Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemanfaatan Novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan sebagai Bahan Ajar di SMP Paramita Candra Dewi; Ribut Wahyu Eriyanti; Arif Budi Wurianto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7735

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi makna sosial dan nilai karakter dalam novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus serta mengkaji potensinya sebagai bahan ajar sastra di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Novel ini dipilih karena merepresentasikan persoalan remaja yang dekat dengan realitas kehidupan siswa, khususnya stigma tubuh, tekanan sosial, dan pencarian penerimaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Sumber data primer berupa teks novel, sedangkan data sekunder meliputi buku teori sastra, teori transaksional membaca, teori pendidikan karakter, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan dengan memanfaatkan teori transaksional membaca Louise M. Rosenblatt dan teori pendidikan karakter Thomas Lickona.Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan makna sosial melalui konflik sosial dan konflik intrapersonal tokoh utama yang bersumber dari konstruksi sosial mengenai tubuh ideal. Konflik tersebut mencerminkan relasi individu dengan tekanan norma masyarakat modern dan berdampak pada kondisi psikologis tokoh. Selain itu, novel ini memuat nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin diri, ketekunan, empati, dan kepercayaan diri yang berkembang secara bertahap melalui pengalaman tokoh. Dari sisi pedagogis, novel ini memiliki potensi kuat sebagai bahan ajar sastra di SMP karena mampu memfasilitasi pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berbasis pengalaman siswa. Dengan demikian, novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan layak dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk mendukung pengembangan literasi, kesadaran sosial, dan pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.
Representasi Sistem Aktivitas Kemasyarakatan Budaya Jawa dalam Novel Kereta Semar Lembu Sri Sanaliati; Ribut Wahyu Eriyanti; Arif Budi Wurianto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi sistem aktivitas budaya Jawa dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani, mencakup aktivitas religi, aktivitas kesenian, dan aktivitas kemasyarakatan yang membentuk identitas tokoh serta struktur makna dalam cerita. Dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra paradigma Ratna, penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap kutipan, simbol, dialog, dan narasi yang berkaitan dengan budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan budaya Jawa secara komprehensif melalui simbol-simbol seperti kereta, rel, kerincingan perak, lampu minyak, dan bunga randa tapak yang menggambarkan konsep takdir, perjalanan hidup, dan hubungan manusia dengan dunia gaib. Selain itu, praktik budaya seperti selametan, penanda kelahiran dengan lampu, serta tradisi spiritual kejawen memperlihatkan bagaimana ritus dan nilai leluhur masih berperan dalam kehidupan tokoh. Aktivitas kemasyarakatan seperti gotong royong, unggah-ungguh, musyawarah, dan hubungan sosial komunal menunjukkan ikatan sosial masyarakat Jawa yang harmonis meskipun berada dalam tekanan modernisasi dan kolonialisme. Representasi-representasi tersebut menegaskan bahwa novel Kereta Semar Lembu bukan hanya menghadirkan cerita fiksi, tetapi juga menjadi medium reflektif yang memotret dinamika kultural dan spiritual masyarakat Jawa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian antropologi sastra serta relevan untuk pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai budaya lokal.
PENERAPAN DIFERENSIASI PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK Hidayati Hidayati; Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni; Ribut Wahyu Eriyanti; Ria Arista Asih; Fauzan Prof. Dr. M Pd
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24209

