Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengenalan Big Data Untuk Siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Piwulang Becik Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah Ni Kadek Ariasih; I Komang Arya Ganda Wiguna; Wayan Gede Suka Parwita; Ni Putu Suci Meinarni; I Made Dwi Putra Asana; Gede Wirya Wardhana; Eddy Hartono; Ni Nyoman Ayu J. Sastaparamitha; Emmy Febriani Thalib; Agus Ari Iswara; Dwi Novitasari; Ni Luh Putu Agetania; Ni Luh Putu Mery Marlinda
Journal of Social Work and Empowerment Vol 1 No 1 (2021): Journal of Social Work and Empowerment - September 2021
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Memberikan solusi untuk mitra yaitu, pengembagan konten-konten digital untuk mendukung akun sosial media mitra seperti facebook, Instagram, TikTok, dan youtube sebagai strategi pemasaran, pelatihan sosial media marketing dan mengolah konten digital untuk keperluan promosi. Tidak lupa mitra juga menerapkan model protokol kesehatan new normal dalam pemberian jasa bagi konsumen. Menyediakan konten-konten digital yang kreatif bagi mitra untuk mendukung proses pemasaran merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui program ini dan selanjutnya mitra diharapkan mampu mengembangkan konten-konten digital secara mandiri. Metode Penelitian: Metode Pelaksanaan meliputi beberapa kegiatan, dimulai dari analisis kebutuhan mitra hingga evaluasi dan pelaporan. Analisis kebutuhan dilakukan terhadap manajemen pemasaran, manajemen tugas, manajemen produk dan pelayanan jasa sehingga dapat dirumuskan pada program ini kegiatan yang berbasis pemanfataan teknologi dan penerapan standar protokol Kesehatan. Penemuan: Kondisi pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada mitra yaitu menurunnya omzet dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Jasa rias adalah salah satu jasa yang mengharuskan antara pemberi jasa dan penikmat jasa saling bersentuhan. Hal ini cukup menyulitkan mitra untuk berstrategi agar tetap mendapatkan pelanggan baik jasa rias maupun penyewaan busananya. Selain itu, kemampuan mitra untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai salah satu sarana marketing dirasa belumlah maksimal. Implikasi: Dalam hal pemanfaatan teknologi, kegiatan akan berfokus pada pemanfaatan berbagai media sosial untuk meningkatkan promosi dengan menambah konten-konten digital melalui foto produk berupa layanan jasa makeup dan penyewaaan kostum. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 bulan dan mengingat kuantitas dari program ini yang cukup banyak, tim program akan melaksanakan penelitian ini sesuai dengan bidang keahlian masing-masing tim agar segala seuatunya berjalan secara efisien, efektif dan selesai tepat waktu.
Analisis Hoaks Yang Dipublikasikan Berulang Iswara, Agus Ari
Jurnal Pekommas Vol 8 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v8i1.4950

Abstract

This study is about repeated hoaxes. This is qualitative research. The online library method was applied to collect references, theories, and data. Data triangulation was needed to ensure that the data used were fact-checked and verified as hoaxes. Data collected by the tapping method and note-taking technique. Data were collected from Turnbackhoax.id. The ‘Search’ menu on the Turnbackhoax.id website was used to find data with some keywords. Data were presented in the form of links of the fact-checked result of old hoaxes and recycled hoaxes followed with its clarification. Data analysis used the descriptive method assisted by the triangulation method with theories. The result of this study showed hoax producers got an advantage over internal and external factors. The internal factor, hoax maker chose topics that seem important and were presented with a persuasive or provocative narrative. The first external factor was the level of literation of the recipient of the information. Second, environmental conditions or momentum that supported the spread of repeated hoaxes. Then, the momentum that could trigger friction in society also supports the circulation of repeated hoaxes.
Strengthening Writing Skill Using Duolingo and Grammarly Di Panti Asuhan Tat Twan Asi Denpasar Monny, Maria Osmunda Eawea; Agus Ari Iswara; Evelyn Angelita Pinondang Manurung
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 4 (April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v2i4.290

