Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Peta Tematik Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Pada Desa Teluk Latak Randhi Saily; Harnedi Maizir; Desi Yasri
INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD) Vol. 4 No. 2 (2021): INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CES
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.975 KB) | DOI: 10.25105/cesd.v4i2.12497

Abstract

A strategy from the Bengkalis Government in the context of accelerating regional development and improving the wheels of the economy, regional expansion is carried out both on the sub-district, sub-district and village scales. Teluk Latak Village is one of the villages affected by the expansion so that the distribution of the area or village boundaries becomes invalid. This incident caused confusion in the fields of population, agriculture or plantations, and so on. The purpose of this research is to obtain accurate data and to process the data into a thematic map of the village, so that it can provide information about the situation of the village. The method used is exploratory-survey with the acquisition of measurement data in the field and processed using the Arc-GIS application. The data source is based on taking coordinates using GPS tools and aerial photos using drones. Results that can be displayed on a thematic map of Teluk Latak Village Kab. Bengkalis consists of five information, namely the plantation area is displayed with an area of 1015,141 ha, and a residential area with an area of 132,88 ha. Fishery area with an area of 33.44 ha. Then the road network consisting of arterial roads, neighborhood roads and alleys. Furthermore, the river network serves three other villages, namely Senderak Village, Meskom Village and Simpang Ayam Village.
Pemanfaatan Foto Udara dalam Penentuan Batas Wilayah pada Daerah Kantor Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis: Utilization of Aerial Photographs in Determining Regional Boundaries in the Teluk Latak Village Office Area, Bengkalis District Harnedi Maizir; Raihan Arditama Harnedi; Hendra Hendra
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 2 No. 2 (2022): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.486 KB) | DOI: 10.57152/consen.v2i2.452

Abstract

Desa Teluk Latak merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bengkalis, Provinsi Bengkalis. Desa dengan luas 3.787 ha dan 2.667 jiwa penduduk ini memiliki kondisi geologis dan pengembangan kawasan yang cukup baik di bidang perkebunan, pertanian dan peternakan. Pada Febuari 2022, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru melakukan kegiatan PKM dengan program kerja utama pembuatan peta geospasial berbasis peta foto udara. Pembuatan peta dilakukan menggunakan alat Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone udara sebagai alat pengambil foto udara dan software ArcGIS untuk menyusun peta geospasial. Kegiatan ini menghasilkan beberapa peta tematik kawasan sekitar kantor desa, area perkebunan, pemukiman dan jaringan jalan. Peta ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan pemerintah setempat untuk merencanakan program-program pengembangan daerah Desa Teluk Latak di masa depan.
Strategi Kesinambungan Operasional Bus Transmetro Pekanbaru Ditinjau Dari Aspek Komersil Ginda Burnama; Ari Sandhyavitri; Harnedi Maizir
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.151

Abstract

Trans Metro Pekanbaru (TMP) telah beroperasi sejak Juni 2009 sampai dengan saat ini. Pada tahun 2018 sampai 2019 pendapatan dari tiket rata-rata ± Rp. 13 miliar. Beban operasional kendaraan (BOK) ± Rp. 29 miliar, sehingga keuangan pengelolaan Bus Trans Metro Pekanbaru mengalami defisit sebesar ± Rp. 16 miliar. Pemerintah saat ini memberikan subsidi sekitar 55% untuk pengoperasian Trans Metro Pekanbaru. Upaya untuk menyeimbangkan pendapatan dengan pengeluaran dalam menjamin kesinambungan operasional Bus Trans Metro Pekanbaru dari aspek komersil perlu dilakukan, seiring dengan pembentukan badan usaha milik daerah PT. Transportasi Pekanbaru Madani (Perseroda) yang mengatur pengelolaan Bus Trans Metro Pekanbaru beserta instrumennya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan penyebaran kuesioner serta pengolahan data uji validitas dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Strategi operasional yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan memberikan skenario kenaikan tarif menjadi Rp. 6.000,-/ trip berdasarkan identifikasi ATP dan WTP, serta penyediaan ruang iklan pada armada bus, halte transit dan halte pemberhentian. Analisis finansial dengan metode NPV, BCR dan IRR memiliki nilai NPV (Rp. 234.783.300,-) > 0, BCR (1.10) > 1 dan IRR (6.14%) > 6% (MARR), sehingga investasi pengelolaan Bus Trans Metro Pekanbaru menjadi layak.
Teluk Latak Village Information System, Bengkalis District, Bengkalis Regency Through Aerial Mapping: Sistem Informasi Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Melalui Pemetaan Udara Reni Suryanita; Yohannes Firzal; Benny Hamdi Rhoma; Yenita Roza; Harnedi Maizir
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.11889

