Claim Missing Document
Check
Articles

Flipped classroom and learning outcomes: a systematic review of conditions, mechanisms, and TVET implications Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991940

Abstract

The flipped classroom (FC) model restructures instructional time by relocating direct instruction to the pre-class phase via digital media and dedicating in-class time to collaborative, higher-order tasks. Despite a decade of growing research interest, the empirical record remains conspicuously heterogeneous: positive effects coexist with null findings, and the mechanisms distinguishing effective from ineffective implementations remain incompletely theorised. This systematic literature review synthesises empirical research from 2020 to 2025 to examine the conditions under which FC influences learning outcomes cognitive achievement, higher-order thinking skills (HOTS), and student engagement with particular attention to Technical and Vocational Education and Training (TVET) and developing-country higher education contexts. A PRISMA-guided protocol was applied across Scopus, Web of Science, and Google Scholar, yielding 42 included studies subjected to thematic synthesis; 20 key studies are summarised in a structured evidence table. FC produces positive but contextually contingent effects, with effect sizes ranging from g = 0.21 to d = 0.71. Critical moderators include instructional design quality, student self-regulated learning (SRL) capacity, and technology infrastructure. Contradictory findings cluster around compliance failure, novelty effects, and disciplinary mismatch. FC is not inherently effective; its value depends fundamentally on implementation fidelity and learner preparedness. The review introduces the Input–Process–Regulation–Output (IPRO) conceptual framework to guide future research and practice, with particular relevance to TVET and resource-constrained educational settings.
Integrasi kecerdasan buatan generatif dalam pembelajaran pemrograman: sebuah systematic literature review dengan implikasi bagi pendidikan kejuruan Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991960

Abstract

Meningkatnya kehadiran kecerdasan buatan generatif (Generative AI/GenAI) dalam konteks pendidikan mendorong urgensi kajian sistematis mengenai dampak dan implikasinya bagi pembelajaran pemrograman, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis literatur ilmiah terkini mengenai integrasi GenAI dalam pembelajaran pemrograman dengan fokus pada konteks pendidikan kejuruan dan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET). Metode Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA digunakan untuk menelusuri, menyaring, dan menganalisis artikel dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Dari 1.247 artikel yang diidentifikasi secara awal, sebanyak 43 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian mengungkapkan empat tema utama: (1) implementasi GenAI sebagai alat bantu coding yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi belajar; (2) dampak positif terhadap hasil belajar, terutama pada kemampuan pemecahan masalah dan debugging; (3) tantangan pedagogis berupa ketergantungan kognitif dan penurunan kemampuan berpikir mandiri; serta (4) kesenjangan penelitian yang signifikan dalam konteks TVET dan SMK. Temuan ini menggarisbawahi perlunya kerangka pedagogis yang adaptif dan literasi kritis terhadap GenAI dalam ekosistem pendidikan kejuruan Indonesia, serta membuka arah penelitian masa depan yang relevan bagi pengembangan kurikulum SMK berbasis kompetensi digital
E-learning dalam pendidikan sistem informasi: systematic literature review tentang keterlibatan mahasiswa dan hasil belajar (2020–2025) Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086819011

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah mendorong adopsi e-learning secara masif, termasuk dalam bidang pendidikan sistem informasi (IS). Meski demikian, pemahaman mendalam tentang bagaimana e-learning memengaruhi student engagement dan learning outcomes dalam konteks IS educationkhususnya di negara berkembang seperti Indonesiamasih sangat terbatas dalam literatur akademik. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai pengaruh e-learning terhadap keterlibatan mahasiswa dan capaian pembelajaran dalam pendidikan sistem informasi, termasuk faktor moderasi dan implikasinya bagi TVET. Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dilakukan terhadap 45 artikel terpilih dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar (2020–2025). Analisis tematik dilakukan menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Temuan mengidentifikasi enam tema utama: (1) pengaruh positif e-learning terhadap behavioral dan cognitive engagement; (2) peningkatan learning outcomes pada pembelajaran berbasis LMS; (3) peran kritis desain instruksional dan kualitas platform; (4) interaksi dosen-mahasiswa sebagai moderator terkuat; (5) tantangan implementasi di negara berkembang; dan (6) keterbatasan penelitian khusus TVET dalam bidang IS. E-learning secara konsisten mendukung engagement dan outcomes mahasiswa IS apabila disertai desain instruksional berkualitas dan dukungan institusional yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kerangka e-learning kontekstual untuk TVET bidang IS, sekaligus mengidentifikasi gap penelitian yang perlu diprioritaskan.
Struktur intelektual dan evolusi tema penelitian literasi digital bagi guru pendidikan vokasi bidang komputer: analisis bibliometrik 2020–2025 Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992340

