Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGGUNAAN PLATFORM E-LEARNING DALAM PERKULIAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDAMPINGAN MAHASISWA SEBAGAI CALON PEKERJA PASTORAL DI STAKAT NEGERI PONTIANAK Lumban Tobing, Ona Sastri
IN VERITATE LUX Vol 5 No 1 (2022): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v5i1.40

Abstract

Research with the theme above is the result of research motivated by the influence of the Covid-19 pandemic situation, which resulted in a change from the offline to online lecture system. This has an impact on the student mentoring process at Pontianak State STAKat. Routine spiritual life assistance activities by lecturers which are usually carried out every day in the morning have been stopped since the pandemic until we are now entering our 3rd year without direct face-to-face contact. The reality is that the influence of this shift in the learning system means that the lecture process is not completely optimal. The aim of this research is to find out and explore how lecturers at STAKat Negeri Pontianak can use e-learning, what e-learning platforms are used, the applications, what are the obstacles, and whether the final goal of teaching is conveyed to the target (students)? This research uses a qualitative approach. The informants in this research were lecturers at the Pontianak State STAKat. The lecture process, which was initially carried out offline, especially as a university that produces candidates for Catholic Religion Teachers, Catechists, is an effort to form prospective pastoral workers who are knowledgeable and faithful, have good behavior, not just make people smart. In the lecture process which has been taking place online for the last 3 years or so, it is hoped that the knowledge conveyed is not just known and studied, but is truly understood and applied in everyday life in real action. Therefore, prospective pastoral workers must continue to experience the process of forming or developing themselves through spiritual life assistance. The findings from the results of this research are that even in the midst of the Covid-19 pandemic situation, lecturers, especially Catholic lecturers in the role, are trying as hard as possible to learn using e-learning applications, carrying out lectures while still paying attention to all cognitive aspects and spiritual life support for prospective pastoral workers
PERANAN UMPASA/UMPAMA DALAM BUDAYA BATAK TOBA TERHADAP KATEKESE DI PAROKI SANTO PAULUS ONAN RUNGGU Lumban Tobing, Ona Sastri
IN VERITATE LUX Vol 4 No 1 (2021): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v4i1.47

Abstract

The enhancement of religious education within society is influenced by various factors, including culture, which plays a significant role in shaping personalities and knowledge of the Christian faith. This study aims to examine the extent of the influence of "umpasa/umpama" in Batak Toba culture on religious education in the Parish of Saint Paulus Onan Runggu. The research method employed is descriptive with a quantitative approach. The study population comprises adult parishioners of Saint Paulus Onan Runggu, with a sample size of 40 individuals. The validity of the research instrument was tested using the Product Moment correlation formula, and the instrument's reliability was assessed using the Spearman Brown formula. The data analysis showed that the calculated chi-square (x²) was greater than the table chi-square (x²), indicating that the hypothesis could be accepted. The critical value of the Product Moment correlation at a 95% confidence level, with a correlation coefficient (r) of 0.312 and a sample size (N) of 40, was computed. The hypothesis testing result for the role of "umpasa/umpama" in Batak Toba culture as variable X on religious education in the Parish of Saint Paulus Onan Runggu as variable Y yielded a calculated t-value of 0.708, which was compared to the table value of 0.312. If the calculated t-value exceeds the table value, the hypothesis is accepted; otherwise, it is rejected. Therefore, the hypothesis is accepted, indicating that "umpasa/umpama" in Batak Toba culture significantly influences religious education in the Parish of Saint Paulus Onan Runggu.
PEMBENTUKAN HIDUP ROHANI MAHASISWA/I SEKOLAH TINGGI AGAMA KATOLIK NEGERI PONTIANAK Lumban Tobing, Ona Sastri
IN VERITATE LUX Vol 4 No 2 (2021): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v4i2.52

Abstract

Abstrak Kualitas diri atau bobot rohani seseorang selalu terkait erat dengan pengalaman nilai dan keyakinan yang berasal dari beragam aspek kebudayaan, agama, sosial, ekonomi, politik, dan ideologi. Spiritualitas individu mencerminkan panggilan hidup serta nilai-nilai yang diyakininya, yang turut membentuk cara individu tersebut merespons dan menjalani kehidupan sehari-hari. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak berupaya menjadi wadah bagi pembentukan komunitas yang berilmu dan beriman Katolik, khususnya dalam mencetak calon guru agama Katolik atau katekis yang bermanfaat bagi gereja, masyarakat, dan negara. Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah pembentukan hidup rohani, yang mencakup Pembentukan Diri, praktik doa pribadi dan bersama, kajian kitab suci, penghayatan liturgi, dan partisipasi dalam Persekutuan Kristiani. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dilakukan untuk memahami fenomena serta tantangan yang dihadapi dalam pembentukan hidup rohani mahasiswa dan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pembentukan hidup rohani saat ini sangat memprihatinkan
Literasi Keagamaan Katolik dan CharacterBuilding Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan “Barries and Challenges” Tobing, Ona Sastri Lumban; Astuti, Florentina Dwi; Handayani, Exnasia Retno Palupi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i4.7010