Abstract

Teluk Latak Village is located in Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau. It has 2 hamlets, namely Langgam Muara Hamlet and Simpang Baru Hamlet. Teluk Latak Village is one of the coastal villages in the west of Bengkalis Island which has a flat topography with an area of ​​​​approximately 23 km2. The problem that arises in Teluk Latak Village is that the regional potential of the natural resources in the area has not been explored. To obtain information on the geographical and geological conditions of Teluk Latak Village, aerial mapping is necessary. Therefore, the purpose of this community service activity is to utilize geospatial data through aerial mapping in Teluk Latak Village, Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau. The method of implementation is to conduct aerial mapping using drone equipment to obtain land and vegetation conditions in the Teluk Latak village area. It is hoped that this activity can contribute to village residents and village officials in mapping the potential of Teluk Latak Village in the social and economic fields.
Prediksi Kuat Tekan Mortar Bata Ringan Dengan Metode Jaringan Saraf Tiruan Reni Suryanita; Harnedi Maizir; Satria Makahani; Dandio Ahmad Fansuri
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.22-31.2023

Abstract

Bata ringan merupakan salah satu inovasi di bidang material bangunan dengan menggunakan bahan kimia foaming agent, sehingga bobot bata menjadi lebih ringan. Bobot yang ringan merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki bata ringan, hal ini berpengaruh signifikan saat bata ringan digunakan pada bangunan gedung bertingkat karena dapat mengurangi berat sendiri bangunan. Kuat tekan merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas bata ringan. Untuk menentukan kualitas bata ringan perlu dilakukan pengujian eksperimental mortar bata ringan yang memerlukan biaya dan waktu pengujian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi numerik berbasis  Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk memprediksi nilai kuat tekan bata ringan. Model JST menggunakan nilai densitas mortar bata ringan sebagai data input. Data training dan testing dari hasil pengujian benda uji mortar bata ringan berbentuk kubus dengan panjang sisi 10 cm sebanyak 120 benda uji terdiri dari 105 benda uji digunakan untuk data training dan 15 benda uji digunakan sebagai data testing untuk memprediksi kuat tekan  mortar. Hasil pelatihan JST yang paling optimal menghasilkan nilai regresi training dan testing sebesar 0.93891 dan 0.95667. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan metode JST dapat memprediksi nilai kuat tekan mortar bata ringan dengan nilai error yang hampir mendekati nilai 0 dan keakuratan lebih dari 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, metode JST dapat digunakan dalam memprediksi kuat tekan bata ringan.
Penentuan Muka Air dan Jenis Lapisan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Randhi Saily; Harnedi Maizir; Ridho Azhari
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 11 No 2 (2023): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2023)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v11i2.5859

Abstract

The tools that are often used, such as sondir and SPT, are quite heavy and require a long measurement time span, making it difficult to determine the shear strength of the soil, both in the laboratory and in the field.. This study uses the resistivity geoelectric method of the Wenner Alpha configuration supported by the Naniura NRD 300 HF tool. The aim is to determine the estimated groundwater level and determine the resistivity value of each type of soil layer below the surface of the study area. This study performs 2D measurements to calculate 1-D and 2-D geoelectric resistivity with electrodes arranged lengthwise to form a straight line. Using the IP2WIN software, the measurement results are processed to produce a 2D apparent resistivity section that describes the color image distribution values of the soil surface layer. The measurement results on track 1 shows a resistivity value between 3,512 – 1.539 Ω.m with a length of 90 m at a depth to 15.05 m. The predicted groundwater level elevation is located 0.656 meters below the surface of the ground. Track 2 has a span length of 60 meters and resistivity values ranging from 29.55 to 207.1.m, with a predicted groundwater level at a depth of 0.72 m below the surface. The types of soil layers are clay mixed with sand, sand mixed with gravel and sandstone mixed with gravel.
Edukasi dan Pendampingan Penjernihan Air Bawah Tanah dengan Metode Filtrasi Randhi Saily; Ulfa Jusi; Harnedi Maizir; Mohd Fadzil Arshad; Riswanda Riswanda
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.633

