Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Konversi Bahasa Isyarat Ke Abjad dan Angka Berbasis Augmented Reality dengan Teknik 3D Object Tracking Annisa, Ane; Hiron, Nurul; Khairul Anshary, Muhammad Adi
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v2i1.82

Abstract

Orang tunarungu berkomunikasi dengan cara menggunakan bahasa isyarat. Sulitnya orang tunarungu berkomunikasi dengan orang normal menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius, karena apabila orang normal tidak mengerti bahasa isyarat maka ketika berkomunikasi dengan orang tunarungu akan ada kesalahan komunikasi, sehingga keinginan orang tunarungu tidak akan tersampaikan dengan baik. Salah satu cara memecahkan masalah dalam hal ini yaitu orang normal berlajar bahasa isyarat, untuk membuat orang normal lebih tertarik belajar bahasa isyarat yaitu dengan cara memanfaatkan perkembangan teknologi salah satunya penerapan teknologi Augmented Reality yang pada saat ini sedang banyak di bicarakan dalam perkembangan teknologi multimedia. Berdasarkan permasalahan yang ada maka di buat sebuah aplikasi dengan menerapan teknologi Augmented Reality tersebut pada aplikasi yang dibuat yaitu aplikasi konversi bahasa isyarat abjad dan angkadengan menggunakan teknik 3D Object Tracking  yaitu salah satu fitur terbaru dalam metode markerless, pada teknik ini marker tidak lagi menyerupai kertas melainkan objek 3 dimensi seperti asbak, mainan mobil – mobilan, dan lain sebagainya. Marker yang di gunakan dalam aplikasi konversi bahasa isyarat yaitu abjad dan angka dalam bentuk kayu dengan ukuran 10x8 cm, pada kayu tersebut di terapkan warna – warna yang terang. Penyecanan marker dilakukan di tempat yang terang karena pada pembuatan marker 3D Object Tracking intensitas cahaya menjadi salah satu keberhasilan terdeteksinya marker.
Penerapan Lemari Sterilisasi Teknologi Ozon Dan Uvc Untuk Gugus Tugas Covid Di Puskesmas Salawu Kabupaten Tasikmalaya Priatna, Edvin; Hiron, Nurul; Naim, Nidar Nadrotan; Rahman, Abd; Annashr, Nissa Noor; Rahayu, Andri Ulus
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3265

Abstract

Officers' readiness to prevent the spread of COVID-19 through document exchange is a problem in the community. This article discusses how the social engineering of COVID-19 cluster officers and Salawu Health Center officers in Tasikmalaya Regency in receiving and implementing document sterilization cabinet technology to suppress the transmission of the COVID-19 virus through document exchange. The use of ozone and UVC as sterilization media is beneficial but can negatively impact humans in the long term. Therefore education is needed for partners to avoid these negative impacts. This service activity method is partner situation analysis, pre-test, partner education, post-test, and conclusion. The result of this service is that partners have received document sterilization cabinets and UVC as room sterilizers. The results of measuring partner knowledge before and after participating in webinar activities using pre-test and post-test instruments, showed an increase in knowledge, skills and awareness by partners regarding the use of UVC and Ozone on average 83% from the initial condition of not understanding to understanding and skill.    Keywords: covid-19; ozone; uvc; health community center  Abstrak: Kesiapan petugas dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pertukaran dokumen menjadi masalah di masyarakat. Artikel ini membahas tentang bagaimana rekayasa sosial pada petugas Gugus COVID-19  dan petugas Puskesmas Salawu di Kabupaten Tasikmalaya dalam penerima dan implementasi teknologi lemari sterilisasi dokumen guna menekan penularan virus COVID-19 melalui pertukaran dokumen. Penggunaan ozon dan UVC sebagai media sterilisasi sangat efektif, tetapi dapat menghasilkan dampak negatif dalam jangka Panjang, oleh karena itu diperlukan edukasi kepada mitra agar terhindar dari dampak negatif tersebut. Metode pada kegiatan pengabdian ini adalah analisis situasi mitra, Pre-test, edukasi mitra, post-test dan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mitra telah menerima lemari sterilisasi dokumen dan UVC sebagai sterilisasi ruangan. Hasil pengukuran terhadap pengetahuan mitra sebelum dan setelah mengikuti kegiatan webinar menggunakan instrumen pre-test dan post-test, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kewaspadaan oleh mitra terkait penggunaan UVC dan Ozon rata-rata 83% dari kondisi awal tidak memahami menjadi paham dan terampil.Kata kunci: covid-19; ozone; uvc; puskesmas
PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19 DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI OZON Laksmini, Puji; Risnandar, Muhammad Aris; Supriyono, Yusup; Tikupasang, Enov; Hiron, Nurul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.413-418

