Claim Missing Document
Check
Articles

Cardiovascular responses to high-intensity exercise: A systematic literature review comparing trained and untrained individuals Satrianingsih, Baiq; Risma; Dupri; Yulianto, Ari Gana
Journal Sport Area Vol 10 No 3 (2025): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2025.vol10(3).21721

Abstract

Background: High-intensity exercise induces distinct cardiovascular responses, but systematic comparisons between trained and untrained individuals remain limited. Objective: The primary objective of this study was to compare cardiovascular responses to HIIT specifically heart rate, blood pressure, and blood lactate levels and to identify factors influencing these differences. Methods: A systematic literature review following the PRISMA framework was conducted for this study. The initial search on the Scopus database using keywords such as “High-Intensity Exercise,” “Cardiac Output,” “Trained,” and “Untrained” yielded 380 articles. After a rigorous screening process, which applied strict inclusion and exclusion criteria including the requirement that articles be published in Q1-Q4 ranked journals between 2014 and 2024 a final set of 10 primary articles was selected for in-depth analysis. Findings/Results: High Intensity Interval Training effectively improves cardiovascular function in both trained and untrained individuals. Significant increases in cardiac output and VO₂ max are observed, particularly in trained cyclists. While untrained individuals also benefit, superior cardiovascular adaptations are seen in those who are trained. Furthermore, HIIT is proven to be safe; it does not increase the risk of cardiovascular dysfunction and even has a cardioprotective effect, demonstrated by an increase in cardiac ejection fraction. Conclusion: This review provides the first systematic synthesis comparing cardiovascular responses to high-intensity exercise between trained and untrained individuals. The findings highlight the importance of training status in exercise prescription and offer practical insights for coaches and health practitioners in optimizing high-intensity training programs.
Profil Tingkat Asupan Gizi Siswa Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Atas Intan Primayanti; Baiq Satrianingsih; Johan Wahyudi; Didi Wahyudin
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i4.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi, Tingkat asupan gizi, dan Tingkat asupan gizi siswa sudah sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi harian pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Gunung Sari. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Sampel penelitian terdiri dari 103 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan Form Pencatatan Konsumsi Makanan Dan Minuman (Recall 24 Jam) untuk mengukur asupan gizi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Status Gizi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Musik, Parkibraka, Palang Merah Remaja, Voli, Sepak Bola di SMAN 1 Gunung Sari 92% normal, 4% kurus ringan dan 4% kurus berat. 2) Konsumsi gizi siswa masih kurang dan 3) Tingkat Angka Kecukupan Gizi (AKG) berupa gizi makro diantaranya energi, protein, lemak dan karbohidrat pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Musik, Paskibraka, Palang Merah Remaja, Bola Voli, & Sepak Bola) di SMAN 1 Gunung Sari dibandingkan dengan kebutuhan asupan gizi siswa menunjukkan 95% (98 siswa) kategori defisit berat dan 5% (5 siswa) kategori defisit sedang.
Pelatihan Analisis Bibliometrik menggunakan Aplikasi Database Scopus dan VOSviewer Publikasi Ilmiah Akhmad, Noor; Muhsan , Muhsan; Satrianingsih, Baiq; Kurniawan, Edi; Muksan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/esjvzv63

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini menghadapi keterbatasan dalam mengimplementasikan analisis bibliometrik, terutama dalam hal penggunaan alat seperti Scopus dan VOSviewer untuk menganalisis publikasi ilmiah, visualisasi jaringan sitasi, dan penyusunan artikel berbasis data bibliometrik. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami melakukan pelatihan berbasis aplikasi Scopus dan VOSviewer, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam menganalisis tren publikasi dan kolaborasi riset. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam mengintegrasikan analisis bibliometrik ke dalam artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal terakreditasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil menginstal dan menggunakan VOSviewer dengan efektif, sementara 75% peserta mampu mengunduh data bibliografis dari Scopus dengan benar. Meskipun demikian, 60% peserta masih mengalami kesulitan dalam menginterpretasi hasil analisis, dan hanya 50% yang dapat menyusun artikel sesuai dengan standar jurnal terakreditasi. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam menggunakan alat analisis bibliometrik, meskipun diperlukan pelatihan lanjutan untuk memperdalam pemahaman dalam penyusunan artikel ilmiah. Kegiatan ini merupakan pelatihan/pengabdian, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam bidang penelitian ilmiah. Training on Bibliometric Analysis Using the Scopus Database Application and VOSviewer for Scientific Publications Abstract The partners in this activity face limitations in implementing bibliometric analysis, particularly in the use of tools such as Scopus and VOSviewer for analyzing scientific publications, visualizing citation networks, and drafting articles based on bibliometric data. To address these issues, we conducted training based on the Scopus and VOSviewer applications, designed to enhance participants' technical skills in analyzing publication trends and research collaboration. The training aimed to strengthen participants' understanding of how to integrate bibliometric analysis into scientific articles that meet the standards of accredited journals. Evaluation results showed that 80% of participants successfully installed and used VOSviewer effectively, while 75% were able to correctly download bibliographic data from Scopus. However, 60% of participants still struggled to interpret the analysis results, and only 50% were able to draft articles that met the standards of accredited journals. The training successfully enhanced participants' capacity to use bibliometric analysis tools, although further training is needed to deepen their understanding of article writing. This activity is a training/service program, aimed at improving participants' practical skills in scientific research.
Effectiveness of Integrating Educational Games in Physical Fitness Training to Improve Students Cardiorespiratory Capacity Indra Maulana; Baiq Satrianingsih; Susi Yundarwati; Dadang Warta Candra Wira Kesuma
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i3.41419