Abstract

Literasi digital telah menjadi kompetensi krusial bagi guru vokasi, khususnya di bidang komputer dan informatika, dalam menghadapi transformasi pendidikan abad ke-21. Meskipun minat penelitian terhadap topik ini terus berkembang, belum tersedia pemetaan sistematis mengenai evolusi topik penelitian literasi digital untuk guru vokasi bidang komputer secara global. Studi bibliometrik ini bertujuan menelusuri tren, pola, dan evolusi topik penelitian terkait literasi digital guru vokasi bidang komputer periode 2020–2025 menggunakan data dari basis data Scopus. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian terstruktur dengan kata kunci kombinasi: "digital literacy", "vocational teachers", "computer education", "TVET teachers", "digital competence", dan "vocational education". Setelah proses inklusi dan pembersihan data, diperoleh 387 dokumen yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix/Biblioshiny. Teknik analisis meliputi: analisis tren publikasi, analisis sitasi, co-authorship analysis, keyword co-occurrence, country analysis, thematic mapping, overlay visualization, dan topic evolution analysis. Hasil penelitian menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang signifikan, dengan lonjakan tajam pada 2021–2023. China, Indonesia, dan Spanyol menjadi negara paling produktif. Tema dominan berkisar pada kompetensi digital, integrasi teknologi pembelajaran, dan pengembangan profesional guru. Tema baru yang muncul mencakup kecerdasan buatan dalam pendidikan vokasi, literasi data, dan keamanan siber. Analisis evolusi topik mengungkap pergeseran dari literasi dasar menuju literasi transformatif berbasis AI. Gap penelitian yang teridentifikasi meliputi minimnya studi pada guru vokasi bidang komputer di negara berkembang, kurangnya pendekatan longitudinal, dan absennya kerangka literasi digital yang kontekstual untuk TVET. Studi ini memberikan peta jalan bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pendidikan vokasi global.
Evolusi penelitian berpikir komputasional dalam pendidikan vokasi STEM (2015–2025): implikasi terhadap integrasi kurikulum dan asesmen Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992480

Abstract

Berpikir komputasional (computational thinking/CT) telah berkembang menjadi salah satu kompetensi inti dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam konteks pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Meskipun penelitian tentang CT dalam pendidikan umum terus berkembang pesat, integrasi CT dalam pendidikan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET) masih sangat minim dieksplorasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis lanskap penelitian global mengenai CT dalam pendidikan STEM dengan fokus khusus pada integrasi kurikulum dan asesmen melalui pendekatan bibliometrik berbasis data Scopus. Analisis dilakukan terhadap 107 artikel dari 179 artikel final hasil seleksi bertahap menggunakan query Boolean TITLE-ABS-KEY ("computational thinking") AND (STEM OR "STEM education") AND (curriculum OR assessment) yang dipublikasikan pada rentang 2016–2026. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan eksponensial sejak 2021 dengan puncak pada 2025 (24 artikel), dominasi penelitian dari Amerika Serikat (24,3%), serta cluster tema utama: CT-STEM interdisipliner, robotika pendidikan, dan pengembangan profesional guru. Visualisasi VOSviewer mengidentifikasi empat cluster kata kunci dan menunjukkan bahwa tema assessment, curriculum development, dan vocational context merupakan emerging themes yang memerlukan perhatian lebih besar dari komunitas riset global. Penelitian ini memberikan peta jalan komprehensif bagi pengembangan kurikulum CT-STEM di pendidikan vokasi serta agenda penelitian masa depan yang strategis.
Transformasi kompetensi digital melalui kecerdasan buatan dalam pendidikan pemrograman: struktur pengetahuan dan arah perkembangan riset Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992490

