Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KUALITAS KEHIDUPAN KERJA (QUALITY OF WORK LIFE) PADA ANGGOTA SATUAN RESERSE KRIMINAL TIPIDSUS DI POLRES MINAHASA Liando, Linda; Tiwa, Tellma M.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i1.11680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kehidupan kerja pada anggota Sat Reskrim Tipidsus di Polres Minahasa. Kualitas kehidupan kerja merupakan faktor penting yang mendukung kinerja dan kesejahteraan individu dalam lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dalam metode kualitatif, dengan fokus menggali pengalaman serta persepsi anggota Sat Reskrim Tipidsus terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota Polres Minahasa yang terlibat langsung dalam unit tersebut. Hasil analisis dari wawancara dan observasi menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja, yaitu aspek organisasi, teknologi dan fasilitas, serta keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Tantangan utama yang dihadapi antara lain adalah kurangnya apresiasi terhadap prestasi kerja, sistem penugasan yang belum merata, serta keterbatasan teknologi dan fasilitas operasional. Selain itu, jam kerja yang tidak teratur dan beban kerja yang tinggi berdampak negatif pada keseimbangan hidup, menyebabkan stres dan kelelahan yang pada gilirannya memengaruhi kinerja anggota. Peningkatan fasilitas, manajemen waktu yang lebih efektif, pembagian tugas yang adil, serta perhatian terhadap kesejahteraan anggota menjadi langkah-langkah yang dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja. Dengan memperhatikan aspek lingkungan kerja, beban kerja, dan kesejahteraan anggota, diharapkan kualitas kehidupan kerja anggota Sat Reskrim Tipidsus dapat lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas yang efektif
HUBUNGAN BUDAYA MAPALUS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS GENERASI-Z DI KECAMATAN LANGOWAN BARAT Memah, Andreas; Lumapow, Harol R.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i1.11686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara budaya Mapalus, sebuah tradisi gotong royong yang mengakar di Minahasa, dengan tingkat kesejahteraan psikologis Generasi-Z di Kecamatan Langowan Barat. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 320 individu Generasi-Z dipilih sebagai sampel melalui teknik non-probability purposive sampling. Skala Budaya Mapalus dan Skala Kesejahteraan Psikologis digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara budaya Mapalus dan kesejahteraan psikologis Generasi-Z, dengan koefisien korelasi sebesar 0.680 dan signifikansi 0.000. Temuan ini mengimplikasikan bahwa budaya Mapalus berpotensi menjadi sumber daya penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis generasi muda.
HUBUNGAN ANTARA PROBLEM-FOCUS COPING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PRODI PSIKOLOGI UNIMA Rahardjo, Ryan T.; Katuuk, Deitje A.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.11896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Problem-Focus Coping dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Angkatan 2022 Program Studi Psikologi UNIMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 127 mahasiswa yang dipilih berdasarkan rumus Isaac & Michael. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan pengujian asumsi statistik dengan bantuan SPSS 25. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara Problem-Focus Coping dan prokrastinasi akademik (r = -0.552, p < 0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan coping yang berfokus pada pemecahan masalah, maka semakin rendah kecenderungan mahasiswa untuk melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan intervensi psikologis untuk mengurangi prokrastinasi di kalangan mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA FEAR OF OTHER PEOPLE’S OPINION DENGAN BODY SHAMING PADA REMAJA WANITA DI PUSAT PENGEMBANGAN ANAK ALFA POOPO Momongan, Kezia S.; Mandang, Jofie H.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.11937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Other People’s Opinion (FOPO) dengan body shaming pada remaja perempuan di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Alfa Poopo. FOPO merupakan kondisi psikologis di mana individu merasa cemas terhadap pandangan dan penilaian negatif dari orang lain, yang dapat berdampak pada persepsi diri dan perilaku sosial, termasuk kecenderungan melakukan atau menjadi korban body shaming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri dari 60 remaja perempuan berusia 12–21 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Body Image Shame Scale (BISS) untuk mengukur body shaming dan Brief Fear of Negative Evaluation (BFNE) untuk mengukur FOPO, dengan skala Likert sebagai format pengisian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara FOPO dan body shaming dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,568 dan signifikansi < 0,001. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Fear of Other People’s Opinion dan body shaming dan hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Dampak Psikologis Remaja Pengguna Media Sosial Tiktok Longsam, Yongga Julieta Anggelia; Naharia, Melkian; Kaunang, Sinta Elisa Jelita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis penggunaan media sosial TikTok pada remaja di Desa Sinsingon, Kabupaten Bolaang Mongondow. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode fenomenologi, penelitian ini melibatkan lima informan remaja berusia 13–17 tahun yang merupakan pengguna aktif TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok memberikan dampak yang kompleks dan multidimensional terhadap aspe k psikologis remaja. Pada aspek kognitif, TikTok memperkaya wawasan dan kreativitas, tetapi juga menimbulkan kebingungan dalam menyaring informasi. Dari sisi afektif, remaja mengalami peningkatan kepercayaan diri dan euforia karena validasi sosial, namun juga menghadapi kecemasan dan tekanan emosional, khususnya dalam mengejar eksistensi dan pengakuan. Secara perilaku, penggunaan TikTok memengaruhi pola interaksi sosial, gaya hidup, serta dapat menimbulkan gangguan fokus dan ketergantungan. Strategi adaptasi seperti manajemen waktu, penyaringan konten, dan dukungan sosial ditemukan namun belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan dari orang tua, pendidik, dan lingkungan sosial untuk membantu remaja menggunakan media sosial secara sehat dan produktif.