Abstract

The West Java Government has categorized Tasikmalaya be at level 4 (heavy) related to the spread of Covid-19. Community Health Centre of Cibeureum provides health services for the community in Cibeureum District, covering 5 villages. Community Health Centre of Cibeureum provides hospitalization . The average pre-Covid visitasion was 150-200 patients per day, then during the Covid period it decreased to 50-70 patients per day. During the PSBB period, employees of the Community Health Centre of Cibeureum have experienced significant changes in work psycholog, because in addition to having the obligation to serve community, employees were worried about exposure to the Covid-19 virus. There are various kinds of air sterilization methods, including using high pressure : both positive and negative, ultraviolet light, HEPA, and ozone. Apart from being used as an antiseptic, ozone has antiviral, antifungal, and antiprotozoal functions. On the other hand, ozone can also have adverse health effects if used without using standard regulations.
PENERAPAN TEKNOLOGI SINAR UVC SEBAGAI MEDIA STERILISASI DOKUMEN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Rahayu, Andri Ulus; Chobir, Abdul; Usrah, Ifkar; Korneliani, Kiki; Hiron, Nurul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.402-408

Abstract

Data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menunjukan bahwa sampai tanggal 19 Juni 2020 jumlah kasus positif melalui PCR dan RDT berjumlah 50. Puskesmas Kecamatan Cibeureum dan MAN 2 Tasikmalaya sebagai mitra perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Salah satu yang harus mendapatkan perhatian adalah bahaya penularan Covid-19 melalui kontak langsung dengan dokumen-dokumen yang memiliki mobilitas perpindahan tangan yang cukup tinggi mengingat dokumen tidak bisa disterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan alat sterilisasi dokumen-dokumen dengan teknologi Sinar Ultraviolet tipe C (UVC) kepada mitra Puskesmas Cibeureum dan MAN 2 Tasikmalaya, beserta edukasi terkait dengan aturan dan cara menggunakan alat sterilisasi dokumen tersebut. Berdasarkan data, tingkat pemahaman mitra terkait dengan covid-19, penggunaan teknologi UVC dan dampak negatif yang harus dihindari dari penggunaan teknologi tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Selain itu, teknologi yang diterapkan oleh mitra tersebut khususnya teknologi UVC sangat bermanfaat dan dapat digunakan dengan mudah oleh mitra.  
Performance Evaluation of a Smart Aeration System for Tilapia Farming Based on IoT and Environmental Sensing Nursuwars, Firmansyah maulana sugiartana; Shofa, Rahmi; hiron, Nurul; Swamardika, Ida Bagus Alit; sambas, aceng
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jteknokes.v18i4.129

