Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Petani terhadap penggunaan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali Serangan Jamur Blas (Pyricularia oryzae) pada Tanaman Padi Habib Mustofa; Sukadi Sukadi; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam menggunakan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali serangan jamur blas (Pyricularia oryzae) pada tanaman padi di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 36 petani padi yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen yang diteliti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat petani. Namun secara parsial, hanya peran kelompok wanita tani yang menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kelompok, khususnya yang melibatkan kelompok wanita tani sebagai fasilitator lokal, mampu membangun kepercayaan dan meningkatkan adopsi teknologi hayati oleh petani. Sementara itu, peran penyuluh dan faktor individu seperti umur, pendidikan formal, pendidikan nonformal, pengalaman usaha, luas lahan, pendapatan, minat petani dalam menggikuti penyuluhan, kekerapan mengikuti penyuluhan belum memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Oleh karena itu, strategi pengembangan adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan perlu difokuskan pada penguatan kelembagaan petani dan dukungan kolaboratif di tingkat lokal.
Preferensi Konsumen Pada Pengembangan Kemasan Brownies Labu Kuning fransiska vara dila citra; Endah Puspitojati; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut kemasan yang paling disukai konsumen terhadap produk olahan labu kuning berupa brownies dengan merek Brownies Ndeso Kris Kris serta merancang kombinasi kemasan yang optimal. Penelitian dilakukan di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggunakan metode conjoint analysis dengan empat atribut kemasan: bentuk (slop tarik atas, slop tarik samping, buka normal atas), warna (putih-hitam-kuning cerah, putih-hitam-oranye cerah, putih-hitam-oranye pastel), bahan (duplex, kraft 365 gsm, ivory), dan label (1, 2, 3). Sebanyak 45 responden yang pernah membeli produk olahan labu kuning diminta menilai 9 kombinasi stimulus kemasan yang disusun secara orthogonal melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label merupakan atribut yang paling berpengaruh terhadap preferensi konsumen (51,60%), diikuti warna (27,42%), bentuk (11,43%), dan bahan (9,54%). Konsumen paling menyukai kombinasi kemasan dengan bentuk slop tarik atas, warna putih-hitam-oranye pastel, bahan ivory, dan merk dagang, komposisi, tanggal kadaluarsa, identitas produsen, saran penyimpanan, legalitas produk (Label 3) yang memuat informasi lengkap. Rancangan ini dinilai menarik secara visual, praktis, aman, serta memenuhi standar informasi pangan. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh produsen Brownies Ndeso Kris Kris sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merancang kemasan yang paling diminati konsumen, sehingga secara langsung dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk di pasar. dalam merancang kemasan yang sesuai preferensi konsumen guna meningkatkan daya saing produk. Keywords: kemasan, brownies labu kuning, preferensi konsumen, conjoint analysis
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani dalam Penggunaan Paenibacillus polymyxa untuk Pengendalian Jamur Blas pada Tanaman Padi Di Kalurahan Girijati Kapanewon Purwosari Kabupaten Gunung Kidul Habib Mustofa Syaifudin; Sukadi Sukadi; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1984

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence farmers' interest in using Paenibacillus polymyxa as a control agent for blast fungus (Pyriculariaoryzae) on rice plants in Girijati Village, Purwosari District, Gunung Kidul Regency. The research approach used was quantitative with a surveymethod of 36 rice farmers selected through random sampling techniques. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that simultaneously, allindependent variables studied had a significant influence on farmers' interest. However, partially, only the role of women's farmer groups showed asignificant influence. These findings indicate that a group-based approach, especially involving women's farmer groups as local facilitators, is ableto build trust and increase the adoption of biotechnology by farmers. Meanwhile, the role of extension workers and individual factors such as age,formal education, non-formal education, business experience, land area, income, farmers' interest in participating in extension, and frequency ofattending extension have not provided a significant direct influence. Therefore, the strategy for developing the adoption of environmentally friendly agricultural technology needs to focus on strengthening farmer institutions and collaborative support at the local level
Analisis Faktor Minat Petani Dalam Partisipasi Program Makmur PT. Petrokimia Gresik di Kalurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten karanganyar Irhan Wardana Wahyu Syaputra; Ananti Yekti; Agus Wartapa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2000

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence farmers' interest in participating in the Makmur Program initiated by PT Pupuk Indonesia and implemented by PT Petrokimia Gresik in Kalisoro Village, Tawangmangu District, Karanganyar Regency. This program is an effort to empower farmers through the provision of production facilities, technical assistance, and support for increasing productivity. The research method used is a quantitative approach with binary logistic regression analysis techniques. The number of respondents in this study was 70 farmers, who were taken proportionally from farmer groups that had and had not participated in the program. The results of the analysis show that of the six variables studied age, length of farming, productivity, agronomic role, role of farmer groups, and role of resource providers there are two variables that have a significant effect on farmers' interest in participating in the Makmur Program, namely age and productivity. The age variable has a significant positive relationship, which means that the older the farmer, the greater the tendency to participate in the program. Meanwhile, the productivity variable also shows a positive effect, indicating that farmers with high yields are more open to programs that support their farming efforts. Based on these findings, it can be concluded that the success of participation in the Makmur Program is influenced by internal factors of farmers, especially age and productivity achievement. The results of this study are expected to be the basis for policy makers in designing communication strategies and approaches that are more targeted to farmer groups.