Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLIFERA) DALAM MENINGKATKAN GIZI MASYARAKAT DESA SOKKOLIA, KABUPATEN GOWA Azis, Andi Asmawati; Kusdianawati, Kusdianawati; Pratiwi, Andi Citra; Susiati, Asih Luklu; Ramly, Zakia Asrifah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.74257

Abstract

Desa Sokkolia memiliki potensi alam berupa tanaman kelor (Moringa oleifera) yang bisa dijumpai di pekarangan rumah masyarakat setempat. Namun pemanfaatan darun kelor dari masyarakat di Desa Sokkolia belum terlalu optimal. Selain itu, masih banyak masyarakat setempat yang belum mengetahui bahwa daun kelor kaya akan nutrisi yang dapat diolah menjadi bahan makanan alternatif. Pemanfaatan daun kelor hanya sebatas dikonsumsi yang dijadikan sayur bening. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemanfaatan daun kelor di Desa Sokkolia melalui edukasi, inovasi pengolahan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat daun kelor, mengembangkan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun kelor, meningkatkan nutrisi masyarakat melalui konsumsi produk olahan daun kelor. Pelatihan dilakukan dengan metode praktik langsung atau demonstrasi dimana masyarakat didampingi oleh tim PkM dalam pembuatan produk daun kelor (puding kelor, martabak mie kelor, dan omelet kelor). Hasil dari kegiatan PkM ini menghasilkan produk olahan kelor berupa puding kelor, martabak mie kelor, dan omelet kelor memberikan manfaat yang sangat baik untuk peserta. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Sokkolia dapat memanfaatkan dengan optimal pengolahan daun kelor menjadi produk olahan yang kaya akan gizi dan tetap disukai oleh anak-anak agar dapat mencegah stunting.
PELATIHAN PEMANFAATAN TUMBUHAN LERAK SEBAGAI BAHAN DASAR SABUN PENCUCI PERHIASAN EMAS PADA PENGUSAHA WANITA DI KOTA MAKASSAR Arsal, Andi Faridah; Arsal, Andi St. Fatmah; Arsal, Andi St. Fahirah; Syamsiah, Syamsiah; Kusdianawati, Kusdianawati
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.74184

Abstract

Training on the use of soap leraks as a basic ingredient for gold jewelry washing soap aims to increase knowledge, popularize, and inspire people in Makassar City, especially women entrepreneurs, to reuse soap leraks as a natural soap ingredient. This training for the community is to increase knowledge and be able to reuse natural ingredients in their application in everyday life. The methods that have been carried out in this activity in stages include lectures for material presentation with an introduction to materials and how to manage them, demonstrations and direct practice, and discussions. The results of the training showed a positive response from the participants. The results of the activity showed that the community already knew about the use of soap leraks as a gold washing soap ingredient and its other benefits. In addition to the use of soap leraks as a soap ingredient, the community can independently use it according to their needs and applications. All participants have the skills and knowledge so that the opportunities for the use of soap leraks as a jewelry washing soap are increasingly wide open to the cultivation of soap leraks. During the activity, all participants showed very high enthusiasm for this training activity. Keywords: Lerak, Natural Ingredients, Soap   ABSTRAK Pelatihan pemanfaatan tumbuhan lerak sebagai bahan dasar sabun pencuci perhiasan emas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, mempopulerkan, dan menggugah masyarakat di Kota Makassar khususnya pada pengusaha wanita dalam memanfaatkan kembali lerak sebagai bahan alami sabun. Pelatihan kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat memanfaatkan kembali bahan  alami dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Metode yang telah dilakukan dalam kegiatan ini secara bertahap meliputi ceramah untuk pemaparan materi dengan pengenalan bahan-bahan dan cara kerja pengelolaan, demostrasi serta praktik langsung, dan diskusi. Hasil pelatihan menunjukkan respons positif dari peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengetahui pemanfaatan lerak sebagai bahan sabun pencuci emas serta manfaat lainnya. Selain pemanfaatan lerak sebagai bahan sabun, secara mandiri masyarakat dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan dan penerapannya. Seluruh peserta telah memiliki keterampilan dan pengetahuan sehingga peluang untuk pemanfaatan lerak sebagai sabun pencuci perhiasan semakin terbuka lebar hingga pada usaha budidaya tumbuhan lerak. Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta menunjukkan antusiasme sangat tinggi terhadap kegiatan pelatihan ini.                                                                                                                                   Kata Kunci: Buah Lerak, Bahan Alami, Sabun 
The Favorable Allele of CAPN1-316 Genetic Marker is Absent in Bali and Sumbawa Cattle Shidiq, Fajrin; Anwar, Saiful; Lestari, Novi Cahya; Kusdianawati, Kusdianawati
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 33 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2023.033.03.04

