Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Serangan Timur Lenk Pada Masa Sejarah Kemunduran Peradaban Islam Muhammad Basri; Amanah Putri Fadillah; Fannia Sri Juwita; Mivtahul Zannah
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 2 No 1 (2024): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v2i1.559

Abstract

Tamerlane's attacks greatly influenced the lives and efforts of Islamic da'wah throughout the world. Its effects included the surrender of almost all Muslim territory to the Mongols in a short time, the destruction of major cities such as Baghdad, Samarkand, Bukhara, and Kairat, the destruction of many Islamic mosques, works of art, and science, oppression by Mongol rulers who did not respect Islam, and loss of political and administrative continuity in the Muslim world. When Mongols from the interior of Siberia invaded Muslim territory in the 13th century, it was known as Tamerlane's Incursion. This was one of the reasons the Abbasid dynasty collapsed, which at the time was considered a symbol of Islamic power and progress throughout the world. The influence of Chinese religion and culture, civil wars between Mongol tribes, the political and economic goals of Genghis Khan and his descendants, and competition with other countries such as Persia, India, and Europe were some of the factors that contributed to this attack. Tamerlane's attacks also taught Muslims to unite and fight against their enemies. Apart from maintaining ethical and moral principles in accordance with Allah's Shari'a, Muslims must strengthen their country's identity as an Islamic country and develop research and technology that is beneficial for human welfare.
Perkembangan Dan Peninggalan Dinasti Moghul Di India 1525-1857 Muhammad Basri; Nur Saadah; Ijar Salna
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 2 No 1 (2024): Februari : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v2i1.582

Abstract

There are three aims of writing this article: first to understand the identity of the Moghul kingdom;the second is to understand the growth of the Moghul empire, and the third is to study some of themisfortunes of the Moghul empire, such as in the fields of politics, socialism, and politics, art, andso on. The founder of the Moghul empire was Kutbu'ddin Aibak (1206–11), who was able toestablish an independent Islamic kingdom in India. There were three rulers: Aurangzib, ShahJahan, and Sultan Akbar. Sultan Akbar also combined Islamic and Hindu civilization and had aruler who was able to maintain the stability of the sultanate. On the other hand, Shah Jahan gaveaway a few secrets, such as the famous Taj Mahal. Other Aurangzib people are still struggling toimprove their education. However, after Aurangzib succeededin establishing the unity of thekingdom, the Moghuls were reluctant to become the few remaining kingdoms. The imprisonment ofthe Sepoys in 1857 marked the end of the Moghul era. The English were different from the Moghulmonarchy.
Peradaban Islam Masa Khalifah Umar Bin Khattab Muhammad Basri; Nayla Rizka Irwani; Nurhayati Nurhayati
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i1.926

Abstract

Umar ibn Khattab was a resolute and courageous leader. Traits of justice, generosity, high spirit of struggle, intelligence, and strong faith were ingrained in the personality of Umar ibn Khattab. Before embracing Islam, Umar himself belonged to a prestigious lineage among the Quraysh. Umar ibn Khattab's leadership earned him the title of Amirul Mukminin, while the state he led was referred to as a caliphate. This is utilize literary resources such as books, journals, and various written works for referencing purpose.s Khalifah Umar was an excellent administrator, as evidenced by his actions since assuming power. The first task undertaken by Khalifah Umar was the establishment of the Hijri calendar.
Mengembangkan Kecerdasan Visual Spasial Anak Melalui Kegiatan Kolase Pada Anak Usia Dini Abizard Anggraini; Masganti Sit; Muhammad Basri
Jurnal Pelita PAUD Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v6i2.1937

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kecerdasan visual spasial anak dikembangkan melalui kegiatan kolase anak kelompok A yaitu penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc Taggart. Setiap siklus terdiri dari 4 fase setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini berfokus pada kecerdasan visual spasial dengan aktivitas kolase. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing terdiri dari 2 sesi. Subjek penelitian ini adalah kelompok A yang terdiri dari 7 anak. Teknis Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak kelompok A mengalami perkembangan kecerdasan visual-spasial anak melalui kegiatan kolase.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Binjai Mona Febrica Silva; Sokon Saragih; Muhammad Basri
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Juli-Agustus
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/JCA.v1i2.9

Abstract

Abstract. This study aims to understand the steps in implementing the Merdeka Learning Curriculum in the Akidah Akhlak subject at Madrasah Aliyah Negeri Binjai, including the factors that support and hinder its implementation, as well as the strategies teachers use to overcome these obstacles. The study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects include the Head of the Madrasah, the Deputy Head of Curriculum, and the Akidah Akhlak teacher for class X-1. The findings indicate that the implementation of the Merdeka Learning Curriculum starts with planning and consists of three stages: introduction, core, and conclusion, although the P5 and PPRA projects have not been fully implemented. Evaluation is carried out through summative and formative assessments, as well as cognitive, affective, and psychomotor evaluations. Identified obstacles include a lack of training for educators and a mindset that has not fully adapted to the curriculum. Efforts to address these challenges include participating in workshops, enhancing teacher creativity, and sharing knowledge with fellow educators. 
Relevansi Pemikiran Murji’ah dan Khawarij terhadap Kehidupan Umat Islam Kontemporer Ahmad Al Kindi; Panca Abdini Sitorus; Zaimiri Zaimiri; Zulfahmi Lubis; Muhammad Basri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7869

