Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL TERHADAP STABILITAS SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK METANOL BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) Budi Sawitri, Satwika; Mahirotun, Anggun; DR, Juwita
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.75

Abstract

Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan kandungan antosianin yang tinggi merupakan bagian dari flavonoid memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Efek antioksidannya dapat dijadikan sebagai sumber suplemen Kesehatan maupun produk perawatan untuk berbagai masalah tubuh diantaranya adalah masalah kulit. Antioksidan dapat melindungi kulit dari paparan cahaya matahari dan radikal bebas yang menyebabkan kulit kusam serta penuaan dini. Salah satu sediaan yang dapat digunakan sebagai perawatan dan membersihkan kulit wajah dari kotoran yang menempel adalah sabun wajah atau facial wash. Pemanfaatan ekstrak bunga rosela dalam facial wash perlu dipertimbangkan untuk penambahaan carbopol sebagai gelling agent agar didapatkan sediaan gel yang stabil dan memenuhi standar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sediaan facial wash gel dari ekstrak bunga rosela yang stabil dan memenuhi standar dengan menggunakan variasi konsentrasi carbopol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental di laboratorium dengan bahan aktif ekstrak metanol bunga rosela serta variasi konsentrasi carbopol. Sediaan yang dibuat menggunakan variasi konsentrasi carbopol masing-masing untuk F1 adalah 0,7%; F2 0,9%; F3 1,1%; F4 1,3%; dan F5 dengan konsentrasi 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan formulasi sediaan gel facial wash ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) pada konsentrasi carbopol 1,3% (formula ke-4) menghasilkan sediaan yang paling baik dan stabil. Formula ke-4 memiliki nilai viskositas rata-rata 1808,6 cPs sebelum penyimpanan dan 1276,7 cPs setelah penyimpanan; nilai pH rata-rata 6,8 sebelum penyimpanan dan 6,5 setelah penyimpanan; tinggi busa rata-rata 5,4 cm sebelum penyimpanan dan 5,5 cm setelah penyimpanan; sedangkan rata-rata daya sebar 5,8 cm sebelum penyimpanan dan 5,5 cm setelah penyimpanan.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) DENGAN METODE STABILITAS MEMBRAN SEL SECARA IN VITRO Budi Sawitri, Satwika; Fitrian, Ahyana; Fadholah, Amal; Kurniawan, Kurniawan; Rahma, Nidya
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.76

Abstract

Inflamasi merupakan respon suatu jaringan terhadap munculnya rangsangan fisik maupun kimia sehingga akan dilepaskan mediator inflamasi seperti histamin, serotonin, bradikinin dan prostaglandin. Kerusakan sel akibat inflamasi mempengaruhi leukosit untuk mengeluarkan enzim lisosomal dan asam arachidonat. Penangan kejadian inflamasi dengan penggunaan obat antiinflamasi non steroid (AINS) dan antinflamasi steroid. Penggunaan jangka panjang obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan kandungan metabolit sekunder seperti senyawa flavonoid dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan karena efektivitasnya sebagai antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba meniran sehingga dapat menghambat terjadinya reaksi inflamasi. Penelitian ini menggunakan metode stabilitas membran sel secara in vitro berdasarkan perhitungan nilai IC50. Kemampuan ekstrak dalam menghambat inflamasi dapat dilihat berdasarkan pengaruhnya terhadap stabilitas membrane sel. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba meniran terhadap stabilitas membran sel yang dilakukan dengan menghitung presentase stabilitas membrane sel menunjukkan bahwa pada konsentrasi 800 ppm ekstrak herba meniran mempunyai aktivitas antiinflamasi tertinggi sebesar 99,26%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka potensi dalam menstabilkan membran sel yang induksi larutan hipotonik akan semakin meningkat. Nilai IC50 yang diperoleh menunjukkan dalam penelitian ini menunjukkan pada angka 44,236 ppm yang berarti bahwa ekstrak herba meniran memiliki aktivitas antiinflamasi dalam kategori sangat akif karena < 50 ppm.
A Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca Linn.) sebagai Antioksidan Rahma, Ndya; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.86

