Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Katekese Devosi Rosario di Stasi Santo Yosef Ensibau Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Balai Sebut-Jangkang Lumban Tobing, Ona Sastri; Krisdayanti, Maria; Fitri, Mingki Yanti; Rosalia, Christa; Retisa, Rosantiana; Nina, Mita Satur
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v1i2.114

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan mengadakan katekese kepada umat sekaligus melaksanakan devosi rosario bersama umat di stasi Santo Yosef Ensibau, Paroki Santa Perawan Maria Balai Sebut-Jangkang. Adapun tema dalam katekese ini adalah “devosi kepada Bunda Maria melalui rosario”.Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembinaan iman dalam bentuk katekese kepada umat yang diadakan sebelum melaksanakan rosario di rumah salah satu umat anggota keluarga ketua stasi. Hasil kegiatan ini diharapkan agar umat, keluarga besar stasi Santo Yosef Ensibau semakin mengenal devosi khususnya melalui rosario, yang mudah dan dapat didoakan kapanpun dan dimana pun berada. Serta berupaya menghidupi perwujudan devosi dalam hidup keluarga, menggereja serta juga dapat terlibat dalam kegiatan petugas devosi rosario yang dilakukan di lingkungan maupun stasi tersebut. Kata kunci: Katekese; devosi; rosario
Katekese Paud/Minggu Gembira di Stasi Santo Yosef Ensibau Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Balai Sebut-Jangkang Astuti, Florentina Dwi; Lumban Tobing, Ona Sastri; Meman, Oktavianey G. P. H.; Handayani, Exnasia Retno Palupi; Markus, Markus; Gery, Julvius
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v1i2.117

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan mengadakan katekese kepada PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Minggu Gembira di stasi Santo Yosef Ensibau, Paroki Santa Perawan Maria Balai Sebut-Jangkang. Adapun tema dalam katekese ini adalah “katekese tanda salib (kepada PAUD) dan mengasihi sesama sebagai anak-anak Allah dalam terang (kepada Minggu Gembira). Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembinaan iman dalam bentuk katekese kepada PAUD dan Minggu Gembira yang diadakan hari Minggu tanggal 23 Oktober 2022 pada pagi hari sebelum di Gereja Santo Yosef Ensibau. Hasil kegiatan ini diharapkan agar umat; khususnya pengurus Gereja, pembina dan orang dewasa lainnya dapat membantu kegiatan katekese anak; PAUD/Mg yang sudah lama vakum. Serta berupaya menghidupkan kembali kegiatan katekese ini demi keberlangsungan pembinaan iman anak khsuusnya katekese PAUD/MG ini. Kata kunci: Katekese anak; PAUD/Minggu Gembira
Manghobasi dalam Batak Toba sebagai Ekspresi Kasih dan Persekutuan dalam Gereja Katolik: Studi Fenomenologis Lumban Tobing, Ona Sastri; Handayani, Exnasia Retno Palupi; Astuti, Florentina Dwi; Meman, Oktavianey Gasperius Patana Hamahena
Borneo Review Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/0gev5756

Abstract

The manghobasi tradition in Batak Toba culture represents a form of communal solidarity and mutual assistance deeply rooted in social life. Within the context of Batak Toba Catholic communities, manghobasi is not merely a social act but also an expression of love and ecclesial communion grounded in the teachings of Christ. This study aims to explore the meaning of manghobasi among Batak Toba Catholics and to identify the theological values embodied in this practice. The research employs a qualitative phenomenological approach, focusing on the lived experiences of Catholic believers who practice manghobasi. Data were collected through in-depth interviews and Questionnaire, then analyzed using data reduction, meaning categorization, and thematic description. The findings reveal that manghobasi encompasses three essential meanings: (1) as a manifestation of God’s love through selfless service to others; (2) as an expression of ecclesial communion, strengthening solidarity and togetherness within the community; and (3) as a form of inculturated Catholic faith in Batak Toba culture, where Gospel values are embodied in local tradition. Thus, manghobasi bridges faith and culture, serving as a pastoral inspiration for the Church to nurture love and solidarity among the faithful.
Makna Horas dalam Konteks Agama Katolik: Studi tentang Relevansi dan Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari Lumban Tobing, Ona Sastri; Meman, Oktavianey G. P. H.
Borneo Review Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/48nj2r66

Abstract

This study examines the meaning and function of the greeting Horas within the context of Batak Toba Catholic communities, focusing on its relevance and application to Catholic faith values in daily life. As a traditional Batak salutation, Horasserves not only as a medium of social communication but also represents theological and cultural dimensions embodying concepts of salvation, harmony, and well-being from a Catholic perspective. Employing a descriptive-qualitative method, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and literature review of cultural texts and relevant Catholic Church documents. The findings show that the philosophical meaning of Horas is coherently linked to Catholic teachings regarding love, peace, and hope for eternal life, functioning as a medium for faith inculturation within Batak culture. The practice of Horas among Batak Catholics exemplifies harmonious integration between local cultural values and Christian spirituality, shaping a strong religious identity amid cultural plurality. This study affirms the importance of inculturative approaches in understanding faith expressions and encourages the preservation of local noble values in the development of religious life that is contextual and relevant for contemporary Indonesian society.
Peran Multidimensional Pendidik Keagamaan Katolik Menginovasi Lingkungan Belajar Kreatif di SD Negeri 101856 Gunung Rintih Natalisa Tarigan, Thomas; Tibo, Paulinus; Lumban Tobing, Ona Sastri
Jurnal Magistra Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v4i1.228

Abstract

This study analyzes and describes the multidimensional role of Catholic religious educators as a determining factor in innovating a conducive learning environment for academic achievement and the development of students' creativity. This study was conducted at SD Negeri 101856 Gunung Rintih, involving Catholic religious educators, homeroom teachers, students, and the principal as research subjects, using a qualitative approach. Data collection techniques included participant observation, in-depth interviews, and documentation collection. The findings of this study indicate that professional teachers who understand the essence of learning creativity have the strategic capacity to innovate a dynamic and inspiring learning environment through the implementation of their integrative roles as educators, teachers, mentors, creativity motivators, and counselors. The implementation of this role has been proven to foster a creative learning climate, as seen in increased active participation, courage to present ideas, frequency of questions, and willingness to take intellectual risks among students. The implication is that the integrative role of teachers is key to stimulating creativity and academic achievement. Therefore, to optimize and maintain these achievements, continuous professional development is needed to transform this positive dynamic into a culture of sustainable learning quality in the school environment.