Abstract

Warga Kelurahan Tangkerang Labuai mengeluhkan air yang berbau, berasa terlalu asam dan berminyak pada masjid Nurul Jannah saat digunakan. Sumber air yang dihasilkan merupakan air bawah tanah menggunakan sistem pompa yang ditampung ke dalam tangki. Tidak adanya penyaringan air yang memadai juga menjadi kendala ketersediaan air bersih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat serta pendampingan secara langsung proses instalasi penyaringan air di Mesjid Nurul Jannah Kelurahan Tangkerang Labuai. Metode yang digunakan adalah eksperimen teknologi sederhana yang terdiri dari sistem aerasi, sistem pemipaan dan sistem penyaringan. Penyaringan air dilengkapi dengan chlorinator sebelum air masuk kedalam tabung filter yang berisikan media penyaring. Media penyaring yang digunakan adalah pasir silika, manganese, ferrolite dan karbon aktif. Hasil pengujian sampel air pada skala laboratorium menunjukkan bahwa air yang digunakan telah memenuhi standar baku mutu. Residents of the Tangkerang Labuai Urban Village complained that the water at the Nurul Jannah mosque smelled and tasted too sour and oily when it was used. The source of the water produced is ground water using a pump system that is stored in a tank. The absence of adequate water filtration is also an obstacle to the availability of clean water. This activity aims to increase the knowledge of the local community as well as provide direct assistance in the process of installing a water filter at the Nurul Jannah Mosque in Tangkerang Labuai Village. The method used is a simple technological experiment consisting of an aeration system, a piping system, and a filtering system. Water filtering is equipped with a chlorinator before the water enters the filter tube, which contains filter media. The filter media used are silica sand, manganese, ferrolite, and activated carbon. The results of testing water samples on a laboratory scale show that the water used meets quality standards.
Studi Eksperimental Sifat Mekanis Bata Ringan CLC Dengan Penambahan Fly Ash Suryanita, Reni; Putra, Azlansyah Mudahir; Maizir, Harnedi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): Siklus : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i2.21182

Abstract

Bata ringan cellular lightweight concrete (CLC) merupakan alternatif bahan bangunan untuk dinding yang memiliki densitas lebih rendah daripada bata merah, sehingga dapat memperkecil beban yang diterima oleh struktur dan memperkecil dimensi strukturnya. Namun bata ringan memiliki kelemahan rentan rapuh dan patah karena mengandung pori-pori akibat campuran material menggunakan busa dari foam agent. Umumnya bata ringan dibuat dengan menambahkan bahan aditif untuk meningkatkan mutu berdasarkan sifat mekanis kuat tekan, tegangan dan regangannya agar dapat memikul beban yang lebih berat. Salah satunya dengan menggunakan limbah abu terbang (fly ash) yang merupakan hasil pembakaran batu bara. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan kadar penggunaan fly ash yang optimum dalam menentukan bata ringan dengan kuat tekan maksimum melalui studi eksperimental sifat mekanis bata ringan CLC. Penelitian menggunakan variasi komposisi dengan kadar fly ash sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari berat semen pada sampel kubus dengan panjang sisi 10 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Pengujian deformasi (penurunan) dilakukan pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan dan penurunan digunakan untuk analisis nilai tegangan dan regangan pada bata ringan. Berdasarkan hasil penelitian variasi fly ash 10% pada umur 28 hari mendapatkan nilai kuat tekan yang paling besar yaitu sebesar 10,20 kg/cm2, penurunan sebesar 9,440 mm, tegangan sebesar 1,20 N/mm2 dan regangan sebesar 0,094. Kesimpulannya yaitu penambahan fly ash 10% dapat meningkatkan nilai kuat tekan bata ringan. Sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada produsen bata ringan untuk komposisi campuran bata ringan yang optimal menggunakan fly ash.
Analisis Penurunan Subgrade Tanah Lunak Menggunakan Perkuatan Mortar Foam dengan Metode Numerik Jusi, Ulfa; Pratikso, Pratikso; Maizir, Harnedi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.279

