Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN PELAYANAN FARMASI KLINIK BERDASARKAN PERMENKES NO. 73 TAHUN 2016 DI APOTEK KABUPATEN JEPARA Nova Oktaviana; Ria Etikasari; Ahmad Suriyadi Muslim
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1856

Abstract

Clinical pharmacy services in pharmacies play a very important role in ensuring the safe, rational, and effective use of medicines. The provisions regarding clinical pharmacy services are regulated in the Ministry of Health Regulation No. 73 of 2016 concerning Standards of Pharmacy Services in Pharmacies. This study aims to analyze the compliance of pharmacies in Jepara Regency with the implementation of clinical services based on the Ministry of Health Regulation No. 73 of 2016 and to assess the extent to which the seven aspects of clinical pharmacy services—prescription assessment and services, dispensing, drug information services, patient counseling, home pharmacy care, drug therapy monitoring, and adverse drug reaction monitoring—have been carried out according to the standard. The research method used was a descriptive and evaluative quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to the pharmacists in charge of the pharmacies. The analysis was conducted using descriptive statistics to determine the level of compliance with pharmacy service standards. Based on the results, most pharmacies in Jepara Regency have implemented the seven aspects of clinical pharmacy services in accordance with the standards, as indicated by the high percentage of compliance in prescription assessment, dispensing, drug information services, and counseling, with several indicators reaching 100%. Home pharmacy care has been implemented by 51 pharmacies with a high level of compliance, while drug therapy monitoring and adverse drug reaction monitoring still show several indicators that have not been fully carried out by all pharmacies. Overall, the level of compliance of clinical pharmacy services in Jepara Regency falls into the good category and demonstrates that most pharmacies have met the standards set by the Ministry of Health Regulation No. 73 of 2016.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Kualitas Pelayanan Kefarmasian Novita Dwi Setyaningrum; Ria Etikasari; Ahmad Suriyadi Muslim
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.868

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional, serta kepuasan pasien menjadi indikator utama dalam menilai kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSU Sebening Kasih Pati. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di RSU Sebening Kasih Pati, dengan sampel sebanyak 200 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien yang menerima pelayanan kefarmasian, berusia ≥18 tahun, dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi adalah pasien yang tidak bersedia atau tidak menyelesaikan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan dua kuesioner, yaitu kuesioner kualitas pelayanan kefarmasian berbasis SERVQUAL dan kuesioner kepuasan pasien dengan skala likert. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18–35 tahun (42,5%), berjenis kelamin perempuan (56,5%), berpendidikan SMA (54,0%), bekerja di sektor swasta (39,5%), dan memiliki intensitas kunjungan >5 kali (86,0%). Kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien berada pada kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 4,4. Hasil uji menunjukkan nilai r = 0,731 dengan p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien.
Optimalisasi Waktu Tunggu dan Alur Pelayanan Obat Rawat Jalan di RSI Nu Demak dengan Pendekatan Lean Hospital Annisa Nila Agustin Agustin; Ria Etikasari; Ahmad Suriyadi Muslim
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.930

Abstract

The development of the hospital sector demands fast, efficient, and high-quality healthcare services, including pharmaceutical services. Waiting time for medication is an important indicator in assessing the quality of outpatient pharmacy services. This study aims to analyze waiting time for medication services, identify waste based on the Lean Hospital concept, and evaluate service flows to improve pharmacy service efficiency. This study used an observational method with a quantitative descriptive approach and was conducted in January 2026. The study sample consisted of 100 outpatient prescriptions determined using the Slovin formula and 23 pharmacists selected using a total sampling technique. Data collection was carried out through direct observation, questionnaires as primary data, and secondary data from the hospital information system (Hosmis). Data analysis was conducted using univariate and descriptive methods. The results showed that outpatient drug services were dominated by non-compounded prescriptions. Waiting times for both non-compounded and compounded prescriptions were still within the standard limits set by Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 30 of 2022 concerning National Indicators of Health Service Quality. The implementation of Lean Hospital showed that most aspects, such as motion, inventory, and service flow, were running well. However, waste was still found in transportation, waiting, and overprocessing. The medication service flow was considered clear, structured, and supported service efficiency. The conclusion of this study is that the implementation of Lean Hospital in the outpatient pharmacy installation has been running quite well but not optimally. Improvements are needed, especially in reducing waste and improving coordination between staff to improve service efficiency and optimize the quality of pharmaceutical services.
Edukasi Efek Samping Penggunaan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya di MA Sunan Prawoto Khoirul Umami; Ria Etikasari; Muhammad Nurul Fadel; Emma Jayanti Besan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 4 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i4.2222

