Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Mengkaji Persepsi Aktor Pemerintah Daerah Dalam Melayani Aduan Kekerasan Seksual Anak : Studi Naratif : Icha Meisya; Gun Gun Gumilar; Mochamad Faizal Rizki
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 9 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v9i01.7263

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana aktor pemerintah daerah memaknai peran mereka dalam layanan aduan kekerasan seksual pada anak di tingkat daerah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi naratif, penelitian ini melibatkan aktor dari UPTD PPA sebagai pelaksana layanan serta DP3A sebagai koordinator program pencegahan. Analisis dilakukan menggunakan teori peran Biddle dan Thomas, dengan fokus pada harapan peran, norma, wujud perilaku, serta evaluasi terhadap tugas yang dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor persepsi dipengaruhi oleh tuntutan kerja, situasi kasus yang dinamis, koordinasi lintas sektor, dan keterbatasan sumber daya. Aktor UPTD PPA memaknai peran mereka sebagai pendamping langsung korban, sementara DP3A memusatkan perhatian pada pencegahan dan penguatan kebijakan. Temuan ini menunjukkan adanya jarak antara SOP dan praktik lapangan, terutama ketika kasus memerlukan respons cepat atau melibatkan kerumitan emosional. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai tantangan struktural dan persepsi peran yang mempengaruhi kualitas layanan aduan kekerasan seksual pada anak.
Trans Bekasi Patriot Bus Users Perception Of Integrated Mass Transportation: An Empirical Phenomenological Study: Persepsi Pengguna Bus Trans Bekasi Patriot Terhadap Transportasi Massal Terintegrasi: Studi Fenomenologi Empiris Puja Yehuda Ginting; Hanny Purnamasari; Mochamad Faizal Rizki
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i2.6654

Abstract

Purpose : To analyze how users construct meanings of their experiences and to identify key issues in service delivery as a basis for improving transport policy and practice Design/methodology/approach : A qualitative empirical phenomenological approach using in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis; data were analyzed through phenomenological reduction, thematic clustering, and interpretation of experiential essence Findings : The service is perceived as affordable, comfortable, and safe; however, quality is affected by schedule inconsistency, limited routes, and inadequate bus stop facilities, resulting in a gap between policy design and operational reality Practical Implication : User experience serves as a reflective evaluation instrument, encouraging a human-centered policy evaluation approach to improve service quality, responsiveness, and public trust. Originality/value : Offers a phenomenological perspective on peri-urban mass transit by emphasizing user experience as a foundation for transport policy development Paper type : Research paper
MENGKAJI PEMAHAMAN STAF KECAMATAN KARANG BAHAGIA KABUPATEN BEKASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Afif Agil Alfarizy; Rachmat Ramdani; Mochamad Faizal Rizki
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.775-781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tingkat pemahaman staf Kantor Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, terhadap konsep dan implementasi kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pelayanan publik yang prima merupakan indikator utama keberhasilan reformasi birokrasi di tingkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggali persepsi dan kompetensi aparatur. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum staf kecamatan telah memahami dimensi dasar kualitas pelayanan yang meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Namun, dalam tataran implementasi praktis masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan pelaksanaan di lapangan, khususnya terkait konsistensi waktu pelayanan dan ketepatan administrasi sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Faktor penghambat utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan sarana prasarana penunjang dan minimnya intensitas pelatihan pengembangan kapasitas bagi aparatur. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pemahaman aparatur terhadap tugas pokok dan fungsi sangat krusial untuk meningkatkan indeks kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya evaluasi kinerja berkala dan penyelenggaraan bimbingan teknis intensif bagi seluruh staf pelaksana pelayanan agar standar pelayanan minimal dapat terpenuhi secara optimal
Local Government Strategies for Enhancing Community Sanitation: A Study of the Geser Si Jahat Program Mochamad Faizal Rizki; Fabya Budi Luthfiana
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v20i1.100254

Abstract

There are 2.5 billion people in the world who lack access to proper sanitation, and the health impacts of Open Defecation (ODF), such as diarrhea, can cause death. In Bekasi City, only nine out of 56 sub-districts have an open defecation-free (ODF) status. The Local Government, through the Bekasi City Health Office, in collaboration with USAID IUWASH PLUS, formed the GeserSi Jahat program. Although studies on community sanitation programs are common, few have focused on governance innovations to improve community sanitation in urban areas. Through a case study, this study explores how Bekasi City's governance innovations improve sanitation quality. Data were collected by interviewing government actors, Non-Governmental Organizations (NGOs), and local communities; observing program implementation; andanalyzing policy documents, mass media articles, and archival records. The results showed that visionary leadership, trustworthiness, and stakeholder support influence proactive leadership. Civil society strongly influences bottom-up collective demands, represents common interests, and resolves conflicts by revitalizing sanitation forums. Technical management innovation occurs inplanning, implementation, and supervision. Spatial participation realizes coordinated communication, opens equal opportunities across genders, and utilizes the media. This study implies that improving community sanitation quality requires the involvement of stakeholders. Applying a constructivist paradigm it provides insights into how government programs are perceived and adapted at the community level, enriching public administration and governance studies with context-specific knowledge that emphasizes local cultural and social dynamics.