Abstract

This Community Service Activity aimed to improve English language mastery skills, especially the acquisition of vocabulary and grammar and continued with the Grammarly application to enhance grammar to a more advanced level. This activity was carried out at Tat Twam Asi-Denpasar Orphanage and was attended by 22 participants who were children from the orphanage who were middle and high school students. The Duolingo and Grammarly applications were chosen because these two applications are quite easy to use and can be downloaded and installed on cell phones and personal computers. This activity can be carried out on the spot because of the stable internet network at PKM partners. This activity was carried out for 2 days, where the first day was the Duolingo application activity and the second day was the Grammarly application. The results of this activity show that the participants have enthusiasm for learning vocabulary and grammar which the participants need at school and will then use when the participants have jobs in the future.
Social Media “Bali Clarify” as an Antidote to Hoaxes in Pandemic of Covid-19 Iswara, Agus Ari; Larasati, Ajeng
Jurnal Pekommas Vol 6 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i1.3720

Abstract

The pandemic of the Covid-19 Virus was used by hoax producers as momentum to spread false information. It has also happened in Bali Province. All parties must cooperate to stop the spread of hoaxes and additional media were needed to verify the correctness of the information and convey facts to the public. This research examined the category of hoaxes related to Covid-19 and the use of the “Bali Carify” social media account as a medium for publishing fact-checking results as well as educating the public about the 7 categories of hoaxes. This research used two data sources: reports were released by Bali Province Office of Communication, Information, and Statistic (Diskominfos) and social media monitoring results. Data collection techniques use secondary data in the form of journals, books, and mass media that were relevant to the problems in the study. The object of this research was hoaxes related to Covid-19. This research applied the theory of classification hoaxes into seven categories and theory to verify the correctness of the information. Data analysis was performed inductively.  The data period was limited to only from January to June 2020 (six months). From 14 samples of hoax data that content was related to the Covid-19 phenomenon in Bali, one data was taken that can represent the hoax in the specified category. The results found that there were six categories of hoaxes circulating in Bali, namely parody, misleading content, fake content, fake content, false context, and manipulated content.
Hoaks Kategori Satire Sebagai Cyberbullying dalam Hoaks Isu Politik Iswara, Agus Ari
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3945

