Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DENGAN HASIL PEMERIKSAAN TES CEPAT MOLEKULER PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Linda Wati; Nanang Roswita Paramata; Mohamad Zukri Antuke; Vivien Novarina A. Kasim; Abdi Dzul Ikram Hasanuddin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11336

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penegakan diagnosis tuberkulosis dilakukan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan bakteriologis, radiologis, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan penunjang salah satunya Tes Cepat Molekuler (TCM), yakni alat diagnosis utama tuberkulosis saat ini. Puskesmas Kota Selatan merupakan fasilitas layanan kesehatan primer rujukan di Kota Gorontalo dalam pemeriksaan Tes Cepat Molekuler untuk diagnosis penyakit tuberkulosis. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti hal ini dengan judul Hubungan antara Gejala Klinis dengan Hasil Pemeriksaan TCM pada Pasien TB Paru di Puskesmas Kota Selatan Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Puskesmas Kota Selatan Tahun 2023. Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil: Didapatkan gejala klinis respiratorius tertinggi yaitu respoden dengan satu gejala sebanyak 15 orang (50%). Gejala klinis sistemis yang dijumpai yaitu respoden tanpa gejala sebanyak 14 orang (46,7%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gejala klinis respiratorius dan sistemis dengan hasil pemeriksaan TCM pada responden tuberkulosis paru di Puskesmas Kota Selatan Tahun 2023 dengan p>0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gejala klinis respiratorius dan sistemis dengan hasil pemeriksaan TCM pada responden tuberkulosis paru. Diharapkan masyarakat dapat mencegah rantai penularan dengan deteksi dini ke fasilitas pelayanan kesehatan.
GAMBARAN LUASAN LESI RADIOGRAFI THORAKS PADA PENDERITA TB PARU DENGAN DM DAN TANPA DM Mohammad Alvin Febrian Tiffany; Winansih Gubali; Sitti Rahma; Vivien Novarina Kasim; Nanang Roswita Paramata
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11383

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menyebabkan kematian terbesar ke-13 di dunia. Luas lesi yang tampak pada foto thoraks diklasifikasikan oleh American Thoracic Society dan National Tuberculosis Association yaitu minimal, moderate advanced, dan far advanced lesion. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran luasan lesi radiografi thoraks pada pasien TB paru dengan DM dan TB paru tanpa DM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Periode Agustus 2023 - Agustus 2024. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan desain penelitian deskriptif retrosepktif. Sampel diambil dengan metode purposive sampling yaitu pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 100 orang. Hasil: Didapatkan distribusi pasien TB Paru DM dan TB Paru tanpa DM masing-masing berdasarakan jenis kelamin dominan perempuan yaitu 54,3% dan laki-laki 55,4%, kelompok usia dominan pada kelompok usia 19-59 tahun yaitu 74,3% dan 81,5%. Luasan lesi pada TB Paru DM mayoritas pada lesi luas yaitu 74,2% dan untuk TB Paru tanpa DM juga dominan pada lesi luas yaitu 63,1%. Simpulan: Distribusi pasien TB Paru dengan DM mempunyai persentase lesi luas lebih tinggi dibanding TB Paru tanpa DM. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk melakukan pemeriksaan gula darah pada pasien TB agar dapat mencegah peningkat luasan lesi.
PENGETAHUAN WARGA SEKOLAH TENTANG INARISK SEBAGAI APLIKASI RISIKO BENCANA DI SMP NEGERI 1 BOTUPINGGE Muhammad Rafliansyah Gobel; Zuhriana K. Yusuf; Chairul Wahjudi; Vivien Novarina A. Kasim; Muhammad N. Syukriani Yusuf
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i5.11329

