Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Mengkaji Persepsi Aktor Pemerintah Daerah Dalam Melayani Aduan Kekerasan Seksual Anak : Studi Naratif : Icha Meisya; Gun Gun Gumilar; Mochamad Faizal Rizki
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i01.7263

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana aktor pemerintah daerah memaknai peran mereka dalam layanan aduan kekerasan seksual pada anak di tingkat daerah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi naratif, penelitian ini melibatkan aktor dari UPTD PPA sebagai pelaksana layanan serta DP3A sebagai koordinator program pencegahan. Analisis dilakukan menggunakan teori peran Biddle dan Thomas, dengan fokus pada harapan peran, norma, wujud perilaku, serta evaluasi terhadap tugas yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor persepsi dipengaruhi oleh tuntutan kerja, situasi kasus yang dinamis, koordinasi lintas sektor, dan keterbatasan sumber daya. Aktor UPTD PPA memaknai peran mereka sebagai pendamping langsung korban, sementara DP3A memusatkan perhatian pada pencegahan dan penguatan kebijakan. Temuan ini menunjukkan adanya jarak antara SOP dan praktik lapangan, terutama ketika kasus memerlukan respons cepat atau melibatkan kerumitan emosional. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai tantangan struktural dan persepsi peran yang mempengaruhi kualitas layanan aduan kekerasan seksual pada anak.
Trans Bekasi Patriot Bus Users Perception Of Integrated Mass Transportation: An Empirical Phenomenological Study: Persepsi Pengguna Bus Trans Bekasi Patriot Terhadap Transportasi Massal Terintegrasi: Studi Fenomenologi Empiris Puja Yehuda Ginting; Hanny Purnamasari; Mochamad Faizal Rizki
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i2.6654

Abstract

Purpose : To analyze how users construct meanings of their experiences and to identify key issues in service delivery as a basis for improving transport policy and practice Design/methodology/approach : A qualitative empirical phenomenological approach using in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis; data were analyzed through phenomenological reduction, thematic clustering, and interpretation of experiential essence Findings : The service is perceived as affordable, comfortable, and safe; however, quality is affected by schedule inconsistency, limited routes, and inadequate bus stop facilities, resulting in a gap between policy design and operational reality Practical Implication : User experience serves as a reflective evaluation instrument, encouraging a human-centered policy evaluation approach to improve service quality, responsiveness, and public trust. Originality/value : Offers a phenomenological perspective on peri-urban mass transit by emphasizing user experience as a foundation for transport policy development Paper type : Research paper
MENGKAJI PEMAHAMAN STAF KECAMATAN KARANG BAHAGIA KABUPATEN BEKASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Afif Agil Alfarizy; Rachmat Ramdani; Mochamad Faizal Rizki
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.775-781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tingkat pemahaman staf Kantor Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, terhadap konsep dan implementasi kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pelayanan publik yang prima merupakan indikator utama keberhasilan reformasi birokrasi di tingkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggali persepsi dan kompetensi aparatur. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum staf kecamatan telah memahami dimensi dasar kualitas pelayanan yang meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Namun, dalam tataran implementasi praktis masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan pelaksanaan di lapangan, khususnya terkait konsistensi waktu pelayanan dan ketepatan administrasi sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Faktor penghambat utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan sarana prasarana penunjang dan minimnya intensitas pelatihan pengembangan kapasitas bagi aparatur. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pemahaman aparatur terhadap tugas pokok dan fungsi sangat krusial untuk meningkatkan indeks kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya evaluasi kinerja berkala dan penyelenggaraan bimbingan teknis intensif bagi seluruh staf pelaksana pelayanan agar standar pelayanan minimal dapat terpenuhi secara optimal
Local Government Strategies for Enhancing Community Sanitation: A Study of the Geser Si Jahat Program Mochamad Faizal Rizki; Fabya Budi Luthfiana
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v20i1.100254

