Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN MENDENGARKAN ASMAUL HUSNA DALAM PENURUNAN TANDA DAN GEJALA RISIKO PERILAKU KEKERASAN Fathia Wianida; Milkhatun Milkhatun; Dwi Rahmah Fitriani; Arief Budiman
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58737

Abstract

Risiko perilaku kekerasan ialah masalah keperawatan jiwa yang bisa memicu keselamatan pasien, orang lain, dan lingkungan apabila tidak ditangani secara tepat. Tingginya kasus risiko perilaku kekerasan di rumah sakit jiwa menunjukkan perlunya intervensi keperawatan yang efektif, tak sekedar melalui terapi farmakologis tapi juga intervensi nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan lewat perancangan penggerakkan yang dikombinasikan dengan terapi mendengarkan Asmaul Husna. Studi kasus dengan pendekatan tahapan keperawatan, mencakup kajian, diagnosis keperawatan, perancangan, penggerakkan, dan evaluasi. Intervensi diberikan secara bertahap melalui strategi pelaksanaan risiko perilaku kekerasan juga terapi mendengarkan Asmaul Husna yang dijalankan secara terjadwal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama 6 kali diberikan terapi mendengarkan Asmaul Husna terdapat penurunan skor tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan dari 24 pada hari pertama menjadi 9 pada hari terakhir. Kombinasi strategi pelaksanaan dan terapi mendengarkan Asmaul Husna terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menyusutkan tanda juga gejala risiko perilaku kekerasan.
EFEKTIVITAS TERAPI THOUGHT STOPPING DALAM MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN Eka Yulia Dithah; Milkhatun Milkhatun; Arief Budiman; Dwi Rahmah Fitriani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58771

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan satu diantaranya gejala positif yang seringkali dialami oleh pasien skizofrenia dan bisa menghalangi kegunaan psikologis, sosial, serta perilaku apabila tidak dikendalikan dengan baik. Halusinasi pendengaran yang tidak terkontrol dapat menyebabkan klien mengalami kecemasan, ketegangan, dan kesulitan dalam memutuskan perhatian. Satu diantaranya terapi nonfarmakologis yang bisa digunkan untuk membantu mengawasi halusinasi pendengaran ialah terapi Thought Stopping, yang manfaatnya mengehentikan pikiran negatif dengan kata “stop” lalu merubah pikiran kearah positif. Karya Ilmiah Akhir Ners ini mengaplikasikan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa. Subjek penelitian adalah satu klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran yang dirawat di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Terapi Thought Stopping diberikan selama 30 menit selama lima hari. Evaluasi dilakukan menggunaka Audiotory Hallucination Rating Scale (AHRS) Temuan implementasi menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran setelah diberikan terapi Thought Stopping. Skor AHRS klien mengalami penurunan dari 30 (halusinasi berat) sebelum intervensi menjadi 11 (halusinasi ringan), yang memperlihatkan peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Terapi Thought Stopping efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis guna membantu menyusutkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan kontrol klien terhadap halusinasi.