Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KETERLIBATAN KERJA PADA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN MINAHASA TENGGARA Rugian, Checilia; Lumapow, Harol R.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.12479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja Terhadap Keterlibatan Kerja Pada Pegawai Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian berjumlah 72 orang pegawai, dengan pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 7,564 lebih besar dari t tabel sebesar 1,669, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Kehidupan Kerja dan Keterlibatan Kerja. Selain itu, nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa Kualitas Kehidupan Kerja menyumbang sebesar 45% terhadap variabel Keterlibatan Kerja, sedangkan sisanya, yaitu 55%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak menjadi fokus dalam penelitian ini.
Resiliensi Remaja Korban Bencana Alam Likuifaksi Di Desa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru Provinsi Sulawesi Tengah Tresya, Ribi; Kaunang, Sinta Elisa Jelita; Mandang, Jofie Hilda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10952

Abstract

Liquefaction natural disasters have an effect on the psychological condition of individuals, especially in adolescents, resilience becomes a very important part when a teenager is in a developmental stage, namely the existence of a state of happiness, satisfaction, low stress levels, physically and mentally healthy living life. With resilience after going through a traumatic event in their life, adolescents can rise to live aspects of their lives as teenagers. This study aims to determine and describe the resilience of adolescent victims of liquefaction natural disasters in Jono Oge Village, Sigi Biromaru District, Central Sulawesi Province. The participants in this study were two teenagers who survived a natural liquefaction disaster. The method in this study is a qualitative case study type method with data collection using observation, interviews and documentation. The results of the research on the two participants show that they are resilient individuals who are able to go through tough conditions so that they can recover from any events that cause stress and are able to adapt positively and survive these severe traumatic conditions. This is evidenced by the characteristics of the resilience aspects, namely emotion regulation, empathy, reaching out, impulse control, optimism, causal analysis, self-efficacy.Bencana alam likuifaksi memberikan pengaruh pada kondisi psikologis individu terlebih khusus pada remaja, resiliensi menjadi bagian amat penting ketika seorang remaja dalam masa tahap perkembangan yakni adanya suatu keadaan rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental menjalani kehidupan. Dengan adanya resiliensi setelah melalui peristiwa traumatis dalam hidupnya, remaja dapat bangkit untuk menjalani aspek-aspek kehidupannya sebagai seorang remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan resiliensi pada remaja korban bencana alam likuifaksi di desa jono oge kecamatan sigi biromaru provinsi sulawesi tengah. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua remaja yang selamat dari bencana alam likuifaksi. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis studi kasus dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pada kedua partisipan menunjukkan mereka merupakan individu resilen yang mampu melewati kondisi yang berat sehingga bisa kembali pulih dari segala peristiwa yang menyebabkan tekanan dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan positif dan bertahan dari kondisi traumatis yang berat tersebut. Sehingga penting untuk menjadi perhatian dalam meningkatkan kemampuan resiliensi bagi setiap orang untuk dapat bertahan disegala situasi yang sulit.
THE BIG FIVE PERSONALITY DAN KEBAHAGIAAN SUKU BALI Narosaputra, Dewo Agung Nugroho; Kaunang, Sinta Elisa Jelita; Wantah, Mario Erick
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i2.3145

