Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Penegakan Hukum Penggelapan Pajak Korporasi melalui Offshore Finance dan Tax Haven Muttaqien, Firman; Purwati, Ani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i8.4449

Abstract

The utilization of offshore finance and tax haven jurisdictions by multinational corporations poses a serious threat to Indonesia’s fiscal sovereignty, as it facilitates cross-border tax evasion and illicit financial flows. This study examines the mechanisms underlying such practices and formulates law enforcement strategies aligned with international best practices. Using a normative juridical method with legislative and comparative approaches, the research integrates Corporate Criminal Liability Theory, John Rawls’ Theory of Justice, and Legal Effectiveness Theory as its analytical framework. The findings identify weaknesses in corporate criminal sanctions, low transparency of beneficial ownership, and suboptimal use of the Automatic Exchange of Information (AEoI). Recommendations include strengthening domestic regulations, enforcing corporate criminal liability, enhancing beneficial ownership disclosure, leveraging AI-based audit technology, and harmonizing with OECD BEPS and FATF recommendations. A comprehensive and adaptive law enforcement strategy is essential to curb cross-border tax evasion and uphold the principles of tax justice in Indonesia.
Pajak, Transparansi, dan Tindak Pidana Ekonomi Lintas Negara: Implikasi Penggelapan Pajak bagi Kedaulatan Fiskal Negara Berkembang Samudra, Awang; Purwati, Ani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i8.4451

Abstract

Tax evasion, as a form of cross-border economic crime, has become increasingly complex in the era of globalization. Developing countries are the most disadvantaged, as multinational corporations exploit loopholes in international tax regulations and the lack of financial transparency. This article aims to examine the implications of tax evasion on the fiscal sovereignty of developing nations using a normative juridical approach and literature review. The discussion focuses on the importance of international cooperation, tax system reform, and the implementation of transparency principles as key measures to prevent transnational economic crimes. The findings indicate that, without comprehensive national regulatory reform and active participation in international tax agreements, developing countries will continue to suffer from significant revenue losses. Addressing these challenges requires coordinated efforts between governments, international organizations, and the private sector to build a more just and accountable global tax system that protects the fiscal interests of developing economies.
The Principle of Beneficence of Doctor-Patient Communication Regarding the Implementation of the Hospital Code of Ethics in Health Services Purwati, Ani; Ruslita, Gita
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.1867

Abstract

The principle of beneficence as the main ethical basis in medical practice plays an important role in building communication between doctors and patients according to the hospital code of ethics. This article carefully analyzes how beneficence plays a role as an ethical obligation as well as a legal norm in the provision of health services. Based on normative legal analysis and a cross-disciplinary approach, the discussion shows the obligation of doctors to prioritize patient welfare, not only through clinical actions, but also through honest, empathetic communication, and based on informed consent. In the Indonesian context, which is characterized by social and cultural diversity and changes in digital health services, the implementation of beneficence must be able to overcome structural and ethical challenges. This study also describes how hospital-oriented ethical governance, such as the Hospital Ethics and Law Committee, can implement the principle of beneficence to avoid malpractice and strengthen public trust in health institutions. The latest empirical data and international policy frameworks such as the Universal Declaration of Bioethics and Human Rights from UNESCO, this article suggests a model of ethical communication as an important element of justice in health services. Finally, beneficence must be institutionalized not only as a personal contribution, but also as a systematic standard that ensures fair, empowering, and rights-based patient care.
Kejahatan Ekonomi Berbasis Digital: Strategi Harmonisasi Regulasi Internasional dalam Menanggulangi Tindak Pidana Keuangan Global Moraza, Gitra; Purwati, Ani; Anam, Saiful
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 1 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i1.6272

Abstract

Era digital telah mengubah secara fundamental lanskap ekonomi global, termasuk dimensi kejahatan keuangan yang kini memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana utama. Kejahatan ekonomi berbasis digital ditandai oleh anonimitas pelaku, kecepatan transaksi, dan sifat lintas yurisdiksi yang menghambat efektivitas penegakan hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, dan konseptual untuk menganalisis strategi harmonisasi regulasi internasional dalam menanggulangi tindak pidana keuangan global. Instrumen hukum internasional seperti United Nations Convention against Transnational Organized Crime (UNTOC), United Nations Convention against Corruption (UNCAC), dan rekomendasi Financial Action Task Force (FATF) dievaluasi efektivitasnya dalam menghadapi tantangan kejahatan ekonomi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada kerangka hukum global, disparitas regulasi, kesenjangan kapasitas teknis, dan lemahnya komitmen politik masih menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan model pengaturan internasional yang mengintegrasikan harmonisasi hukum, mekanisme kerja sama teknis real-time, dan adaptasi regulasi yang berkelanjutan untuk memperkuat integritas sistem keuangan global.
Perdagangan Internasional sebagai Jalur Kejahatan Ekonomi Korporasi: Studi Regional Asia Pasifik dalam Perspektif Hukum Transnasional Prameswari, Regita Widya; Purwati, Ani; Anam, Saiful
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 1 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i1.6273

