Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Upaya Diversifikasi pangan Sumber Protein pada Kelomppok Wanita Tani Oematfanu, Desa tapenpah Melalui Pelatihan Pembuatan tempe Kedelai Hyldegardis Naisali; Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua; Yeremias Binsasi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1014

Abstract

Selama ini hampir semua KWT hanya melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura maupun tanaman pangan namun belum melakukan kegiatan pengolahan produk. Hal ini yang menyebabkan jumlah stunting di Desa Tapenpah 21 orang. Untuk mengatasi hal demikian perlu adanya pangan sumber protein. Tempe merupakan sumber protein nabati yang cukup penting bagi masyarakat Indonesia yang difermentasi. Keunggulan tempe diantaranya daya cerna protein, karbohidrat dan lemaknya lebih baik; beberapa kandungan vitamin lebih tinggi, ketersediaan (bioavailabilitas) mineral menjadi lebih baik. Pelatihan pembuatan tempe dengan tujuan untuk menurunkan angka stunting. Selain itu, diharapkan menjadi nilai tambah bagi masyarakat Desa Tapenpah yaitu membuat tempe sendiri untuk dikonsumsi dan juga dapat dijual. Hal ini akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui KWT diharapkan wanita-wanita yang umumnya adalah ibu rumah tangga bukan saja dapat produktif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya tetapi juga produktif dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.  Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pembuatan tempe kepada KWT sebagai penyedia makanan dalam rumah tangga. Sehingga dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk (Stunting) akan menurun dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kacang kedelai  menjadi tempe dapat menurunkan kadar raffinosa dan stakoisa yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (perut kembung).
An Overview of Extraction Methods of Bioactive Compounds from White Mulberry (Morus alba) Leaf Jatmiko Eko Witoyo; Panggulu Ahmad Ramadhani Utoro; Dikianur Alvianto; Hyldegardis Naisali
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.387

Abstract

White mulberry (Morus alba) is a plant classified into the Morus genus and the Moraceae family, growing wild or cultivated in Indonesia. The mulberry fruit is the plant part that is more utilized than others. However, white mulberry leaves are abundant and contain bioactive and nutraceutical compounds, which benefit the medicine and food sectors, making them an exciting material to investigate further. The method used in this study was a literature review, in which data from earlier studies were collected from open-access database sources, especially Google Scholar, from 2006 to 2023. The results showed that the white mulberry leaf contains rich bioactive compounds such as alkaloids, anthraquinone, anthocyanin, flavonoids, glycosides, phenolic acids, saponins, steroids, tannic acids, and so on, which are revealed to have pharmacological activities, and also contain complete nutraceutical composition as promised as food ingredients. Extraction is the primary process for extracting bioactive compounds from white mulberry leaves. Maceration, microwave-assisted extraction (MAE), soxhlet, supercritical CO2 extraction, and ultrasonic-assisted extraction (UAE) were common methods to extract bioactive compounds and produce white mulberry leaf extracts with different characteristics. Therefore, this review highlights the effect of various extraction methods on the bioactive compounds of white mulberry leaf extracts, represented by total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC).Â