Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MATERNAL FACTORS ASSOCIATED WITH CESAREAN SECTION IN INDONESIA: EVIDENCE FROM IDHS 2017 Istiqomah Risa Wahyuningsih; Hartono Hartono; Vitri Widyaningsih; Sri Mulyani
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Increased the number of cesarean sections in Indonesia based on IDHS data in 2017 by 17.6%. This figure exceeds the recommendation of WHO, which is 10-15%. The impact of cesarean section related to maternal and infant health, health financing budgets, and public health policies. This research article analyzes the relationship between maternal factors and cesarean section in Indonesia. This is a novelty in this article. Objective: This article aims to analyze the relationship of maternal factors with cesarean section in Indonesia. Method: The design of this study is a cross-sectional study using data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). The sampling design was stratified two-stage sampling, with a sample of 14,891 respondents. Data was analyzed using Stata 14.2. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis multivariate analysis. Results: Women who experienced pregnancy complications had a 1.2 times greater risk of cesarean section (OR=1.2, CI=1.0-1.4). Women who had a history of cesarean section had a 64.8 times greater risk of having a cesarean section (OR = 64.8, CI = 38.2-109.9). While the variables of labor complications, twins, and pregnancy spacing had no effect on cesarean section (OR<1). Conclusion: Monitoring and evaluation of the increasing number of cesarean sections without medical indication and the severity of labor is necessary. The decision to undergo a cesarean section should be based on clear and solid reasons, supported by good medical data.
Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Mengalami Anemia Firdhausi Mariska Putri; Istiqomah Risa Wahyuningsih
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.57

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang serius dengan prevalensi mencapai 13,5% pada usia 11–14 tahun dan 29,5% pada usia 15–22 tahun (WHO, 2021). Kondisi ini berdampak pada penurunan imunitas, kebugaran, konsentrasi, serta prestasi akademik. Upaya pencegahan dapat dilakukan secara farmakologis melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) maupun secara nonfarmakologis dengan konsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C, salah satunya buah naga. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 20 responden yang dipilih secara random sampling di Posyandu Dusun Wonoleren, Desa Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,000 (<0,05) dan rata-rata peningkatan sebesar 4,1 gr/dl. Disimpulkan bahwa pemberian jus buah naga berpengaruh positif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia
Pengaruh Pemberian Teh Daun Mint terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I Risma Aprillian Fernanda; Istiqomah Risa Wahyuningsih
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.65

Abstract

Emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan yang sering dialami pada ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah yang dapat menganggu kehidupan sehari – hari serta berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis ibu. Prevalensi emesis gravidarum di Indonesia cukup tinggi, terutama pada primigravida (60-80%) dan multigravida (40-60%). Penanganan dapat dilakukan secara farmakologis dan non-farmakologis. Teh daun mint dikenal memiliki efek menyegarkan serta karminatif dan antipasmodik. Kandungan tersebut berperan dalam meredakan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teh daun mint terhadap perbedaan frekuensi emesis gravidarum. Metode yang digunakan adalah pre–eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 responden yang mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Juwiring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebelum intervensi mengalami emesis gravidarum tingkat sedang, sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami penurunan ke tingkat ringan. Berdasarkan hasil uji wilcoxon, diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian teh daun mint. Ada pengaruh pemberian teh daun mint terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Puskesmas Juwiring. 
Pengaruh Akupresur Titik Perikardium 6 terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Ariyawati Susiandari, S.Tr.Keb., Bdn Desfita Sari; Istiqomah Risa Wahyuningsih
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1805

Abstract

Background : Nausea and vomiting are common physiological complaints during the first trimester of pregnancy, caused mainly by increased levels of hCG, estrogen, and progesterone. Although considered normal, these symptoms can disrupt daily activities and decrease quality of life. If excessive, they may result in complications such as dehydration, electrolyte imbalance, weight loss, and hyperemesis gravidarum, which threaten maternal and fetal health. Management can involve pharmacological and non-pharmacological strategies. One safe, simple, and widely applied non-pharmacological approach is acupressure at the Pericardium 6 (PC6) point, believed to regulate the nausea center in the brain. Objective : This study aimed to determine the effectiveness of acupressure at the PC6 point in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women at PMB Ariyawati Susiandari, S.Tr.Keb., Central Lampung Regency. Method : This pre-experimental study used a one-group pretest–posttest design. Acupressure was performed at the PC6 point for 30 seconds, twice daily (morning and evening). Data were collected by observing changes in the intensity of nausea and vomiting before and after the intervention.The assessment was conducted by observing changes in the intensity of nausea and vomiting before and after the intervention. Result : Before acupressure, all respondents experienced moderate nausea and vomiting. After the intervention, most reported improvement, with symptoms reduced to the mild category. Statistical analysis with the Wilcoxon test showed a significance value of p=0.000, indicating a significant difference between pre- and post-intervention scores. Conclusion : Acupressure at the PC6 point effectively reduced nausea and vomiting in first-trimester pregnant women. This method can be recommended as a complementary non-pharmacological therapy that is safe, practical, and easily integrated into midwifery care.
Efektivitas Kombinasi Amoxicillin dan Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum Putri Amanda; Istiqomah Risa Wahyuningsih
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.101

