Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MEMBANGUN JIWA CINTA ALAM DAN KEWIRAUSAHAAN BERSAMA ANAK-ANAK DI LINGKUNGAN BARUGA MAJENE Latif, Abdul; Ahmad, Herlina; Alwi, Ardan; Wulandari, Monica; Mursidah, Mursidah; Madinah, Hijrahtulk; Paramitha, Paramitha; Rafidah, Rafidah; Anugrah, Idza Sri; Windasari, Hutriana
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 2, Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i2.5056

Abstract

Jiwa cinta alam dan kewirausahaan sejak dini perlu di tingkatkan agar pada anak-anak, melalui kegiatan positif yang dihadirkan oleh lingkungan temapt tinggal. Hasil observasi yang dilakukan oleh tim diperoleh bahwa sebagian besar anak-anak di Lingkungan Baruga Majene sepulang sekolah hanya menghabiskan waktu dengan menggunakan gadget untuk bermain sosial media dan game. Anak-anak belum bijak dalam menggunakan internet sehingga lebih banyak mengakses hal-hal yang kurang bermanfaat dan berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Berdasarkan hal tersebut tim melakukan kegiatan yang fokus membangun cinta alam dan kewirausahaan bersama anak-anak di lingkungan baruga majene. Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan diantaranya studi pendahuluan, perencanaan program, pengembanagn materi edukasi, implementasi program, dan evaluasi dan pembelajaran. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 13 anak yang berasal dari siswa SDN 36 Inpres Baruga kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan yang dilakukan tim diantaranya meronce untuk membangun jiwa kewirausahaan, bakti sosial dengan masyarakat lingkungan baruga, lomba menggambar dengan tema alam, dan penanaman bibit sayur di Gunung Bura Padzan Baruga Majene. Dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan tim dengan menggali respon mitra melalui kuesioner yang telah dibagikan secara umum diperoleh hasil yaitu anak-anak lingkungan baruga sangat senang dengan aktivitas meronce dan menanam sebab dapat membatu anak-anak lingkungan baruga untuk melakukan kegiatan positif, sehingga diharapkan dapat membangun jiwa cinta alam dan kewirausahaan. 
PENGARUH PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (PERUSAHAAN MANUFAKTUR ANEKA INDUSTRI TAHUN 2019-2022) Nadhilah, Putri; Mursidah, Mursidah; yunina, yunina; indrayani, indrayani
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 25 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v25i2.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh profitabilitas, kepemilikan manajerial, leverage, ukuran perusahaan, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur aneka industri tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berbentuk laporan tahunan yang diperoleh dari website masing-masing perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 31 perusahaan manufaktur aneka industri, di mana metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan perangkat lunak eviews versi 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) return on assets tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kemudian (2) kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, selanjutnya (3) leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dan (4) ukuran perusahan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, serta (5) struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa return on assets dan kepemilikan manajerial tidak memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan nilai perusahaan. Sementara itu, semakin tinggi tingkat leverage yang dimiliki oleh perusahaan aneka industri, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan aneka industri tersebut. Sedangkan ukuran perusahaan dan struktur modal memberikan dampak yang negatif terhadap nilai perusahaan yang mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan dan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan aneka industri akan berdampak pada penurunan nilai yang dimiliki oleh perusahaan aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022.Kata Kunci : Profitabilitas, Kepemilikan Manajerial, Leverage, Ukuran Perusahaan, Struktur Modal, Nilai Perusahaan
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Komoditas Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) Rumahorbo, Clarisa Weanda; Mursidah, Mursidah; Balkis, Siti
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.206