Abstract

There are 2.5 billion people in the world who lack access to proper sanitation, and the health impacts of Open Defecation (ODF), such as diarrhea, can cause death. In Bekasi City, only nine out of 56 sub-districts have an open defecation-free (ODF) status. The Local Government, through the Bekasi City Health Office, in collaboration with USAID IUWASH PLUS, formed the GeserSi Jahat program. Although studies on community sanitation programs are common, few have focused on governance innovations to improve community sanitation in urban areas. Through a case study, this study explores how Bekasi City's governance innovations improve sanitation quality. Data were collected by interviewing government actors, Non-Governmental Organizations (NGOs), and local communities; observing program implementation; andanalyzing policy documents, mass media articles, and archival records. The results showed that visionary leadership, trustworthiness, and stakeholder support influence proactive leadership. Civil society strongly influences bottom-up collective demands, represents common interests, and resolves conflicts by revitalizing sanitation forums. Technical management innovation occurs inplanning, implementation, and supervision. Spatial participation realizes coordinated communication, opens equal opportunities across genders, and utilizes the media. This study implies that improving community sanitation quality requires the involvement of stakeholders. Applying a constructivist paradigm it provides insights into how government programs are perceived and adapted at the community level, enriching public administration and governance studies with context-specific knowledge that emphasizes local cultural and social dynamics.
Inklusivitas Pelayanan Publik: Analisis Tematik Pengalaman Aksesibilitas Layanan Kependudukan Bagi Penyandang Disabilitas Fitria Nur Azizah; Lukmanul Hakim; Mochamad Faizal Rizki
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i3.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman penyandang disabilitas sebagai kelompok rentan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan melalui program Dukcapil Ada Untukmu (DAU). Meskipun kajian pelayanan publik telah banyak berkembang, penelitian yang menempatkan pengalaman kelompok rentan sebagai fokus utama masih terbatas, khususnya dalam layanan administrasi kependudukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi naratif tematik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan catatan lapangan terhadap penyandang disabilitas sebagai partisipan utama. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari narasi partisipan. Hasil penelitian menemukan empat tema utama, yaitu proses mengakses layanan, hambatan berlapis, relasi dengan aparatur pelayanan, dan makna kehadiran negara. Temuan menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan publik bagi kelompok rentan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan, tetapi juga oleh kemampuan negara mendekatkan layanan kepada masyarakat yang menghadapi hambatan mobilitas, komunikasi, dan informasi. Program DAU berkontribusi dalam membangun pelayanan yang lebih proaktif dan inklusif melalui mekanisme jemput bola. Namun, masih diperlukan penguatan pada aksesibilitas informasi dalam format yang ramah disabilitas, peningkatan kemandirian akses tanpa pendamping, pengembangan kompetensi inklusif aparatur secara berkelanjutan, serta konsistensi penyelesaian dokumen hingga diterima oleh penerima layanan.
GAYA KEPEMIMPINAN PRABOWO SUBIANTO: ANALISIS DARI PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN MILITER KE KEPEMIMPINAN SIPIL Deffynta Octavyana Ayu Saputri; Dadan Kurniansyah; Mochamad Faizal Rizki
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2238-2246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan Prabowo Subianto dengan menelusuri transformasinya dari pola komando kepemimpinan militer menuju kepemimpinan sipil dalam sistem demokrasi Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, dengan kerangka teori kepemimpinan transformasional (Bass, 1985; Bass Avolio, 1994) yang dipadukan dengan konsep relasi sipil-militer, khususnya gagasan kontrol sipil objektif dan subjektif (Huntington, 1957) serta literatur relasi sipil-militer Indonesia pascareformasi (Mietzner, 2008, 2012; Kardi, 2015; Gunawan, 2017; Soesilo, 2014). Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap jurnal ilmiah dan buku akademik mengenai kepemimpinan serta relasi sipil-militer di Indonesia, dilengkapi dokumentasi pemberitaan media massa nasional dan rilis resmi kelembagaan negara untuk memverifikasi empat peristiwa kepemimpinan kunci pada masa awal pemerintahan 2024-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo Subianto secara konsisten mentransplantasikan nilai disiplin, kohesi komando, dan orientasi hasil khas institusi militer ke dalam tata kelola kabinet sipil, tampak pada retret pembekalan kabinet di lingkungan Akademi Militer, pelibatan struktur TNI dalam program kebijakan sosial, serta gaya komunikasi asertif yang menegaskan otoritas tunggal kepresidenan. Di sisi lain, ditemukan pula kecenderungan adaptif berupa akomodasi politik, konsultasi lintas generasi kepemimpinan nasional, dan keterbukaan terhadap kritik publik yang menjadi penanda pergeseran menuju kepemimpinan sipil-demokratis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto merepresentasikan model kepemimpinan transisional yang memadukan disiplin hierarkis ala militer dengan tuntutan akuntabilitas dan partisipasi khas pemerintahan sipil, sekaligus menyisakan sejumlah persoalan batas kewenangan sipil-militer yang relevan dengan diskursus akademik mengenai konsolidasi demokrasi Indonesia
Memaknai Upah Layak: Studi Fenomenologi Pada Pengalaman Pekerja Di Sektor Industri Sheli Fitriani; Dewi Noor Azijah; Mochamad Faizal Rizki
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.842

