Zuhdi Yahya, Zuhdi
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENANAMAN PADA HUTAN TANAMAN INDUSTRI (HTI) TANAMAN EUCALYPTHUS DI PT SURYA HUTANI JAYA DI SEBULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Azham, Zikri; Derita, Djumansi; Yahya, Zuhdi; Sipayung, Maurid
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 2, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v2i1.7822

Abstract

Keberhasilan penanaman berhubungan erat dengan mutu bibit dan ketepatan waktu tanam. Bibit berbatang Tunggal dan lurus, sehat, dan batang sudah berkayu 50% dari tinggi bibit, tinggi kurang lebih 20 cm dan diameter batang 2 mm. Persiapan lahan dan waktu tanam sangat penting untuk diperhatikan selain bibit yang sudah siap untuk dipindahkan ke lapangan untuk ditanam. Pada saat ini musim di wilayah Kalimantan Timur sudah sulit untuk diprediksi karena perubahan musim yang cenderung ada musim panas yang extrim walaupun di Kalimantan Timur termasuk hutan tropis basah. Secara umum bulan kering di wilayah Kalimantan Timur pada bulan Agustus dan September. Penanaman yang tepat waktu dan sesuai dengan syarat tumbuh tanaman eucalyptus dapat meningkatkan persen tumbuh tanaman Eucalyptus. Perlu diperhatikan musim tanam disesuaikan dengan persiapan bibit yang sudah direncanakan dipersemain dan persiapan lahan di lapangan.
The study of business development rubber plant people in the village Long Hubung districts Long Hubung district Mahakam Ulu Kerung, Floryanus; Yahya, Zuhdi; Azham, Zikri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3614

Abstract

The purpose  of  this study was to determine the types of trees at the potential and deployment  Macaranga Spp haul roads around  wood PT. Ratah Timber particularly at Km  23.26 and 30 villages  Mamahak  Teboq  District of  Long Hubung Mahakam  Ulu Regency. Data collection  and research done by the preparation method of  sampling  is  done  using  a 20x20 meter plots  were arranged in lines of research.  Number of PU in daloam each path varies according to the field conditions, distance of between 9-10 plots.Also in  the   interview  did also  used to obtain  data and information from officers in the field, officials of relevant agencies and  the  local population  that  has  to do with the  activities  of research and from the literature that support.Research results can be sorted by diameter class is 10-15, 16-20, 21-30, and> 30 cm  and are obtained  1) Volume  Macaranga Spp tree on plot  1, 2 and 3 with a diameter  of  10-15 cm  class is 10 , 58 m³ with 236 trees, the diameter  class 16-20 cm  was 6.35 m³ there  are 62 trees,  while the volume with a diameter of 21-30 cm class is 15.64 m³ there  are 75 trees  while the number  of  overall diameter  is  32.97  m³.  Distribution  Macaranga Spp  tree   most commonly found on the second plot  with 173 trees  including the number of trees under 10 cm  in diameter (not measured).Suggestions submitted on the results of  this study are 1) To    the   PT.  Ratah   Timber   trying   keep  the   existence  and preservation  of   trees   Macaranga  Spp.  existing   in  PT.  Ratah Timber from forest fires disorders; 2) Keep an inventory of  trees Macaranga  Spp.  on  the   whole  area   of   PT.  Ratah  Timber  to determine the distribution and potential Macaranga Spp.
PERBANDINGAN TINGKAT PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN PADA KELERENGAN YANG BERBEDA DI KEGIATAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAS SANTAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Saputra, Ari; Kamarubayana, Legowo; Yahya, Zuhdi; Yulianthi, Rolly
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8943

