Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUSU KEDELAI SEBAGAI PENGGANTI SUSU SKIM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SOSIS AYAM -, Badriyah; S.K.D, Yohana; Lestari, Retno Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2468

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan volume susu kedelai terbaik sebagai pengganti susu skim dalam pembuatan sosis ayam berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu pengaruh penggunaan susu kedelai sebagai pengganti susu skim sebanyak enam taraf perbandingan susu kedelai : susu skim yaitu0,00ml : 157,50 g, 31,50 ml : 94,50 g , 63,00 ml : 63 g , 94,50 ml : 31,50 , 126,00 ml : 0 g dan 157,50ml : 0 g diulang sebanyak lima kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar serat kasar, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5 %. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian pembuatan sosis ayam dengan menggunakana susu kedelai sebagai pengganti susu skim menghasilkan formulasi terbaik dengan perlakuan volume 126. Sosis ayam yang dihasilkan memiliki karakter fisikokima : kadar air 30,60 %, kadar lemak 22,34%, protein 11,32%, kadar abu 3,48%, serat kasar 17,36 %, karbohidrat 24,36 % dan karakter sensori adalah kekenyalan 4,12 (sangat kenyal),warna 2,48 (krem), rasa 4,28 (enak), dan kesukaan 4,28 (sangat suka). Kata kunci:susu kedelai, susu skim, sosis ayam
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN FREKUENSI PEREBUSAN TERHADAP FISIKOKIMIA DAN SENSORI SIRUP BUAH LAKUM (VITIS DIFFUSA) Vitanopiani, Vitanopiani; Lestari, Retno Budi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6250

Abstract

Lakum (Vitis diffusa) merupakan sejenis tumbuhan liar yang menjalar dan dijumpai pada kawasan Kalimantan dan Malaysia. Pengolahan buah lakum menjadi sirup mempunyai kendala karena rasa buahnya yang gatal jika dimakan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan frekuensi perebusan pada pembuatan sirup buah lakum yang mempunyai sifat fisikokimia dan sensori yang baik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri 2 faktor. Faktor pertama lama perendaman dalam air garam (1 jam, 2 jam dan 3 jam) dan faktor kedua frekuensi perebusan (1 kali, 2 kali dan 3 kali). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Dari hasil analisa jika menunjukkan beda nyata dilakukan uji lanjut dengan BNJ (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup buah lakum mempunyai kadar vitamin C 3,13 "“ 4,69mg/100g, pH 2,04 "“ 2,17, total asam 2,25 "“ 3,38%, dan kalsium oksalat 7,91 "“ 9,17%. Perlakuan terbaik sirup buah lakum terdapat pada perlakuan lama perendaman 1 jam dengan frekuensi perebusan 1 kali memiliki karakter fisikokimia vitamin C 5,43mg/100g, pH 2,01, total asam 1,49%, dan kalsium oksalat 9,17% sedangkan karakter sensori adalah tingkat keasaman 3,28 (agak asam), warna 2,64 (agak kemerahan), rasa 3,76 (agak manis) dan kesukaan 3,40 (agak suka).Kata kunci : fisikokimia, frekuensi perebusan, lama perendaman, sensori, sirup buah lakum
STUDY OF MAKING FRUIT LEATHER FROM APPLE MANGROVE ( Sonneratia caseolaris) AND PAPAYA ( Carica papaya L.) arti, buni; lestari, retno budi; raharjo, dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6469

Abstract

THIS STUDY AIMS TO GET THE FORMULA FRUIT LEATHER FROM APPLE MANGROVE AND PAPAYA WITH THE BEST FISIKOKIMIA AND SENSORIES WHICH CAN BE ACCEPTED. THIS STUDY USING COMPLETE RANDOMIZED DESIGN (CRD) WITH 1 FACTOR THAT IS COMPARISON OF APPLE MANGROVE AND PAPAYA PER 1 LITRE WATER WITH 6 TREATMENTS WITH 4 REPLICATIONS. THE COMPARISON ARE 500G, 400G, 300G, 200G, 100G AND 0G OF APPLE MANGROVE WITH EACH PAPAYA 0G, 100G, 200G, 300G, 400G AND 500G. THE OBSERVATION VARIABLES ARE VITAMIN C, PH, ACID OF TOTAL, MOISTURE CONTENT, AND THE SENSORIES, IF TREATMENT HAVE AN EFFECT ON THE REALITY CONTINUED WITH THE TUKEY 5%. THE SENSORI TEST USED KRUSKAL-WALLIS METHOD AFTER THAT TO GET THE BEST TREATMENT OF TEST MAKE AN EFEKTIVINNES INDEX. THE RESULT SHOWS THAT THE LEVEL OF COMPARISON OF APPLE MANGROVE AND PAPAYA HAVE AN EFFECT ON THE VITAMIN C, TOTAL OF ACID, PH, MOISTURE CONTENT , COLOUR, TASTE, TEKSTUR AND AROMA, BUT HAVEN"™T AN EFFECT ON LIKED OF FRUIT LEATHER. FRUIT LEATHER WITH THE COMPARISON 300G APPLE MANGROVE : 200G PAPAYA HAS THE CHARACTERISTIC OF THE BEST FISIKOKIMIA AND SENSORI WITH VITAMIN C 8,14 MG / 100G, TOTAL OF ACID 1,99, PH 3,41, 24,03% MOISTURE CONTENT, COLOUR 3,48 ( NUTBROWN), AROMA 4,00 ( AROMA OF APPLE MANGROVE A LITTLE PAPAYA), TASTE 4,24 ( SWEET RATHER SOUR), TEKSTUR 3,64 ( FLEXING STICKY), AND LIKED 3,44 ( RATHER LIKE).
PENGARUH TINGKAT SUPLEMENTASI SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH Dessy Pranita, Dessy; Lestari, Retno Budi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.7454