Abstract

Tanah lunak subgrade pada konstruksi jalan akan menimbulkan permasalahan jika tidak dilakukan perbaikan terhadap daya dukungnya. Karena daya dukung yang baik subgrade akan dapat memikul beban yang terdapat diatasnya. Perilaku timbunan terhadap beban yang diterimanya akan mempunyai pengaruh terhadap penurunan. Kondisi penurunan pada subgrade juga dipengaruhi keadaan cuaca disekitarnya, yang kadang kala terjadi genangan air (banjir). Alternatif yang dilakukan antara lain dengan melakukan perkuatan terhadap tanah lunak subgrade. Salah satunya dengan menambahkan lapisan perkuatan mortar busa. Mortar busa adalah material ringan yang yang terdiri dari campuran semen, pasir dan foam dengan densitas 0,8 Mpa unuk lapisan bawah dan subgrade. Penelitian ini bertujuan mengetahui penurunan yang terjadi pada tanah lunak subgrade dengan perkuatan mortar busa tebal 20 cm berdasarkan analisa numerik Plaxis 2D versi 2023 dalam kondisi subgrade kering dan kondisi subgrade terendam air. Pembebanan terpusat dilakukan secara bertahap dengan variasi 0 kN, 5 kN. 10 kN, 15 kN dan 20 kN. Ketebalan tanah dasar subgrade 60 cm. Hasil analisa menunjukkan bahwa mortar busa dapat memperkecil penurunan yang terjadi akibat variasai beban yang diberikan. Penurunan yang terjadi pada kondisi subgrade tergenang air adalah sebesar 0,988 mm dan pada kondisi kering sebesar 0,961 mm. Artinya terjadi kenaikan angka penurunan sebesar 2,7 % disebabkan adanya genangan air pada permukaan subgrade. Penurunan yang terjadi < 20 mm masih memenuhi spesifikasi kriteria untuk kelas jalan I,.dalam Panduan Geoteknik 4 tahun 2002
Pemodelan Numerik Penggunaan Geofoam Sebagai Timbunan Pada Subgrade Muthia Anggraini; Pratikso; Maizir, Harnedi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.281

Abstract

Tanah lunak menyebabkan banyak permasalahan teknik karena memiliki daya dukung dan kekuatan geser yang rendah. Kondisi ini apabila dijadikan sebagai subgrade akan mengakibatkan terjadinya penurunan tanah timbunan. Berbagai metode dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah, tetapi pada penelitian ini fokus pada penggunaan Geofoam sebagai pengganti timbunan. Geofoam memilki density 11,2 – 45,7 kg/m³, sehingga bisa dijadikan sebagai alternatif timbunan ringan. Ada dua model pada penelitian ini yaitu timbunan tanpa Geofoam dan timbunan dengan Geofoam tebal 20 cm dan tebal 30 cm. Tujuannya untuk menganalisis penurunan subgrade tanpa timbunan Geofoam EPS 22 dibandingkan dengan menggunakan timbunan Geofoam EPS 22 tebal 20 cm dan tebal 30 cm. Metodenya menggunakan numerik Plaxis 2D versi 2023, parameter Mohr-Coulomb digunakan untuk memodelkan tanah lunak dan parameter linier elastis untuk memodelkan Geofoam dan pelat beton. Variasi beban yang digunakan yaitu beban terpusat 0, 5, 10, 15, dan 20 kN. Hasilnya beban maksimum 20 kN memberikan penurunan sebesar 26,687 mm pada timbunan tanpa Geofoam, penurunan 5, 989 mm pada timbunan Geofoam EPS 22 tebal 20 cm, dan penurunan 2,944 pada timbunan Geofoam EPS 22 tebal 30 cm. kesimpulannya Geofoam EPS 22 sebagai timbunan pada subgrade dapat memperkecil penurunan tanah dan semakin tebal Geofoam EPS 22 yang digunakan maka penurunan tanah yang terjadi akan semakin kecil.