Abstract

Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan kebohongan tentang korban atau mengunggah gambar yang bercitra negatif dari korban dengan tujuan mencemooh, menebar kebencian, dan kritik yang melecehkan pada korban. Terdapat persamaan karakteristik antara cyberbullying dengan hoaks kategori satire. Dalam era kekacauan informasi, satire dimanfaatkan untuk mengelabui pemeriksaan fakta dan untuk menyebarkan kebohongan dengan terselubung, seolah-olah tidak dimaksudkan untuk hal yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hoaks kategori satire dikaji sebagai tindakan cyberbullying, khususnya hoaks dengan konten isu politik, dan bagaimana pola kekuasaan pelaku dan korban. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian sosial yang dipadukan dengan metode penelitian bahasa. Metode penelitian sosial diaplikasikan untuk menjelaskan mengenai status fenomena. Metode penelitian bahasa digunakan untuk membantu dalam penyajian data narasi hoaks dan membantu penyajian analisis. Objek kajian dari penelitian ini adalah konten informasi yang terverifikasi hoaks berkategori satire yang mengandung unsur penghinaan. Sumber data penelitian ini adalah media daring Turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Data dikumpulkan dengan metode pustaka yang dipadukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode triangulasi digunakan untuk memverifikasi fakta hoaks dan kategori hoaks. Triangulasi secara teoritis diaplikasikan dalam analisis. Data yang digunakan dibatasi dari periode Bulan Januari sampai April tahun 2021. Hasil penelitian disajikan menggunakan desain deskriptif yang menjelaskan mengenai status fenomena. Analisis disajikan berupa gambar beserta deskripsi-deskripsi singkat. Cyberbullying berupa hoaks kategori satire dengan tujuan untuk menghina, menyebarkan ujaran kebencian, menyampaikan konten yang intimidatif. Kontennya dibuat secara sengaja, memiliki tujuan mengkritik atau tujuan politis, dan pelaku sudah menentukan sasaran korbannya. Kontennya untuk menganggu kepentingan politik atau kekuasaan tokoh politik. Kemudian, konten dapat dipublikasikan berulang-ulang atau terus menerus. Cyberbullying dalam bentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung berjenis harassment, image of victim spread, dan opinion slammed. Cyberbullying berbentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung memiliki karakteristik willful, harm, dan repeated. Dalam perundungan cyber yang menggunakan media hoaks satire, pelaku mengunggah narasi yang frontal dan intimidatif, seolah-olah pelaku memiliki kuasa yang lebih besar untuk menghina.Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan kebohongan tentang korban atau mengunggah gambar yang bercitra negatif dari korban dengan tujuan mencemooh, menebar kebencian, dan kritik yang melecehkan pada korban. Terdapat persamaan karakteristik antara cyberbullying dengan hoaks kategori satire. Dalam era kekacauan informasi, satire dimanfaatkan untuk mengelabui pemeriksaan fakta dan untuk menyebarkan kebohongan dengan terselubung, seolah-olah tidak dimaksudkan untuk hal yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hoaks kategori satire dikaji sebagai tindakan cyberbullying, khususnya hoaks dengan konten isu politik, dan bagaimana pola kekuasaan pelaku dan korban. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian sosial yang dipadukan dengan metode penelitian bahasa. Metode penelitian sosial diaplikasikan untuk menjelaskan mengenai status fenomena. Metode penelitian bahasa digunakan untuk membantu dalam penyajian data narasi hoaks dan membantu penyajian analisis. Objek kajian dari penelitian ini adalah konten informasi yang terverifikasi hoaks berkategori satire yang mengandung unsur penghinaan. Sumber data penelitian ini adalah media daring Turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Data dikumpulkan dengan metode pustaka yang dipadukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode triangulasi digunakan untuk memverifikasi fakta hoaks dan kategori hoaks. Triangulasi secara teoritis diaplikasikan dalam analisis. Data yang digunakan dibatasi dari periode Bulan Januari sampai April tahun 2021. Hasil penelitian disajikan menggunakan desain deskriptif yang menjelaskan mengenai status fenomena. Analisis disajikan berupa gambar beserta deskripsi-deskripsi singkat. Cyberbullying berupa hoaks kategori satire dengan tujuan untuk menghina, menyebarkan ujaran kebencian, menyampaikan konten yang intimidatif. Kontennya dibuat secara sengaja, memiliki tujuan mengkritik atau tujuan politis, dan pelaku sudah menentukan sasaran korbannya. Kontennya untuk menganggu kepentingan politik atau kekuasaan tokoh politik. Kemudian, konten dapat dipublikasikan berulang-ulang atau terus menerus. Cyberbullying dalam bentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung berjenis harassment, image of victim spread, dan opinion slammed. Cyberbullying berbentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung memiliki karakteristik willful, harm, dan repeated. Dalam perundungan cyber yang menggunakan media hoaks satire, pelaku mengunggah narasi yang frontal dan intimidatif, seolah-olah pelaku memiliki kuasa yang lebih besar untuk menghina.
Pelatihan Penggunaan Cloud Storage Dalam Upaya Mendukung Sustainability Dalam Mengurangi Penggunaan Kertas di Adiwana Unagi Suites, Ubud – Bali Bisena, I Kadek Agus; Susana, Kadek Yogi; Iswara, Agus Ari
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 10 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i10.413