Abstract

Luka perineum merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh ibu postpartum, terutama setelah persalinan pervaginam. Penanganan luka perineum membutuhkan perawatan yang tepat agar proses penyembuhan optimal dan tidak terjadi infeksi. Kombinasi antara terapi farmakologis seperti Amoxicillin dan bahan alami seperti rebusan daun sirih merah diyakini mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi Amoxicillin dan rebusan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari ibu postpartum dengan luka perineum derajat I–II yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (Amoxicillin saja) dan kelompok intervensi (Amoxicillin dan rebusan daun sirih merah). Pengukuran dilakukan terhadap tanda-tanda klinis penyembuhan luka. Hasil: Hasil uji menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat penyembuhan luka perineum antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol karena nilai p > 0,05 yaitu 0,151. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan efektivitas kombinasi amoxicillin dan rebusan daun sirih merah terhadap tingkat penyembuhan luka perineum ibu postpartum.
UPAYA PENINGKATAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME: LITERATUR REVIEW: UPAYA PENINGKATAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME: LITERATUR REVIEW Imania, Dika Rizki; Wahyuningsih, Istiqomah Risa; Kustiyati, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.414 KB) | DOI: 10.32534/jik umc.v10i2.2564

Abstract

UPAYA PENINGKATAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME: LITERATUR REVIEW Dika Rizki Imania1 , Istiqomah Risa Wahyuningsih2, Sri Kustiyati3 1 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta 2,3 Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Email: dikarizki@unisayogya.ac.id , istiqomah86@aiska-university.ac.id , atik.nian@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang : Anak mengalami proses tumbuh kembang yang dimulai sejak dari dalam kandungan, masa bayi, dan balita. Setiap tahapan proses tumbuh kembang anak mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga jika terjadi masalah pada salah satu tahapan tumbuh kembang tersebut akan berdampak pada kehidupan selanjutnya. Salah satu kasus yang dapat berdampak pada masa pertumbuhan dan perkembangan pada anak antara lain, Down Syndrome. Down Syndrome adalah salah satu golongan penyakit genetik karena cacatnya terdapat pada bahan keturunan atau gen, tetapi penyakit ini pada dasarnya bukan penyakit keturunan atau diwariskan. Tujuan : mengetahui intervensi yang efektif dalam meningkatkan perkembangan anak dengan Down Syndrome. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar dan PubMed. Hasil penulusuran artikel didapatkan sebanyak 15 artikel terkait dengan Down Syndrome dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : Hasil review 15 artikel didapatkan bahwa intervensi dengan Neuro Developmental Treatment, Sensory Integration, akupresur dapat meningkatkan perkembangan anak dengan Down Syndrome. Kesimpulan : Ada pengaruh dan manfaat dari pemberian masing –masing intervensi terhadap peningkatan perkembangan anak dengan Down Syndrome. Kata Kunci : Perkembangan, Down syndrome
Application The Aikipressure Techniques to Improve The Development of Children with Special Needs: A Qualitative Study Wahyuningsih, Istiqomah Risa; Kustiyati, Sri; Imania, Dika Rizki; Asadullah, Abdullah
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2021: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.304 KB) | DOI: 10.23917/iseth.322