Abstract

Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual dengan harga yang relatif berbeda-beda. Penawaran berhubungan dengan harga suatu barang yang memiliki hukum yakni makin tinggi tingkat suatu harga barang, maka semakin banyak jumlah barang yang akan ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga cabai merah keriting, harga cabai merah besar dan biaya pemasaran terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan serta untuk mengetahui elastisitas penawaran cabai merah keriting. Penelitian ini dilakukan di Pasar Segiri Samarinda Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi, uji F, uji t dan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis regresi linear berganda didapat bahwa persamaan regresinya adalah Y = 361,808 + 0,045X1 + 0,705X2 – 0,375X3. Berdasarkan hasil uji F, terdapat pengaruh nyata variabel X terhadap variabel Y. Sedangkan hasil dari uji t, biaya pemasaran berpengaruh nyata terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan. Cabai merah keriting termasuk komoditi yang bersifat inelastis. Berdasarkan hasil penelitian penawaran komoditas cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda, elastisitas penawaran cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda yaitu sebesar 0,8332 yang artinya apabila harga cabai merah keriting naik maka pedagang akan menambah jumlah cabai merah keriting untuk ditawarkan kepada konsumen.
Implementasi Konsep Eco-Future dalam Keberlanjutan Program Kampung Iklim Mursidah, Mursidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim merupakan kondisi berubahnya suhu di bumi dalam jangka waktu lama. Perubahan iklim dapat berdampak pada keberlangsungan kehidupan manusia, pasalnya hal ini berpengaruh pada sektor kehidupan manusia seperti kesehatan, pertanian, hutan, infrastruktur, transportasi, pariwisata, energy, ekonomi dan sosial. Proklim merupakan program nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pengurangan emisi gas rumah kaca melalui kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan hidup di tingkat lokal, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, dan kegiatan lain yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Potensi dari Kelurahan Kampung Baru sebagai proyek percontohan Kampung Iklim, dapat terwujud kelak jika akses dan potensi yang ada bisa dikembangkan dengan baik dan cepat. Potensi Mangrove Center yang terdapat di Kelurahan Kampung Baru, bisa dijadikan objek wisata, edukasi, rekreasi, peningkatan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. Untuk mewujudkan potensi Kampung Baru sebagai proyek percontohan, diperlukan upaya edukasi yang komprehensif. Meskipun telah ada inisiatif yang bersinergi dengan program Kampung Berseri Astra pada tahun 2023, keberlanjutan pasca-evaluasi menjadi tantangan signifikan bagi komunitas lokal. Rencana Alternatif Penyelesaian Masalah yang telah terlaksana yaitu program Ecobrick, Eco enzyme, Biopori, TABAH (Tabung Ala Sampah), dan BRITE (Bridge to English).
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA TERAS BARU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN Mursidah, Mursidah; Marselly, Jesisca
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.17134

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengnalisis harga pokok produksi usahatani padi sawah   di Desa Teras Baru  Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teras Baru Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian dimulai pada bulan Februari 2023 sampai dengan bulan Oktober 2023. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis full costing. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode full costing menghasilkan harga pokok produksi usahatani padi sawah di Desa Teras Baru pada 2022 sebesar sebesar Rp7.660,52,- kg-1 beras. Harga pokok produksi usahatani padi sawah di Desa Teras Baru dengan metode full costing berada di bawah harga jual beras di Desa Teras Baru, rata-rata harga jual beras di Desa Teras Baru adalah Rp16.500,00,- kg-1 beras. sehingga berdasarkan hasil analisis harga pokok produksi usahatani padi sawah di Desa Teras Baru menguntungkan bagi petani.
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA TERAS BARU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN Mursidah, Mursidah; Marselly, Jesisca
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.17134

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengnalisis harga pokok produksi usahatani padi sawah   di Desa Teras Baru  Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teras Baru Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian dimulai pada bulan Februari 2023 sampai dengan bulan Oktober 2023. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis full costing. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode full costing menghasilkan harga pokok produksi usahatani padi sawah di Desa Teras Baru pada 2022 sebesar sebesar Rp7.660,52,- kg-1 beras. Harga pokok produksi usahatani padi sawah di Desa Teras Baru dengan metode full costing berada di bawah harga jual beras di Desa Teras Baru, rata-rata harga jual beras di Desa Teras Baru adalah Rp16.500,00,- kg-1 beras. sehingga berdasarkan hasil analisis harga pokok produksi usahatani padi sawah di Desa Teras Baru menguntungkan bagi petani.
Pengaruh Umur Obligasi Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Peringkat Obligasi Pada Sektor Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2022 Mursidah, Mursidah; Bustam, Bustam; Syar, Alimuddin

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8217

Abstract

This study aims to determine the effect of bond age, company growth on the rating of financial sector bonds listed on the IDX in 2020-2022 using a quantitative research approach. which aims to test theories, build facts, show relationships between variables, provide statistical descriptions, estimate and predict the results. This research will be conducted on the Indonesia Stock Exchange. This study is to test the effect of bond age and company growth variables on bond rating variables, while to analyze the effect of each variable using SPSS software. Based on the results of the study, in the financial sector, bond age has a negative effect on bond ratings listed on the IDX. This is obtained from the results of the regression analysis, namely a significance value of <0.05 (0.249> 0.05) and a calculated t value of less than 2.022 (1.172 <2.039). In the financial sector, bond age has a negative effect on bond ratings listed on the IDX, on the company growth variable (X2), a Sig value of 0.00 and a calculated t value of -13.759 are obtained. because the Sig value is less than 0.05 (0.00 > 0.05) and the calculated t value is greater than 2.022 (-13.759 < 2.022).
Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Tempe Bungkus Daun di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Maryam, Syarifah; Julianto, Yogga; Mursidah, Mursidah
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.244