Abstract

Background: Cardiorespiratory capacity (CRF) is crucial for physical and cognitive health in children and adolescents. However, declines in CRF due to sedentary lifestyles highlight the need for effective interventions in school-based physical education (PE) programs. Traditional PE methods often fail to engage students sufficiently. Objective: This systematic literature review (SLR) evaluates the effectiveness of integrating educational games into physical fitness training, comparing it with traditional high-intensity interval training (HIIT) for improving CRF in students. Methods: A systematic search across Scopus, Web of Science, and Google Scholar identified experimental and quasi-experimental studies from the last 10 years. Studies included were those that integrated educational games into fitness programs and measured CRF outcomes. Results: HIIT consistently improved CRF, particularly VO₂ max and aerobic performance. Game-based interventions showed smaller but significant improvements, primarily through enhanced engagement and motivation. Combining game elements with HIIT enhanced both physiological and behavioral outcomes. Conclusion: HIIT and game-based interventions offer complementary benefits for improving CRF. HIIT provides significant physiological gains, while educational games foster long-term participation. A combined approach could optimize both fitness and engagement in PE programs. Further research is needed to refine intervention parameters and assess long-term outcomes.
Pengaruh Latihan Sircuit Training Terhadap Daya Tahan (VO2Max) pada Atlet Bulutangkis Pelatda Rinjani Kabupaten Lombok Timur Tahun 2025 Ramadhan, Gilang; Satrianingsih, Baiq; Wahyudi, Johan; Kesumah, Dadang Warta Chanra Wira
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/yktrfa56