Abstract

ABSTRACT Yellow banana peel (Musa paradisiaca Linn.) contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and phenolics which are suspected to have antioxidant activity. This study aims to formulate a lotion preparation of yellow banana peel extract as a natural antioxidant. This research method is an experimental method carried out in the laboratory. The extract was obtained by the maceration method using 96% ethanol solvent. Antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The variations in extract concentration used in the formulation of the lotion preparation were 5%, 7.5%, and 10%. The results of this study indicate that the antioxidant activity in banana peel extract has an IC50 value of 32.28 µg/mL, which is included in the very strong category. Evaluation of the yellow banana peel extract lotion preparation produced a semi-solid preparation, white to brownish in color. The lotion formula has also shown a homogeneous composition of the preparation, with a pH value ranging from 7-10, with a spreadability between 3.91-8.22 cm. Based on these results, the best preparation is in formula one with a yellow banana peel extract content of 5% producing a homogeneous preparation with a pH of 8 which is in accordance with the skin pH and a spread of 6.07 cm. The conclusion of this study is that banana peel extract has very strong antioxidant activity with an IC50 value of 32.28 µg/mL. Keywords: Lotion; Yellow Banana Peel; Antioxidant; Formulation; stability Kulit pisang kepok kuning (Musa paradisiaca Linn.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan fenolik yang disinyalir memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan lotion ekstrak kulit pisang kepok kuning sebagai antioksidan alami. Metode penelitian ini yang adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi mengunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam formulasi sediaan lotion adalah 5%, 7,5%, dan 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas antioksidan dalam ekstrak kulit pisang memiliki nilai IC50 sebesar 32,28 µg/mL termasuk dalam kategori sangat kuat. Evaluasi sediaan lotion ekstrak kulit pisang kepok kuning menghasilkan sediaan berbentuk semi solid, berwarna putih hingga kecoklatan. Formula lotion juga telah menunjukkan susunan sediaan yang homogen, dengan nilai pH berkisar 7-10, dengan daya sebar antara 3,91-8,22 cm. Berdasarkan hasil tersebut, sediaan terbaik ada pada formula satu dengan kadar ekstrak kulit pisang kepok kuning sebesar 5% menghasilkan sediaan yang homogen dengan pH 8 yang sesuai dengan pH kulit dan daya sebar 6,07 cm. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak kulit pisang memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 32,28 µg/mL. Kata Kunci : Lotion; Kulit Pisang Kepok Kuning; Antioksidan; Formulasi; Stability
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN TERAPI ASPIRIN TUNGGAL DAN KOMBINASI ASPIRIN-CLOPIDOGREL PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD DR. MOEWARDI Nurkhalica, Salma; Fadholah, Amal; Kurniawan, Kurniawan; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.88

Abstract

Sindrom Koroner Akut merupakan bagian dari penyakit jantung koroner yang dicirikan dengan berkurangnya secara mendadak aliran darah ke otot jantung (miokard) yang disebabkan oleh gangguan di pembuluh darah koroner. Penyakit tidak menular salah satunya yaitu jantung koroner merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya penggunaan terapi aspirin tunggal dan kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien sindrom koroner akut di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental deskriptif dengan pengambilan data secara desain retrospektif. Data yang diambil adalah data rekam medis pasien rawat inap sindrom koroner akut periode Januari 2023 hingga Oktober 2024. Jumlah sampel penelitian yaitu 74 pasien dengan rincian 34 pasien menggunakan aspirin tunggal dan 40 pasien menggunakan aspirin-clopidogrel. Metode analisis data yang digunakan adalah ACER dan ICER. Hasil penelitian ini untuk rata-rata total biaya langsung pasien sindrom koroner akut yang menggunakan aspirin tunggal dengan nilai ACER yaitu Rp. 6.601.050, sedangkan untuk penggunaan aspirin-clopidogrel dengan nilai ACER yaitu Rp. 10.887.826. Analisis ACER menunjukkan bahwa aspirin tunggal lebih cost-effective dibandingkan kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien sindrom koroner akut rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Berdasarkan nilai ACER aspirin tunggal menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Hasil analisis ICER menunjukkan bahwa terapi aspirin-clopidogrel membutuhkan biaya tambahan yaitu Rp. -267.923. Berdasarkan hasil analisis ACER dan ICER, terapi aspirin tunggal lebih cost-effective dibandingkan dengan terapi kombinasi aspirin-clopidogrel untuk pasien sindrom koroner akut rawat inap di RSUD Dr. Moewardi periode Januari 2023-Oktober 2024.
KARAKTERISTIK SEDIAAN LIP BALM dengan PEWARNA ALAMI EKSTRAK BIJI BUAH PINANG (Areca catechu L.) Sawitri, Satwika Budi; Fitrian, Ahyana; Fatihah, Nadia Iha
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6565