Abstract

Perdagangan internasional di kawasan Asia Pasifik telah berkembang pesat sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional. Namun, di balik arus barang dan modal yang semakin terbuka, terdapat celah hukum yang dimanfaatkan oleh entitas korporasi untuk melakukan berbagai bentuk kejahatan ekonomi lintas batas. Studi ini menelaah bagaimana perdagangan internasional berpotensi menjadi jalur bagi korporasi untuk melakukan praktik ilegal seperti penghindaran pajak, pencucian uang, penyelundupan, hingga manipulasi harga transfer, dengan menggunakan skema sah yang berlindung di balik perjanjian dagang dan kelemahan sistem hukum nasional. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan metode kualitatif dan studi komparatif terhadap regulasi regional serta instrumen Hukum transnasional, seperti Konvensi PBB tentang Kejahatan Terorganisir Transnasional (UNTOC) dan OECD Guidelines for Multinational Enterprises. Analisis difokuskan pada ketidakseimbangan antara kepentingan liberalisasi ekonomi dan kapasitas negara dalam menegakkan akuntabilitas korporasi. Hasil studi menunjukkan bahwa korporasi multinasional kerap mengeksploitasi perbedaan yurisdiksi hukum dan lemahnya koordinasi antarnegara, sehingga hukum domestik tidak mampu menjangkau kompleksitas kejahatan ekonomi lintas batas. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kerangka hukum transnasional dan pembentukan mekanisme hukum regional yang lebih mengikat di kawasan Asia Pasifik, guna mencegah fragmentasi hukum dan menutup celah penyalahgunaan oleh entitas korporasi.
EFEKTIVITAS RED NOTICE INTERPOL DALAM PENINDAKAN PENCUCIAN UANG OLEH KORPORASI GLOBAL: ANALISIS YURIDIS DAN DIPLOMASI PENEGAKAN Sinambela, Kabet Neko; Purwati, Ani; Marina, Liza
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 2 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i2.715

Abstract

Law enforcement against perpetrators of transnational economic crimes faces serious challenges in the era of globalization, particularly concerning the escape of suspects or convicts abroad. Interpol, as an international police organization, plays a vital role in assisting national authorities through the Red Notice mechanism—a request to member states to locate and provisionally arrest a fugitive based on a request for extradition or legal proceedings. However, in practice, the effectiveness of Red Notices is often questioned due to legal loopholes, lack of harmonization in national regulations, and instances of misuse for political purposes. This study aims to examine the role of Interpol and Red Notices in handling fugitives of economic crimes, identify inherent legal weaknesses, and formulate reform recommendations to enhance the effectiveness and accountability of the national legal system. The methodology used is a normative legal approach combined with case study, statutory, and doctrinal analysis—specifically reviewing the Djoko Tjandra case as a representative example of legal and institutional issues. The analysis reveals that Indonesia requires stronger regulation and inter-agency coordination to ensure the use of Red Notices aligns with the principles of due process of law and does not violate the principle of non-refoulement. The recommendations proposed include the need to establish a more explicit legal framework for the implementation of Red Notices, enhance transparency in their issuance and withdrawal, and strengthen bilateral cooperation within the extradition framework. Through such reforms, Indonesia’s legal system is expected to become more responsive in addressing the challenges of global economic crime.
Community Intervention Program Of Sukajaya Village, Sumedang Regency Towards Participatory-Based Online Gambling Prevention Purwati, Ani; Heru Santosa, Cakra; Erwin, Rahmi; Isranti, Bita
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 2 (2025): May 2025 (Indonesia - Malaysia - Timor-Leste)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i2.837