Abstract

Pendahuluan: Kejadian bencana di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Fasilitas pendidikan merupakan fasilitas umum yang paling banyak terkena dampak bencana, mencapai 42 persen dari total dampak bencana terhadap fasilitas umum, dengan banjir menjadi penyebab terbesar kerusakan fasilitas pendidikan. Bencana ini akan berdampak lebih buruk jika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya mengurangi dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan warga sekolah tentang InaRISK sebagai aplikasi risiko bencana Di SMP Negeri 1 Botupingge. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2024 di SMPN 1 Botupingge, menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini berjumlah 315 warga sekolah SMP Negeri 1 Botupingge dan jumlah sampel sebanyak 67 warga sekolah menggunakan teknik purposive sampling, serta tingkat pengetahuan warga sekolah tentang inaRISK sebagai aplikasi risiko bencana di SMP Negeri 1 Botupingge diukur dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan telah melalui uji validitas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga sekolah SMPN 1 Botupingge memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik tentang aplikasi InaRISK. Sebanyak 71% responden menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap aplikasi ini, sementara 19% berada dalam kategori baik. Sebanyak 92% responden menyatakan bahwa aplikasi ini sangat berperan dalam mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Simpulan: Sebagian besar warga sekolah SMPN 1 Botupingge memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sangat baik tentang aplikasi InaRISK. Dari penelitian ini diharapkan sekolah dapat melaksanakan kegiatan rutin yang dapat menambah pengetahuan kebencanaan kepada seluruh warga sekolah SMP Negeri 1 Botupingge.
Neuropathy Screening Based on Sensory Nerve Examination of Bentor Drivers in Gorontalo City: A Pilot Study Adzani, Alviyani M.; Pateda, Sri Manovita; Jusuf, Muh. Isman; Kasim, Vivien Novarina A.; Wahjudi, Chairul
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 4, No 1 (2025): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v4i1.29321

Abstract

Introduction: Neuropathy, a disorder affecting the nervous system in the limbs, poses a significant concern for bentor drivers due to their occupational activities. The early detection of neuropathy through sensory nerve examinations is essential for timely medical intervention and the prevention of serious complications. This study aimed to assess the incidence of neuropathy among bentor drivers in Gorontalo City, emphasizing the urgency of addressing this issue.Method: An observational study utilizing quantitative descriptive methods was conducted in July 2024. The sample comprised 30 bentor drivers in Gorontalo City, selected through purposive sampling. Neuropathy was evaluated based on sensory nerve examinations in the lower limbs, utilizing the Neuropathy System Score (NSS) and the Neuropathy Deficit Score (NDS) questionnaires.Results: According to NSS and NDS assessments, the incidence rates of neuropathy were 73.3% and 66.6%, respectively. Most participants exhibited moderate neuropathy as indicated by NSS (30.0%) and mild neuropathy according to NDS (43.3%).Conclusion: The screening results indicate a relatively high incidence of neuropathy among bentor drivers in Gorontalo City, underscoring the necessity for early detection programs. This study advocates for further research to identify factors contributing to neuropathy within this group, engaging stakeholders in the ongoing pursuit of enhancing occupational health.Key words: Bentor driver, lower extremity, nervous system, neuropathy, occupational health
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA TENAGA KEPENDIDIKAN UNG Pakaya, Inang Novianti Ekaputri; Kasim, Vivien Novarina A.; Hunawa, Rachmawaty D.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i2.11902

Abstract

Tekanan darah merupakan faktor penting dalam sirkulasi tubuh yang dapat mempengaruhi homeostasis. Aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah dua faktor yang berperan signifikan dalam pengaturan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan IMT dengan tekanan darah pada tenaga kependidikan di Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan m elalui kuesioner yang mengukur aktivitas fisik, IMT, dan tekanan darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49 responden (70%) memiliki tekanan darah normal, 17 responden (24,3%) mengalami prehipertensi, dan 4 responden (5,7%) mengalami hipertensi. Sebanyak 37 responden (52,9%) melakukan aktivitas fisik ringan, 28 responden (40%) melakukan aktivitas fisik sedang, dan 5 responden (7,1%) melakukan aktivitas fisik berat. Sebanyak 39 responden (55.7%) memiliki IMT dengan kategori normal, 30 responden (42.9%) memiliki IMT dengan kategori gemuk, dan 1 responden (1.4%) memiliki IMT dengan kategori kurus. Uji Spearman menunjukkan p-value 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah (r = -0,438). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara IMT dan tekanan darah dengan p-value 0,000 (r = 0,569). Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan IMT berperan penting dalam pengaturan tekanan darah, dan disarankan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dan pola makan sehat di kalangan tenaga kependidikan.
Pengetahuan Ibu Balita tentang Gizi Seimbang di Puskesmas Dumbo Raya, Gorontalo: Studi Deskriptif Fidyatul Husna Dwi Putri Hasan; Vivien Novarina A. Kasim; Cecy Rahma Karim; Muh. Nur Syukriani Yusuf; Suliyanti Otto
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 6, No 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v6i1.30860

