Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Ulang Struktur Bangunan Gedung Training Center (Jalan Durian Raya, Banyumanik Semarang) Perkasa, Febry Candra; Messara, Hugo; Widianto, David; Setiadi, Budi
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.3701

Abstract

Building is one of the places used for student activities both for entertainment, lectures to work, especially in major cities.This building is functioned as a Training Center for students and lecturers. Building with a height of 32 meters with 8 floors and 1 roof floor with a land area of 3192 m2  and a building area of 5616 m2. The building has a shearwall in the directions of x and in the central of structure.A structure of training center building use indonesian code SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, SNI 1727:2019, PBI 1971and PPURG. Planning of the lower structure includes the foundation, pilecaps, and tiebeam. While planning of the upper structure includes beam, column, floor plates, stairs, and shearwall. To calculate the moments and reactions to the building using ETABS version 16.The result of planning floor slabs and roof slabs with a thickness of 13 cm. Beam design planning BI-A = 350 x 700, BI-B = 250 x . 500 , BA = 200 x 300. Column planning design K1 = 500 x 500, K2 = 450 x 450, K3 = 400 x 400, K4 = 350 x 350. Design planning of pile foundation 30 cm with a depth of 20 meters.
Analisis Perbandingan Penggunaan Kapur Dolomite, Kulit Telur Puyuh, Natrium Hidroksida Terhadap Karakteristik dan Kandungan Mineral Tanah (Studi Kasus Lokasi X Kota Semarang) Setyaningtyas, Novi Ayu; Ayuliani, Indah; Setiadi, Budi; Wahyuni, Maria
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.10269

Abstract

Tanah menjadi bagian penting dan menjadi dasar dalam suatu struktur atau konstruksi, baik konstruksi bangunan, jalan, maupun infrastruktur lain. Sifat-sifat dan jenis tanah di lapangan bervariasi, sebagai contoh adanya tanah ekspansif yang mempunyai sifat mudah mengalami pengembangan dan penyusutan. Sifat ini mampu merusak bangunan yang berdiri diatasnya. Sampel tanah yang diteliti adalah tanah di Lokasi X Kota Semarang dan dilakukan pengujian mineral x-ray fluorescence (XRF), pengujian saringan dan analisis hidrometer, index properties, atterberg limit, dan swelling test. Hasil uji XRF menunjukkan mineral dominan adalah Si (silikon) sebesar 54,6%, uji saringan dan analisis hidrometer menghasilkan persentase dominan sand sebesar 54,78% sehingga nilai koefisien keseragaman (Cu) = 20,0 dan koefisien gradasi (Cc)= 0,8 dan dikategorikan tanah bergradasi buruk, nilai kadar air alami 21,83%, berat jenis tanah (Gs) sebesar 2,463 dan tergolong halloysite, nilai index plasticity (IP) sebesar 18,46% sehingga termasuk kategori tanah dengan potensi pengembangan sedang dan agak ekspansif. Upaya stabilisasi dilakukan dengan penambahan kapur dolomite (CaO + MgO), kulit telur puyuh (CaCO3 + MgCO3), natrium hidroksida (NaOH) dengan masing-masing kadar 5%, 10%, 15%. Berdasarkan uji atterberg limit nilai IP dengan penambahan kapur dolomite 5%, 10%, dan 15% adalah 20,18%;  19,10%; dan 16,95%, nilai IP untuk  penambahan bahan kulit telur puyuh adalah 19,00%; 18,24%;  dan 16,78%, nilai IP untuk penambahan bahan NaOH yaitu 18,67%; 17,32%; dan  16,45%. Hasil nilai berat jenis tanah (Gs) kapur dolomite yaitu 2,79; 2,35; dan 2,16, Gs kulit telur puyuh yaitu 2,71; 2,40; dan 2,31, Gs  NaOH yaitu 2,73; 2,52; dan 2,31. Hasil swelling test tanah asli mengalami pengembangan 0,40 mm, nilai swelling tanah dengan penambahan kapur dolomite yaitu 0,69 mm; 0,30 mm; dan 0,10 mm, nilai swelling kulit telur puyuh yaitu 0,42 mm; 0,03 mm; dan 0,00 mm. Hasil swelling test NaOH 0,16 mm; 0,02 mm; 0,00 mm. Berdasarkan data yang diperoleh maka bahan tambah yang dianggap baik dan efektif untuk memperbaiki dan mengurangi tingkat pengembangan adalah NaOH.