Abstract

Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar di Indonesia dengan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berada di antara yang tertinggi secara nasional. Namun demikian, besaran UMK yang tinggi tidak serta-merta menunjukkan bahwa pekerja telah merasakan terpenuhinya makna upah layak dalam kehidupan mereka. Selama ini, penelitian mengenai pengupahan lebih banyak berfokus pada aspek normatif, ekonomi, dan regulasi, sementara pengalaman subjektif pekerja sebagai pihak yang secara langsung menerima dampak kebijakan pengupahan masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna upah layak berdasarkan pengalaman hidup pekerja sektor industri di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental Clark Moustakas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pekerja tetap dan pekerja kontrak pada industri otomotif, yang didukung oleh observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, dan synthesis of meanings and essences. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah layak tidak hanya dipahami sebagai besarnya pendapatan yang diterima, tetapi juga sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, memberikan rasa aman bagi keberlangsungan ekonomi keluarga, menghadapi ketidakpastian pekerjaan, serta mewujudkan harapan terhadap masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa makna upah layak dibentuk melalui pengalaman sosial pekerja, sehingga evaluasi kebijakan pengupahan perlu mempertimbangkan dimensi subjektif selain indikator ekonomi.
Mengkaji Pengembangan Ekonomi Digital Untuk UMKM : Studi Kasus Penerapan ‘SIPITRI’ Di Kota Bekasi Rahayu Diah Setiani; Dewi Noor Azijah; Mochamad Faizal Rizki
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v10i4.5948

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan ekonomi digital pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penerapan Sistem Informasi Pemberdayaan, Pembiayaan dan Promosi (SIPTRI) di Kota Bekasi. ‘SIPTRI’ adalah platform digital dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Bekasi untuk mendukung pengembangan UMKM. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari wawancara yang dilakukan terhadap delapan orang partisipan yang terdiri dari unsur pemerintahan, pelaku UMKM, dan masyarakat pengguna, observasi, dokumen-dokumen kebijakan, dan artefak yang kemudian dianalisis melalui penjodohan pola (pattern matching) menggunakan teori difusi inovasi dari Everet M. Rogers. Hasil menunjukan bahwa ‘SIPTRI’ belum sepenuhnya dapat diakses secara luas pada pelaku UMKM di Kota Bekasi. Hal tersebut karena masih minimnya sosialisasi dan kemudahan akses pengguna baik pelaku UMKM dan masyarakat terkait website ‘SIPTRI’. Adapun kontribusi dari studi ini adalah memberikan wawasan baru tentang upaya pemerintah daerah dalam mengimplementasikan digitalisasi untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi kerakyatan dan/atau UMKM.
Narratives of Female Legislators in Bekasi City Regarding Advocacy for Child Sexual Harassment Cases in Schools: A Case Study-Based Thematic Analysis Joseph Elia Franklin; Rachmat Ramdhani; Mochamad Faizal Rizki
Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Hasil Penelitian
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/community.v5i1.202

Abstract

This study aims to explore how female legislators in Bekasi City narrate their experiences in advocating for cases of child sexual abuse in schools. The increasing number of cases indicates serious governance issues in child protection. However, the political and institutional experiences of female legislators remain underexplored. This study employs a qualitative approach with a narrative inquiry case study design. Data were collected through in-depth interviews with female legislators of Bekasi City DPRD. The data were analyzed using thematic narrative analysis. The findings show that female legislators construct advocacy through empathetic politics, combining personal experiences, institutional pressures, and local power dynamics. They act not only as formal policymakers but also as moral agents in driving policy change.  
ANALISIS LOGIC MODEL TERHADAP EVALUASI PERAN PEMERINTAH DESA CIPAYUNG PADA PENGEMBANGAN DESA WISATA KAWUNG TILU Afrazra Izha Prayoga Aridi; Gun Gun Gumilar; Mochamad Faizal Rizki
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i02.7653

Abstract

This study aims to analyze the evaluation of the role of the Cipayung Village Government in the development of the Kawung Tilu Tourism Village through a Logic Model approach. The focus of the research is directed at a systematic evaluation starting from the input stage during the pilot period in 2018, the output achievement in the form of determining the status of a tourist village in 2025, to the outcomes generated for village institutions and the welfare of the surrounding community. The development of the Kawung Tilu Tourism Village is a manifestation of the independence of village governance in optimizing local potential. In the context of Government Science, the role of the Cipayung Village Government is very strategic not only as a provider of regulations and legitimacy, but also as a driving force for collaboration between the community and managers.