Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Model cognitive apprenticeship-mentoring: sebuah sintesis konseptual untuk pengembangan kompetensi vokasional alzet Rama; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036812000

Abstract

Artikel ini mengusulkan kerangka kerja integratif yang mensinergikan teori Cognitive Apprenticeship (CA) dan teori mentoring karir untuk pengembangan kompetensi vokasional yang holistik di era modern. Melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi titik konvergensi dan komplementaritas antara kedua pendekatan. Hasilnya adalah model Cognitive Apprenticeship-Mentoring (CAM) yang terdiri atas empat fase dinamis: pemodelan terintegrasi, pembinaan kontekstual, artikulasi-refleksi berbasis dialog, dan eksplorasi karir. Model ini tidak hanya memperkuat transfer keterampilan teknis dan kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi psikososial, identitas profesional, serta adaptabilitas karir. Implementasinya menuntut kolaborasi antara pendidikan vokasi, industri, dan konseling karir, serta transformasi peran pendidik dan pembimbing menjadi mentor-cognitive coach. Kerangka CAM diharapkan dapat menjawab tantangan sistem vokasional yang terfragmentasi dan membentuk keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Merekonstruksi konseling vokasi melalui integrasi socio emotional learning dan kecerdasan emosional alzet Rama; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036813000

Abstract

Artikel ini menganalisis secara kritis keterbatasan paradigma konseling vokasi yang masih didominasi pendekatan teknis-transaksional dan berorientasi penempatan kerja. Berdasarkan tinjauan konseptual sistematis, penelitian menunjukkan bahwa dinamika dunia kerja abad ke-21 menuntut lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif, tangguh, dan memiliki kecakapan sosio-emosional yang matang. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan rekonstruksi paradigma konseling vokasi melalui integrasi prinsip-prinsip Socio-Emotional Learning (SEL) dan kecerdasan emosional sebagai fondasi inti. Argumen teoretis dibangun dengan mensintesis teori karir kontemporer, model kecerdasan emosional, dan kerangka SEL untuk menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas intrapersonal dan interpersonal merupakan prasyarat bagi kesiapan kerja yang berkelanjutan. Implikasinya, peran konselor perlu bertransformasi dari placement officer menjadi developmental facilitator, dengan kurikulum layanan yang menginternalisasi pengembangan kompetensi sosio-emosional secara sistematis dan terintegrasi dalam ekosistem sekolah vokasi.
Developing a terminology agreement in vocational education research: content validation of standard keyword indexes Alzet Rama; Nizwardi Jalinus; Muhammad Anwar; Ifdil Ifdil; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036814000

Abstract

The study conducted an expert-based content validation to develop and validate a standardized keyword index for vocational education research. A lack of standard terminology in vocational education leads to problems in literature discovery, conducting systematic reviews, and international collaboration. Five content experts (three professors and two doctorate holders) with a minimum of 10 years of experience in vocational education using purposive sampling strategy, evaluated 79 keywords that were extracted from a systematic literature review of recent publications (2014-2025). The experts assessed each keyword for relevance on a 4-point Likert scale. The study used the Content Validity Index (CVI) method for the data analysis at both the item level (I-CVI) and the scale level (S-CVI). The result showed that the content validity was outstanding with the S-CVI/Ave of 0.916 which was higher than the recommended limit of 0.90. The 79 keywords were able to achieve I-CVI scores of at least 0.80, with 46 of the keywords (58.2%) getting perfect agreement (I-CVI = 1.00) and 33 of the keywords (41.8%) I-CVI = 0.80. The validated keywords were categorized into eight thematic categories: Core VET Systems & Models, Pedagogical Approaches, Technical & Occupational Skills, 21st Century & Soft Skills, Industry 4.0 & Emerging Technologies, Policy Standards & Quality Assurance, Labor Market & Economic Development, and Sustainability & Contemporary Issues. This standardized index remedies the problem of terminological inconsistency in vocational education research and thus leads to more efficient literature retrieval, knowledge synthesis, and international research collaboration. The study offers a clear and repeatable framework for keyword standardization that can be used to guide future updates and changes in different educational contexts.
Membangun ketangguhan adaptif lulusan vokasi: sebuah tinjauan konseptual atas strategi konseling berbasis resiliensi Rama, Alzet; Lofandri, Wiki; Mukhlizul Fuad, Saftrian
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces677700

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan konseptual sistematis tentang penguatan adaptabilitas karir dalam Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) melalui strategi konseling berbasis resiliensi. Dalam menghadapi disrupsi otomatisasi dan Revolusi Industri 4.0, lulusan TVET tidak hanya memerlukan keterampilan teknis, tetapi juga kapasitas psikologis untuk beradaptasi dan bangkit dari tantangan karir. Kajian ini mengintegrasikan konsep adaptabilitas karir (melalui komponen Concern, Control, Curiosity, Confidence) dan resiliensi psikologis (melalui faktor pelindung seperti dukungan sosial, efikasi diri, dan pola pikir berkembang) ke dalam kerangka kerja Adaptive Resilience Framework for TVET. Artikel ini mengidentifikasi lima strategi konseling berbasis resiliensi yang efektif, meliputi penguatan efikasi diri vokasional, pelatihan pola pikir berkembang, konseling naratif karir, pembangunan jejaring dukungan sosial, serta integrasi keterampilan masa depan. Model yang diusulkan menawarkan pendekatan holistik dan siklik untuk mempersiapkan lulusan TVET menjadi individu yang tangguh, proaktif, dan siap menghadapi ketidakpastian karir jangka panjang.
Flipped classroom and learning outcomes: a systematic review of conditions, mechanisms, and TVET implications Alzet Rama; Wiki Lofandri
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991940

