOME THE LIMITATIONS OF LEARNING MEDIA AT SMKN 1 KOTO XI TARUSAN Delsina Faiza; Irma Yulia Basri; Iffarial Nanda; Rido Putra; Wiki Lofandri
Journal of Community Service Vol 7 No 2 (2025): JCS, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v7i2.295

Abstract

SMKN 1 Koto XI Tarusan memiliki akreditasi B dan berdasarkan hasil akreditasi yang telah dilakukan ditemukan: (1) Mutu Guru dalam kategori rendah, hal ini terlihat dari kurangnya kesempatan guru dalam melakukan pengembangan diri untuk mengikuti berbagai Workshop (2) Media ajar pada program studi TKR dan TSM dari segi kuantitas dan jenis masih kurang terutama terkait dengan sistem pengapian sepeda motor. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru dalam pembuatan media ajar mata diklat produktif. Worskhop yang diberikan melalui program Pengabdian kepada masyarakat (PKM), selain meningkatkan kompetensi guru juga menghasilkan produk media ajar berupa Simulator Sistem Pengapian Sepeda Motor. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktek langsung. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini 2 unit Simulator Sistem Pengapian Sepeda Motor. Dampak dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan membuat media pembelajaran yang real dan kreatif.
Mengintegrasikan keterampilan green ke dalam bimbingan karier: model teoretis untuk pengembangan karier yang berkelanjutan Rama, alzet; Lofandri, Wiki; Mukhlizul Fuad, Saftrian
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 2 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr674600

Abstract

Artikel ini mengembangkan sebuah model teoritis integrasi keterampilan hijau (green skills) ke dalam bimbingan karir vokasional untuk mendukung pengembangan karir berkelanjutan. Model ini menjawab urgensi transisi ekonomi hijau dengan mengusulkan lima komponen kunci: landasan filosofis karir berkelanjutan, klasifikasi tiga dimensi green skills (teknis, transversal, dan manajemen karir), proses bimbingan karir yang diperkaya, serta peran dan kompetensi baru konselor sebagai fasilitator karir hijau. Model ini berfungsi sebagai kerangka sistematis untuk mengubah layanan bimbingan karir dari pendekatan reaktif menjadi kekuatan strategis yang proaktif dan transformatif, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dengan dinamika pasar kerja hijau. Implementasinya memerlukan kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pendukung yang efektif.
Kerangka konseptual untuk mengembangkan kembali bimbingan karier dalam pendidikan kejuruan Rama, alzet; Lofandri, Wiki
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 1 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr680100

Abstract

Artikel ini mengkritisi paradigma tradisional bimbingan karir dalam Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) yang berfokus pada penyerapan kerja jangka pendek (job-placement), yang dinilai tidak lagi relevan menghadapi dinamika karir abad ke-21 yang volatil, kompleks, dan non-linier. Sebagai alternatif, artikel mengusulkan pergeseran paradigma teoretis menuju pendekatan manajemen karir sepanjang hayat (lifelong career-management). Kerangka baru ini dibangun di atas fondasi teori karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Chaos Theory of Careers, dan Happenstance Learning Theory, yang menekankan peran individu sebagai agen aktif dalam mengkonstruksi, mengadaptasi, dan mengelola narasi karirnya sendiri. Artikel merumuskan kerangka konseptual untuk mengimplementasikan paradigma ini dalam ekosistem TVET, yang mencakup pengembangan kompetensi inti manajemen karir, transformasi peran peserta didik dan pendidik, serta strategi integrasi kurikuler, layanan berkelanjutan, kemitraan dinamis, dan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya adalah memberdayakan lulusan TVET dengan ketahanan karir dan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk navigasi yang sukses dalam lanskap pekerjaan yang terus berubah.
Integrating project-based learning and virtual kitchen: a digital learning innovation to enhance students’ creativity and entrepreneurial potential in bakery courses Ifnalia Rahayu; Yuliana Yuliana; Wiwik Gusnita; Wiki Lofandri
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026168jpgi0005

Abstract

The demand for innovative approaches in vocational education has increased significantly in the digital era. This study explores the integration of Project-Based Learning (PjBL) with a Virtual Kitchen platform to enhance students’ creativity and entrepreneurial potential in bakery courses. Using a quasi-experimental pretest-posttest design with non-equivalent groups, the research involved 52 students divided into experimental (n = 26) and control (n = 26) groups. The intervention combined project-based tasks with virtual kitchen simulations, allowing students to experiment with recipes, simulate product branding, and practice digital marketing in a risk-free environment. Data were collected through creativity assessments, product evaluation rubrics, entrepreneurial attitude scales, and student feedback surveys. Statistical analysis using paired and independent t-tests revealed a significant improvement in both creativity and entrepreneurial readiness in the experimental group (p < 0.001). The findings highlight that integrating PjBL with Virtual Kitchen not only supports technical mastery but also nurtures digital micro-entrepreneurship and innovative thinking. This model presents a transformative strategy for preparing vocational students for the demands of Industry 4.0. Recommendations are provided for further implementation in other culinary domains and the development of more advanced virtual platforms.
Revitalisasi bimbingan karier di era kecerdasan buatan generatif: sebuah telaah kritis terhadap kerangka teoretis Alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces677600