Abstract

Abstrak: Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman peserta didik menurut kesiapan, minat, dan preferensi belajar. Pendidik harus mempersiapkan pembelajaran dengan serangkaian perlakuan dan aktivitas yang unik bagi setiap peserta didik ketika menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Mengetahui bagaimana pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam kurikulum merdeka khususnya di sekolah penggerak menjadi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif bahkan lebih cenderung menggunakan analisis. Temuan dari penelitian ini mendukung gagasan diferensiasi proses, yang lebih berfokus pada bagaimana pendidik mendorong peserta didiknya untuk berpartisipasi dalam pembelajaran mandiri dan aktivitas penemuan pengetahuan berdasarkan pengalaman belajar yang disajikan pendidik. Untuk membuat proses pembelajaran yang holistic dan menyenangkan, pendidik harus membuat pertanyaan pemantik, menyajikan konten yang menarik, dan memberikan pengalaman belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa merupakan salah satu ciri pembelajaran yang berdiferensiasi. Siswa tidak perlu belajar hanya di dalam kelas; sebaliknya, mereka dapat belajar di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebaik-baiknya.Abstract:  According to each student's readiness, interests, and preferred method of learning, differentiated learning takes into account individual uniqueness. Differentiated learning requires teachers to set up a set of special interventions and activities for every pupil. This study seeks to understand how differentiated learning is applied in the autonomous curriculum, particularly in driving schools. This study employs a qualitative descriptive method that frequently use of analysis. The results of this study provide credence to the concept of process differentiation, which is centered more on how teachers promote their pupils' participation in self-directed learning and knowledge-building activities based on the experiences they have given them. Throughout the learning process, teachers should provide thought-provoking questions, offer engaging content, and facilitate learning experiences in order to establish a comprehensive and joyful learning environment. One feature of diversified learning is a setting that is favorable for pupils to study in. By making the most of their surroundings, pupils can study outside of the classroom in addition to in it.
Systematic Literature Review: Teachers' Educational Interaction with Students in Learning in Indonesia Ribut Wahyu Eriyanti; Ainur Rofiq; Atok Miftahul Huda; Endang Sri Estimurti
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i1.6197

Abstract

Background: Educative interaction between teachers and students in learning is a definite thing, and if it is not carried out well, it will trigger learning problems at school. Research on educational interactions is trending and has become an important study in education. This research aims to analyze the educational interactions of teachers and students in learning at school. Method :This research uses the SLR (Systematic Literature Review) method. Data was collected by documenting and reviewing previous articles related to interaction and education. Article searches were carried out by searching for articles using the Scopus database. The subjects studied in this research are education, social interaction, interpersonal communication, human relations, interaction, interpersonal relations, students, and teaching. The initial database was 113,234, and then the researchers re-specified it so that it was found to be 475 documents. Results and Dıscussion: The research results show that articles dominate discussions about educational interactions, and there is still very little study of reviews, book chapters, and letters. Social sciences, health, and computer science dominate the subject of discussion. National institutions, especially in the health sector, are more dominant in funding studies on educational interactions. From the Scopus database obtained, publications about educational interactions in learning are still very rare
Enhancing Learning Experience: A Study of Students' Needs for Pocket Books in the Digital Era Rahmi Syafriyeti; Ribut Wahyu Eriyanti; Ainur Rofiq; Atok Miftahul Huda
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i2.6415

Abstract

Background: the religious values play a crucial role in shaping the character and morals of students, and understanding the views of lecturers regarding this matter can provide profound insights to enhance higher education. Aim: Analyzing lecturers' perceptions regarding Islamic values entails focusing on their awareness levels, integration of religious values into the curriculum, the role of lecturers in shaping character, institutional support, and the influence of understanding Islamic values on students' morality. Method: This research employed a survey method involving 60 lecturers as respondents. The survey comprised structured questions covering the importance level of Islamic values, their integration into the curriculum, the role of lecturers, institutional support, and perspectives regarding the influence of understanding Islamic values on students. Results and Dıscussion: The survey results indicate that a majority of the lecturers are aware of the significance of Islamic values (91.6%), and most of them (80%) feel that these values are sufficiently integrated into the curriculum. There is substantial support for the role of lecturers in shaping Islamic character (88.4%), and a significant portion of the lecturers (78.3%) feel they receive adequate institutional support. Overall, the results reflect a positive outlook from the lecturers regarding Islamic values. Conclusion This research highlights the importance of supporting lecturers in strengthening their role as character-forming agents and emphasizes the necessity of integrating religious values into higher education curricula. The implications of these findings can assist in designing policies and more holistic educational strategies, fostering an educational environment focused on the development of student character and morality.