Pengaruh Pola Asuh Permisif terhadap Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA Negeri 1 Tomohon Lowing, Della; Tiwa, Tellma M.; Kaunang, Sinta E.J.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3434

Abstract

Dalam dunia akademik, siswa diharapkan dapat mengerjakan berbagai tugas yang diberikan oleh guru. Dengan berbagai aktivitas dan prioritas yang dimiliki, siswa berpotensi menimbulkan prokrastinasi akademik. Dampak dari prokrastinasi akademik dapat menyebabkan siswa terlambat dalam menyelesaikan studinya. Salah satu faktor yang memengaruhi prokrastinasi akademik adalah pola asuh orang tua permisif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh permisif terhadap prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tomohon. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pola asuh permisif dan prokrastinasi akademik, dengan kontribusi sebesar 8,4% (R-squared = 0,084). Koefisien regresi sebesar 0,324 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam pola asuh permisif akan diikuti dengan peningkatan sebesar 0,324 pada prokrastinasi akademik. Dengan demikian, hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti semakin tinggi tingkat pola asuh permisif, semakin tinggi pula tingkat prokrastinasi akademik siswa. Meskipun kontribusinya tergolong rendah, pola asuh permisif tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prokrastinasi akademik siswa.
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Psikologi Unima Tangkuman, Brilivan A.; Rindengan, Mersty E.; Kaunang, Sinta E. J.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi belajar pada mahasiswa psikologi Universitas Negeri Manado. Latar belakang penelitian ini adanya fenomena dalam lingkungan kampus, dimana mahasiswa lebih sering berinteraksi dengan teman sebaya selama proses perkuliahan dibandingkan dengan dosen atau keluarga. Hal ini menjadikan teman sebaya sebagai sumber dukungan sosial paling dekat dan berpengaruh dalam kehidupan akademik mereka dan dapat mempengaruhi motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan strategi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pendekatan analisis kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling, dengan jumlah sampel 191 responden dan membagi populasi ke dalam strata secara proporsional, lalu sampel diambil secara acak dari masing-masing strata. Metode pengumpulan data menggunakan angket (kuisioner) dan analisis data dibantu menggunakan SPSS v25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi belajar mahasiswa psikologi Universitas Negeri Manado. Hal ini ditunjukkan melalui persamaan regresi Y= 20,497 + 0,756X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1% pada nilai dukungan teman sebaya akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,756. Uji hipotesis t menghasilkan nilai t-hitung sebesar 17,660 lebih besar dari t-tabel 1,652 sehingga menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,623 menunjukkan dukungan sosial teman sebaya memberikan kontribusi sebesar 62,3% terhadap variabel motivasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memiliki kontribusi yang kuat dalam memengaruhi tingkat motivasi belajar mahasiswa psikologi Universitas Negeri Manado.
