Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI REMOVAL MBBR DALAM MENGOLAH AIR LIMBAH DOMESTIK Ulvi Pri Astuti; Mikail Rahmadnegara
Jurnal Teknologi Maritim Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/jtm.v4i2.3018

Abstract

Semakin besar jumlah penduduk maka semakin besar pula jumlah air limbah yang dihasilkan. Air limbah yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan. Salah satu pengolahan yang bisa digunakan yaitu MBBR. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas MBBR dalam mengolah air limbah domestik. Parameter yang dianalisa dalam penelitian ini adalah COD, TSS, dan NH3N. Penelitian dilakukan skala laboratorium dengan sistem batch. Proses seeding aklimatisasi berlangsung selama 63 hari. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi waktu kontak (2,3, dan 4 jam) dan rasio MFF (0,25 dan 0,5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin besar rasio MFF maka semakin besar efisiensi penyisihannya. Reaktor yang menghasilkan efisiensi penyisihan terbesar adalah R6 yaitu variasi waktu kontak 4 jam dan rasio MFF 0,5
SOSIALISASI DAMPAK PEMAKAIAN BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA DAN BAHAN ADITIF MAKANAN TERHADAP KESEHATAN KELUARGA Adhi Setiawan; Ammaisarah Disrinama; Ulvi Priastuti; Nora Amelia Novitrie
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cakrawalamaritim.v1i1.427

Abstract

Bahan kimia dan bahan aditif makanan seringkali digunakan di dalam lingkungan keluarga. Bahan kimia maupun bahan aditif pada makanan tersedia secara alami maupun buatan. Penggunaan bahankimia dan bahan aditif yang diproduksi secara alami tidak memberikan efek bahaya terhadap maklukhidup maupun lingkungan. Perkembangan industri yang modern menyebabkan penggunaaan bahanalami dalam memenuhi kebutuhan manusia mulai tergeser. Berbagai macam produk bahan kimia rumah tangga maupun bahan aditif makanan yang diproduksi oleh industri antara lain detergen, pasta gigi, pemutih, pewangi sintesis, pewarna makanan, penyedap makanan, dan lain-lain. Penggunaanbahan kimia tersebut jika tidak digunakan secara bijaksana dapat berpotensi menimbulkan ganguankesehatan maupun pencemaran lingkungan. Penggunaan bahan aditif makanan secara berlebihandapat menimbulkan efek samping serta gangguan terhadap kesehatan. Bahan aditif berbahaya sepertiboraks atau formalin seringkali ditambahkan pada makanan agar makanan lebih awet. oleh karena itumasyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan. Sosialisasi terhadap masyarakatkhususnya pada ibu rumah tangga dan anak-anak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalammemakai bahan kimia sintetis di rumah tangga sehingga kasus kecelakaaan, keracunan, serta gangguanterhadap kesehatan dapat dicegah lebih dini. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah,dialog interaktif, dan demonstrasi kepada para peserta dalam mendeteksi bahan boraks atau formalin didalam makanan. Kegiatan tersebut diharapakan dapat meningkatkan kesadaran terhadap masyarakattentang penggunaan bahan kimia berbahaya maupun bahan aditif makanan khususnya di lingkungan
Pemanfaatan Sampah Organik dan Limbah Kotoran Hewan Sebagai Energi Baru Terbarukan Ramah Lingkungan Lutfi Wicaksono; Denny Dermawan; Gigih Alam Pambudi; Moch Luqman Ashari; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari; Ahmad Erlan Afiuddin; Mochammad Choirul Rizal; Tanti Utami Dewi; Ulvi Pri Astuti; Alma Vita Sophia; Bella Naziel Iqmalia; Fani Firmansyah; Rafi Narariya Ramadhan; Imam Hambali Azhori; Bagas Adhiwangsa
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cakrawalamaritim.v1i2.900

Abstract

Masalah akibat kepadatan penduduk adalah meningkatnya sampah yang mencakup keseluruhan wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan. Sampah di wilayah pedesaan didominasi oleh sampah organik pasar dan limbah peternakan. Tidak berjalannya sistem pengolahan dan pendistribusian sampah yang baik, menyebabkan penumpukan sampah seperti pada wilayah Dusun Gedangklutuk, Desa Kedungboto, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik dan limbah peternakan sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) ramah lingkungan dengan metode biodigester. Biodigester mampu mengubah sampah organik pasar menjadi biogas yang memiliki kandungan CH4 sekitar 50-75%, CO2 sekitar 25-50%, dan sisanya adalah gas lain yang persentasenya sangat kecil. Gas berasal dari penguraian bahan organik oleh bakteri anaerob dengan suhu optimum sekitar 30-35°C dan pH sekitar 6-8. Biodigester menghasilkan 847,8 liter gas yang tertampung.
SOSIALISASI POTENSI BAHAYA KELISTRIKAN DALAM RUMAH TANGGA Ulvi Pri Astuti
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/cakrawalamaritim.v5i2.2884

