Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pewarna Alami Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) Pada Sediaan Pelembab Bibir Dengan Kombinasi Basis Minyak Budi Sawitri, Satwika; Mahardika, Muladi Putra; Sholikhah, Anggun Mahirotun Nur; Madaniah, Stevania Bunga
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 1 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i1.971

Abstract

As we get older, the structure and quality of the lips begin to change a lot. Starting from the appearance of fine lines to wrinkles on the upper and lower lips. The influence of climate and weather also causes a lot of damage to the lip lining, making the lips dry and chapped. One preparation that can be used to treat lip problems is lip moisturizer. Nowadays, besides the benefits of lip moisturizer to maintain or reduce the evaporation of water in the lip area, it can also be used at the same time to give color to the lips to make them look prettier. The oil phase content in lip moisturizer preparations also plays a role in maintaining lip moisture. Based on this, the research aims to make a lip moisturizer preparation with natural dyes from Areca nut (Areca catechu L.) extract with a combination of an oil phase base as an emollient as well as a moisturizer for the lips. This research method is an experimental research design with variations in the concentration of Areca nut extract as a natural dye and a combination of oil bases, namely canola oil and olive oil. The result of the evaluation quality of the lip balm preparation in the organoleptic test showed that the preparation had a semi-solid consistency with a dark red-brown color and a distinctive smell of coffee essence. The preparation shows a homogeneous composition, with a pH value in the range of 6.1-6.6. The spreadability of the preparation ranges from a diameter of 6.2-6.9 cm, with the melting point showing a temperature range between 50-64 °C. Based on the result of the evaluation quality of the lip moisturizer preparation it has met the standard requirements for the quality of the preparation. So it can be concluded that Areca nut (Areca catechu L.) extract can be used as a natural dye in the lip balm preparations with a stable color consistency and the use of a combination of canola oil and olive oil for bases able to maintain moisture on the lips.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PARA PEDAGANG DI PASAR KAGET MANTINGAN-NGAWI TENTANG BAHAYA KOLESTEROL TINGGI DAN CARA PENCEGAHANNYA MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT Kurniawan, Kurniawan; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes)
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jakes.v2i1.36

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang berada dalam aliran darah atau berada pada sel tubuh, yang prinsipnya digunakan untuk proses pembentukan dinding sel dan juga menjadi bahan baku beberapa hormon, tetapi bila kadar kolesterolnya pada darah berlebihan maka dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan pukulan. Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat dan pedagang dapat meningkatkan pemahamannya mengenai kolesterol tinggi dan mencegahnya. Masyarakat dapat didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya pola makan yang baik, olahraga rutin, dan menghindari rokok. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif yaitu menjadikan masyarakat sebagai mitra pada perencanaan, pelaksanaan juga evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan juga adalah metode demonstrasi dan pelatihan. Demonstrasi dilakukan untuk menunjukkan cara memilih dan memasak makanan sehat, hal ini dapat memberikan contoh langsung bagaimana menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan kadar kolesterol total pedagang pasar yang dikejutkan menunjukkan bahwa sekitar 47,01% penduduk mengalami hiperkolesterolemia dalam kategori sedang atau borderline, dan sekitar 52,90% penduduk mengalami hiperkolesterolemia dalam kategori berbahaya atau tinggi. Rata-rata hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa kadar kolesterol pedagang relatif tinggi, hal ini disebabkan konsumsi makanan tinggi lemak oleh setiap individu tidak dalam batas aman, dengan argumen bahwa produk yang dijual merupakan makanan yang menjadi pemicu. faktor kolesterol tinggi.
Edukasi Penggunaan Antibiotik yang Bijak pada Masyarakat Kelurahan Purwodiningratan Surakarta Rolando Rahardjoputro; Hanugrah Ardya Crisdian Saraswati; Agnes Prawistya Sari; Adhi Wardhana Amrullah; Wahyu Rizky; Agustina Puji Lestari; Joko Kismanto; Nova Rahma Widyaningrum; Satwika Budi Sawitri; Inayatush Sholihah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1281

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan momok yang mengancam kesehatan masyarakat di masa depan. Hal ini disebabkan karena penggunaan antibiotik yang tidak bijak, dan cenderung sembarangan. Berbagai upaya dari tingkat tenaga kesehatan sampai ke masyarakat telah dilakukan untuk mengontrol kejadian resistensi antibiotik / AMR (Antimicrobial Resistance). Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat wilayah Kelurahan Purwodiningratan, Surakarta mengenai penggunaan antibiotik yang bijak. Metode penyuluhan dilaksanakan secara presentasi dengan bantuan media leaflet yang telah disiapkan sebelumnya. Penyuluhan dilaksanakan di Pendhopo Kelurahan Purwodiningratan dengan peserta penyuluhan adalah anggota PKK Kelurahan Purwodiningratan berjumlah 36 orang yang semuanya merupakan ibu rumah tangga. Hasil evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat dengan teknik pretest-posttest control group menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 22% terhadap materi penyuluhan yang telah disampaikan. Kesimpulannya kegiatan edukasi masyarakat ini diterima dengan baik oleh peserta kegiatan dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai materi edukasi yang telah disampaikan.