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam pendidikan pemrograman telah memunculkan diskursus baru tentang kompetensi digital yang dibutuhkan pendidik, khususnya dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET). Penelitian ini bertujuan menganalisis tren global penelitian mengenai AI, machine learning, dan kompetensi digital dalam pendidikan pemrograman berbasis bibliometrik menggunakan data Scopus periode 2020–2025. Sebanyak 106 artikel ilmiah diekstrak melalui boolean search sistematis dari database Scopus, kemudian dianalisis menggunakan teknik bibliometrik meliputi analisis tren publikasi, analisis sitasi, pemetaan ko-kemunculan kata kunci, analisis jaringan penulis, serta pemetaan tematik. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan eksponensial publikasi sejak tahun 2023, dengan lonjakan dramatis pada 2025 (62 artikel) yang didominasi topik generative AI dan large language models dalam coding education. Lima klaster tematik teridentifikasi: (1) AI Tools dan LLM dalam coding education; (2) machine learning untuk sistem pendidikan pemrograman; (3) kompetensi digital dan computational thinking; (4) pengembangan kurikulum dan pedagogi vokasi; serta (5) asesmen dan evaluasi otomatis. Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi kerangka kompetensi digital guru vokasi untuk mencakup literasi AI, prompt engineering, dan integrasi generative AI dalam praktik pembelajaran pemrograman. Penelitian ini memberikan kontribusi peta jalan riset untuk pengembangan kompetensi digital guru TVET di era AI.
Tantangan implementasi keamanan siber dalam kurikulum teknik komputer dan jaringan di sekolah menengah kejuruan: sebuah systematic literature review Wiki Lofandri; Alzet Rama
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces683000

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mengintegrasikan kompetensi keamanan siber yang selaras dengan standar industri global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis tantangan implementasi pendidikan keamanan siber dalam kurikulum TKJ berbasis standar industri terkini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian literatur dilakukan pada tiga basis data utama Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2025. Setelah melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sebanyak 42 artikel dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa kesenjangan (gap) antara kompetensi yang diajarkan dalam kurikulum TKJ dengan kebutuhan industri keamanan siber terwujud dalam empat dimensi utama: (1) keterbatasan kapasitas pedagogis guru dalam materi keamanan siber; (2) minimnya infrastruktur laboratorium yang relevan dengan standar industri seperti NIST Cybersecurity Framework, CompTIA Security+, dan Cisco Networking Academy; (3) kurikulum yang bersifat statis dan lambat beradaptasi terhadap ancaman siber yang dinamis; serta (4) lemahnya kemitraan antara sekolah dan industri dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual integrasi standar industri keamanan siber ke dalam kurikulum TVET dan memberikan implikasi praktis bagi pengambil kebijakan pendidikan vokasi di Indonesia. Arah penelitian masa depan yang direkomendasikan mencakup pengembangan model kurikulum adaptif berbasis standar industri, studi empiris mengenai efektivitas pelatihan guru keamanan siber, serta eksplorasi platform pembelajaran berbasis simulasi ancaman siber.
Tren dan kesenjangan penelitian pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skills pada pendidikan vokasi teknologi informasi: systematic literature review Wiki Lofandri; Alzet Rama
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces685200