Abstract

Penggunaan kertas yang berlebihan dalam industri perhotelan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan praktik operasional yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan target mengurangi penggunaan kertas hingga 80% di Adiwana Unagi Suites melalui penerapan solusi digital berbasis cloud storage. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf hotel dalam memanfaatkan Google Drive sebagai alternatif sistem pengelolaan dokumen berbasis kertas. Program dilaksanakan selama satu tahun, dari Januari hingga Desember 2024, dengan metode pelatihan rutin bulanan serta pendampingan daring berbasis problem-solving. Data dikumpulkan melalui evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, observasi praktik digital, serta umpan balik dari staf hotel. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi staf dalam mengelola dokumen digital, mencakup penyimpanan, berbagi, hingga pengaturan akses. Selain itu, konsumsi kertas mengalami penurunan yang signifikan, sesuai dengan target program dalam menciptakan lingkungan kerja paperless. Implikasi jangka pendek dari kegiatan ini adalah terwujudnya budaya kerja digital yang efisien dan ramah lingkungan di hotel, sedangkan implikasi jangka panjangnya menunjukkan potensi replikasi program pada sektor perhotelan lain sebagai strategi praktis dalam mendukung transformasi digital dan tujuan keberlanjutan.
Pengenalan Hoaks Dan Ujaran Kebencian Bagi Anak-Anak Panti Asuhan Tat Twam Asi Denpasar Manurung, Evelyn Angelita Pinondang; Monny, Maria Osmunda Eawea; Iswara, Agus Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i3.354

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakt (PKM) ini dilakukan selama 2 hari terkait pengenalan hoax/berita bohong, ujaran kebencian (hate speech) dan penipuan dalam jaringan (daring). Metode kegiatan ini dilakukan dengan cara ceramah dan diskusi. Peserta kegiatan PKM ini adalah 20 anak perempuan dari Panti Asuhan Tat Twam Asi – Denpasar. Guna mengetahui pemahaman peserta terkait pengenalan hoax/berita bohong, tes awal menunjukkan bahwa ada 15 anak yang belum memahami dengan baik dan benar terkait topik yang dimaksud. Sedangkan hasil tes akhir menunjukkan bahwa ke-20 anak sudah memahami topik dengan baik dan benar. Hal yang sama dilakukan pada pertemuan kedua dengan topik ujaran kebencian (hate speech) dan penipuan dalam jaringan (daring), tes awal menunjukkan bahwa ada 14 anak yang belum memahami dengan baik dan benar terkait topik yang dimaksud. Sedangkan hasil tes akhir menunjukkan bahwa ke-20 anak sudah memahami topik dengan baik dan benar. Kegiatan PKM ini perlu dilakukan karena tim merasa penting terkait pengenalan hoax/berita bohong, ujaran kebencian/hate speech dan penipuan daring karena hampir semua aktivitas masyarakat di era digital sekarang ini sering menggunakan dawai/gadget/devices dan perlu dibekali dengan pengetahuan akan dampak positif dan negatif dari penggunaan dawai/gadget/devices tersebut
PKM Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Metode Storytelling Berbasis Multimedia bagi Anak-Anak Perumahan Citra Tegal Buah Padangsambian Kelod Denpasar Ariasih, Ni Kadek; Iswara, Agus Ari; Sastaparamitha, Ni Nyoman Ayu J.
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.137 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1372