Abstract

Industri rumah tangga adalah sektor ekonomi di mana produksi barang atau jasa dilakukan dirumah-rumah dikelola oleh anggota keluarga. Industri tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu merupakan salah satu industri berskala rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi dan keuntungan usaha industri tempe bungkus daun, dan mengetahui kelayakan usaha industri tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Maret 2024 di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer yaitu hasil observasi dan wawancara kepada pengrajin tempe bungkus daun dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner. Metode pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah sampel terdiri dari 10 pengrajin tempe bungkus daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya produksi yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp10.194.451,00/bulan. Penerimaan yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp18.240.000,00/bulan. Pendapatan yang diperoleh dari pengolahan tempe bungkus daun sebesar Rp8.045.549,00/bulan serta nilai R/C sebesar 1,79. Hasil ini menunjukan bahwa usaha pengolahan tempe bungkus daun di Kecamatan Loa Kulu dikatakan menguntungkan atau layak untuk dipertahankan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Komoditas Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) Rumahorbo, Clarisa Weanda; Mursidah, Mursidah; Balkis, Siti
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.206

Abstract

Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual dengan harga yang relatif berbeda-beda. Penawaran berhubungan dengan harga suatu barang yang memiliki hukum yakni makin tinggi tingkat suatu harga barang, maka semakin banyak jumlah barang yang akan ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga cabai merah keriting, harga cabai merah besar dan biaya pemasaran terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan serta untuk mengetahui elastisitas penawaran cabai merah keriting. Penelitian ini dilakukan di Pasar Segiri Samarinda Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi, uji F, uji t dan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis regresi linear berganda didapat bahwa persamaan regresinya adalah Y = 361,808 + 0,045X1 + 0,705X2 – 0,375X3. Berdasarkan hasil uji F, terdapat pengaruh nyata variabel X terhadap variabel Y. Sedangkan hasil dari uji t, biaya pemasaran berpengaruh nyata terhadap jumlah cabai merah keriting yang ditawarkan. Cabai merah keriting termasuk komoditi yang bersifat inelastis. Berdasarkan hasil penelitian penawaran komoditas cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda, elastisitas penawaran cabai merah keriting di Pasar Segiri Samarinda yaitu sebesar 0,8332 yang artinya apabila harga cabai merah keriting naik maka pedagang akan menambah jumlah cabai merah keriting untuk ditawarkan kepada konsumen.
PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN BERAS PASCA PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Mursidah, Mursidah; Laily Ramadhan, M Rizky; Suriaatmaja, Muhammad Erwan
AGRIBIOS Vol 23 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i1.6185

Abstract

The relocation of Indonesia's capital city from Jakarta to East Kalimantan has various significant impacts, particularly on food supply, especially rice, in Penajam Paser Utara Regency. Rice is a strategic food commodity with high political, economic, and social value. This study aims were to analyzed the factors affecting rice availability and the impact of the capital relocation on rice food supply in Penajam Paser Utara Regency.The research was using a purposive sampling method to collect data from various sources, including the Central Bureau of Statistics and the Department of Agriculture of Penajam Paser Utara Regency. The data used includes population projections, land area, and rice production from 2019 to 2035. Simulations using a systems dynamics approach were conducted with Vensim software to predict rice availability and demand.The study indicated that the relocation of the capital city will lead to a significant population increase in Penajam Paser Utara Regency. The surge in population due to migration will lead to higher rice consumption, while land conversion will reduce the available area for rice production. Factors such as harvested area, productivity, and post-harvest efficiency also play a role in rice availability. It is projected that by 2025, there will be a deficit of 9,067 tons, with continued impact until 2035, where production will not be able to keep up with the increasing consumption. Without appropriate policy interventions to boost production through the development of agricultural infrastructure, farmer empowerment, and diversification of food sources, Penajam Paser Utara Regency is at risk of experiencing a food crisis, inflation that could threaten economic stability, and future food security.