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dampak transformatif Generative AI terhadap landasan teoretis konseling karir dalam pendidikan vokasi. Melalui analisis kritis terhadap teori-teori tradisional seperti Holland, Super, Krumboltz, dan SCCT, penelitian mengungkap bahwa asumsi stabilitas, linearitas, dan pencocokan statis (matching) karir tidak lagi memadai dalam lanskap kerja yang dinamis dan non-linier di era AI. Generative AI menawarkan kapabilitas analisis data, prediksi, personalisasi, dan simulasi yang memungkinkan pendekatan konseling yang lebih dinamis, preskriptif, dan berorientasi pada navigasi. Namun, integrasi ini menghadirkan tantangan etika seperti bias algoritma, ketergantungan berlebihan pada teknologi, dan isu privasi data. Artikel menyimpulkan bahwa teori-teori tradisional perlu diinterpretasikan ulang dan diintegrasikan ke dalam paradigma baru yang mengedepankan co-creation antara konselor, klien, dan AI, dengan peran konselor berevolusi menjadi interpreter etis, pemandu naratif, dan fasilitator literasi digital untuk memastikan relevansi dan keadilan dalam praktik konseling vokasi di masa depan
Leveraging generative AI models to optimize image-based diagnostics in telehealth services in indonesia: a 2025 perspective Alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086149011

Abstract

The rapid advancement of telehealth services has transformed healthcare delivery, particularly in regions with limited access to medical specialists. Recent developments in generative artificial intelligence (AI) offer promising solutions to enhance diagnostic accuracy, especially in image-based medical assessments such as radiology, dermatology, and pathology. This study aims to investigate the integration of generative AI models within telehealth platforms to optimize diagnostic workflows in Indonesia. A mixed-method approach was employed, involving a simulated dataset of 10,000 annotated medical images and a usability assessment with 120 healthcare practitioners across primary healthcare centers. The generative AI model was trained to augment diagnostic images, improve feature visibility, and assist physicians in detecting early-stage diseases. Quantitative results showed a 23% improvement in diagnostic accuracy and a 30% reduction in analysis time compared to traditional telehealth systems. Additionally, qualitative findings highlighted enhanced user confidence and satisfaction with the AI-assisted platform. This research underscores the potential of generative AI to bridge diagnostic gaps in telehealth services, offering scalable and cost-effective solutions for Indonesia’s healthcare ecosystem. Recommendations for implementation and ethical considerations are also discussed.
Legal gaps in indonesia's electronic information and transactions law in addressing deepfake technology: challenges and regulatory recommendations Alzet Rama; Wiki Lofandri; Anggi Firmanjaya Saputra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086155011

Abstract

Deepfake technology, which leverages advanced artificial intelligence to create hyper-realistic manipulated media, has emerged as a significant legal and ethical challenge worldwide. In Indonesia, the rapid proliferation of deepfake content—ranging from political disinformation to non-consensual pornography—poses serious threats to privacy, reputation, and public trust. However, the existing Electronic Information and Transactions (ITE) Law does not explicitly regulate the creation, distribution, or malicious use of deepfake materials. This study employs a normative juridical approach combined with comparative legal analysis to examine the legal gaps within the ITE Law in addressing deepfake-related offenses. The research analyzes relevant case studies in Indonesia, evaluates the adequacy of current legal provisions, and compares Indonesia’s regulatory stance with that of jurisdictions such as the European Union, the United States, and Singapore. Findings reveal that the absence of specific legal definitions and enforcement mechanisms for deepfake content hinders effective law enforcement and victim protection. The study proposes concrete policy recommendations, including amendments to the ITE Law, the introduction of a comprehensive definition of deepfake technology, and the establishment of a multi-stakeholder oversight framework. These recommendations aim to strengthen Indonesia’s legal capacity to safeguard individual rights and uphold digital integrity in the era of AI-driven media manipulation
Next-generation counseling virtual reality as a transformative tool for immersive psychological therapy alzet Rama; Wiki Lofandri; anggi Firmanjaya Saputra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086180011

Abstract

The rapid evolution of immersive technologies has created new opportunities for innovation in psychological counseling. This article investigates Virtual Reality (VR) as a transformative tool for next-generation counseling, emphasizing its potential to deliver immersive psychological therapy tailored to digital natives. Unlike conventional face-to-face approaches, VR enables controlled, interactive, and safe therapeutic environments that enhance emotional presence, reduce stigma, and improve treatment adherence. Recent studies (2021–2025) highlight VR’s effectiveness in addressing anxiety, phobias, post-traumatic stress, and stress regulation, while also demonstrating its promise for preventive and educational mental health practices. This study employs a systematic literature review supported by pilot case observations to assess the effectiveness and limitations of VR-based counseling. Findings reveal that immersive VR experiences can strengthen client–counselor engagement, foster motivation, and personalize therapeutic pathways through adaptive scenarios and real-time feedback. Moreover, the integration of VR aligns with the vision of Society 5.0, in which human-centered technology addresses complex psychological and social challenges. The study contributes to the growing discourse on digital mental health by positioning VR not merely as a supplementary medium but as a paradigm shift in counseling practice. Future research directions include the development of scalable VR platforms for clinical, educational, and community-based interventions, alongside critical considerations of accessibility, ethics, and long-term psychological outcomes