Abstract

Kosmetik merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Dengan menggunakan kosmetik akan meningkatkan rasa percaya diri seseorang dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Lip balm merupakan salah kosmetik yang bekerja dengan membentuk lapisan minyak pada permukaan bibir berfungsi sebagai pelembab dan juga memberi warna. Akan tetapi banyak sediaan lip balm yang beredar dipasaran masih banyak menggunakan pewarna sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sediaan lip balm dengan pewarna alami dari ekstrak biji buah Pinang (Areca catechu L.) serta mengetahui konsentrasi ekstrak biji buah Pinang yang dapat menghasilkan warna yang stabil dan sesuai standar mutu sediaan. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi formulasi lip balm menggunakan ekstrak biji buah buah Pinang (Areca catechu L.) dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. Evaluasi mutu sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, daya sebar, daya oles, hedonik, dan stabilitas. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sediaan yang dihasilkan memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, memiliki daya oles yang baik, dengan nilai pH pada rentang 6.13 – 6.56, daya sebar 6.3 – 6.8 cm, dan titik leleh 50 – 53.3ᵒC. Berdasarkan hasil evaluasi mutu sediaan tersebut semua sediaan memenuhi standar persyaratan mutu sediaan lip balm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pewarna alamiekstrak biji buah Pinang dalam sediaan lip balm memiliki stabilitas yang baik sebagai pewarna.
FORMULASI SEDIAAN PATCH EKSTRAK BIJI JAMBLANG (SYZIGIUM CUMINI) SEBAGAI TERAPI LUKA DIABETES MELLITUS Mufida, Sakhiya; Lulu' Udhiya, Dini; Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.99

Abstract

Tanaman jamblang memiliki manfaat salah satunya sebagai antidiabetes. Biji jamblang yang berpotensi sebagai obat luka diabetes mellitus dibuat sediaan yang mudah digunakan yaitu microneedle patch. Pemakaian patch sebagai sediaan mudah dan nyaman terhadap luka pada penderita diabetes mellitus yang memerlukan pengobatan yang cukup lama karena dapat menghantar obat melalui lapisan kulit lebih dalam sehingga langsung menuju sirkulasi sistemik dengan meminimalisir rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi dan evaluasi mutu sediaan microneedle patch ekstrak biji jamblang dengan menelaah aktivitas antidiabetik ekstrak biji jamblang pada sediaan microneedle patch secara in vivo. Hasil skrining fitokimia ekstrak biji jamblang menunjukkan bahwa sampel positif mengandung tanin, saponin, dan flavonid. Melalui serangkaian preformulasi yang dilakukan, didapatkan formula yang sesuai dengan hasil yang diinginkan. Perlakuan pada hewan uji yaitu adaptasi tikus putih dengan memberi makan berupa nasi dan air minum larutan gula. Uji efektivitas sediaan dilakukan dengan membuat luka sayat pada tikus dan menempelkan sediaan patch pada luka tersebut. Hasil pengukuran kadar gula darah tikus 1x24 jam menunjukkan bahwa sediaan patch ekstrak biji jamblang pada F2 dan F3 dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka diabetes dan menurunkan kadar gula darah pada tikus, namun kurang efektif pada F1. Hal ini ditunjukkan oleh F0 yang lebih cepat menurunkan kadar gula darah pada tikus dibandingkan dengan F1. Adapun ukuran luka pada seluruh hewan uji mengalami penyusutan, sehingga sediaan patch dapat berpotensi digunakan sebagai terapi luka sayat diabetes mellitus.
Pewarna Alami Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) Pada Sediaan Pelembab Bibir Dengan Kombinasi Basis Minyak Budi Sawitri, Satwika; Mahardika, Muladi Putra; Sholikhah, Anggun Mahirotun Nur; Madaniah, Stevania Bunga
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 1 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i1.971

Abstract

As we get older, the structure and quality of the lips begin to change a lot. Starting from the appearance of fine lines to wrinkles on the upper and lower lips. The influence of climate and weather also causes a lot of damage to the lip lining, making the lips dry and chapped. One preparation that can be used to treat lip problems is lip moisturizer. Nowadays, besides the benefits of lip moisturizer to maintain or reduce the evaporation of water in the lip area, it can also be used at the same time to give color to the lips to make them look prettier. The oil phase content in lip moisturizer preparations also plays a role in maintaining lip moisture. Based on this, the research aims to make a lip moisturizer preparation with natural dyes from Areca nut (Areca catechu L.) extract with a combination of an oil phase base as an emollient as well as a moisturizer for the lips. This research method is an experimental research design with variations in the concentration of Areca nut extract as a natural dye and a combination of oil bases, namely canola oil and olive oil. The result of the evaluation quality of the lip balm preparation in the organoleptic test showed that the preparation had a semi-solid consistency with a dark red-brown color and a distinctive smell of coffee essence. The preparation shows a homogeneous composition, with a pH value in the range of 6.1-6.6. The spreadability of the preparation ranges from a diameter of 6.2-6.9 cm, with the melting point showing a temperature range between 50-64 °C. Based on the result of the evaluation quality of the lip moisturizer preparation it has met the standard requirements for the quality of the preparation. So it can be concluded that Areca nut (Areca catechu L.) extract can be used as a natural dye in the lip balm preparations with a stable color consistency and the use of a combination of canola oil and olive oil for bases able to maintain moisture on the lips.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PARA PEDAGANG DI PASAR KAGET MANTINGAN-NGAWI TENTANG BAHAYA KOLESTEROL TINGGI DAN CARA PENCEGAHANNYA MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT Kurniawan, Kurniawan; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes)
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jakes.v2i1.36