Abstract

This research based on the problems about catholic religion literacy, impact, obstacles and challenges toward students’ character building in vocational school. This research aimed to be solution for Catholic religion literacy at school which bring impact to the students’ character building at vocational school in Pontianak. The method used in this research was descriptive qualitative. The sources of the data were primary data, they were the result of interview and the secondary data were the result of observation of Catholic religion literacy. The finding of the researchs howed the process of Catholic religion literacy started from some stages, start from the schedule of Catholic religion literacy, time and place of literacy activity, and the people involve in the literacy activity and the media used. The literacy activity such as reading activity, material session, and catholic religion literacy assessment. The religion literacy at vocational school brought good impact to the students. The result of the religion Catholic activity raised the reading interest, found the source of religion references on the media, and gave impact toward students’ character building to be better.
Sosialisasi 5 Aspek Hidup Menggereja untuk Menumbuhkan Kesadaran dan Keterlibatan Aktif Mahasiswa Katolik di Kota Pontianak Ona Sastri Lumban Tobing; Florentina Dwi Astuti; Exnasia Retno Palupi Handayani
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1079

Abstract

Pembinaan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Panca Tugas Gereja yang disebut juga dengan istilah aspek hidup menggereja untuk menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa Katolik di Kota Pontianak. Peningkatan keterlibatan mahasiswa Katolik melalui penguatan apek hidup menggereja menjadi penting karena pengungkapan dan perwujudan iman itu sendiri tidak hanya melibatkan pengetahuan yang baik (moral knowing), tetapi juga merasakan dengan baik atau loving good (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action) melalui aspek hidup menggereja. Dalam konteks keterlibatan hidup menggereja, penguatan nilai-nilai hidup menggereja perlu dilakukan secara holistik sampai implementasi dalam hidup sehari-hari. Metode yang digunakan adalah katekese dengan model Shared Christian Praxis (SCP) yang dikembangkan oleh Thomas Groome kepada para mahasiswa Katolik di Kota Pontianak. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan partisipatif untuk mengintegrasikan aspek-aspek hidup menggereja dalam hidup sehari-hari dimana ia berada. Keberhasilan pembinaan ini menunjukkan bahwa integrasi peningkatan kemampuan mahasiswa Katolik terhadap penguatan aspek-aspek hidup menggereja dapat menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif, spiritualitas atau relasi rohani yang baik, hubungan yang positif antara mahasiswa dengan lingkup paroki, dan orangtua serta umat di lingkungan kampus, lingkungan sekitarnya, serta terintegrasi pula dengan nilai-nilai karakter dalam dan kehidupan sehari-hari.
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR KOGNITIF MELALUI PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING (Studi Kuantitatif pada Peserta Didik di Sekolah Dasar) Meta Safitri; Ona Sastri Lumban Tobing; Rezkie Zulkarnain
Journal Education and Government Wiyata Vol 3 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v3i1.202

Abstract

The research problem is the low learning outcomes of in Catholic Religious Education and Education subjects in Sanggau Regency Elementary Schools, particularly in the cognitive aspect. Previously, teachers used conventional methods, so this research will test the snowball-throwing to see its effect on student learning outcomes. The research method is a quantitative study with a pre-experimental research design, using one group pretest and post. Data collection techniques and tools used are test questions. The population consists of all class IV students of SDN 15 Nek Cikam, Sanggau, while the sample includes 12 Catholic class IV students. Data analysis techniques include normality testing, T-test, and Cohen's d-test. Based on data analysis, the average pretest result is 47.58 and the posttest average is 82, indicating an improvement in learning outcomes. This is supported by paired sample t-test results of 0.000, showing a significant difference in average learning outcomes before and after using the snowball-throwing, as the sig value (2-tailed) is 0.000 < 0.05, thus rejecting H0 accepting H1. The effect size test results are 2.489 large according Cohen d interpretation standards. Therefore, it is concluded that snowball-throwing method significantly optimizes student learning outcomes in the cognitive aspect, and it is hoped that this research will greatly contribute improving quality of learning in elementary schools.  
Pengembangan E Modul Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk Mendukung Student’s Self Learning Tobing, Ona Sastri Lumban; Astuti, Florentina Dwi; Handayani, Exnasia Retno Palupi
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. SpecialIssue (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7iSpecialIssue.10571