Abstract

The micromolar calcium-activated neutral protease 1 (CAPN1) gene encodes the u-calpain enzyme, which plays a crucial role in meat tenderisation. Genetic diversity within the CAPN1 gene, specifically a nucleotide substitution from G to C in exon nine resulting in a change from glycine to alanine at position 316 (CAPN1-316 marker), is known to significantly affect meat tenderness. This study aimed to assess the polymorphism of the CAPN1-316 locus in Bali and Sumbawa cattle. A total of 293 blood samples, 193 from Bali cattle and 100 from Sumbawa cattle were extracted and genotyped using PCR-RFLP with BtgI restriction enzyme (recognition sequence: 5'-C*CRYGG-3') applied to 706 bp PCR products. The results showed the presence of only one genotype (GG genotype) and one allele (G allele) in all DNA samples obtained from the Bali and Sumbawa cattle populations studied. In conclusion, the CAPN1-316 genetic marker showed a lack of diversity or monomorphism in Bali and Sumbawa cattle, making it unsuitable for further association studies in these breeds. Consequently, the CG/AG haplotype identified in Sumbawa cattle warrants further investigation and could serve as an alternative genetic marker, especially due to its monomorphism at the CAPN1-316 locus.
Antioxidant and Cytotoxic Activities of Lactic Acid Bacteria on Colorectal Cancer WiDr Cell Line Wisnuwardhani, Popi Hadi; Ningrum, Ratih Asmana; Mustopa, Apon Zaenal; Vanggi, Leggina Rezzy; Kusdianawati, Kusdianawati Kusdianawati
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev12iss1pp28-36

Abstract

Colorectal cancer (CRC) is one of the leading causes of cancer and cancer-related deaths worldwide. Lactic acid bacteria (LAB) are bacteria that have potential activity as an inhibitor of the growth of colorectal cancer, and also has been widely used and was very useful for consumption. In our previous study, we isolated various LAB from Indonesian traditional fermented food. This study aims to determine the potential of LAB as an anticancer agent by determining the antioxidant activity and cytotoxicity assay of colon cancer in the WiDr cell line. This study used extracellular extract of various LAB. We use the Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) method to determine the antioxidant activity and 3-(4,5'dimethylihiazol-2-yl),2.5-di-phenyl-relrrzolium bromid (MTT) assay to study cytotoxicity activity. The viability cell staining also applied to detect unviable cells. The results informed that the highest antioxidant activity was shown by S.34 LAB with 81% activity. The S.34 also showed cytotoxicity activity with 73% of WiDr viable cell at a concentration of 200 μg/mL of LAB extract. Based on the results of the study, it can be concluded that the S.34 LAB from Bekasam may inhibit the proliferation of WiDr cell lines and It had the highest antioxidant activity comparing to other LAB samples.Keywords: Lactic Acid Bacteria, colorectal cancer, anticancer, antioxidant, WiDr cells.
Peningkatan Kapasitas Guru Melalui Pelatihan Project-Based Learning Terintegrasi Potensi dan Kearifan Lokal di Kabupaten Takalar Muis, Abd; Patongai, Dian Dwi Putri Ulan Sari; Ismail; Lodang, Hamka; Kusdianawati
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.5040

Abstract

Pelatihan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) terintegrasi kearifan lokal bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di Kabupaten Takalar dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran bermakna yang relevan dengan lingkungan sekitar. Pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi beberapa tantangan, termasuk kurangnya pemahaman guru terhadap penerapan PjBL dan kesulitan mengintegrasikan potensi lokal dalam pembelajaran. Lokasi pelaksanaan pelatihan bertempat di UPT SMAN 7 Takalar yang diikuti oleh 28 orang guru. Metode pelatihan mencakup identifikasi pengetahuan awal, sesi penyampaian materi terkait konsep dasar PjBL dan bagaimana menginterasikan PjBL dengan kearifan lokal. Platform digital juga digunakan untuk mendukung interaksi dan penyampaian materi secara lebih efektif. Efektivitas pelatihan diukur melalui evaluasi berbasis angket kepuasan peserta dengan lima indikator utama, yaitu keandalan (reliability), ketersediaan fasilitas fisik (tangibles), kompetensi pemateri (assurance), responsivitas (responsiveness), dan empati (empathy). Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor kepuasan sebesar 3,664 dari skala 4, dengan indikator keandalan mencatat skor tertinggi (4,0). Guru menunjukkan antusiasme tinggi dalam memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan bermakna. Pelatihan ini tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman guru terhadap PjBL dan keterampilan mengintegrasikan kearifan lokal, tetapi juga mendorong pelestarian budaya dan potensi daerah melalui pendidikan yang relevan dan aplikatif. Kata Kunci: Project-Based Learning, potensi lokal, kearifan lokal, pelatihan guru, evaluasi kepuasan.
Pengembangan Ekonomi Lokal : Pelatihan Pengembangan Tenun Motif Hiu Paus di Desa Poto, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat Kusdianawati, Kusdianawati; Islam, Izzul; Suharli, Lili; Anggih Chaidir, Riri Rimbun
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i1.4973