Abstract

Culture is an important influence on people in looking at happiness. Especially balinese culture that is rich in teachings in expressing culture. Happiness depends on how a human evaluates himself or herself that is influenced by a person's personality. This research aims to find out the relationship of Big five personality with happiness, the relationship between extraversion and happiness, the relationship between agreeableness and happiness, the relationship between neuroticism and happiness, the relationship between Openness to Experience and happiness, the relationship between conscientiousness and happiness. This study used quantitative methods with a sample of 32 people from majapahit balinese tribe. The data collection of this study used the Big Five Inventory scale with dimensions Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Neuroticism, Openness to Experience and the second Oxford Happiness Scale. The results of this study show that there is a positive and significant relationship between The Big five personality and 4 dimensions (Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience) with the happiness of balinese people. Meanwhile, in personality neuroticism there is no significant relationship with happiness. Happiness has its own characteristics based on the culture embraced in balinese people. Further discussions will be presented in the entire article.
CRITICAL THINKING SKILLS OF TEACHER PROSPECTIVE STUDENTS IN SOLVING ETHNOMATHEMATICS-BASED MATHEMATICS PROBLEMS Runtu, Patricia V.; Tiwow, Deiby N. F.; Pinontoan, Kinzie F.; Kaunang, Sinta E. J.; Jafar, Gita F.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang berbasis etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis berbasis etnomatematika, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa soal-soal matematika yang diintegrasikan dengan konteks budaya lokal, mencakup aspek berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru memiliki variasi kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal matematika berbasis etnomatematika. Pada aspek interpretasi, mayoritas mahasiswa mampu memahami konteks budaya dalam permasalahan matematika dengan baik. Dalam aspek analisis, mahasiswa menunjukkan kemampuan mengidentifikasi hubungan antara konsep matematika dengan unsur budaya. Pada aspek evaluasi, beberapa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memberikan penilaian terhadap argumen matematis yang berkaitan dengan konteks budaya. Sementara pada aspek inferensi, mahasiswa mampu menarik kesimpulan logis dari informasi yang diberikan. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya pengintegrasian konteks budaya dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan etnomatematika untuk mempersiapkan calon guru yang mampu mengajar matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal.
Psychological Well-Being Mahasiswa Perempuan yang Sedang Menyelesaikan Skripsi pada Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado Sitepu, Helen K. Br; Solang, Deetje Josephine; Kaunang, Sinta E. J.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran, faktor, dan strategi psychological well-being pada mahasiswa perempuan yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah dua orang mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado, masing-masing disertai satu informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek memiliki tingkat psychological well-being yang tergolong baik, yang tercermin melalui enam dimensi menurut Ryff & Keyes (1995), yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Gambaran yang paling menonjol pada subjek pertama adalah penerimaan diri dan kemandirian, sedangkan pada subjek kedua yaitu refleksi diri dan pertumbuhan pribadi. Faktor-faktor yang memengaruhi psychological well-being meliputi jenis kelamin, usia, status sosial ekonomi, religiusitas, dukungan sosial, dan kepribadian. Strategi yang digunakan untuk mempertahankan psychological well-being meliputi manajemen waktu, refleksi diri, fokus pada tujuan pribadi, adaptasi terhadap perubahan, menyusun target dan jadwal, membangun relasi suportif, serta memanfaatkan teknologi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psychological well-being mahasiswa tidak bersifat statis, melainkan berkembang melalui kesadaran diri, pengendalian emosi, dukungan sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan akademik.
Pengaruh Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Anggota Polri Direktorat Samapta Polda Sulawesi Utara Pratama, Moch. Dandy Barnas; Lumapow, Harol R.; Kaunang, Sinta E. J.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4055

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menguji Pengaruh Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Dalam Konteks Organisasi Penegak Hukum. Penelitian Dilaksanakan Di Direktorat Samapta Polda Sulawesi Utara Dengan Melibatkan 75 Personel Sebagai Responden. Data Dikumpulkan Melalui Kuesioner Menggunakan Skala Likert Yang Terdiri Atas 31 Butir Pernyataan. Teknik Pengambilan Sampel Menggunakan Random Sampling, Sedangkan Jumlah Sampel Ditentukan Dengan Rumus Slovin Karena Populasi Yang Besar. Data Dianalisis Menggunakan Uji Asumsi Klasik, Yaitu Uji Normalitas Dan Uji Linearitas, Untuk Memastikan Model Regresi Memenuhi Persyaratan Statistik. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Kompensasi Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Motivasi Kerja Personel Direktorat Samapta Polda Sulawesi Utara. Temuan Ini Mengindikasikan Bahwa Pemberian Dan Pengelolaan Kompensasi Memiliki Peran Penting Dalam Mendorong Peningkatan Motivasi Kerja Personel. Selain Itu, Penelitian Ini Menekankan Pentingnya Pemanfaatan Kompensasi Secara Bijak Oleh Personel Agar Dapat Mendukung Peningkatan Kinerja. Penelitian Ini Juga Memberikan Kontribusi Terhadap Literatur Manajemen Sumber Daya Manusia Di Institusi Pemerintahan Dan Penegak Hukum Serta Memberikan Implikasi Praktis Bagi Pembuat Kebijakan Dalam Mengoptimalkan Sistem Kompensasi Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Produktivitas Kerja.
SELF ACCEPTANCE PADA REMAJA LAKI-LAKI YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KOLONGAN KECAMATAN TALAWAAN Inggrid Lumentah, Patricia; Becher Sengkey, Stevi; Elisa Jelita Kaunang, Sinta
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4358