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat suplementasi sawi hijau pada mi basah yang mempunyai sifat fisiko kimia dan sensori terbaik Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu suplementasi sawi hijau yang terdiri dari tujuh taraf perlakuan yaitu n0= 0%, n1= 25%, n2= 30%, n3= 35%, n4= 40%, n5= 45%, dan n6= 50%. Variabel yang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mi basah suplementasi sawi hijau yang dihasilkan memiliki kandungan air berkisar antara 36,74-45,07%, abu 0,77-2,27%, lemak 1,51"“3,08%, protein 10,03"“12,54%, dan karbohidrat 41,10-46,84%. Suplementasi sawi hijau berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu mi basah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, dan kadar karbohidrat mi basah yang dihasilkan. Berdasarkan uji fisikokimia dan sensori, mi basah 35% sawi hijau menghasilkan nilai perlakuan (NP): 0,56 sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu kadar air 41,36%, abu 1,46%, lemak 2,78%, protein 10,92%, dan karbohidrat 43,46%. Hasil analisis sensori terbaik yaitu warna 4,25 (hijau), citarasa 4,53 (langu), tekstur 3,50 (agak kenyal), dan kesukaan 3,28 (agak suka). Kata kunci : Suplementasi, Sawi Hijau, Mi Basah.
SUBSTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH hapsari, esty widya; lestari, retno budi; raharjo, dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung pisang kepok pada tepung terigu yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori mi basah terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah substitusi tepung pisang kepok pada tepung terigu yang terdiri dari t0 (0% tepung pisang kepok), t1 (5% tepung pisang kepok), t2 (10% tepung pisang kepok), t3 (15% tepung pisang kepok), t4 (20% tepung pisang kepok), t5 (25% tepung pisang kepok), t6 (30% tepung pisang kepok). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah t3 (15% substitusi tepung pisang kepok), dengan karakter fisikokimia kadar air 60,47%, kadar protein 5,50%, kadar lemak 2,82%, kadar kabohidrat 30,89% dan kadar abu 0,32%. Karakteristik sensori aroma 2,30 (agak berbau), warna 2,93 (kuning agak kecoklatan), rasa 2,93 (agak enak), kekenyalan 2,11 (agak kenyal) dan kesukaan 2,07 (agak suka).
Kajian Pembuatan Minuman Herbal Celup Kayu Sepang dengan Penambahan Jahe dan Daun Jeruk Purut Sebagai Minuman Fungsional rizki, rizki; Lestari, Retno Budi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut sebagai minuman fungsional yang tepat dengan sifat fisikokimia terbaik dan sensori yang dapat diterima masyarakat. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri dari 6 taraf perlakuan.Taraf perlakuannya adalah: t0 (1g kayu sepang : 0g jahe : 0g daun jeruk purut), t1 (1 g kayu sepang : 0 g jahe : 1 g daun jeruk purut), t2 (1g kayu sepang : 0,25g jahe : 0,75g daun jeruk purut), t3 (1g kayu sepang : 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut), t4 (1g kayu sepang : 0,75g jahe : 0,25g daun jeruk purut), t5 (1 kayu sepang : 1g jahe : 0 g daun jeruk purut), masing-masing perlakuan diulang 4 kali. parameter pengamatan meliputi: sifat fisikokimia minuman herbal celup kayu sepang , yaitu: kadar air (serbuk), kadar abu (serbuk), pH (serbuk dan seduhan), vitamin C (serbuk dan seduhan), total fenol (serbuk dan seduhan), jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut berpengaruh nyata terhadap vitamin C serbuk dan seduhan, pH serbuk dan seduhan, kadar air dan kadar abu serbuk, total fenol serbuk dan seduhan, rasa, aroma, warna, dan kesukaan. Perlakuan minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut terbaik adalah formula t3 (1g kayu sepang: 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut) dengan karakter fisikokimia vitamin C 35,5 mg/100g (serbuk); 23 mg/100g (seduhan), pH 6,44 (serbuk); 6,26 (seduhan), kadar air 9,69% (serbuk), kadar abu 1,33(serbuk), total fenol 1,26% (serbuk); 0,97% (seduhan), total asam 2,44% (serbuk); 1,70% (seduhan), dengan karkter sensori aroma 3,28 (agak wangi), warna 3,07 (agak jingga), rasa 3,17 (agak pedas jahe), dan kesukaan 3,79 (suka).
APLIKASI EDIBLE FILM PATI BIJI DURIAN DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN PENGEMAS PRIMER DODOL LIDAH BUAYASELAMA PENYIMPANAN pratomo, panca; Lestari, Retno Budi; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.12802