Abstract

Industri kerajinan tenun Sumbawa di Dusun Samri, Desa Poto merupakan salah satu usaha yang diwariskan turun-temurun secara tradisional yang masih berupa kegiatan sampingan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Namun kini industri kerajinan tenun tersebut sedang dalam proses pengembangan untuk menjadi sentra industri kecil untuk hasil tenun Sumbawa dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta sebagai media promosi kearifan budaya lokal. Oleh karena itu, untuk membantu dalam proses pengembangan tenun Sumbawa khususnya yang ada di Dusun Samri, Desa Poto maka diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat berupa pengembangan tenun motif hiu paus oleh Fakultas Teknobiologi, Universitas Teknologi Sumbawa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan dan pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan pemaparan materi motif hiu paus yang digunakan pada kain tenun Sumbawa. Motif hiu paus yang digunakan dibuat dulu desainnya di kertas kotak kemudian diterapkan oleh partisipan dalam pelatihan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembuatan motif hiu paus pada kain tenun Sumbawa yang dilakukan oleh peserta pelatihan secara langsung. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan kain tenun Sumbawa dengan motif hiu paus dan ada juga yang dipadukan dengan motif lama yang sering digunakan dalam kain tenun Sumbawa. Hasil kegiatan pengabdian berupa tenun Sumbawa dengan motif hiu paus dapat dihasilkan dan diproduksi oleh masyarakat di Dusun Samri, Desa Poto.
Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kegiatan PKM Diversifikasi Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) di Kabupaten Gowa Azis, Andi Asmawati; Kusdianawati, Kusdianawati; Pratiwi, Andi Citra; Susiati, Asih Luklu; Ramly, Zakia Asrifah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman herbal yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan gizi masyarakat. Namun, pemanfaatannya di tingkat rumah tangga masih terbatas sehingga diperlukan inovasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kegiatan PkM diversifikasi pemanfaatan daun kelor di Desa Sokkolia, Kabupaten Gowa. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 dengan melibatkan 15 anggota kelompok ibu-ibu Majelis Taklim Borong Bulo sebagai peserta, serta tim PkM dari dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, survei awal, koordinasi dengan pemerintah desa, dan pelatihan berbasis praktik (demonstrasi). Evaluasi kepuasan dilakukan menggunakan lembar observasi berbasis skala Likert dengan lima aspek utama, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat berada pada kategori tinggi, dengan skor tertinggi pada aspek dampak dan manfaat (4,8), disusul aspek materi dan fasilitator (4,6), serta produk olahan kelor (4,4). Kesimpulannya, kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan persepsi masyarakat terhadap diversifikasi produk kelor, serta memiliki implikasi pada penguatan literasi gizi dan potensi ekonomi lokal.Kata kunci: Daun kelor, diversifikasi pangan, kepuasan masyarakat, pengabdian masyarakat
Enhanced Antihyperglycemic Potential of Rhizophora mucronata Leaf Extract Nanoparticles as a Natural Therapeutic Agent Hartati, Hartati; Hartono, Hartono; Musawira, Musawira; Khalidatunnisa, Besse; Kusdianawati, Kusdianawati; Isma, Auliana Bestray
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10712

Abstract

Diabetes mellitus is a long-lasting metabolic condition characterized by elevated levels of glucose in the blood. Rhizophora mucronata, a locally abundant mangrove species in Indonesia, has attracted attention for its potential medicinal properties. The limited effectiveness of conventional herbal preparations has prompted the development of mangrove extract nanoparticles to improve the solubility, stability, and bioavailability of active compounds. This study evaluates the phytochemical profile, physicochemical properties, and antihyperglycemic activity of R. mucronata leaf extract nanoparticles. Phytochemical screening identified secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins, and saponins. SEM analysis revealed irregular, agglomerated nanoparticle morphology, and EDS confirmed that carbon and oxygen were the dominant elements. XRD analysis indicated semi-crystalline characteristics, while FTIR detected key functional groups associated with organic compounds. In vivo experiments using alloxan-induced mice showed that treatment with mangrove extract nanoparticles, especially at a 15% concentration, significantly lowered blood glucose levels compared to other treatments. These findings suggest that mangrove leaf extract nanoparticles hold strong promise as an effective and stable natural antihyperglycemic agent.