Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Alat Peraga ABD Ajaib Guna Memahami Konsep Luas dan Keliling Bangun Datar Berbasis Etnomatematika Lintang, Lintang Ega Shavira; Arfinanti, Nurul; Azka, Raekha
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2021.011-02

Abstract

Alat peraga Anyaman Bangun Datar (ABD) Ajaib adalah alat peraga yang dibuat untuk membangun pemahaman peserta didik tentang konsep luas dan keliling suatu bangun datar. Penggabungan budaya dan matematika dalam pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Etnomatematika. Pengembangan alat peraga ini dimaksudkan dengan tujuan untuk : 1) Mengenalkan jenis-jenis bangun datar dengan menjadikannya motif dalam anyaman yang dibuat. 2) Membangun konsep luas dan keliling bangun datar dengan menggunakan kotak-kotak pada anyaman sebagai satuan ukur. 3) Mengenalkan budaya anyaman pada peserta didik. 4) Meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dalam pendekatan etnografi peneliti berupaya mendeskripsikan serta menggambarkan secara rinci bagaimana alat peraga ABD Ajaib ini berguna dalam pembelajaran konsep luas dan bangun datar dalam matematika dan hubungan apa yang terdapat antara alat peraga ini dengan etnomatematika.
Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Numan, Mulin; Azka, Raekha
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2023.32.49-55

Abstract

Geometri merupakan materi yang sangat penting untuk dipelajari oleh siswa karena banyak konsep matematika yang dapat ditunjukkan atau dijelaskan dengan representasi geometris. Selain dapat menumbuhkembangkan kemampuan berpikir logis, geometri juga efektif untuk membantu menyelesaikan permasalahan dalam banyak cabang matematika. Di antara cabang matematika yang lain, geometri mendapat porsi paling besar dalam kurikulum dari SD sampai SMA. Tulisan ini bermaksud mengidentifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri dengan mengkaji hasil-hasil penelitian yang sudah ada. Hasil kajian ini adalah adanya dua jenis kesulitan yaitu kesulitan memahami konsep geometri dan kesulitan menyelesaikan masalah geometri. Kesulitan memahami konsep geometri meliputi kesulitan dalam memahami definisi bangun geometri seperti sudut, garis, simetri, bidang, dan ruang serta kesulitan mensintesis hubungan antar bangun geometri seperti membandingkan segitiga samakaki dengan samasisi dan membandingkan persegi dengan persegipanjang. Adapun kesulitan menyelesaikan masalah geometri terjadi saat membaca dan memahami masalah, kesulitan mentrasformasikan soal ke dalam model matematika, kesulitan keterampilan proses penyelesaian masalah, dan kesulitan dalam menarik kesimpulan. Kesulitan tersebut terjadi karena geometri merupakan materi yang abstrak dan kompleks. Untuk mengatasi kesulitan tersebut diperlukan solusi terutama dalam proses pembelajaran agar materi geometri yang sulit bisa disajikan dengan baik sehingga membantu siswa untuk memahami materi tersebut.
UNVEILING THE ETHNOMATHEMATICS OF BANTUL'S NITIK BATIK: A CULTURAL AND MATHEMATICAL JOURNEY Mufida, Naila Rahma; Azka, Raekha
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v6i1.1125

Abstract

Ethnomathematics is the mathematics embedded in a culture or understood as a discipline used to understand how mathematics is adapted from a culture. The purpose of this study is to determine (1) What symmetry patterns are present in Nitik batik? and (2) What philosophical meanings are associated with the symmetry patterns in Nitik batik? These are specifically referenced for students, particularly in the context of teaching transformation geometry, by incorporating cultural elements, namely the Nitik batik motifs from Yogyakarta. Ethnomathematics, as a medium for teaching mathematics, also aims to introduce and preserve Indonesia's cultural heritage. This study employs a descriptive research method with a qualitative approach. The data used to answer the research questions were obtained from document studies, including books, journals, and internet sources. Data analysis was performed using qualitative data analysis techniques, which include three main steps: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study reveal that in the Nitik batik of Bantul Yogyakarta, the Jaya Kirana motif features geometric patterns of reflection and translation.
Mengatasi Problematika Pembelajaran Matematika dengan Praktik Lesson Study Pitriyani, Novia; Azka, Raekha; Suparni; Oktavia, Winda
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 3 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2023.33.110-116