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang berada dalam aliran darah atau berada pada sel tubuh, yang prinsipnya digunakan untuk proses pembentukan dinding sel dan juga menjadi bahan baku beberapa hormon, tetapi bila kadar kolesterolnya pada darah berlebihan maka dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan pukulan. Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat dan pedagang dapat meningkatkan pemahamannya mengenai kolesterol tinggi dan mencegahnya. Masyarakat dapat didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya pola makan yang baik, olahraga rutin, dan menghindari rokok. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif yaitu menjadikan masyarakat sebagai mitra pada perencanaan, pelaksanaan juga evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan juga adalah metode demonstrasi dan pelatihan. Demonstrasi dilakukan untuk menunjukkan cara memilih dan memasak makanan sehat, hal ini dapat memberikan contoh langsung bagaimana menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan kadar kolesterol total pedagang pasar yang dikejutkan menunjukkan bahwa sekitar 47,01% penduduk mengalami hiperkolesterolemia dalam kategori sedang atau borderline, dan sekitar 52,90% penduduk mengalami hiperkolesterolemia dalam kategori berbahaya atau tinggi. Rata-rata hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa kadar kolesterol pedagang relatif tinggi, hal ini disebabkan konsumsi makanan tinggi lemak oleh setiap individu tidak dalam batas aman, dengan argumen bahwa produk yang dijual merupakan makanan yang menjadi pemicu. faktor kolesterol tinggi.
Edukasi Penggunaan Antibiotik yang Bijak pada Masyarakat Kelurahan Purwodiningratan Surakarta Rolando Rahardjoputro; Hanugrah Ardya Crisdian Saraswati; Agnes Prawistya Sari; Adhi Wardhana Amrullah; Wahyu Rizky; Agustina Puji Lestari; Joko Kismanto; Nova Rahma Widyaningrum; Satwika Budi Sawitri; Inayatush Sholihah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1281

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan momok yang mengancam kesehatan masyarakat di masa depan. Hal ini disebabkan karena penggunaan antibiotik yang tidak bijak, dan cenderung sembarangan. Berbagai upaya dari tingkat tenaga kesehatan sampai ke masyarakat telah dilakukan untuk mengontrol kejadian resistensi antibiotik / AMR (Antimicrobial Resistance). Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat wilayah Kelurahan Purwodiningratan, Surakarta mengenai penggunaan antibiotik yang bijak. Metode penyuluhan dilaksanakan secara presentasi dengan bantuan media leaflet yang telah disiapkan sebelumnya. Penyuluhan dilaksanakan di Pendhopo Kelurahan Purwodiningratan dengan peserta penyuluhan adalah anggota PKK Kelurahan Purwodiningratan berjumlah 36 orang yang semuanya merupakan ibu rumah tangga. Hasil evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat dengan teknik pretest-posttest control group menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 22% terhadap materi penyuluhan yang telah disampaikan. Kesimpulannya kegiatan edukasi masyarakat ini diterima dengan baik oleh peserta kegiatan dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai materi edukasi yang telah disampaikan.
USE OF INFUSED WATER HEALTHY DRINKS AS BODY RESISTANCE WITH PKK MANAGERS OF BANGAK SINE VILLAGE SRAGEN Kurniawan Kurniawan; Nurul Marfu'ah; Fauziyyah Al Hasanah; Muthi’ah Rabbaniyah; Satwika Budi Sawitri
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Kesehatan
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of infused water as a healthy drink for endurance needs to be widely disseminated in society after the Covid 19 pandemic. Infused water or spa water is water that is added with pieces of fruit and left for a few hours until the juice comes out, then it is ready to be consumed, thus giving the impression taste and health benefits. Infused water can be used as an alternative for those who don't or don't like fruit and don't have time to consume fruit. The purpose of this community service program is to increase the skills and knowledge of the community in making infused water, as well as the importance of increasing the body's immunity by utilizing health drinks such as infused water. The method used is descriptive, lecture, discussion and hands-on practice of making infused water with PKK administrators in Bangak Sine village, Sragen Regency. The results of this community service activity can be seen from the increased knowledge and ability of the participants in making the correct infused water according to the instructions previously socialized. The conclusion of this community service activity is that participants can make infused water independently and increase public knowledge about the benefits of infused water as an immune booster