Abstract

The flipped classroom (FC) model restructures instructional time by relocating direct instruction to the pre-class phase via digital media and dedicating in-class time to collaborative, higher-order tasks. Despite a decade of growing research interest, the empirical record remains conspicuously heterogeneous: positive effects coexist with null findings, and the mechanisms distinguishing effective from ineffective implementations remain incompletely theorised. This systematic literature review synthesises empirical research from 2020 to 2025 to examine the conditions under which FC influences learning outcomes cognitive achievement, higher-order thinking skills (HOTS), and student engagement with particular attention to Technical and Vocational Education and Training (TVET) and developing-country higher education contexts. A PRISMA-guided protocol was applied across Scopus, Web of Science, and Google Scholar, yielding 42 included studies subjected to thematic synthesis; 20 key studies are summarised in a structured evidence table. FC produces positive but contextually contingent effects, with effect sizes ranging from g = 0.21 to d = 0.71. Critical moderators include instructional design quality, student self-regulated learning (SRL) capacity, and technology infrastructure. Contradictory findings cluster around compliance failure, novelty effects, and disciplinary mismatch. FC is not inherently effective; its value depends fundamentally on implementation fidelity and learner preparedness. The review introduces the Input–Process–Regulation–Output (IPRO) conceptual framework to guide future research and practice, with particular relevance to TVET and resource-constrained educational settings.
Integrasi kecerdasan buatan generatif dalam pembelajaran pemrograman: sebuah systematic literature review dengan implikasi bagi pendidikan kejuruan Alzet Rama; Wiki Lofandri
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991960

Abstract

Meningkatnya kehadiran kecerdasan buatan generatif (Generative AI/GenAI) dalam konteks pendidikan mendorong urgensi kajian sistematis mengenai dampak dan implikasinya bagi pembelajaran pemrograman, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis literatur ilmiah terkini mengenai integrasi GenAI dalam pembelajaran pemrograman dengan fokus pada konteks pendidikan kejuruan dan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET). Metode Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA digunakan untuk menelusuri, menyaring, dan menganalisis artikel dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Dari 1.247 artikel yang diidentifikasi secara awal, sebanyak 43 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian mengungkapkan empat tema utama: (1) implementasi GenAI sebagai alat bantu coding yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi belajar; (2) dampak positif terhadap hasil belajar, terutama pada kemampuan pemecahan masalah dan debugging; (3) tantangan pedagogis berupa ketergantungan kognitif dan penurunan kemampuan berpikir mandiri; serta (4) kesenjangan penelitian yang signifikan dalam konteks TVET dan SMK. Temuan ini menggarisbawahi perlunya kerangka pedagogis yang adaptif dan literasi kritis terhadap GenAI dalam ekosistem pendidikan kejuruan Indonesia, serta membuka arah penelitian masa depan yang relevan bagi pengembangan kurikulum SMK berbasis kompetensi digital
E-learning dalam pendidikan sistem informasi: systematic literature review tentang keterlibatan mahasiswa dan hasil belajar (2020–2025) Alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086819011

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah mendorong adopsi e-learning secara masif, termasuk dalam bidang pendidikan sistem informasi (IS). Meski demikian, pemahaman mendalam tentang bagaimana e-learning memengaruhi student engagement dan learning outcomes dalam konteks IS educationkhususnya di negara berkembang seperti Indonesiamasih sangat terbatas dalam literatur akademik. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai pengaruh e-learning terhadap keterlibatan mahasiswa dan capaian pembelajaran dalam pendidikan sistem informasi, termasuk faktor moderasi dan implikasinya bagi TVET. Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dilakukan terhadap 45 artikel terpilih dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar (2020–2025). Analisis tematik dilakukan menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Temuan mengidentifikasi enam tema utama: (1) pengaruh positif e-learning terhadap behavioral dan cognitive engagement; (2) peningkatan learning outcomes pada pembelajaran berbasis LMS; (3) peran kritis desain instruksional dan kualitas platform; (4) interaksi dosen-mahasiswa sebagai moderator terkuat; (5) tantangan implementasi di negara berkembang; dan (6) keterbatasan penelitian khusus TVET dalam bidang IS. E-learning secara konsisten mendukung engagement dan outcomes mahasiswa IS apabila disertai desain instruksional berkualitas dan dukungan institusional yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kerangka e-learning kontekstual untuk TVET bidang IS, sekaligus mengidentifikasi gap penelitian yang perlu diprioritaskan.