Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI SENDOK KAYU DI JETAK UTARA MALANG Agus Salim, Muhammad; Nuriyanti, Ika; Afifuddin, Afifuddin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1650-1659

Abstract

Industri kecil rumah tangga saat ini banyak ditekuni oleh masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan produktifitas ekonomi dan kesejahteraan serta untuk membantu menopang resistensi ekonomi nasional. industri Sendok kayu milik bapak Suyatno adalah salah satu dari beberapa industri kerajinan yang berlokasi di di Jl. Mulyodadi No. 63B jetak Utara Dau Malang. Tetapi beberapa masalah dan kendala yang masih dialami oleh pelaku usaha tersebut antara lain : kendalam dalam peningkatan kuantitias dan kualitas produksi sendok kayu yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : masih lemahnya dalam pemanfaatan alat berbasis teknologi serta cara mengelola sistem keungan dan pemasaran produk. Metode pengabdian yang digunakan dalam pengambdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi yakni dengan memberikan pemahaman materi, serta memberikan alat inovasi guna mengembangkan dan meningkatkan industri sendok kayu. Hasil pengabdian ini antara lain memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan alat berbasis IPTEK, serta manamene keuangan dan pemasaran.
The implementation of the Regional Development Plan policy focuses on developing the potential of empowered villages in Batu City Hayat, Hayat; Rudianto, Rudianto; Muchsin, Slamet; Afifuddin, Afifuddin
ARISTO Vol 12 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v12i1.7628

Abstract

Rural development aims to enhance the well-being and quality of life of rural communities and reduce poverty through the provision of basic needs, infrastructure development, local economic growth, and sustainable utilization of natural resources and the environment. To achieve these goals, the Village Law implements two approaches, namely "Building the Village" and "Village Development," integrated into village development planning. This research employs qualitative descriptive methods to provide a comprehensive and detailed overview of the investigated subject, aiming to understand the implementation of Regional Development Plan Policies focusing on empowering villages in the city of Batu. The study utilizes qualitative descriptive methods and in-depth interviews. The implementation of Regional Development Plan Policies in the city of Batu is documented in the Medium-Term Regional Development Plan (RPJMD) of Batu City for the period 2017-2022 and the Regional Development Plan (RPD) of Batu City for the period 2023-2026. The policy implementation is formalized through Regional Regulations and Local Regulations (Mayor's Regulations) both attributively and delegatively.
PENERAPAN PIDANA ADAT DALAM PENYELESAIAN PERKARA PIDANA PADA MASYARAKAT ADAT ACEH Safrijal, Airi; Afifuddin, Afifuddin; Putri, Siti Mirilda
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 9, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jic.v9i2.13650

Abstract

Hukum adat meulangga atau hukum pidana adat memiliki sifat yaitu pertama: tidak menganut prinsip asas legalitas. kedua: menyeluruh dan menyatu. ketiga: model penyelesaian perkara tidak membeda-bedakan antara lapangan hukum pidana maupun perkara perdata. Dalam hukum adat meulangga atau hukum pidana adat yang berbasis pada hukum adat Aceh maka apabila terjadi perkara atau masalah menekankan pada prinsip membeda-bedakan permasalahan. Bahwasanya hukum adat meulangga atau hukum pidana adat yang berbasis pada hukum adat yang berlaku dalam masyarakat hukum adat Aceh mengenal beberapa macam bentuk hukuman adat atau jenis-jenis hukuman adat atau sanksi adat dimana ketentuan hukuman tersebut ditetapkan sesuai dan sejalan dengan nilai-nilai hukum Islam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk dan penerapan hukuman adat dalam penyelesaian perkara pidana. Metode penelitian dalam penulisan ini penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library resecrh) dengan menelaah buku-buku, peraturan perundang-undangan, jurnal-jurnal dan bahan-bahan hukum yang terkait dengan penelitian. Disamping itu juga dilakukan wawancara dengan narasumber karena narasumber dianggap orang yang mengetahui sumber hukum hukum adat. Adapun bentuk hukuman adat berupa: Peng seudeukah (uang sedekah), Sie kameeng (Memotong kambing), Ija puteh (kain putih), Peusijuk (menepung tawari), Peumat Jaroe (bersalaman), dan Pengambilan (perampasan) barang. Penerapan hukuman adat serta pertanggungjawaban hukuman adat atau sanksi adat pada dasarnya diberikan dan dimintakan pertanggungjawaban itu pada si pelaku. Namun, apabila si pelaku tidak mampu bertanggungjawab maka, hukuman adat atau sanksi adat tersebut dapat dimintakan pertanggungjawabannya kepada ahli warisnya seperti (ayahnya, kerabatanya atau kepala desanya) apabila pelaku dalam hal ini tidak/belum mampu bertanggungjawab.