Abstract

DAS Santan yang merupakan salah satu DAS di wilayah Kalimantan Timur, juga memiliki peran yang cukup penting karena beberapa aktivitas penggunaan lahan di DAS Santan yang dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian seperti perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan dan lain-lainnya. Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk mengatasi lahan kritis, memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga yaitu dengan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tinggi tanaman dan kondisi tanaman pada kegiatan P0 dan P3 di DAS Santan serta membandingkan tingkat pertumbuhan tinggi tanaman pada lokasi kelerengan yang berbeda terhadap kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start yang dilakukan melalui teknik sampling. Penelitian ini dilakukan di di Blok XVIII petak 5 dan Blok XII petak 2 areal DAS Santan. Hasil Penelitian ini menunjukkan pada kegiatan P0 dan P3 rata-rata tinggi tanaman pada Blok XVIII Petak 5 ialah 47 cm dan 134 cm. Pada Blok XII Petak 2 rata-rata tinggi tanaman nya ialah 47 cm dan 131 cm. Pada kegiatan P0 dan P3 memiliki nilai persentase tanaman sehat dan mati yang sama yaitu persentase tanaman sehat nya ialah 94,70% dan persentase tanaman matinya ialah 5,30%. Perbandingan rataan tinggi tanaman pada blok XVIII Petak 5 lebih baik dibandingkan dengan blok XII Petak 2 hal ini dikarenakan pada blok XVIII Petak 5 nilai kemiringan kelerengan yaitu 3,6% yang termasuk bentuk relief kelerengan agak landai dan juga nilai rataan tinggi tanamannya ialah 134 cm, sedangkan pada blok XII Petak 2 nilai kemiringan kelerengannya yaitu 18,4% yang termasuk bentuk relief kelerengan agak curam serta nilai rataan tinggi tanamannya ialah 131 cm.
TINGKAT PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN PADA KEGIATAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL KUTAI DESA SUKARAHMAT KABUPATEN KUTAI TIMUR Mahendra, Mahendra; Kamarubayana, Legowo; Yahya, Zuhdi; Jannah, Noor
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9238

Abstract

Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai oleh pemegang IPPKH penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan yang merupakan salah satu kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan sebagai upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tinggi tanaman dan kondisi tanaman (sehat dan mati) pada kegiatan P0, P1, P2, dan P3 rehabilitasi daerah aliran sungai di Kawasan Taman Nasional Kutai. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start yang dilakukan melalui teknik sampling. Penelitian ini dilakukan di petak penanaman blok 12 petak 2 Kawasan Taman Nasional Kutai Desa Sukarahmat Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tingkat pertumbuhan tinggi tanaman pada kegiatan P0, P1, P2, dan P3 memiliki hasil yang cukup signifikan yang dimana rata-rata tinggi pertumbuhan tanaman secara berturut-turut ialah 47,33 cm, 66,62 cm, 92,13 cm, dan 131,05 cm. Kemudian kondisi Tanaman yang dimana meliputi persentase rataan tanaman sehat dan mati memiliki hasil yang cukup signifikan juga yang dimana pada kegiatan P0 persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 94,48% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 5,52% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah. Pada P1 kegiatan  persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 94,94% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 5,06% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah. Pada kegiatan P2 persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 96,63% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 3,37% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah dan pada kegiatan P3 persentase rataan tanaman sehat dan mati yaitu 97,50% termasuk kriteria tanaman sehat baik dan 2,50% termasuk kriteria tanaman mati sangat rendah. Hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa evaluasi terhadap pertumbuhan tanaman baik tanaman kehutanan dan MPTS yaitu pada kegiatan P0, P1, P2, dan P3 menunjukkan keberhasilan diatas 75%.
PERSEN HIDUP TANAMAN REKLAMASI PADA LOKASI IZIN USAHA PERTAMBANGAN CV RINDA KALTIMANUGERAH DI KOTA SAMARINDA Putra, Muryadi Dwi; Derita, Djumansi; Yahya, Zuhdi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9278

