Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Cultivating the Foundation of Early Childhood Language Development by Communicating from the Womb Nufus, Ajijah Sadiah; Kumala Dewi, Nurul Fitria; Rachmi, Titi
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i2.13598

Abstract

Humans are social creatures, where in everyday life there is interaction between humans and this interaction uses language. Language is a means of communication in interacting with other humans, so that language is important in human life. As important as in children's lives Language development includes several aspects of development, namely (Speaking, Listening, Writing and Telling Stories) (Ilmiah et al., 2022) and all these aspects are interconnected in language development as well as the development of children's language which needs to be considered from an early age even since in the womb (fetus), this study researchers focus on the development of early childhood language, stimulating children's language development can be done since the child is in the womb, namely parents can chat, read books and provide audio such as music / chanting of holy verses of the Qur'an. This is reinforced by research data (Suri Nelliraharti, 2019) , that fetuses who are often stimulated or listened to the recitation of the holy verses of the Koran are proven to be more intelligent children and cognitive nerve cells are interconnected and children become more prominent in aspects of cognitive and language development. This study applies descriptive qualitative research. The place of research is Posyandu Mawar 10 Gelam Jaya Pasar Kemis Tangerang. This research was conducted from 7-10 October 2024, and involved 15 parents who already had toddlers and were pregnant with their 2nd/3rd/4th child. This study used 3 stages of data collection, namely data reduction, data presentation and data collection. Children who are accustomed to being chatted with by their parents since they were in the womb have developed effective communication between children and parents so that children find it easier to express their feelings with verbal and non-verbal language. An emotional warm relationship is established between parents and children so that it is easier to stimulate children in each phase, especially in the development of children's language. Children's intelligence in language and cognitive development tends to be more prominent because of the interaction of chatting between the fetus and parents helping brain nerve cells connect to each other, this is assisted by consistent postnatal stimulation (Nufus, 2021) . This study focuses on parents' understanding of the stimulation of children's language development since in the womb and children who are accustomed to being chatted with since in the womb , parents in today's era have very easy access to all information but do not necessarily implement it while children grow up side by side with technology where the main stimulation is from parents.
Parents' Perceptions of Sex Education for Early Childhood in Preventing Child Abuse Jeti, La; Tarno, Tarno; Susanto, Aris; Rachmi, Titi; Maimuna, Maimuna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14176

Abstract

Banyaknya fenomena penyimpangan seksual yang terjadi saat ini menunjukkan akibat dari kurangnya pendidikan seks yang benar, antara lain adalah maraknya pelecehan seksual pada anak usia dini. Sayangnya hal tersebut tidak disadari oleh anak yang bersangkutan dan juga oleh orang-orang disekitarnya. Pengertian pendidikan seks adalah memberikan informasi tentang seks dengan tujuan mengurangi risiko perilaku seksual negatif. Namun istilah ini masih asing di sebagian kelompok masyarakat, sehingga para orang tua ragu untuk mengajarkan anaknya tentang seks. Meskipun hal ini telah dilakukan di situs lain namun hanya menggambarkan persepsi orang tua dalam kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi orang tua terhadap pendidikan seks yang diberikan pada anak sejak dini. Dilakukan di Desa Labuan Diri Siontapina Kabupaten Buton, penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan melibatkan 5 orang orang tua (ibu) sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menganggap pendidikan seks sebagai topik yang tabu, vulgar dan tidak pantas untuk disampaikan kepada anak sehingga cenderung menghindarinya.
MENGASAH NILAI DAN EMPATI DI TENGAH KRISIS MORAL GENERASI ALPHA Rachmi, Titi; Amelia, Siti; Eksya, Sefi Apriline
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i3.10506

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memberikan pengaruh besar terhadap pola perilaku dan pembentukan karakter Generasi Alpha. Akses informasi yang luas tanpa pendampingan yang memadai berpotensi menimbulkan krisis moral, seperti menurunnya empati, kepedulian sosial, dan sikap menghargai orang lain. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua, pendidik anak usia dini, serta masyarakat dewasa mengenai pentingnya penguatan nilai moral dan empati dalam membentuk karakter Generasi Alpha di era digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui webinar parenting education secara daring yang diselenggarakan pada 6 Desember 2025 dengan melibatkan orang tua, pendidik, mahasiswa, dan praktisi pendidikan. Materi yang disampaikan mencakup karakteristik Generasi Alpha, faktor penyebab krisis moral, dampak penggunaan teknologi terhadap perkembangan sosial-emosional anak, serta strategi praktis dalam menanamkan nilai dan empati melalui pola asuh yang tepat, pendidikan karakter, dan keteladanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membimbing anak menghadapi tantangan era digital. Peserta menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan saat ini dan memberikan solusi yang aplikatif. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi berkelanjutan antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk Generasi Alpha yang berempati, bermoral, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
SINERGI ORANG TUA DAN SATUAN PAUD DALAM MEMBANGUN KEBIASAAN BAIK ANAK MENUJU GENERASI EMAS Rachmi, Titi; K.D, Nurul Fitria; laelliah, siti nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i3.10534

Abstract

Upaya membangun generasi emas Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kualitas pembinaan anak sejak usia dini, yang memerlukan sinergi antara orang tua dan satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi dan efektivitas webinar daring berjudul “Sinergi Orang Tua dan Satuan PAUD dalam Membangun Generasi Emas”. Webinar dilaksanakan secara daring melalui platform konferensi video selama kurang lebih 3 jam dengan sasaran orang tua dan guru PAUD. Metode evaluasi yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap angket yang disebarkan kepada peserta serta dokumentasi kegiatan. Instrumen angket mengukur kejelasan materi, relevansi topik, serta pemahaman peserta mengenai peran mereka dalam pembentukan kebiasaan baik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi narasumber mengenai keteladanan orang tua dan konsistensi pembiasaan sangat penting untuk internalisasi nilai-nilai positif. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta akan pentingnya kolaborasi antara lingkungan rumah dan sekolah guna mencegah ketidaksinkronan dalam pengasuhan