Abstract

Tantangan revolusi industri 4.0 dan era Society 5.0 telah mengubah profil kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, menempatkan soft skills sebagai kapabilitas kritis yang tak terpisahkan dari hard skills teknis. Dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET), khususnya pendidikan vokasi bidang Teknologi Informasi (IT), kesenjangan antara kompetensi lulusan dan ekspektasi industri masih menjadi persoalan struktural yang belum terpecahkan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis temuan penelitian terkait efektivitas Project-Based Learning (PBL) dalam mengembangkan soft skills pada pendidikan vokasi IT melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada tiga basis data internasional bereputasi tinggi: Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, mencakup publikasi 2020–2025. Dari 1.247 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 41 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Temuan sintesis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten efektif mengembangkan enam klaster soft skills utama: (1) komunikasi dan presentasi, (2) kolaborasi dan kerja tim, (3) berpikir kritis, (4) pemecahan masalah, (5) manajemen waktu dan regulasi diri, serta (6) kreativitas dan inovasi, dengan ukuran efek Cohen's d antara 0.52 hingga 0.89. Autentisitas proyek dan kualitas fasilitasi merupakan moderator utama efektivitas. Tiga tantangan implementasi teridentifikasi: kesiapan fasilitator, ketidaksesuaian asesmen konvensional, dan kesenjangan infrastruktur. Penelitian ini berkontribusi pada kerangka konseptual integratif PBL-Soft Skills-TVET IT sebagai acuan pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan vokasi.
Perkembangan global dan peluang penelitian micro-credentials dalam pendidikan vokasi teknologi informasi: analisis bibliometrik 2020–2025 Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086822011

Abstract

Transformasi lanskap kualifikasi global mendorong meningkatnya perhatian akademik terhadap micro-credentials dan sertifikasi industri, khususnya dalam konteks pendidikan kejuruan bidang teknologi informasi (TVET-TI). Namun, peta penelitian yang komprehensif tentang topik ini masih sangat terbatas, terutama dari perspektif negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur intelektual, tren perkembangan, dan arah riset masa depan tentang micro-credentials serta digital badges melalui analisis bibliometrik berbasis data Scopus. Menggunakan pendekatan bibliometrik dengan dukungan VOSviewer dan Bibliometrix/R, studi ini menganalisis 107 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, diperoleh melalui boolean search terstruktur pada database Scopus. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan publikasi yang konsisten dari 9 artikel (2020) menjadi 26 artikel (2025), dengan dominasi negara-negara anglofon seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Kata kunci dominan mencakup digital badges (n=34), microcredentials (n=21), dan higher education (n=15), sementara konteks TVET-TI dan sertifikasi industri masih sangat minim (n<5). Pemetaan tematik mengidentifikasi empat klaster penelitian utama: implementasi dan adopsi, motivasi dan keterlibatan, pengakuan industri, serta kerangka kualitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penelitian tentang micro-credentials dalam konteks pendidikan vokasi TI, khususnya di Asia Tenggara dan Indonesia, merupakan wilayah riset yang belum terjamah dan memiliki urgensi yang tinggi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kebijakan kredensial berbasis kompetensi industri TI dalam sistem TVET nasional.
Kompetensi digital guru vokasional dan TVET: analisis bibliometrik tren penelitian, pola kolaborasi, dan agenda riset global (2021-2025) Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086823011

Abstract

Kompetensi digital guru vokasional menjadi salah satu determinan kritis dalam transformasi pendidikan teknis dan kejuruan (TVET) di era industri 4.0. Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik terhadap 29 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021-2025 dan terindeks Scopus, dengan fokus pada pola perkembangan kompetensi digital guru dalam konteks pendidikan vokasi dan TVET. Menggunakan VOSviewer sebagai perangkat analisis jaringan dan co-occurrence kata kunci, studi ini mengidentifikasi struktur intelektual, kluster tematik, dan evolusi topik penelitian di bidang ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara paling produktif dengan 8 publikasi, diikuti Kazakhstan, China, dan Malaysia. Kluster tematik utama meliputi: (1) kompetensi digital dan penerimaan teknologi, (2) pembelajaran berbasis e-learning dan alat digital, (3) kompetensi digital dan TVET, serta (4) TPACK dan literasi digital. Kata kunci "vocational education" mendominasi jaringan ko-kemunculan dengan frekuensi tertinggi. Tema berkembang mencakup TPACK, digital literacy, dan technology integration yang menunjukkan pergeseran fokus ke arah pedagogi berbasis teknologi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan signifikan, yakni minimnya studi longitudinal, kurangnya instrumen asesmen yang terstandarisasi, dan keterbatasan penelitian dari negara berkembang di luar Indonesia. Temuan ini memberikan peta jalan bagi peneliti, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan kompetensi digital ke dalam program pendidikan guru vokasional secara sistematis.