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan desain e modul Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk mendukung kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama dengan tingkat kedewasaan peserta didik yang lebih rendah, sehingga kesadaran untuk belajar secara mandiri juga lebih rendah. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan perangkat mengajar menarik yang dapat mendukung kemandirian belajar peserta didik. Berdasarkan pra observasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri Pontianak, peneliti menemukan bahwa sekolah tersebut belum pernah menggunakan e modul dalam proses pembelajaran PAK hanya menggunakan buku pegangan guru dan peserta didik. Selain itu buku pendukung yang digunakan sangat minim dikarenakan guru mengusahakan sendiri buku untuk menunjang proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil wawancara bersama guru Pendidikan Agama Katolik di sekolah tersebut, disampaikan bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Sehingga peserta didik masih kurang optimal dalam belajar mandiri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian R&D (Reseach and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Penelitian ini terbatas hanya sampai uji coba kepraktisan pengembangan e modul. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di SMP Negeri Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data menggunakan observai dan lembar angket. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Hasil uji coba dalam penelitian ini pada 5 SMP di Pontianak dengan sampel yang diambil penggunaan angket sebanyak 78 peserta didik. Perolehan dari sebaran angket respon peserta didik menunjukkan indikasi kebermanfaatan 4,80, kemudahan 4,68, dan kepuasan 4,74. Ditambahkan dengan angket respon guru menunjukkan indikasi keefektifan 4,7, interaktif 5, efisien 4,6 dan kreatif 4,62. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan e modul PAK dan Budi Pekerti berpengaruh untuk mendukung student’s self learning peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan e modul dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik sangat valid dan praktis untuk digunakan.
Pelatihan E Modul Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Kepada Peserta Didik Kelas VII Di SMP Negeri 10 Pontianak Tobing, Ona Sastri Lumban; Florentina Dwi Astuti; Handayani, Exnasia Retno Palupi; Meman, Oktavianey Gasperius Hamahena
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i4.1170

Abstract

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya mengoptimalkan peran guru Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti dalam mendesain e modul pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dan terlibat. Keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti melalui pemanfaatan e modul  sebagai salah satu pilihan sumber belajar dapat semakin meningkat yang dapat diakses kapan dan saat dimana pun. Pelatihan ini diberikan kepada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 10, dengan mendesai perangkat pengajaran yang menarik dan dapat mengajarkan kepada peserta didik. Pelatihan ini berfokus pada desain dan penggunaan e modul dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Berdasarkan pra observasi di Sekolah Menengah Pertama, proses pembelajaran berpusat kepada guru menggunakan buku pegangan dan peserta didik hanya menggunakan LKS. Lokasi pelaksanan pelatihan pada SMP Negeri 10 Kota Pontianak dengan sampel peserta didik sebanyak 30 orang. Demonstrasi yang dilakukan dalam pelatihan ini dengan memperagakan secara langsung materi pembelajaran yang sudah didesain dalam e modul  pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta didik antusias dan terlibat aktif mempelajari materi dengan sebaran angket respon menunjukkan indikasi kebermanfaatan, kemudahan, kepuasan dan interaktif yang diharapkan dapat memberikan peningkatan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran.
Analisis Pendidikan Karakter Pada Pelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Dasar Katolik Kota Pontianak Lumban Tobing, Ona Sastri; Palupi Handayani, Exnasia Retno; Astuti, Florentina Dwi
Educatio Vol 18 No 2 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i2.24343

Abstract

Masalah dalam penelitian ini berangkat dari analisis implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Katolik, Kota Pontianak. Bentuk penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mendalami terkait implementasi nilai-nilai pendidikan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada tingkat Sekolah Dasar Katolik. Alat dalam pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Temuan dalam penelitian ini adalah para guru Pendidikan Agama Katolik memahami indikator nilai-nilai pendidikan karakter yang diajarkan kepada peserta didik, dan diimplementasikan dalam materi pelajaran maupun diluar mata pelajaran tersebut. Terlihat para guru Pendidikan Agama Katolik berupaya semaksimal mungkin untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik sejak dini sebagai pengetahuan dalam bersikap, bertindak dan berperilaku baik dan moral yang baik pula sebagai masa depan bangsa
KONVALIDASI PERKAWINAN KATOLIK YANG TIDAK SAH Tibo, Paulinus; Sitepu, Missa; Kurniadi, Benediktus Benteng; Tobing, Ona Sastri Lumban
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 2 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.77 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v2i2.264

Abstract

The purpose of this research is to find out how people understand the validity of marriage and the implementation of marriage validation for the validity of Catholic marriages in the Stasi Saint Paulus Sukanalu, Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Kabanjahe. This research employs a qualitative approach. The informants in this research were KDPS, a valid Catholic spouse and illegitimate Catholic married couples. Marriage in the Catholic Church has three elements of validity: agreement, confirmation system and free status. The unfulfilled one of the elements results in the marriage being invalid and not recognized by the Church and to legalize it by accepting validation. The finding of this research is that people understand the elements of the validity of Catholic marriage but have not been able to apply validation to live as a member of the Church. Most of the people, especially the illegitimate spouses, still receive the right to be a Catholic even though they should not be accepted.