Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Kesetaraan Paket-C Mata Pelajaran Matematika Semasa Pandemi Covid-19 di LPKA Batam Himmi, Nailul; Agustyaningrum, Nina; Husna, Asmaul
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen PkM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v2i2.205

Abstract

Education is the right of all Indonesian citizens guaranteed in Constitution of the Republic Indonesia, including children who are in criminal status. Criminal children are placed in LPKA with a maximum age of 18 years with compulsory education for 9 years. LPKA Batam provides assistance to the package C equivalence program aimed at fulfilling the learning program from the government even though it is in the status of a criminal child. LPKA is conducting moderation in the field of education, namely by online learning related to outbreak of COVID-19 since early 2020 when government implementing the PSBB policy. One of the education programs at LPKA Batam is the package C equivalency learning assistance program wich one subjects is mathematics. The problems in the learning process are the different initial abilities of students and limitations in terms of convenience and flexibility of learning while online. Thus, tutors use Google Meet for virtual meeting learning by providing material in the form of PPT or LKS. The tutor teaches understanding of mathematical concepts according to the curriculum and fosters learning motivation for the target children who take part in the package C equivalence program. At the end of the lesson, the tutor provides an evaluation of the material given as much as one question and is completed directly at the meeting. During the learning process students are very enthusiastic about receiving the material, students can solve r outine questions well, but need more assistance in solving non-routine questions. The implementation of the package C equivalence program mentoring activities in mathematics at LPKA Batam went well as seen from the responses of students who played an active role from the beginning to the end of the activity
PENGEMBANGAN MODUL TRIGONOMETRI BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MAHASISWA Gusmania, Yesi; Agustyaningrum, Nina; Hasibuan, Nailul Himmi
JURNAL LEMMA Vol 8, No 1 (2021): Lemma: Letters Of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jl.2021.v8i1.5287

Abstract

 Insufficient and supportive teaching materials for students' mathematical creative thinking skills in the trigonometry course as the background of this research, with the aim of producing quality CTL-based trigonometry modules by paying attention to terms of validity, module practicality, effectiveness in terms of students' mathematical creative thinking abilities. The development of this module uses the ADDIE stages (analysis, design, development, implementation, evaluation). The research subjects are second semester students in the 2020/2021 academic year UNRIKA at Mathematics Education study program. Data were obtained from instruments in the form of a standard questionnaire for assessing teaching materials from BSNP to measure validity, student response questionnaires to measure practicality, and mathematical creative thinking ability test questions to measure effectiveness. Based on the results of the study, the percentage of achieving module validity from the assessment of material experts is 87.75% and media experts is 96.25%. These results are classified as very valid. For the practical aspect, the percentage of student response questionnaire achievement is 85.75% with a very good category. However, the module was declared to be not effective enough seen from the results of the mathematical creative thinking ability test which showed an average score of 68.25 with a complete learning outcome of 50%.
Pengembangan modul statistik berbasis PMR untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Yudhi Hanggara; Nina Agustyaningrum; hermansah hermansah
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.327 KB) | DOI: 10.26486/jm.v3i1.583

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kualitas produk berupa modul statistic berbasis PMR yang sesuai dengan kriteria kualitas yang ditetapkan. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Developement, Implementation, Evaluation) yang terdiri dari 5 tahap yaitu tahap Analysis dengan menganalisis kebutuhan, kurikulum, karakteristik mahasiswa DAN ANALISIS MATERI, tahap Design, tahap pengembangan (developement), tahap Implementasi dan tahap Evaluation. Desain penilaian produk yang digunakan adalah desain deskriptif. Penilaian produk dilakukan oleh tiga validator yaitu dosen pendidikan matematika pengampu mata kuliah Statistik. Objek penelitian adalah kualitas bahan ajar berdasarkan kriteria tertentu. Data penelitian berupa data tentang proses penyusunan dan pengembangan bahan ajar serta data kualitas bahan ajar yang disusun. Instrumen penelitian berupa lembar validasi berbentuk check list tentang kualitas bahan ajar. Data kualitas produk yang dihasilkan berbentuk deskriptif kemudian diubah menjadi skor 1, 2, 3, dan 4,  untuk kriteria sangat kurang, kurang, baik, dan sangat baik. Modul yang dikembangkan mencakup 6 pokok bahasan. Hasil penilaian dari 3 validator memperoleh  hasil pencapaian pada aspek kelayakan isi 86,11%, kelayakan penyajian 87,04%, dan kelayakan kebahasaan 89,29%. Rata-rata pencapaian kelayakan adalah 87,48% dan termasuk pada kategori sangat baik. Artinya bahan ajar yang dikembangakan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dan layak untuk digunakan.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Instruction Dan Snowball Throwing Ditinjau Dari Hasil Beljar Matematika Siswa Kelas Viii Smpn 51 Batam Ika Savira Putri; Nina Agustyaningrum
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3255.375 KB) | DOI: 10.26486/mercumatika.v1i2.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektivitas model pembelajaran problem based instruction dan model snowball throwing ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 51 Batam; (2) apakah terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaran problem based instruction dengan model snowball throwing ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 51 Batam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMPN 51 Batam tahun pelajaran 2015/2016. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data hasil belajar matematika yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t satu sampel dan independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pembelajaran problem based instruction dan snowball throwing masing-masing efektif ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 51 Batam; (2) terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaran problem based instruction dengan model pembelajaran snowball throwing ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 51 Batam.
Hubungan Antara Iklim Kelas dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Sheril Agnuedella; Nina Agustyaningrum
JURNAL PENA EDUKASI Vol 8, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v8i1.534