Abstract

ABSTRAKStorytelling. merupakan kegiatan bercerita baik dengan media buku atau menggunakan media lainnya seperti boneka, gambar, multimedia, bahkan tidak menggunakan media apapun. Storytelling berfungsi sebagai alat perekat komunikasi antara orangtua dan anak, namun saat ini cara mendongengnya saja yang sedikit berubah. Pemanfaatan teknologi seperti berbasis multimedia dapat juga salah satu sarana yang dapat membangkitkan kreatifitas anak-anak dalam bercerita. Hanya saja berbeda hal yang terjadi pada anak-anak yang berada di wilayah Kelompok Perumahan Citra Tegal Buah yang beralamat di Jalan Gunung Mas Gang Kidul Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, Denpasar Bali. Berdasarkan observasi dan fakta di lapangan yang terjadi melalui kegiatan kuesioner pada anak-anak sekolah dasar dari Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 yang akan ikut serta dalam kegiatan yaitu sejumlah 30 peserta. Maka untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan anak-anak tentang kegiatan bercerita seperti storytelling menggunakan Bahasa Inggris dan pemanfaatan teknologi berbasis multimedia bahwa dengan hasil perhitungan skala Gutman memperoleh nilai rata-rata pengetahuan sejumalah 41% yang termasuk nilai rendah atau dengan kata lain tidak banyak mengetahui tentang storytelling berbasis multimedia. Dengan demikian perlu diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyrakat dalam hal peningkatan pembelajaran Bahasa inggris dengan metode storytelling berbasis multimedia pada anak-anak Kelompok Perumahan Citra Tegal Buah.Kata kunci : storytelling, multimedia, Bahasa InggrisABSTRACTStorytelling is an activity to tell a story with the media of books or using other media such as dolls, pictures, multimedia or without using any media at all. Its function as an adhesive tool for communication between parents and children. Nowadays the way of storytelling is slightly changed. The multimedia technology can be used as one of the tools that can arouse children's creativity in storytelling. The children who are in the group of Citra Tegal Buah Subdivision which is located at jl. Gunung Mas gang Kidul Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, Denpasar Bali has dealt differently. The questionnaires had given to 30 students of grade 1 to 5 elementary school. The Gutman scale calculation showed 41% of an average knowledge value. It means low scores or in other words only few students know about storytelling with multimedia base. In accordance to this, it is necessary to hold community service activities in terms of improving English language learning with multimedia based in storytelling for children Group of Citra Tegal Buah housing.Key words: storytelling, multimedia, English
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Microsoft Power Point dan Camtasia di SD Negeri 1 Kerobokan Noviaty, Putu Shinta; Martarini, Ni Made Lisma; Ayu J Sastaparamitha, Ni Nyoman; Dharma Suryawan, I Wayan; Pratama, I Putu Adi; Iswara, Agus Ari
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 1 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.123 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i1.1443

Abstract

ABSTRAKPembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh pemerintah di masa pandemik ini membuat paraguru di SDN 1 Kerobokan untuk berusaha semakin kreatif dalam mendesain pembelajaran.Pembelajaran dalam bentuk video menarik minat siswa sehingga para siswa merasa lebih nyamansaat belajar dengan mendengar suara dan wajah gurunya. Banyak guru yang masih belum bisamendesain video secara mandiri sehingga dilakukanlah pengabdian masyarakat dengan judulPelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan PowerPoint dan Camtasia di SD Negeri1 Kerobokan. Kegiatan ini dilangsungkan sebanyak empat kali dengan metode daring. Tujuandari kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan serta keterampilan tentang teknikpembuatan video pembelajaran. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SD Negeri 1 Kerobokan.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode praktik,ceramah, diskusi,tanya jawab dan pelatihan. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sebagianbesar guru belum pernah melaksanakan kegiatan pembuatan video pembelajaran. Setelahmengikuti kegiatan ini para peserta dapat membuat video pembelajaran sesuai dengan matapelajaran yang diampu.Kata kunci: pelatihan, video, pembelajaran, guruABSTRACTThe e-learning lessons applied by the government during this pandemic force the Public PrimarySchool teachers in Kerobokan (SD Negeri 1 Kerobokan) to be more creative in designing theirlesson materials. Learning session in the form of video attracts students’ attention and make themmore comfortable during learning session because they can see and hear their teachers clearly.Most of the teachers were unable to create their own learning video which made the workshopon Making Learning Videos Using PowerPoints and Camtasia has been carried out at SDN 1Kerobokan as one of the community service activity. This activity was conducted four times byvirtual meeting. The purpose of this activity was providing knowledge and skills on technique ofmaking learning videos. It was targeting teachers of SD Negeri 1 Kerobokan. The methods wereused in this workshop include practical methods, lectures, discussions, questions and answerssession, and training. The participants were very enthusiastic in the activity because most of theteachers lack of knowledge and practice of making learning videos. After participating in thisactivity, the participants are able to make learning videos on teachers’ teaching subjects.Keywords: training,video, learning, teachers