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berjudul “Edukasi Efek Samping Penggunaan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya di MA Sunan Prawoto.” Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya kasus dermatitis dan ochronosis akibat penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan izin edar BPOM. Maraknya peredaran kosmetik ilegal menyebabkan remaja rentan mengalami dampak kesehatan karena masih kurang memperhatikan kandungan dan legalitas produk. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bahan kimia berbahaya dalam kosmetik. Metode yang digunakan berupa presentasi dan tanya jawab dengan media edukasi berupa PowerPoint dan leaflet. Materi mencakup pengertian kosmetik, jenis bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, Rhodamin B, dan kortikosteroid, efek samping penggunaannya, serta cara memilih kosmetik yang aman dan terdaftar di BPOM. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pemahaman siswa sehingga lebih selektif, kritis, dan bijak dalam memilih kosmetik, serta terbentuk perilaku penggunaan kosmetik yang aman untuk mencegah berbagai dampak kesehatan.
Analisis Pola Dan Biaya Pengobatan Pada Penyakit Ginjal Kronis Di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Akbar Maulana Hakim; Ria Etikasari; Muhammad Nurul Fadel
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang angka kejadiannya terus mengalami peningkatan dan menimbulkan dampak besar baik dari sisi klinis maupun ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh penurunan fungsi ginjal yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang, seperti terapi hemodialisis serta penggunaan berbagai jenis obat, yang pada akhirnya dapat memperbesar beban biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola terapi serta besaran biaya pengobatan pada pasien PGK di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik dan menggunakan data retrospektif terhadap 133 pasien rekam medis periode 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengobatan didominasi oleh penatalaksanaan anemia renal dengan penggunaan Epoetin Alfa injeksi (71,4%), serta rute pemberian obat mayoritas melalui injeksi (87,2%). Komponen biaya tindakan hemodialisis adalah sebesar Rp923.000 per sesi, sedangkan rata-rata biaya obat mencapai Rp72.933,83. Rata-rata biaya riil rumah sakit tertinggi terdapat pada Kelas 2 (Rp5.917.902), diikuti Kelas 1 (Rp5.279.614) dan Kelas 3 (Rp4.481.464). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi anemia, khususnya penggunaan Epoetin Alfa, merupakan komponen utama pola pengobatan pasien PGK yang menjalani hemodialisis, sedangkan hemodialisis dan penggunaan obat menjadi komponen penting dalam beban biaya pelayanan.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BALITA DENGAN DIAGNOSIS ISPA DI DUA PUSKESMAS KABUPATEN KUDUS Ria Etikasari; Nura Ali Dahbul; Indah Eka Samukti
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 2 (2024): IJF (INDONESIA JURNAL FARMASI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i2.2880

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan akut (ISPA) yaitu infeksi yang menyerang satu atau lebih bagian saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli (sinus, rongga telinga tengah, pleura). Tingginya prevalensi ISPA menyebakan tingginya konsumsi antibiotik. Dalam peresepan antibiotik banyak faktor yang mengakibatkan tidak tepatnya pemakaian antibiotik seperti dosis terlalu tinggi akan menyebabkan toksisitas dan dosis terlalu rendah dapat mengakibatkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien balita dengan diagnosa ISPA di puskesmas Purwosari dan Puskesmas Mejobo. Penelitian ini adalah penelitian desktriptif dengan menggunakan metode observasional yaitu data yang dikumpulkan dari rekam medis dengan diagnosis ISPA pada bulan Juli-September 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 77 yang dipilih menggunakan metode total sampling. Dari 77 data diperoleh sebanyak 42 pasien (54.5%) perempuan, balita usia 36-37 bulan sebanyak 23 pasien (30%), Evaluasi penggunaan antibiotik dengan parameter tepat pasien sebanyak 77 pasien (100%), tepat obat sebanyak 77 pasien (100%), tepat dosis sebanyak 67 pasien (87,1%), dan tepat indikasi sebanyak 77 pasien (100%). Presentase rasionalitas penggunaan obat antibiotik pada pasien balita dengan diagnosis Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di puskesmas Purwosari dan Puskesmas Mejobo adalah sebanyak 67 pasien (87,1%) dinyatakan rasional dan sebanyak 10 pasien (13,9%) dinyatakan tidak rasional.
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI DENGAN EFEKTIVITAS TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TRUCUK II KABUPATEN KLATEN Miftahur Rahmatul Ula; Ria Etikasari; Ika Tristanti; Nura Ali Dahbul
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2267

Abstract

Hipertensi  dinyatakan sebagai penyakit kronis dengan prevalensi sebesar 36% di Asia Tenggara dan 34,1% di Indonesia serta diperkirakan menjadi penyebab 13 – 19% kematian pada 2025. Penggunaan antihipertensi yang rasional akan mempengaruhi efektifitas terapi pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antihipertensi pada pasien di Puskesmas Trucuk II Kabupaten Klaten dan hubungannya dengan efektifitas terapi. Penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan kohort retrospektif. Data diambil dari catatan rekam medis periode Juni – Desember 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pada 91 subyek penelitian terpilih, mayoritas adalah perempuan (72,5%) pada kelompok usia 45 – 60 tahun (47,26%) dan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin (58,33%). Hasil evaluasi tepat indikasi, tepat pasien dan tepat dosis sebesar 100%, sementara tepat obat sebesar 96,70%.  Efektifitas terapi diperoleh hasil sebesar 80,21%. Hasil uji statistik chi square menunjukkan hubungan yang signifikan (p-value 0,005) antara rasionalitas penggunaan antihipertensi dan efektifitas obat. Kesimpulan, rasionalitas penggunaan antihipertensi berpengaruh pada efektifitas terapi pada pasien.