Selibat adalah komitmen utama para imam Katolik untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan umat. Meskipun memiliki nilai spiritual yang tinggi, selibat menghadapi tantangan psikologis, sosial, dan emosional yang dapat mempengaruhi kehidupan spiritual para imam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh selibat terhadap spiritualitas para imam di Gereja Katolik Paroki Santo Mateus, Pare, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan dalam menjalankan komitmen tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan bentuk penelitian lapangan (field research) untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman para imam dalam menjalani hidup selibat dan dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi tentang praktik hidup selibat. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana selibat mempengaruhi kehidupan spiritual para imam dari sudut pandang teologi dan psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selibat meningkatkan kedekatan dengan Tuhan, disiplin rohani, dan dedikasi terhadap pelayanan. Namun, para imam juga menghadapi tantangan seperti kesepian, kebosanan, dan stigma sosial. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, mereka menggunakan strategi seperti refleksi spiritual, keterlibatan dalam komunitas, dan kegiatan-kegiatan produktif seperti membaca, menulis, dan berolahraga. Studi ini menegaskan bahwa selibat bukan hanya kewajiban gerejawi, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan spiritualitas dan pelayanan. Keberhasilan dalam mempraktikkannya bergantung pada dukungan gereja, keseimbangan psikologis, dan pembinaan rohani yang berkelanjutan agar imam tetap teguh dalam panggilannya.