Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan oleh Petani Milenial untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Pupuk Kotoran Kambing di Gubug Mimpi, Plupuh, Sragen Sari, Dewi Novita; Putro, Sartono; Hartati, Sri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.958

Abstract

Sebagian besar kotoran kambing di Desa Plupuh dibiarkan menumpuk tanpa diolah berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Gubug Mimpi merupakan inisiatif petani milenial di desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen sebagai wadah pelatihan pertanian pedesaan swadaya. Kegiatan utamanya pelatihan pembibitan, penanaman, dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran kambing. Permasalahan utama Gubug Mimpi adalah bidang produksi yaitu mesin pengolahan limbah yang sudah tidak berjalan optimal dan seringnya muncul “kutu kebul” atau istilah latin Silverleaf whitefly pada musim tertentu. Bidang manajemen usaha pengelola masih berbasis konvensional dengan asas kekeluargaan. Bidang Pemasaran produk belum mengoptimalkan dan pemanfaatan teknologi informasi seperti aplikasi pemasaran online. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan produksi pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing dan memaksimalkan produksi sistem hidroponik, khususnya untuk tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti blewah dan melon. Metode kegiatan PKM dibagi menjadi 5 bagian yaitu tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program dilaksanakan selama 8 bulan. Teknologi Tepat Guna untuk proses produksi melalui pembuatan alat screw conveyor-VSC untuk produktivitas pembuatan kotoran kambing dan steam generator untuk sterilisasi greenhouse. Pembentukan struktur organisasi untuk meningkatkan manajemen usaha dan pendampingan pemasaran dengan sosial media. Hasil yang diperoleh Penerapan teknologi tepat guna, penguatan organisasi, dan pelatihan pemasaran digital di Gubug Mimpi berhasil meningkatkan produksi pupuk organik hingga 70%, produktivitas tanaman hidroponik sebesar 50% dengan penurunan serangan kutu kebul 80%, memperbaiki efisiensi manajerial, serta memperluas akses pasar melalui media sosial dan platform e-commerce
Studi Perubahan Dimensi Venturi pada Karburator Terhadap Performa Motor Bensin S Subroto; Andre Wijanarko; Sartono Putro
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Venturi adalah suatu saluran di dalam karburator yang berfungsi untuk mendapatkan suatu perbedaan tekanan sehingga terbentuk aliran bahan bakar bercampur dengan udara, masuk ke dalam ruang bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter venturi pada karburator terhadap performa pada sepeda motor. Diameter venturi yang digunakan ada tiga yaitu diameter standard 18 mm, diameter 18,5 mm dan diameter 19 mm. Performa pada sepeda motor didapatkan dengan menggunakan alat uji dyno test meliputi torsi, daya dan konsumsi bahan spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter venturi berpengaruh terhadap performa sepeda motor. Torsi tertinggi pada venturi diameter 18,5mm dengan nilai 7,18 Nm pada putaran 3350 rpm, daya tertinggi pada venturi diameter 18,5 mm dengan nilai 5,5 HP pada putaran 6500 rpm dan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada venturi diameter 19 mm dengan nilai 0,317 kg/jam Hp pada putaran 6500 rpm.
Penerapan Aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) Pada Kader Posyandu di Desa Bogangin, Kacamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas Umi Laelatul Qomar; Wahyu Rahmatullah; Wilson Candra Teguh Pratama; Tanti Azizah Sujono; Muhtadi Muhtadi; Sartono Putro; Wulan Rahmadhani; Adinda Putri Sari Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24053

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that has serious implications for health outcomes and human resource quality. One of the main challenges in stunting prevention at the village level is the limited system for recording, monitoring, and disseminating maternal and child health information, which is still predominantly conducted manually. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance the capacity of Posyandu cadres in stunting monitoring through the implementation of the LARASKIA application (Stunting Recording and Maternal and Child Health Information Service) in Bogangin Village, Banyumas Regency. The program employed socialization, application usage training, mentoring, and evaluation as its implementation methods. The results demonstrated that the application of LARASKIA significantly improved the knowledge and skills of Posyandu cadres in recording toddlers’ nutritional status, monitoring maternal and child health, and delivering health information in a more effective and systematic manner. This program contributes to strengthening digital-based stunting prevention efforts at the village level. Keywords: Stunting, LARASKIA, Posyandu Cadres, Maternal and Child Health, Digital Health.  ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas kesehatan dan sumber daya manusia. Salah satu kendala utama dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa adalah keterbatasan sistem pencatatan, pemantauan, dan penyampaian informasi kesehatan ibu dan anak yang masih dilakukan secara manual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan stunting melalui penerapan aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) di Desa Bogangin, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan aplikasi LARASKIA mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencatatan status gizi balita, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta penyampaian informasi kesehatan secara lebih efektif dan sistematis. Program ini berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting berbasis digital di tingkat des Kata Kunci: Stunting, LARASKIA, Kader Posyandu, Kesehatan Ibu Dan Anak, Digital Health.
Strengthening Ecoprint Batik Branding through Motif Identity and Storytelling: A Community Service Program at Zulfa Ecobay Aflit Nuryulia Praswati; Lina Agustina; Aulia Uswatun Khasanah; Subroto; Sartono Putro; Ahmad Fauzan Tirmidzi
Abdi Psikonomi Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v7i1.19555

Abstract

The competitiveness of creative Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises (MSMEs) is increasingly influenced by their ability to develop distinctive product identities that communicate cultural values. However, many ecoprint batik MSMEs still market their products without unique motif identities, philosophical meanings, or storytelling, limiting their branding potential and product differentiation. This community service program aimed to strengthen the product identity of Zulfa Ecobay, an ecoprint and natural dye batik MSMEs in Jarum Village, Klaten Regency, Indonesia, through the identification of unique ecoprint motifs and the development of motif names and storytelling. The program employed participatory training and mentoring methods involving observation of existing motifs, identification of visual characteristics based on the composition of natural leaves, participatory discussions, motif naming, and the development of philosophical narratives. The program successfully identified three distinctive motif identities, namely Wening Alas, Sekar Bumi, and Wana Sasmita, each representing different visual characteristics, local wisdom, and environmental values. The development of motif identities and storytelling enhanced the partner's ability to communicate the cultural meanings embedded in each product while strengthening product differentiation and brand authenticity. The findings demonstrate that integrating motif identification with storytelling is an effective branding strategy for creative MSMEs because it enhances product value, strengthens emotional connections with consumers, and reinforces competitiveness through cultural identity and local biodiversity. This approach can serve as a sustainable empowerment model for creative enterprises seeking to integrate local cultural heritage into product branding.