Abstract

Bahaya listrik tidak hanya ditemui di Industri, namun juga di rumah tangga yang tentunya banyak menggunakan listrik. Tidak sedikit kasus kecelakaan listrik terjadi di rumah, baik kasus tersengat maupun kebakaran. Kurangnya pengetahuan akan bahaya listrik dan kelalaian menjadi faktor penyebab kejadian. Bahaya listrik dapat menimbulkan dampak yang serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran tiap individu mengenai potensi bahaya yang ada di rumah dan cara penanggulangannya agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan Komunitas Mak Mak Melek Teknologi (MMT). Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu 3 Desember 2022 dengan pemateri ahli kelistrikan yaitu ibu Rona Riantini, ST, MSc. Topik yang diangkat mengenai Waspada Potensi Bahaya Kelistrikan Dalam Rumah Tangga dengan dihadiri peserta sebanyak 41 orang.
ATAP DESALINASI SEBAGAI SOLUSI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DAERAH PESISIR Ulvi Pri Astuti
Journal of Research and Technology Vol. 2 No. 2 (2016): JRT Volume 2 No 2 Des 2016
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.718 KB) | DOI: 10.55732/jrt.v2i2.225

Abstract

Seawater or brackish water processing technology to freshwater was known as desalination. Process desalination of evaporation is one of the desalination technique, that effective and economics especially to a coastal area that have larger sun intensity than another. Therefore, in this research will discuss about designing house roof society in coastal region. Tub evaporative and basic tub plate planning size that made for 4,5m x 10m house of floordeck 600 coated with 5,4 cm concrete thick mess. Tub evaporativesize is 3m × 10m × 0,02m. Collective freshwater channel are besides the tub with size 0,75m × 10m. The sketch of roof used easel that made of galvalume profile C 100mm × 50mm × 20mm × 4mm and gording is made of hollow 40mm × 40mm × 0,5mm. Outside cover roof is polytron polycarbonate with 4,2 mm thickness and inside roof fiberglass with 1 mm thickness. Freshwater volume can be produced by tub space 3m × 10m × 0,003m is 89,74 L by seven hours heating process on 485 W/m2 sun intensity. Keywords: Evaporative Desalination, Floordeck 600, Polycarbonate.
Penggunaan Jar Test untuk Penentuan Dosis dan Komposisi Optimum Komposit Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) – Kitosan dalam Menurunkan TSS dan COD Afiuddin, Ahmad Erlan; Astuti, Ulvi Pri; Dewi, Tanti Utami; Apriani, Mirna; Mayangsari, Novi Eka; Jannah, Nabillah Rodhifatul
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 5 No. 2 (2023): JPPL, September 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v5i2.2068

Abstract

Laundry waste is a pollutant that has pollutant parameters such as TSS and COD. One alternative processing is flocculation-coagulation using synthetic coagulants. The advantage of synthetic coagulants is that they are able to remove high concentrations of pollutants, but the disadvantages are that they produce quite a lot of chemical sludge and the pH of the water becomes acidic because the higher the concentration, the more coagulant is used. Previous research explains that chitosan at low doses has good penyisihan efficiency so that when combined with PAC it is hoped that it can increase penyisihan efficiency with less sludge. The purpose of this study was to determine the optimum dosage and composition for PAC and chitosan coagulant composites using the Jar Test. The Jar Test method for determining the optimum dose uses fast stirring at 140 rpm for 2 minutes and then slow stirring at 60 rpm for 15 minutes and settling for 30 minutes. Determination of the optimum dose by adding a coagulant composite of 300 ppm, 500 ppm, and 700 ppm and by varying the composition at each dose, namely 1:1, 1:3, and 3:1 between PAC-chitosan. The best conditions from the study obtained an optimum dose of 700 ppm and an optimum composition of 3:1 between PAC and chitosan resulting in COD and TSS penyisihan efficiencies of 70.04% and 90.82%.
Reduksi Zat Pewarna Kongo Merah via Koagulasi-Flokulasi dengan Kitosan dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) Ramadani, Tarikh Azis; Fajrin, Roihana; Mayangsari, Novi Eka; Astuti, Ulvi Pri
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 2 (2024): JPPL, September 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i2.2410

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu biota yang ada di perairan Indonesia. Kepiting bakau dimanfaatkan sebagai sumber makanan, sehingga menyisakan limbah cangkang. Limbah cangkang mengandung kitin, yang dapat disintesis menjadi kitosan. Manfaat dari kitosan adalah peranannya sebagai koagulan untuk mereduksi zat warna kongo merah. Pada penelitian ini, kami mengevaluasi potensi dari kitosan berbasis cangkang kepiting bakau dan kinerjanya dalam proses koagulasi dan flokulasi menggunakan metode jar test. Kitosan yang berasal dari cangkang kepiting bakau memiliki nilai derajat deasetilasi (DD) sebesar 74%. Dosis koagulan (25-150 mg/L) dan konsentrasi kongo merah (100-250 mg/L) menjadi parameter operasi dalam proses koagulasi dan flokulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu peningkatan dosis koagulan meningkatkan kinerja pengolahan hingga kejenuhan aglomerasi tercapai, di mana kinerja mulai menurun atau stabil. Sedangkan peningkatan konsentrasi awal kongo merah, juga mempengaruhi efektivitas koagulasi yang semakin tinggi. Penyisihan zat warna kongo merah dengan pengaruh dosis koagulan dan konsentrasi awal kongo merah menghasilkan persen penyisihan hingga 99,9% pada konsentrasi koagulan 150 mg/L dan konsentrasi kongo merah sebesar 250 mg/L.
EM4 Addition Effect with Eisenia foetida Worms on Compost Characteristics as a Soil Improver Ayu Nindyapuspa; Vivin Setiani; Ulvi Pri Astuti; Muhammad Abdulloh Azam
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i2.355-368