Pengaruh Fear of Other People’s Opinion terhadap Citra Diri Remaja Akhir di Desa Kasuratan Pangajow, Astrid Eklesia; Solang, Deetje; Kaunang, Sinta E.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Other People’s Opinion (FOPO) terhadap citra diri remaja akhir. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena meningkatnya kecemasan sosial remaja yang ditandai dengan rasa takut terhadap penilaian orang lain, yang berpotensi memengaruhi pembentukan citra diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah remaja akhir di Desa Kasuratan yang berjumlah 95 orang, sekaligus dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur variabel FOPO (X) dan citra diri (Y). Analisis data dilakukan menggunakan regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOPO memiliki pengaruh yang sangat lemah terhadap citra diri remaja akhir dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,01 atau 1%. Artinya, FOPO hanya menjelaskan 1% variasi dalam citra diri, sementara 99% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Meskipun demikian, aspek FOPO pada responden berada pada kategori tinggi, terutama pada ketakutan akan ketidakpastian masa depan (64%) dan ketakutan akan kehilangan pengaruh sosial (63%). Sementara itu, citra diri remaja akhir secara umum berada pada kategori positif dan tinggi, ditandai dengan kemampuan menjalankan peran sosial, penerimaan diri, serta perasaan memiliki arti dalam kehidupan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tekanan sosial berupa FOPO dirasakan cukup tinggi, remaja akhir tetap mampu mempertahankan citra diri positif. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi remaja, orang tua, serta pendidik untuk lebih peka terhadap dinamika psikologis yang dialami remaja, serta mendorong pengembangan citra diri yang sehat melalui dukungan emosional, pendidikan karakter, dan keterampilan sosial.
HUBUNGAN TOXIC MASCULINITY DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA LAKI-LAKI UNIVERSITAS NEGERI MANADO Bawangun, Yulia; Tiwa, Tellma M.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.12169

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan individu, khususnya dalam pembentukan identitas dan konsep diri. Konsep diri yang sehat menjadi fondasi penting dalam menunjang kesehatan mental, perilaku sosial yang adaptif, serta pencapaian prestasi individu. Namun, perkembangan konsep diri remaja sangat rentan dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial dan budaya, termasuk nilai-nilai maskulinitas yang berlaku dalam masyarakat. Stigma masyarakat mengenai maskulinitas, atau angapan bahwa laki-laki harus maco, kuat, tegas, berani dan tidak menggunakan sesuatu yang berkaitan dengan perempuan karena laki-laki yang kurang maskulin dalam situasi sosial adalah laki-laki yang dianggap lemah sehinggah mempengaruhi konsep  diri mahasiswa. Konsep diri merupakan  pendapat,  pandangan,  atau  gambaran  seseorang  terhadap  dirinya  penilain tentang diri merupakan hal penting yang diperhatikan remaja karena perasaan tidak diterima oleh orang lain akan membuat konsep diri individu rendah. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas beracun dengan konsep diri, serta juga mengetahui gambaran tingkat maskulinitas dan konsep diri pada remaja laki-laki fakultas ilmu Pendidikan dan Psikologi. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan jumlah sampel 100 orang yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling, dan analisis data menggunakan uji parametik pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara maskulinitas beracun dengan konsep diri dengan arah hubungan yang negatif.  Kata Kunci : Maskulinitas , Konsep diri Adolescence is a critical stage in individual development, especially in the formation of identity and self-concept. A healthy self-concept serves as a vital foundation for supporting mental health, adaptive social behavior, and individual achievement. However, the development of adolescents' self-concept is highly susceptible to the influence of social and cultural environmental factors, including the prevailing values of masculinity in society. Societal stigma surrounding masculinity—such as the belief that men must be macho, strong, assertive, brave, and must not engage with anything associated with femininity—can lead to the perception that men who appear less masculine in social situations are weak, thus negatively impacting male students’ self-concept. Self-concept refers to an individual's opinion, view, or perception of themselves. This self-assessment is particularly important for adolescents, as feelings of rejection from others can lead to a low self-concept. The purpose of this study is to examine the relationship between toxic masculinity and self-concept, as well as to provide an overview of the levels of masculinity and self-concept among male students in the Faculty of Education and Psychology. The research method used is correlational, with a sample size of 100 participants selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using Pearson's parametric test. The results indicate a significant relationship between toxic masculinity and self-concept, with a negative correlation.  
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA KARYAWAN DI SALAH SATU PERUSAHAAN KEUANGAN SULAWESI UTARA Derek, Natali G.; Mandang, Jofie H.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.12405

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara motivasi kerja dan perilaku konsumtif pada karyawan sebuah perusahaan keuangan di Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 139 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Motivasi kerja diukur menggunakan Teori Dua Faktor Herzberg, sedangkan perilaku konsumtif berdasarkan teori konsumsi modern Bauman. Analisis korelasi Pearson menunjukkan koefisien –0,076 dengan nilai signifikansi 0,371 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel. Hasil ini menunjukkan motivasi kerja bukan faktor utama yang memengaruhi perilaku konsumtif karyawan. Faktor lain seperti stres kerja, gaya hidup, dan literasi keuangan diduga lebih berperan. Penelitian ini menekankan perlunya kajian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor psikologis dan sosial budaya lain yang dapat memengaruhi perilaku konsumtif di lingkungan kerja.