Abstract

Fluctuations in dissolved oxygen (DO) levels in high-density biofloc-based tilapia aquaculture pose a critical challenge that directly affects fish growth, survival rate, and feed conversion efficiency. Traditional aeration systems that operate continuously are energy inefficient and unable to adapt dynamically to real-time environmental variations. This study aims to improve DO stability and energy efficiency in biofloc-based tilapia aquaculture through adaptive aeration control. This study designs and evaluates an Internet of Things (IoT)-based smart aeration system that automatically regulates aeration intensity based on real-time DO sensing and threshold-based control logic. The system is built on an ESP32 microcontroller integrated with a digital DO sensor, a water temperature sensor, and relay actuators for blower control, with data transmission via the MQTT protocol and real-time monitoring through a web-based dashboard. Experimental testing was conducted for seven days in a biofloc pond containing 200 tilapia, with a comparative analysis between manual and automated control modes. The results demonstrate that the smart aeration system effectively maintained DO within the optimal range of 5.1–6.8 mg/L while reducing blower energy consumption by 26.7%. Communication reliability was validated with an average transmission delay of 740 ms and a packet loss rate of 1.8%, both of which are acceptable for real-time IoT applications. Data analysis showed consistent improvements in DO stability and energy efficiency throughout the experimental stage. In addition, the system’s modular architecture enables scalability for integration with additional sensors or renewable energy sources, such as solar panels, to support off-grid operations. The findings affirm that the proposed system offers a practical, low-cost, and sustainable solution for data-driven aquaculture management and contribute to the advancement of smart, environmentally responsive aquaculture systems.
Sistem Aerasi dengan Pengendalian PID untuk Optimasi Kadar Oksigen Terlarut pada Kolam Ikan Nur Kamilah, Rima; Hiron, Nurul; Maulana, Firmansyah
Fuse-teknik Elektro Vol 5 No 2 (2025): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dissolved oxygen (DO) levels are an important parameter in fish farming because they directly affect fish metabolism, growth, and survival. This study designed an automatic aeration system based on Proportional–Integral–Derivative (PID) control using a LilyGO T-Relay microcontroller and an AC Dimmer module. The system is equipped with DO, pH, and temperature sensors that monitor water quality in real-time and send data to Google Sheets via a Wi-Fi connection. Tests were conducted at four DO setpoints: 4 mg/L, 5.3 mg/L, 6 mg/L, and 7 mg/L. The results showed that the system was able to maintain DO with an average error of 2.02% and energy savings of up to 99.5%, with the lowest power consumption of 0.45 Wh at the 4 mg/L setpoint. This system is considered effective in maintaining water quality while increasing energy efficiency in fish farming.
Penerapan Teknologi RAS Hemat Energi pada Sistem Vertical Crab Farming (VCF) Busaeri, Nundang; Hiron, Nurul; Glaudira, Nadya; Gufroni, Acep Irham; Tarempa, Genta Nazwar
KARISMAS - JURNAL PENGABDIAN KARYA INOVASI MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025):
Publisher : Sahira Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70282/karismas.v2i2.26

Abstract

Sistem budidaya kepiting bakau berbasis apartemen vertikal (Vertical Crab Farming/VCF) memberikan solusi atas keterbatasan lahan, namun kerap terkendala pada tingginya konsumsi energi akibat penggunaan pompa secara terus-menerus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) hemat energi pada sistem VCF melalui pendekatan sirkulasi air berbasis gravitasi yang dikendalikan oleh level air pada reservoir. Reservoir ditempatkan pada ketinggian 3 meter dan diisi menggunakan pompa celup 370 watt yang bekerja secara intermiten. Pengujian menunjukkan debit air sebesar 0,4–0,5 liter/menit per box mampu dipenuhi dengan total kebutuhan sirkulasi 1,8 m³/jam untuk 50 box. Analisis menggunakan pendekatan persamaan debit aliran dan konsumsi energi menunjukkan bahwa sistem ini hanya membutuhkan 1,97 kWh per hari, dibandingkan 8,88 kWh/hari pada sistem konvensional, dengan efisiensi penghematan energi mencapai 77,8%. Sistem juga menunjukkan efisiensi distribusi air yang merata dan mendukung kualitas air yang stabil dengan desain manifold dan orifice presisi. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi VCF berbasis RAS hemat energi dapat direplikasi oleh pembudidaya skala kecil untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan budidaya kepiting di lahan terbatas.