Abstract

Early marriage among adolescent males in Indonesia, particularly in rural areas like Kolongan Village, Talawaan District, disrupts identity formation and psychological adjustment, yet studies predominantly focus on females. This research aims to explore the self-acceptance process using the Kubler-Ross model. Employing a qualitative phenomenological approach, data were gathered from two purposively selected adolescent male participants and six supporting informants via in-depth interviews, observations, and documentation. Analysis followed Miles and Huberman's interactive model with triangulation for validity. Findings reveal a dynamic, non-linear progression through denial, anger, bargaining, depression, and acceptance stages, distinguished by males' externalized expressions like responsibility avoidance and aggression. In conclusion, adolescent males demonstrate adaptive capacity to embrace family roles despite initial resistance, informing targeted psychological interventions.
Pemberdayaan Mahasiswa melalui Panduan Digital Peer Counseling untuk Mitigasi Risiko Kesehatan Mental di FIPP UNIMA Samuel Aditya Eko Putranto; Sinta E.J. Kaunang; Arcella G. Salmon; Sumardi W. Ndolu
RESPINARIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : PT Katersi Minar Permata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66785/respinaria.v3i1.193

Abstract

Permasalahan kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi memerlukan strategi preventif yang mudah diakses dan partisipatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan mahasiswa melalui penyusunan dan sosialisasi Panduan Digital Peer Counseling sebagai upaya mitigasi risiko kesehatan mental di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado. Subjek dalam kegiatan pengabdian ini adalah 50 orang mahasiswa yang dipilih secara purposive. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, penyusunan panduan, validasi ahli, digitalisasi berbasis QR Code, sosialisasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan memperoleh kategori sangat baik dengan persentase validasi sebesar 89,4%. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan respon positif mahasiswa, dimana 91% peserta menyatakan kegiatan membantu mereka memahami kesehatan mental dan peran peer counseling di lingkungan kampus. Selain itu, mahasiswa menilai panduan digital mudah diakses dan membantu dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya. Program ini berkontribusi dalam membangun lingkungan kampus yang lebih suportif, inklusif, dan responsif terhadap kesehatan mental mahasiswa.
PENGARUH FEAR OF MISSING OUT TERHADAP PERILAKU IMPULSIVE BUYING SKINCARE MELALUI ONLINE SHOP PADA MAHASISWI PSIKOLOGI FIPP UNIMA Raphaela Relcy; Meisie Lenni Mangantes; Sinta E. J. Kaunang
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15647

Abstract

The rapid growth of social media and e-commerce platforms has significantly influenced consumer behavior, particularly among university students who are active users of digital technology. Continuous exposure to trends and information through social media may trigger Fear of Missing Out (FoMO), a psychological condition characterized by the fear of missing experiences, information, or activities enjoyed by others. This condition is believed to encourage impulsive buying behavior, especially in purchasing skincare products through online shopping platforms. This study aims to examine the influence of Fear of Missing Out (FoMO) on impulsive buying behavior of skincare products through online shops among female students of the Psychology Study Program, Faculty of Education and Psychology, Manado State University. The study employed a quantitative approach with an associative research design. A total of 226 respondents were selected using purposive sampling techniques. Data were collected using a FoMO scale based on the dimensions of competence, autonomy, and relatedness proposed by Przybylski et al. (2013), and an impulsive buying scale based on the cognitive and affective dimensions developed by Verplanken and Herabadi (2001). Data were analyzed using simple linear regression with IBM SPSS Statistics 25. The findings are expected to provide insights into the influence of FoMO on impulsive buying behavior of skincare products among female university students and contribute to the development of consumer psychology studies in the digital era.
Support group training for pregnant adolescents as an initiative to enhance maternal health among adolescents Maria Lupita Nena Meo; Sinta Elisa Jelita Kaunang; Heilbert Armando Mapaly
Journal of Community Empowerment for Health Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.103196

Abstract

Introduction: Minahasa Regency, North Sulawesi, faces a significant rate of teenage pregnancies, with serious health risks such as malnutrition, anemia, abortion complications, preterm births, and preeclampsia. In 2023, only 30% of the total pregnant adolescents registered at the Tateli Community Health Center received antenatal care services, highlighting the urgent need for intervention. This program aims to empower 40 health cadres from 12 villages through intensive training and mentoring conducted from September to October 2024.Methods: The training covered topics such as adolescent reproductive health, communication skills, counseling, and nutritional support. Each participant also received a structured training module for independent learning. Results: Post-training evaluations showed a substantial improvement in health cadres' knowledge, with the "good" category increasing from 25% to 82.5%, while the "moderate " and "low" categories decreased.Conclusion: These results highlight the effectiveness of community-based training in improving cadres' competencies in supporting pregnant adolescents. Empowering health cadres through training and mentoring enhances the quality of healthcare services for teenage mothers. The sustainability of the program can be strengthened through follow-up training, technology integration, and cross-sector collaboration to reduce adolescent pregnancy rates and improve maternal and child health outcomes. This program provides an effective approach to addressing the challenges of  adolescent pregnancy in the region.