Abstract

Purpose: describe how to apply aikipressure techniques to improve the development of children with special needs in the development clinic health center, Sukoharjo, Central Java, Indonesia. Methodology: a descriptive qualitative design. Determination of research subjects by purposive sampling includes the following criteria: 1) mothers who have children with special needs are members of the development clinic health center; 2) mothers who want to give acupressure therapy to their children; 3) mothers who are willing to be respondents; 4) mothers who are willing to provide data according to the research questions. The research was conducted in September-November 2021. The research site was in the development clinic health center, Sukoharjo, Central Java, Indonesia. The time of data collection was carried out for 1 month with monitoring carried out every 1 week. The aikipressure technique was carried out every day by the parents and accompanied by the research team. Results: Interviews were conducted with 10 main informants, 1 key informant and 1 supporting informant. Characteristics of the main informants, namely 1 male informant and 9 female informants, aged between 27- 44 years, the majority are housewives, the age of children is in the range of 2.5-14 years. Characteristics of informants based on the condition of the child, namely 1 child hydrocephalus, 5 children with cerebral palsy, 2 children with hyperactivity and 2 children with Down syndrome. The advantages of aikipressure are simple, effective and efficient. Applications/Originality/Value: The novelty of this research is the application of aikipressure therapy in improving the development of children with special needs. Aikipressure therapy can be done by parents independently.
PELAYANAN TERAPI AIKIPRESSURE UNTUK OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK Istiqomah Risa Wahyuningsih; Abdullah Asadullah; Rizqiyyah Rohmatillah
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jpk.v2i02.31

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan terapis untuk menstimulus pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut menjadikan peningkatan pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus terkesan tidak mengalami kemajuan. Fenomena ini sudah diamati oleh tim pengabdian selama 1 tahun. Solusi dan target luaran program ini adalah pemberian edukasi pentingnya stimulus pada anak, pemberian pelayanan terapi aikipressure untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak dan pemberian pelayanan pemantauan perkembangan anak di Sanggar Inklusi Permata Hati Sukoharjo. Metode pelaksanaan program dengan melakukan edukasi pentingnya stimulus pada anak kemudian dilanjutkan dengan pemberian pelayanan terapi yang diawali dengan pendaftaran peserta, persiapan sarana dan pra sarana serta melakukan evaluasi dan pemantauan perkembangan anak. Pengabdian masyarakat dengan tema pelayanan terapi aikipressure untuk optimalisasi perkembangan anak telah dilaksanakan di Sanggar inklusi Permata Hati Sukoharjo pada tanggal 6, 13, 23 dan 30 Maret 2022. Luaran dari program ini adalah artikel ilmiah yang terpublikasi. Luaran tambahannya berupa video dan ppt materi aikipressure.
PENGARUH AKUPRESURE TITIK SP6 DAN LI4 TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI KLINIK PRATAMA D’MARYAM Hani Fitri Saharani; Risa Wahyuningsih , Istiqomah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2357

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan pengalaman fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kecemasan, dan kelelahan pada ibu. Upaya nonfarmakologis seperti akupresure pada titik SP6 (Sanyinjiao) dan LI4 (Hegu) terbukti efektif menurunkan nyeri persalinan. Metode: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh akupresure titik SP6 dan LI4 terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di Klinik Pratama D’Maryam Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pra- eksperimen one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan intensitas nyeri persalinan setelah dilakukan akupresure (p-value < 0,05), dengan rata-rata skala nyeri turun dari kategori nyeri berat menjadi sedang hingga ringan. Kesimpulan: Akupresure pada titik SP6 dan LI4 efektif menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Saran: Menjadikan akupresure sebagai alternatif manajemen nyeri non farmakologis untuk meningkatkan kenyamanan ibu bersalin pada Kala I Fase Aktif
SOSIALISASI DIAGNOSIS LIDAH UNTUK DETEKSI GANGGUAN REPRODUKSI PADA TERAPIS HOLISTIK SOLO RAYA Sri Kustiyati; Istiqomah Risa Wahyuningsih; Rita Riyanti Kusumadewi
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v10i1.2112

Abstract

The socialization of tongue condition assessment in patients with reproductive disorders is a strategic effort to enhance holistic therapists’ understanding of non-invasive health detection methods. Limited practitioner knowledge about the correlation between tongue changes and reproductive health creates a gap between theory and practice. This program aimed to strengthen practitioners’ competence in identifying reproductive health indicators through tongue diagnosis. The implementation involved interactive lectures, discussions, practical demonstrations, and evaluations using pre-tests, post-tests, and satisfaction questionnaires. Fifteen holistic therapy practitioners from Solo Raya participated. Evaluation results showed a notable improvement in knowledge, with average scores increasing from 51.4 (pre-test) to 69.47 (post-test), reflecting a 36% improvement. Participant satisfaction was rated “good to excellent,” with an average score of 4.4 on a 5-point scale. These outcomes demonstrate that the training effectively enhanced practitioners’ understanding and diagnostic skills. Consequently, this activity contributes significantly to strengthening traditional medicine-based health services and provides a model for similar future initiatives aimed at integrating holistic approaches in reproductive health care.