Abstract

Online gambling has become a complex social problem in Sukajaya Village, Sumedang, with negative impacts on the economy, mental health, and social stability of the community. Laws and regulations related to online gambling, such as Law Number 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) and the Criminal Code, regulate the prohibition and sanctions against gambling practices. The percentage between ideal norms in regulations and the implementation of reality is still a challenge in prevention and handling efforts. This study aims to develop a participatory-based intervention program in dealing with online gambling behavior through the involvement of the community, village government, and NGOs. The discussion includes identification of causal factors, evaluation of regulatory effectiveness, and design of community-based prevention strategies. The intervention program to suppress online gambling behavior in Sukajaya Village uses a participatory-based approach in the form of educational workshops, legal counseling, and the formation of support groups for affected individuals. The expected results of this study are increased public awareness of the dangers of online gambling, the formation of social support mechanisms, and policy recommendations that are more adaptive to community needs. This study contributes to building effective intervention strategies to create a healthier social environment free from the influence of online gambling. The methods used include workshops, legal counseling, and the formation of support groups for individuals affected by online gambling. In addition, this study explores existing legal regulations related to online gambling to provide a clear framework for prevention efforts. The results of this program are expected to increase public awareness of the dangers of online gambling, strengthen social solidarity, and provide support for individuals experiencing addiction problems. This study is important as a preventive effort in building a healthier and more productive society.
Rekonstruksi Ekonomi Politik Komunikasi Media Baru Era Digital: Dominasi Google dan Meta dalam Periklanan Digital Purwati, Ani; Rusadi, Udi
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss1pp218-229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi pemahaman tentang Ekonomi Politik Komunikasi (EPK) dalam konteks media baru di era digital, dengan fokus pada dominasi Google dan Meta dalam iklan digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma kritis, dengan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai sumber teoretis, data sekunder, dan studi-studi sebelumnya untuk mengeksplorasi bagaimana Google dan Meta memanfaatkan data pengguna melalui platform mereka, seperti Google Search, YouTube, Instagram, dan Facebook, untuk mendominasi pasar iklan digital. Penelitian ini juga berusaha menjelaskan bagaimana kapitalisme pengawasan digunakan oleh kedua perusahaan tersebut untuk mengkomodifikasi data pengguna, memperkuat kekuatan ekonomi, dan menciptakan struktur pasar yang terpusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google dan Meta telah berhasil menjadikan data pengguna sebagai komoditas utama yang mendukung model bisnis berbasis algoritma dan iklan yang sangat terarah. Dominasi ini tidak hanya meningkatkan keuntungan tetapi juga memperburuk ketimpangan sosial dengan mengurangi keberagaman informasi dan memanipulasi perilaku pengguna. Meskipun regulasi seperti GDPR dan kebijakan antitrust telah diterapkan, regulasi yang ada sering kali gagal membatasi kekuatan berlebihan dari kedua perusahaan tersebut. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa EPK menyediakan kerangka analisis yang relevan untuk memahami dominasi Google dan Meta, serta dampaknya terhadap pasar dan konsumen, sekaligus menyoroti urgensi adanya kebijakan yang lebih kuat untuk menciptakan pasar media digital yang lebih adil dan merata bagi semua pihak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan publik untuk melindungi hak-hak pengguna, mendorong transparansi algoritma, dan memastikan persaingan yang lebih sehat dalam pasar iklan digital
Pola Kejahatan Ekonomi Lintas Negara dalam Rantai Suplai Asia Pasifik: Kajian Yuridis terhadap Sistem Pengawasan Perdagangan Rizaldi Salas, Muhammad; Purwati, Ani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3216

Abstract

Globalisasi ekonomi telah memperluas jangkauan kejahatan lintas negara, terutama dalam konteks rantai suplai perdagangan di kawasan Asia Pasifik. Kejahatan ekonomi modern tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan melalui infiltrasi ke dalam sistem perdagangan legal, dengan memanfaatkan celah regulasi, ketimpangan pengawasan, serta teknologi digital yang sulit dilacak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kejahatan ekonomi lintas negara yang berkembang di rantai suplai Asia Pasifik dan menilai efektivitas sistem pengawasan perdagangan yang berlaku, khususnya di Indonesia. Menggunakan metode yuridis normatif, kajian ini menganalisis instrumen hukum nasional dan internasional yang relevan, termasuk Undang-Undang Kepabeanan, rezim anti-pencucian uang, dan konvensi internasional seperti UNTOC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan yang ada masih bersifat sektoral dan administratif, sehingga belum mampu menjawab kompleksitas kejahatan ekonomi transnasional yang terorganisir. Untuk itu, diperlukan pendekatan hukum yang terintegrasi, kolaboratif lintas negara, serta pemanfaatan teknologi hukum berbasis risiko. Penelitian ini menyumbang gagasan baru mengenai pentingnya reformasi sistem pengawasan perdagangan berbasis data, integritas kelembagaan, dan harmonisasi hukum kawasan sebagai langkah strategis dalam menghadapi kejahatan ekonomi global yang kian canggih dan adaptif.
Perdagangan Orang di Era Digitalisasi Ekonomi Global: Strategi Hukum Internasional dan Tantangan Kriminologi Haryanto, Rudi; Purwati, Ani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3261

Abstract

Seiring perkembangan globalisasi telah menimbulkan dampak negatif berupa munculnya berbagai bentuk kejahatan khususnya kejahatan lintas negara (transnasional). Salah satu bentuk kejahatan lintas negara yang aktual dan melanggar hak asasi manusia adalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Fenomena atau tantangan kriminologi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) saat ini semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi digital, dimana pelaku memanfaatkan media sosial, platform online, dan teknologi digital lainnya untuk merekrut, mengangkut, menampung, mengirimkan atau memindahkan korban, sehingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) semakin meluas dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisasi serta bersifat antarnegara yang menjadi ancaman terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Dalam perspektif ekonomi global, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mengacu pada aktivitas pedagangan orang khususnya perempuan dan anak yang bergerak melintasi batas negara, dimana pelaku mendapatkan keuntungan ekonomi dari praktik pedagangan orang tersebut. Melihat kondisi tersebut, maka dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) perlu strategi hukum internasional serta kerjasama internasional. Dalam hal ini, pengembangan hukum internasional dan organisasi internasional seperti Interpol menjadi bagian dari upaya bersama untuk menegakkan hukum tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di tingkat global. Implementasi strategi hukum internasional sebagai alat penting dalam hubungan kerjasama internasional untuk mencegah, menindak dan menanggulangi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).