Abstract

Abstract: This research aims to determine: (1) Correlation of classroom climate to the result mathematic lesson in 8 grade of SMPN 30 at Batam, (2) Correlation of independence learning to the result mathematic lesson in 8 grade of SMPN 30 at Batam, (3) The correlation of classroom climate and independence of learning as simultaneously on the result of mathematic lesson in 8 grade of SMPN 30 Batam. This used quantitative research with the correlation method. The population of this research were 222 respondents, which is the whole students in 8 grade on SMPN 30 Batam. The Sampling of this survey is Simple Random Sampling. The draft instrument this survey of documentation and questionnaire that had been tested for validity and reliability. The result of the analytical test can we conclude: (1) There is a significant correlation of classroom climate toward the result of mathematic lesson in 8 grade of SMPN 30 Batam with the coefficient correlation value 0.796, (2) There is a significant correlation of independence learning toward the result of mathematic lesson in 8 grade of SMPN 30 Batam with the coefficient correlation value 0.496, (3)  Simultaneously indicating that there is the is a significant correlation of classroom climate and independence of learning as simultaneously on the result of mathematic lesson in 8 grade of SMPN 30 Batam with the coefficient correlation value 0.798 Keywords: classroom climate; independence of learning; math learning results.  Abstrak:i Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan iklim kelas terhadap hasil belajar matematika kelas VIII SMP Negeri 30 Batam, (2) Hubungan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika kelas VIII SMP Negeri 30 Batam, (3) Hubungan iklim kelas dan kemandirian belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika kelas VIII SMP Negeri 30 Batam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Batam sebanyak 222 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa dokumentasi dan angket yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara iklim kelas dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Batam dengan koefisien korelasi sebesar 0,796, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Batam dengan koefisien korelasi sebesar 0,496, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara iklim kelas dan kemandirian belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Batam dengan koefisen korelasi berganda sebesar 0,798. Kata Kunci: hasil belajar matematika; iklim kelas; kemandirian belajar.
ANALISIS PERMASALAHAN PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMK Nailul Himmi; Nina Agustyaningrum; Iswanti Iswanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.981 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4229

Abstract

Online learning is carried out to prevent the widespread spread of COVID-19 cases.The study was conducted to determine the online learning process during the COVID-19 pandemic in terms of understanding the mathematical concepts of SMK students in Sagulung District. The research method is descriptive qualitative. The research subjects were 172 SMK students in Sagulung District. Purposive sampling technique is a technique of taking research subjects. The instrument used valid and reliable tests and questionnaires in the form of tests (r = 0.74) and questionnaires (r = 0.83). The analysis technique is in the form of data collection, data reduction, presenting data and drawing conclusions. The results showed that the online learning problems experienced by students in terms of the three categories of ability to understand mathematical concepts had similarities, namely the indicators of information technology-based learning resources, learning duration, and students' learning independence. So from these findings it can be suggested to educators that in online learning to make more use of information technology, maximize the duration of learning and increase the learning independence of students.
PROSES BERPIKIR MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA EKONOMI DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Asmaul Husna; Yudhi Hanggara; Nina Agustyaningrum
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.119 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3124