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam proses berkembangnya suatu negara. Negara yang maju memiliki pendidikan dengan kualitas yang baik sehingga diperlukan inovasi, salah satunya dalam proses pembelajaran. Banyak cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran salah satunya adalah dengan lesson study. Lesson study yang merupakan serangkaian kegiatan dalam pengembangan kemampuan pendidik dalam mengelola kegiatan pembelajaran di kelas mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, sampai kegiatan akhir yang terdiri dari 3 tahapan yaitu plan (perencanaan), do (pelaksanaan), dan see (refleksi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan lesson study sebagai solusi untuk mengatasi problematika pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung pada pelaksanaan lesson study di kelas XI F5 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa lesson study menjadi tindakan yang efektif dalam mengatasi problematika pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil lesson study, problematika yang terjadi seperti kurangnya keefektifan waktu karena sulitnya mengefektifkan pembagian kelompok karena perbedaan pendapat dapat diatasi dengan pembelajaran individu untuk diterapkan di kelas XI F5 dibandingkan dengan pembelajaran kelompok.
Analisis multimedia instruksional modul ajar matematika kelas VII SMP Terbuka ditinjau dari cognitive load Azka, Raekha; Surjono, Herman Dwi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pyth.v14i1.6901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah modul ajar matematika kelas VII SMP Terbuka yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama dengan melihat dan fokus pada Extraneous Cognitive Load (ECL) yang ada. Metode penelitannya menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu content analysis ( analisis isi. Proses analisis dilakukan dengan melihat pada modul mengenai adakah tampilan atau penyajian materi dan hal-hal lain kemudian di sandingkan dengan framework penyebab ECL. Framework penyebab ECL ada 5 yaitu 1) Split Attention, 2) The redundancy of information, 3) The lack of signaling, 4) The incoherence, dan 5) The typing mistake. Tulisan ini menghasilkan bahwa seluruh aspek penyebab ECL ada pada modul tersebut. Kemudian secara rinci 1) Split Attention muncul sebanyak 5 kali, 2) The redundancy of information muncul sebanyak 6 kali, 3) The lack of signaling muncul sebanyak 6 kali, 4) The incoherence muncul sebanyak 6 kali, 5) The typing mistake muncul sebanyak 1 kali dengan total kemunculan untuk seluruhnya adalah 24 kali. Dari data tersebut menandakan bahwa modul tersebut secara konten matematika sudah baik namun dalam penyajian infomasinya masih memuat ECL dan dapat diperbaiki serta dikembangkan agar ECL pada modul dapat dikurangi dan dihilangkan. Pengembangan modul matematika selain perlu memperhatikan konten matematika perlu juga mempertimbangkan bagaimana penyajian isi agar tidak menimbulkan beban kognitif berlebih.
Implementation of Lesson Study by Dominating Discovery Learning and TGT Models to Increase Student Learning Interest Islamiyah, Aris Mislikhatun; Suparni, Suparni; Azka, Raekha; Hayati, Siti Rahmatun
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): Volume 10 Number 2, September 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v10i2.6445

Abstract

This study aims to improve students' interest in learning This study aims to increase students' interest in learning mathematics by implementing Lesson Study that combines Discovery Learning and Teams Games Tournament (TGT) models. The method used in this research is descriptive qualitative, which was conducted on students of class XE MAN 4 Sleman for the academic year 2024/2025. Data were obtained through questionnaires, observation, and documentation. The research was conducted in two cycles which included planning, implementation, and reflection stages. The results showed a significant increase in students' interest in learning. At the end of Cycle I, only 18.18% of students showed very high interest in learning, while at the end of Cycle II, the percentage increased to 51.51%. This increase shows the effectiveness of applying a combination of Discovery Learning and TGT models in increasing students' interest in learning mathematics. In Cycle I, various obstacles were still found, such as low student participation, teacher dominance in learning, and learning outcomes that had not reached the KKM target. Therefore, Cycle II planning focused on empowering student involvement through interesting and collaborative media. After making improvements in Cycle II, there was a significant increase in both student interest and involvement, as well as the achievement of the research success indicators. Thus, the research was stopped at Cycle II because the objectives had been achieved, and Lesson Study can be concluded as an effective strategy to increase students' interest in learning.Penerapan Lesson Study Dengan Mendominasi Model Discovery Learning Dan TGT Untuk Meningkatkan Minat Belajar SiswaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa dengan menerapkan Lesson Study yang menggabungkan model Discovery Learning dan Teams Games Tournament (TGT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan pada siswa kelas XE MAN 4 Sleman untuk tahun ajaran 2024/2025. Data diperoleh melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam minat belajar siswa. Pada akhir Siklus I, hanya 18,18% siswa yang menunjukkan minat belajar sangat tinggi, sedangkan pada akhir Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 51,51%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas penerapan kombinasi model Discovery Learning dan TGT dalam meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran matematika. Pada Siklus I, masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi siswa, dominasi guru dalam pembelajaran, serta hasil belajar yang belum mencapai target KKM. Oleh karena itu, perencanaan Siklus II difokuskan pada pemberdayaan keterlibatan siswa melalui media yang menarik dan kolaboratif. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan baik dari segi minat maupun keterlibatan siswa, serta tercapainya indikator keberhasilan penelitian. Dengan demikian, penelitian dihentikan pada Siklus II karena tujuan telah tercapai, dan Lesson Study dapat disimpulkan sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa.Kata Kunci:Pendidikan; Lesson study; minat belajar
Modul Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Husniah, Aulia; Azka, Raekha
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.724