Abstract

Orang tua berperan dalam menentukan penyediaan menu gizi seimbang yang mendukung kebutuhan gizi anak, sehingga pengetahuan gizi yang baik diperlukan untuk memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang pada balita, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya, karena termasuk dalam daerah prevalensi kategori tingkat berat di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling dan diperoleh sampel sebanyak 95 orang ibu balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pada google form yang telah validasi lalu di analisis dengan uji univariat. Hasil penelitian yaitu dari 95 responden, diperoleh bahwa karakteristik tingkat pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang dengan frekuensi paling banyak adalah kategori “cukup” dengan 91 responden (95,8%), diikuti dengan kategori “baik” 4 responden (4,2%), dan jumlah paling sedikit terdapat pada kategori “kurang” 0 reponden. Hal ini diikuti dengan hasil univariat data Indeks Massa Tubuh (IMT) pada balita dengan frekuensi paling banyak yaitu IMT dengan kategori normal 67 orang (70,5%) dengan rincian hasil pengetahuan ibu pada kategori “cukup” dan “baik” masing-masing 64 responden (67,3%) dan 3 responden (3,1%).  Gambaran pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang di Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo tahun 2024, mayoritas memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup, yaitu sebanyak 91 orang (95,8%).
Eksplorasi pengetahuan InaRISK warga sekolah: Persepektif indigenous psychology Gobel, Muhammad Rafliansyah; Yusuf, Zuhriana K.; Wahjudi, Chairul; Kasim, Vivien Novarina
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pengetahuan warga sekolah tentang aplikasi InaRISK sebagai alat mitigasi risiko bencana dari perspektif indigenous psychology. Fokus penelitian ini berada di SMP Negeri 1 Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, yang terletak di wilayah dengan risiko bencana tinggi. Pendekatan indigenous psychology digunakan untuk menggali pengaruh nilai-nilai budaya lokal, seperti "Duluwo Limo Lo Pohalaa", terhadap pemahaman dan adopsi teknologi mitigasi bencana. Metode penelitian ini menggunakan desain survei dengan kuesioner berbasis tiga indikator utama: Konsep Dasar InaRISK, Fitur dan Fungsi Aplikasi, serta Implementasi Praktik Adaptasi. Data dikumpulkan dari 67 responden yang terdiri atas guru, siswa, dan staf sekolah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Konsep Dasar InaRISK sangat baik 75%, indikator Fitur dan Fungsi Aplikasi sangat baik 66%, indikator Implementasi Praktik Adaptasi sangat baik 73%. Analisis tabulasi silang menunjukkan perbedaan signifikan, perempuan memiliki keunggulan pada indikator konsep dasar (76%), sementara laki-laki lebih unggul pada implementasi praktik adaptasi (74%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi teknologi modern dan kearifan lokal dapat meningkatkan efektivitas edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Rekomendasi utama mencakup peningkatan pelatihan berbasis gender, penggunaan media interaktif, dan integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam strategi mitigasi bencana. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas dan teknologi di Indonesia.  
Risk Factors for Low Back Pain among Educational Staff: A Cross-sectional Study at a Single University Sari, Wahyuningsih Ratna; Jusuf, Herlina; Ahmad, Jusna; Kasim, Vivien Novarina A; Pateda, Sri Manovita
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 4, No 2 (2025): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v4i2.31595