Abstract

Proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika berbeda setiap individunya, salah satu faktornya adalah kecerdasan logis matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa semester VI Program studi pendidikan matematika Universitas Riau kepulauan dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes kecerdasan logis matematis, pemecahan masalah ekonomi dan wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi waktu. Teknik analisis data yang digunakan adalah konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi dalam memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan melihat kembali melakukan proses berpikir asimilasi. Proses berpikir siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang dalam memahami masalah dan merencanakan masalah melakukan proses berpikir asimilasi, sedangkan untuk  melaksanakan rencana penyelesaian dan melihat kembali melakukan proses berpikir akomodasi. Kemudian untuk mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis rendah dalam memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan melihat kembali melakukan proses berpikir akomodasi.The thinking process in solving Math problems is different one another due to their mathematical logical intelligence. This study aims at describing the thinking process among the sixth semester students of Mathematics Education Study Program, Riau Kepulauan Unversity based on Polya's steps on students' logical-mathematical intelligence. This research can be categorized as qualitative descriptive study. Data collection was done using Math logical intelligence tests, economic problem-solving and interviews. The data validity technique used triangulation of time. The data analysis technique adopted Miles and Huberman concept, i.e. data reduction, data presentation, and conclusion making. The results of this study revealed that the students with high mathematical logical intelligence for solving Mathematical economics in understanding problems, planning solutions, performing solutions and reviewing showed an assimilation thinking process. The moderate mathematical logical intelligence students in understanding and planning the problem are performing an assimilation thinking process, while in executing the plan and reviewing was using an accommodation thinking process. The students with low mathematical logical intelligence in understanding problems, planning solutions, implementing the completion plans and reviewing employed an accommodation thinking process.
Pengaruh Pendekatan CTL dengan Setting Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis, Kepercayaan Diri, dan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Nina Agustyaningrum; Djamilah Bondan Widjajanti
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2: December 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.486 KB) | DOI: 10.21831/pg.v8i2.8946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dengan setting kooperatif tipe kancing gemerincing terhadap kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri, dan prestasi belajar matematika siswa SMP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap ketiga variabel dependen secara simultan, digunakan uji statistik Multivariate Analysis of Variance (Manova), sedangkan untuk menganalisis pendekatan manakah yang lebih unggul terhadap masing-masing variabel dependen, digunakan uji statistik Independent Sample T-test. Hasil penelitian pada taraf signifikan 5% menunjukkan bahwa ada pengaruh pendekatan CTL dengan setting kooperatif tipe kancing gemerincing terhadap kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri, dan prestasi belajar matematika pada siswa SMP. Berdasarkan analisis yang dilakukan, pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CTL dengan setting kooperatif tipe kancing gemerincing lebih unggul daripada pendekatan konvensional dalam hal kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri, dan prestasi belajar matematika pada siswa SMP.Kata Kunci: contextual teaching and learning, kancing gemerincing (talking chips), komunikasi matematis, percaya diri, dan prestasi belajar matematika. Effect of CTL Approach in Cooperative Setting of Talking Chips Type on Junior High School Student’s Mathematical Communication Skill, Self-Confidence, and Mathematics Learning Achievement AbstractThis study aims to describe the effect of contextual teaching and learning (CTL) approach in cooperative setting of talking chips type on junior high school student’s mathematical communication skill, self-confidence, and mathematics learning achievement. This study was a quasi-experimental research with two groups, experiment and control group. To test the effect of treatment on all of the dependent variables simultaneously, the data were analyzed using Multivariate Analysis of Variance (Manova), while to compare the superior learning approach on each dependent variable, the data will be analyzed using Independent Sample T-test. The results of the study, using significant level 5%, showed that the CTL approach in cooperative setting of talking chips type has an effect on junior high school student’s mathematical communication skill, self-confidence, and mathematics learning achievement. Based on the analysis result, it can be concluded that the CTL approach in cooperative setting of talking chips type was more superior than the conventional learning approach in terms of junior high school student’s mathematical communication skill, self-confidence, and mathematics learning achievement.Keywords: contextual teaching and learning, talking chips, mathematical   communication, self- iconfidence, and mathematics learning achievement.
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN SETTING KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, KEPERCAYAAN DIRI, DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Nina Agustyaningrum
JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI (JULI 2015)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.782 KB) | DOI: 10.33373/dms.v4i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dengan setting kooperatif tipe kancing gemerincing terhadap kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri, dan prestasi belajar matematika siswa SMP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap ketiga variabel dependen secara simultan, digunakan uji statistik Multivariate Analysis of Variance (Manova), sedangkan untuk menganalisis pendekatan manakah yang lebih unggul terhadap masing-masing variabel dependen, digunakan uji statistik Independent Sample T-test. Hasil penelitian pada taraf signifikan 5% menunjukkan bahwa ada pengaruh pendekatan CTL dengan setting kooperatif tipe kancing gemerincing terhadap kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri, dan prestasi belajar matematika pada siswa SMP. Berdasarkan analisis yang dilakukan, pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CTL dengan setting kooperatif tipe kancing gemerincing lebih unggul daripada pendekatan konvensional dalam hal kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri, dan prestasi belajar matematika pada siswa SMP.
HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 27 BATAM Nina Agustyaningrum; Silfia Suryantini
JIPMat Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v1i2.1242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dan kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII  SMP N 27 Batam. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP N 27 Batam yang terdiri dari 129 siswa sedangkan metode pengambilan sampel adalah sampel jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji signifikansi koefisien korelasi dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 27 Batam dengan besar hubungan yang termasuk kategori hubungan kuat; (2) terdapat  hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 27 Batam dengan besar hubungan 0,5 yang termasuk kategori hubungan cukup; (3) terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dan kepercayaan diri secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 27 Batam dengan besar hubungan 0,6 yang termasuk kategori hubungan kuat.