Abstract

Melihat tujuan dan standar proses pembelajaran matematika, penalaran matematis merupakan kemampuan yang diharapkan dapat dicapai siswa. Akan tetapi, penalaran matematis siswa Indonesia masih rendah dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas. Kemudian salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berupaya membuat modul matematika dengan model pembelajaran problem-based learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul matematika dengan model pembelajaran PBL untuk memfasilitasi kemampuan penalaran matematis siswa dan mengetahui bagaimana kevalidan modul tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan yaitu PPE yang terdiri dari Planning, Production, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data adalah uji validitas produk yang dilakukan oleh ahli materi yaitu dua dosen dan ahli media yaitu dua guru matematika dan satu dosen. Penelitian ini berhasil mengembangkan sebuah modul matematika dengan model pembelajaran PBL. Modul yang dikembangkan ini dikatakan valid dengan rata-rata skor aktual yaitu 94 dengan kriteria Baik dan 50,33 dengan kriteria Sangat Baik. Seeing the goals and standards of the mathematics learning process, mathematical reasoning is an ability that is expected to be achieved by students. However, Indonesian students' mathematical reasoning is still low, and the learning resources used are still limited. Then one of the efforts to overcome this, the researchers tried to make a mathematics module with a problem-based learning (PBL) learning model. The purpose of this research is to develop a mathematics module with a PBL learning model to facilitate students' mathematical reasoning abilities and find out how valid the module is. This research is a research and development with a development model, namely PPE which consists of Planning, Production, and Evaluation. The data collection technique is a product validity test conducted by material experts, namely two lecturers and media experts, namely two mathematics teachers and one lecturer. This research succeeded in developing a mathematics module with PBL learning model. The developed module is said to be valid with an average actual score of 94 with good criteria and 50.33 with Very Good criteria.
Application of lesson study to improve the quality of mathematics learning in the era of society 5.0 Muhakimah, Ihtiyatul; Suparni, Suparni; Azka, Raekha; Hendriantiningtyas, Besti
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 13 No 1 (2025): VOLUME 13 NUMBER 1 JUNE 2025
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/593qh008

Abstract

Humans and technology in the 5.0 era of society are inseparable. This is very influential in mathematics learning. Mathematics learning in the current era emphasizes the use of technology as a tool to improve the quality of teaching and learning activities. Therefore, the purpose of this research is to see the application of lesson study to improve the quality of mathematics learning in the era of society 5.0. This type of research is qualitative, with a descriptive method to describe the result of the implementation of the lesson study. The lesson study application consisted of 2 cycles. Each cycle consists of 3 stages, namely plan, do, and see. In the planning stage, the model teacher planned the learning by preparing the teaching module. At the do stage, the model teacher implements learning in accordance with the teaching module that has been prepared. Then, at the seed stage, the model teacher reflects together with the observers. The results of this study showed that in each cycle of the lesson study application, there was an improvement in the quality of learning, such as the reduction of students sleeping, the use of handphones only for learning purposes, and there were 98% of students who were active during teaching and learning activities.
EKSPLORASI GAMELAN GENDER JAWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sasikirana Zahra Maheswari; Raekha Azka
Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan Vol 21 No 1 (2024): Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan
Publisher : LPMP Provinsi DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54124/jlmp.v21i1.123

Abstract

Gender is one of the gamelan instruments originating from Java. This musical instrument is one of the local cultures. From this culture there are forms, buildings, carvings, and jewelry that can be associated with mathematics. Therefore, the purpose of this study is to describe the results of the exploration of gamelan gender in mathematics learning. The method used is descriptive qualitative research method with ethnographic approach. The data collection technique comes from literature study. From gender musical instruments, it can be seen that there are mathematical concepts in the fields of geometry and geometric transformation. The results of the geometry field are in the material of rectangular flat shapes, trapezoids, circles and block and tube spaces. Then in geometry transformation is the concept of reflection and translation. So that gender musical instruments are not only used in gamelan ensembles, but can also be a means to learn mathematical concepts