Abstract

Bulutangkis merupakan olahraga intermiten berintensitas tinggi yang menuntut kemampuan melakukan kerja eksplosif berulang dengan pemulihan cepat, sehingga daya tahan aerobik (VO₂max) menjadi komponen kunci dalam pembinaan performa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan circuit training terhadap daya tahan aerobik (VO₂max) pada atlet bulutangkis Pelatda Rinjani Kabupaten Lombok Timur tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan rancangan one-group pretest–posttest. Sampel berjumlah 12 atlet yang dipilih melalui purposive sampling (atlet aktif, sehat, dan rutin mengikuti program latihan). Intervensi berupa program circuit training selama 6 minggu (16 pertemuan). VO₂max diestimasi menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) pada tahap pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal (Shapiro–Wilk: pre-test p=0,460; post-test p=0,333). Secara deskriptif, rerata VO₂max meningkat dari 47,32±4,57 ml/kg/menit menjadi 50,28±4,27 ml/kg/menit (Δ=2,97 ml/kg/menit). Uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test (t=-11,826; df=11; p=0,000; 95% CI selisih: -3,519 s.d. -2,415). Temuan ini mengindikasikan bahwa circuit training selama 6 minggu efektif meningkatkan VO₂max pada atlet bulutangkis Pelatda Rinjani, meskipun interpretasi kausal tetap mempertimbangkan keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol dan penggunaan estimasi VO₂max berbasis tes lapangan. The Effect of Circuit Training on Endurance (VO2Max) in Badminton Athletes at the Rinjani Regional Training Center, East Lombok Regency in 2025 Abstract Badminton is an intermittent, high-intensity racket sport that requires repeated explosive efforts with rapid recovery; therefore, aerobic endurance (VO₂max) is a key fitness component in performance development. This study aimed to determine the effect of circuit training on aerobic endurance (VO₂max) in badminton athletes of the Rinjani Regional Training Center (Pelatda Rinjani), East Lombok Regency, in 2025. A quantitative experimental approach with a one-group pretest–posttest design was employed. Twelve active and healthy athletes who consistently attended the Pelatda training program were recruited using purposive sampling. The intervention consisted of a 6-week circuit training program (16 sessions). VO₂max was estimated using the Multistage Fitness Test (MFT) administered before (pretest) and after (posttest) the intervention. Normality assumptions were met (Shapiro–Wilk: pretest p=0.460; posttest p=0.333). Descriptive results indicated that mean VO₂max increased from 47.32±4.57 ml·kg⁻¹·min⁻¹ to 50.28±4.27 ml·kg⁻¹·min⁻¹ (Δ=2.97 ml·kg⁻¹·min⁻¹). A paired-samples t-test demonstrated a statistically significant improvement from pretest to posttest (t=-11.826, df=11, p<0.001; 95% CI for the mean difference: -3.519 to -2.415). These findings suggest that a 6-week circuit training program can effectively improve VO₂max in Pelatda badminton athletes. However, causal inference should be interpreted cautiously given the absence of a control group and the use of a field-based VO₂max estimation.
PENGARUH LATIHAN BERPASANGAN STATIS DAN BERGERAK DINAMIS TERHADAP KEMAMPUAN PASSING PADA ATLET FUTSAL LALU ASROFIS SANI; BAIQ SATRIANINGSIH; KOKOM SUPRIYATNAK
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i4.985

Abstract

Fokus penelitian ini adalah banyak pemain Futsal Evolution masih memiliki kekurangan, pada saat penyerang dan bertahan terlihat jelas kalah dalam hal kecepatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Passing Berpasangan Statis Lebih Besar Dari Pada Passing Bergerak Dinamis Terhadap Kemampuan Passing Control Bola Futsal Pada Klub Evolutin. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu metode observasi, metode toungroup dokumentasi dan metode tes perbuatan. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design (tes awal dan tes akhir). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keseluruhan pemain futsal Evolution, yang berjumlah 16 orang pemain. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi bisa dijadikan sampel. Analisa data statistik dengan taraf signifikan 5% untuk hasil tes mdiperoleh nilai t-hitung sebesar 6,000 dan t-tabel sebesar 1.746, berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 6,000 > 1.746, maka hasilnya signifikan. Kesimpulan dari hasil data diatas adalah penelitian ini signifikan dilihat dari thitung > ttabel (6,000> 1.746), Ada Pengaruh Latihan Passing Berpasangan Statis Dan Passing Bergerak Dinamis Terhadap Kemampuan Passing Control Bola Futsal Pada Klub Evolution Tahun 2025" diterima.
Pengaruh Latihan Speed Play dan Cross Country terhadap Peningkatan VO2Max pada Atlet Taekwondo Salsabiela Dwi Ananda; Baiq Satrianingsih; Edi Kurniawan
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i1.994

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di dojang Wolf Taekwondo Team ditemukan permasalahan bahwa kurangnya daya tahan ( ) atlet dalam melakukan latihan yang mengkibatkan atlet cepat lelah sehingga berpengaruh terhadap performa bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh Latihan Speed Play dan cross country terhadap Peningkatan Vo2max pada atlet wolf taekwondo team Kota Mataram tahun 2025. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif desain two groub pretest posttest . Populasi dalam penelitian ini adalah atlet wolf taekwondo team yang berjumlah 60 atlet dengan menggunakan Teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel sebesar 20 atlet. Instrument dalam penelitian ini menggunakan Mutistage fitness test (MFT). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji-t. Hasil penelitian ini menunjukan kelompok speed play, rata-rata selisih nilai pretest dan posttest sebesar -5,72 dengan standar deviasi 1,21820, nilai t hitung -14,848, dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sedangkan kelompok cross country, rata-rata selisih sebesar -5,00 dengan standar deviasi 1,10655, nilai t hitung -14,289, dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), maka peneliti mengambil Kesimpulan bahwa ada pengaruh Latihan speed play dan cross country terhadap peningkatan vo2max.
Pengaruh Latihan Skipping terhadap Power Otot Tungkai dan Kemampuan Shooting pada Siswa Ekstrakurikuler Sepak Bola Sandri, Sandri; Baiq Satrianingsih; Kokom Supriyatnak
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i1.995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap power otot tungkai dan kemampuan shooting siswa ekstrakurikuler sepak bola di SMP Negeri 3 Manggelewa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes standing broad jump untuk mengukur power otot tungkai dan tes shooting ke arah target untuk mengukur kemampuan shooting. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata power otot tungkai dari 123,87 cm menjadi 132,47 cm serta peningkatan kemampuan shooting dari 108,67 menjadi 134,67. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan skipping berpengaruh signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai dan kemampuan shooting.
Pengaruh Latihan Four Square in the Air dan Overlap and Pass terhadap Kemampuan Passing Pemain Sepak Bola Ma’ruf, Muhammad Hadi; Hulfian, Lalu; Satrianingsih, Baiq
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i2.20556