Abstract

Artikel ini membahas relevansi pemikiran teologis Murji’ah dan Khawarij terhadap kehidupan umat Islam kontemporer di tengah kompleksitas tantangan sosial, politik, dan keagamaan modern. Kedua aliran ini lahir dari konflik awal Islam yang berkaitan dengan persoalan iman, amal, dan dosa besar, namun warisan pemikirannya masih tercermin dalam sikap keberagamaan umat Islam masa kini, baik dalam bentuk moderasi maupun ekstremisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber klasik dan literatur ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Murji’ah memiliki relevansi positif dalam menumbuhkan sikap toleran, moderat, dan inklusif dengan menekankan penangguhan penilaian iman kepada Allah, meskipun berpotensi menimbulkan sikap permisif apabila dipisahkan secara ekstrem dari amal dan tanggung jawab moral. Sementara itu, pemikiran Khawarij lebih berfungsi sebagai bahan refleksi kritis-historis untuk memahami bahaya ekstremisme, intoleransi, dan doktrin takfir yang dapat memicu konflik serta perpecahan umat. Dengan demikian, kajian terhadap Murji’ah dan Khawarij menegaskan pentingnya keseimbangan antara iman dan amal serta penguatan nilai moderasi (wasathiyah) sebagai fondasi dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan kontekstual di era kontemporer.
MASA TIGA KERAJAAN BESAR (1500-1800) Muhammad Basri; Zuhrona Siregar; Inayatu Safitri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.730

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika sosial dan politik selama Tiga Kerajaan Besar, sebuah model penting dalam sejarah Tiongkok kuno. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi hubungan sosial, sistem politik, ekonomi, dan faktor budaya yang mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan hidup tiga kerajaan besar. Sumber-sumber sejarah yang digunakan termasuk catatan resmi, literatur klasik, dan catatan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan sosiologis untuk mengeksplorasi struktur politik, peran individu-individu penting, hirarki sosial, norma-norma, dan dinamika masyarakat pada masa Tiga Kerajaan Besar. Model penelitian dilakukan dengan menganalisis secara kritis sumber-sumber primer dan sekunder, menginterpretasikan rencana-rencana tokoh-tokoh penting, kebijakan-kebijakan politik, dinamika ekonomi, dan faktor-faktor budaya yang mempengaruhi stabilitas atau perubahan sosial dan politik pada masa Tiga Kerajaan Besar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perjalanan sejarah, struktur politik, struktur sosial, dan dinamika budaya pada masa tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan masyarakat Tiongkok kuno dan relevansinya dengan perkembangan sosial dan politik kontemporer.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA FILM ANIMASI Nadia Nadia; Muhammad Basri; Nurlaili Nurlaili
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i1.4070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al-Barkah Medan Helvetia dan Menentukan apakah Media Film animasi dapat Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosioal anak usia 5-6 tahun. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi merupakan bagian dari teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang digunakan dalam penelitian ini di RA Al-Barkah. Peneliti menggunakan dokumentasi dan lembar observasi untuk menentukan peningkatan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana film Upin dan Ipin meningkatkan standar sosial emosional anak-anak. Peningkatan proporsi indiktor sosial emosional anak-anak pada setiap siklus menunjukkan hasil ini. Terjadi peningkatan pada siklus I, yaitu 6 anak (40%) dan 9 anak (60%) yang masing-masing tidak mengalami perkembangan. Persentase indikator sosial emosional anak meningkat pada siklus II, yaitu 2 anak (13,34%) yang mulai mengalami perkembangan dan 13 anak (86,66%) yang mengalami perkembangan sangat baik. Oleh karena itu, film animasi di RA Al-Barkah Medan Helvetia dapat membantu anak-anak usia 5-6 tahun untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional yang lebih baik.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA FILM ANIMASI Nadia Nadia; Muhammad Basri; Nurlaili Nurlaili
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i1.4070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al-Barkah Medan Helvetia dan Menentukan apakah Media Film animasi dapat Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosioal anak usia 5-6 tahun. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi merupakan bagian dari teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang digunakan dalam penelitian ini di RA Al-Barkah. Peneliti menggunakan dokumentasi dan lembar observasi untuk menentukan peningkatan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana film Upin dan Ipin meningkatkan standar sosial emosional anak-anak. Peningkatan proporsi indiktor sosial emosional anak-anak pada setiap siklus menunjukkan hasil ini. Terjadi peningkatan pada siklus I, yaitu 6 anak (40%) dan 9 anak (60%) yang masing-masing tidak mengalami perkembangan. Persentase indikator sosial emosional anak meningkat pada siklus II, yaitu 2 anak (13,34%) yang mulai mengalami perkembangan dan 13 anak (86,66%) yang mengalami perkembangan sangat baik. Oleh karena itu, film animasi di RA Al-Barkah Medan Helvetia dapat membantu anak-anak usia 5-6 tahun untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional yang lebih baik.