Abstract

A lot of fish waste is produced by the community, both from the marketing sector and the fisheries sector, which is caught by fishermen. Almost 35% of the fish waste produced is in the form of heads, bones, innards and also fish remains that are not the main catch which are thrown away directly. Vermicomposting is one of method to reduce the amount of fish waste. The adding of livestock manure in vermicomposting will increase the quality of compost. The purpose of this research is to analyze the compost quality with the mixture of fish waste and livestock manure. The results showed that The compost that has the best quality based on SNI 19-7030-2004 is B2 with 45% fish waste, 20% cow dung and 35% sawdust with a dose of EM4 10 ml, which has a final temperature of 29ºC, pH 7, water content 41%, C-organic 19.83%, nitrogen 1.34%, phosphorus 0.36%, potassium 1.15%, and C/N ratio 14.85. Then, after incubating the soil improvement, it was found that the addition of compost can improve the chemical characteristics of the soil according to the dose given. This indicates that compost application can affect soil quality. Soil quality that has C-organic and nitrogen content according to BPT in 2009 is with the addition of a dose of 5.2 grams of vermicompost. The shortcomings of this study are that the phosphorus and potassium levels are too high. 
Pengembangan Sekolah Hijau Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup Pada Sekolah Menengah Mayangsari, Novi Eka; Pri Astuti, Ulvi; Erlan Afiuddin, Ahmad; Utami Dewi, Tanti; Nindyapuspa, Ayu; Setiani, Vivin; Amelia Novitrie, Nora; Apriani, Mirna; Vita Sophia, Alma
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v7i2.30

Abstract

Permasalahan lingkungan menjadi kepentingan bersama untuk diselesaikan semua elemen masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu adanya upaya untuk mencegah kerusakan lingkungan, yaitu dengan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Sekolah memiliki peranan yang penting dalam penerapan PLH melalui kegiatan sekolah hijau. SMK Negeri 1 Surabaya merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan kegiatan berbasis sekolah hijau. Namun masih diperlukan pengembangan-pengembangan untuk meningkatkan peran serta dalam pelestarian lingkungan. Sehingga tujuan dari kegiatan ini yaitu dapat dipahami terkait kegiatan yang mendukung sekolah hijau, meningkatkan kualitas sekolah dan lingkungan, dan mengembangkan manajemen sekolah berwawasan lingkungan. Berdasarkan kegiatan ini, dilakukan sosialisasi dengan materi pemanfaatan sampah menjadi kompos, pengelolaan limbah plastik, dan emisi karbon serta implementasinya. Hasil yang didapatkan bahwa SMKN 1 Surabaya sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi untuk mendukung sekolah hijau, serta memahami materi sosialisasi yang telah disampaikan. Selain itu dilakukan implementasi dari sosialisasi yaitu dengan melakukan pengomposan metode BSF. Pengomposan berhasil dilakukan dan menghasilkan produk berupa pupuk kompos dan larva BSF yang tinggi protein untuk pakan ternak.
Technical Feasibility Analysis of Processing Food Waste into Organic Fertilizer with Black Soldier Fly Composting Method Astuti, Ulvi Pri; Setiani, Vivin; Putri, Anindya Taffana; Hayati, Debby Zintya; Fadilla, Laras Nur; Aviantari, Maura Diza; Setyawati, Emeralda Eka Putri
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.747-758

Abstract

Food waste is a major issue in Indonesia, accounting for 41.97% of waste generated. This untreated waste can lead to the production of greenhouse gases. However, food waste has the potential to be composted due to its high nutrient content. The purpose of this study was to analyze the technical feasibility of processing food waste using the Black Soldier Fly (BSF) composting method for organic fertilizer production. The study used variations of fish waste and reject milk as composting mixtures, with percentages of 100% food waste, 70% food waste and 30% cow manure, and 30% food waste and 70% fish waste. The dimensions of the BSF composting reactor were 56 cm x 43 cm x 20 cm. The research was conducted for 15 days with the addition of local microorganisms (MoL) to accelerate the degradation process. Various parameters such as pH, moisture content, C-Organic, nitrogen, phosphorus, and potassium were analyzed. The results showed that all variations met the required compost quality standards, it which was technically feasible to be used as organic fertilizer using the BSF composting method. The results of this study can improve the circular economy because compost and bsf larvae products have many benefits if traded.