Abstract

Reklamasi lahan pasca tambang merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memulihkan fungsi ekosistem yang telah rusak akibat aktivitas pertambangan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat presentase kehidupan tanaman pada lahan reklamasi di CV Rinda Kaltimanugerah (CV. RKA) Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan penentuan lokasi penelitian menggunakan Stratified Sampling. Setiap strata akan diambil sampel sebesar 10%,dari 1 plot sampel berukuran 50 m x 50 m dari masing-masing strata dihitung berdasarkan proporsional dengan luas masing-masing strata. Hal ini dilakukan untuk efesiensi biaya dan menghemat waktu penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persen hidup tanaman reklamasi pada lokasi  Izin Usaha Pertambangan  CV Rinda Kaltimanugerah di Kota Samarinda adalah : 1) Persen Hidup tanaman Sengon (Paraserianthes Falcataria) yaitu pada  plot 1 lebih banyak dibandingkan dengan plot 2 yaitu sebanyak 7 pohon (47%) dibandingkan 3 pohon (20%); 2). Untuk persen hidup tanaman Akasia (Acacia Mangium) dari 2 plot bahwa plot 1 lebih banyak dibanding plot 2 yaitu 18 pohon (60%) dibandingkan 12 pohon (40)%;  3) Apabila dibandingakan hasil persen hidup antara tanaman Akasia (Acacia Mangium) dan Sengon (Paraserianthes Falcataria) pada plot penelitian bahwa tanaman Akasia (Acacia Mangium) lebih tinggi persen hidup daripada tanaman Sengon (Paraserianthes Falcataria)  yaitu dari 30 pohon tanaman Akasia (Acacia Mangium) yang di tanam pada 2 plot yang hidup adalah 18 pohon (66%), sedangkan pada tanaman Sengon persen hidup adalah 10 pohon (33%).
PELATIHAN PENGOLAHAN KAYU INDUSTRI DI CV WANA KARYA SAMARINDA Tirkaamiana, Muhammad Taufan; Kamarubayana, Legowo; Yahya, Zuhdi; Ismail, Ismail; Azham, Zikri; Derita, Djumansi; Napitupulu, Marisi; Yesene, Alicia Nadya Putri; Larasati, Dhinda; Januati, Naqiyyah Arizka; Emawati, Heni
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i2.9019

Abstract

Industri kayu merupakan salah satu industri kehutanan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utamanya. Kayu banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai bahan dasar konstruksi, furniture, hiasan, atau kebutuhan penunjang lainnya. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 mulai jam 8.00 Wita pagi sampai selesai, di CV Mana Karya Samarinda. Peserta adalah karyawana CV Wana Karya, Dosen dan mahasisswa Fakultas Pertanian Untag 1945 Samarinda.  Metode dalam abdimas ini adalah memberikan materi berupa slide (ceramah), kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam abdimas ini adalah memberikan masukan untuk output produk berdasarkan hasil FGD dengan pengelola CV Wana Karya Samarinda. Hasil diskusi dan penyampaian materi bahwa CV Wana Karya banyak mengalami kendala yaitu permodalan, pemasaran dan mendapatkan bahan baku. Pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik dan dapat disimpulkan sebagai berikut: CV Wana Karya mengalami beberapa kendala terutama permodalan dan pemasaran baik lokal dan ekspor dan bahan baku. Kegiatan pengabdian ini untuk permodalan disarankan menjalin kerjasama dengan Bank pemerintah yang kompeten, pemasaran tetap dilakukan dengan penambahan di media sosial sedangkan bahan disarankan untuk bekerjasama dengan perusahan kelapan sawit yang baru pembukaan lahan yang dapat memanfaatkan kayu limbah ulin dan bengkirai.
BUDAYA KERJA KARYAWAN DI CV WANA KARYA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN MENAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Indriani, Masitah; Fajriani, Fenny; Yahya, Zuhdi; Ismail, Ismail; Azham, Zikri; Amrullah, Tazri; Jumani, Jumani
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i2.9054

Abstract

Perkembangan industri kayu di Indonesia memiliki resiko kecelakaan walaupun dalam skala kecil dibanding pertambangan. Industri kayu merupakan salah satu industri kehutanan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utamanya. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek fundamental dalam industri dan organisasi modern, yang berkaitan dengan menjaga karyawan tetap sehat, aman, dan produktif. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 mulai jam 8.00 Wita pagi sampai selesai, di CV Mana Karya Samarinda. Peserta adalah karyawana CV Wana Karya, Dosen dan mahasisswa Fakultas Pertanian Untag 1945 Samarinda.  Metode dalam abdimas ini adalah memberikan materi berupa slide (ceramah), kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam abdimas ini adalah memberikan masukan betapa pentingnya keselamtan dan kesehtan kerja bagi karyawan CV Wana Karya Samarinda. Hasil diskusi dengan karyawan langsung masih ada yang belum disiplin dalam penggunaan masker dan sepatu standar. CV Wana Karya telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja namun masih kurang disiplin dalam pemakaian sepatu, pelindung suara dan masker kerja.