Abstract

Edible film merupakan plastik biodegradableyang dapat terurai secara alami dan ramah lingkungan.Edible filmdapat digunakan sebagai bahan pengemas primer alternatifuntuk mengurangi penggunaan plastik sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi edible film pati biji durian dengan penambahan kitosan sebagai bahan pengemas primer dodol lidah buaya selama penyimpanan terhadap sifat fisikokimia. Dodol lidah buaya disimpan pada suhu ruang dengan lama penyimpanan (5, 10, 15, dan 20 hari), dan dikemas menggunakan edible film pati biji durian dengan penambahan kitosan (0%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan yang ditambahkan, maka nilai kadar air, Aw, bilangan peroksida, dan TPC semakin rendah.Edible film pati biji durian dengan konsentrasi kitosan 0,8% yang digunakan sebagai pengemas dodol lidah buaya selama penyimpanan 20 hari merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air 13,50%, Aw 0,80, bilangan peroksida 21,67 meq/g, dan TPC 5 x 102 koloni/g sampel.
kajian pembuatan nugget ayam dengan substitusi umbi keribang terhadap tepung terigu OKTARI, YOUNG DELLA; lestari, retno budi; purwayanti, sulvi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.559 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18030

Abstract

study on making chicken nugget by substitution keribang tuber for flour
Penggunaan Rumput Laut (Eucheuma Cottoni) Pada Pembuatan Es Krim Susu Kambing Maulidiyanti, Tri Maulidiyanti; Lestari, Retno Budi; Tohardi, Ahmad Tohardi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatakan penggunaan rumput laut (eucheuma cottoni) sebagai bahan pengisi pada pembuatan es krim susu kambing berdasarkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Metode ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi penambahan rumput laut 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, kemudian data dianalisis secara statistik menggunakan Uji F dengan membandingkantabel F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji BNJ jika berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasta rumput laut berpengaruh nyata terhadap overrun, kecepatan meleleh, total padatan dan protein es krim susu kambing tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap organoleptik yang meliputi tesktur, rasa dan kesukaan es krim susu kambing. Perlakuan terbaik dari penelitian yang telah dilakukan yaitu F1 (penambahan 10% pasta rumput laut) dengan rerata uji fisikokimia : overrun 72,95%, kecepatan meleleh 13,46 menit, total padatan 37,51% dan protein 5,91%. Hasil uji organoleptik terbaik tesktur 3,70 (agak suka), rasa 3,50 (agak suka), kesukaan 3,58 (agak suka).Kata kunci: Es krim, susu kambing dan rumput laut
FORMULATION OF MAKING COW MILK KEFIR WITH ADDITION TO PINEAPPLE EXTRACT AS SUGAR REPLACEMENT Muzdalifah, Sholati; Lestari, Retno Budi; Setiawan, Duta
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36185

Abstract

This study aim to determine the addition of pineapple extract as a sugar subtitute for physico-chemical and organoleptic kefir of cow"™s milk. The study was conducted at the Animal Husbandry Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The research design used was a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 5 replications for each treatment, namely P0 = (6% sugar + 0% pineapple extract)), P1 = (4.5% sugar + 1.5% pineapple extract), P2 = (3% sugar + 3% pineapple extract), P3 = (1.5% sugar + 4.5% pineapple extract), P4 = (0% sugar + 6% pineapple extract). Parameters observed were reducing sugars, pH, ethanol levels, total acids, proteins and organoleptics. Then the data were analyzed statistically using the F Test by comparing table F at the 5% level and continued with the HSD Test if it had a significant effect. The results showed that the addition of pineapple extract had a significant effect on pH, reducing sugar, total acid, ethanol content and cow milk kefir protein but had no significant effect on organoleptics which included preference for cow milk kefir. The best treatment from the research that has been done is the results of the calculation of the best treatment value NP) at 3% treatment resulting in pH 4,36%, total acid 0.66%, ethanol 9,34%, reduced sugar 18,26%, protein 4,22%, texture 3,84 (rather like), flavor 3.32 (rather like), preference 3.48 (rather like), and aroma 3.48 (rather like) Keywords: cow"™s milk, kefir seed, pineapple.