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan four square in the air dan overlap and pass berpengaruh terhadap kemampuan passing pemain sepak bola Bacici. Permasalahan penelitian berangkat dari akurasi passing pemain yang belum stabil dan pola latihan yang masih cenderung konvensional, sehingga diperlukan variasi latihan yang lebih menyerupai tuntutan permainan. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen one group pretest-posttest dengan dua kelompok perlakuan. Sampel berjumlah 22 pemain putra Bacici yang dibagi menjadi kelompok four square in the air (n=11) dan kelompok overlap and pass (n=11). Instrumen yang digunakan adalah tes sepak-tahan bola selama 30 detik untuk mengukur jumlah passing sah. Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data menggunakan uji t berpasangan berdasarkan selisih skor pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa kelompok four square in the air meningkat dari rerata 10,36 menjadi 12,36, dengan t hitung 4,944 lebih besar daripada t tabel 1,812. Kelompok overlap and pass meningkat dari rerata 11,36 menjadi 13,45, dengan t hitung 4,227 lebih besar daripada t tabel 1,812. Dengan demikian, kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan passing. Temuan ini menegaskan bahwa latihan berbasis variasi, koordinasi, komunikasi, dan situasi permainan dapat menjadi alternatif praktis untuk meningkatkan keterampilan passing pemain sepak bola tingkat klub. Novelty penelitian ini terletak penempatan four square in the air dan overlap and pass sebagai model latihan passing kontekstual berbasis permainan kecil dan kerja sama tim. Kata kunci: four square in the air; overlap and pass; passing; sepak bola; latihan Teknik.
Pengaruh Latihan Dead Leg Step Up dan Single Leg Bent Knee Calf Raise Terhadap Hasil Lari 100 Meter Hidayat, Muhammad; Syah, Herman; Satrianingsih, Baiq
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20587

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan dead leg step up dan single leg bent knee calf raise berpengaruh terhadap hasil lari 100-meter siswa putra SMAN 1 Seteluk KSB. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya hasil kecepatan lari 100-meter yang teramati dalam pembelajaran dan pembinaan atletik, terutama pada aspek dorongan tungkai, koordinasi langkah, serta kemampuan mempertahankan kecepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu dengan desain pre-test and post-test. Perlakuan dilakukan melalui latihan dead leg step up dan single leg bent knee calf raise selama kurang lebih enam minggu. Instrumen utama adalah tes lari sprint 100-meter dengan pencatatan waktu terbaik. Data dianalisis menggunakan uji-t terhadap selisih hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dead leg step up mengalami penurunan rerata waktu dari 11,63 detik menjadi 11,46 detik, sedangkan kelompok single leg bent knee calf raise menurun dari 11,60 detik menjadi 11,36 detik. Nilai t-hitung masing-masing sebesar 9,990 dan 10,540, lebih besar daripada t-tabel 2,447 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, kedua bentuk latihan dinyatakan efektif meningkatkan hasil lari 100-meter. Temuan ini menegaskan bahwa latihan penguatan tungkai satu kaki dan penguatan otot betis dapat menjadi alternatif praktis dalam pembelajaran atletik sekolah karena sesuai dengan kebutuhan akselerasi, dorongan, stabilitas, dan ritme langkah sprint. Novelty penelitian terletak pada penerapan dua latihan sederhana berbasis berat badan dan alat minimal dalam konteks siswa SMA daerah, sehingga dapat direplikasi oleh guru PJOK dan pelatih sekolah. Kata Kunci: Dead Leg Step Up; Single Leg Bent Knee Calf Raise; Lari 100 Meter; Sprint; Atletik Sekolah.