Abstract

Introduction: The work environment can pose risks of accidents or health issues for individuals or groups. Office jobs typically involve light tasks performed while seated at a desk in a well-equipped and comfortable workspace. However, such a work environment can create its own problems for workers, one of which is low back pain (LBP). This study aims to analyze the relationship between risk factors for low back pain among educational staff at Universitas Negeri Gorontalo.Methods: This study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 186 educational staff at Universitas Negeri Gorontalo, selected using cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires and Rapid Upper Limb Assessment (RULA) observation sheets to assess age, work experience, smoking habits, stress, and work posture. Data analysis used chi-square test to examine the relationships between variables and logistic regression to identify the most influential variables.Results: The statistical analysis showed a significant relationship between LBP and age (p = 0.001) and work posture (p 0.001). Other factors such as gender, work experience, smoking habits, and stress did not show a significant relationship with LBP. Age had the greatest influence on LBP (Exp (B) = 0.427).Conclusion: Age and work posture are factors associated with the occurrence of LBP. Improving sitting posture while working and taking regular breaks to stretch are necessary to reduce the risk of LBP. An appropriate prevention strategy is crucial to protect workers from LBP, which can also lead to increased productivity.                                      Keywords: Age, educator professional, low back pain, work posture
Description of Appendicitis Patients Post-Appendectomy at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital Gorontalo in 2023 Aryaputra, fadhil; Abdul, Romy; Antu, Yuniarty; Siregar, Muchtar Nora Ismail; Kasim, Vivien Novarina A
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i3.1731

Abstract

Background: Appendicitis is an acute or chronic inflammation of the appendix caused by obstruction of the lumen. According to the World Health Organization (WHO), appendicitis ranked eighth as a global cause of death in 2014. Objective: To describe the characteristics of post-appendectomy appendicitis patients at Aloei Saboe Hospital, Gorontalo, in 2023. Methods: A retrospective descriptive study was conducted in June–August 2024 at Aloei Saboe Hospital, Gorontalo. The population included appendicitis patients who underwent appendectomy between January–December 2023. Using purposive sampling, 98 patient medical records were analyzed. Data were described based on gender, age, and surgical procedure. Results: Most patients were female (64.3%). The highest age distribution was late adolescence (17–25 years) at 39.8%. The most frequent surgical technique performed was open appendectomy (53.1%), followed by other procedures. Conclusion: At Aloei Saboe Hospital, the majority of post-appendectomy appendicitis patients were female, predominantly in late adolescence, with open appendectomy being the most common surgical method. These findings are expected to provide useful information and education for individuals with high-risk factors for appendicitis.
Peer Support Group through The Hulonthalo Emotion Card Method on Self-awareness among Adolescents Hinelo, Annisa; Kasim, Vivien Novarina A; Antu, Mihrawaty S; Aini, Muthia Qurrota; Wardhany, Rifa Az Zahra; Ufairah, Putri Sally
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1423

Abstract

Adolescence, as a dynamic developmental phase, was often characterized by emotional fluctuations. The Hulonthalo Emotion Card, a culturally based innovation, was selected as a medium to enhance adolescents’ self-awareness. This study aimed to identify the influence of peer support groups using the Hulonthalo Emotion Card method on self-awareness among adolescents at SMK Negeri 3 Gorontalo. This research employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The sample consisted of 67 students, who were selected using total sampling. Data analysis was carried out using the Wilcoxon signed-rank test and the Mann-Whitney U test. The results, analyzed using the Wilcoxon test, showed a change in adolescents’ self-awareness before and after the peer support group intervention using the Hulonthalo Emotion Card method in both the experimental and control groups at SMK Negeri 3 Gorontalo. The experimental group showed a p-value of 0,000 (p-value < 0,05), while the control group showed a p-value of 0,250 (p-value > 0,05). It was concluded that the peer support group intervention using the Hulonthalo Emotion Card method had a significant influence on self-awareness among adolescents at SMK Negeri 3 Gorontalo. This study was expected to encourage adolescents to be more active in managing their emotions.
Co-Authors Abdi Dzul Ikram Hasanuddin Abdul Rahman Ahmad Abdul, Romy Abubakar Sidik Katili Adzani, Alviyani M. Aini, Muthia Qurrota Akbar Patuti Alyaa Aladawiyah Lalapa Amanda Iin Melisa P.H. Harun Antu, Mihrawaty S Antu, Yuniarty Aryaputra, fadhil Astri Anita Astuti Lasalutu Ayu Rofia Nurfadillah Basir, Ita Sulistiani Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Chairul Wahjudi Chairunnisah J Lamangantjo Daud, Serly Davina Shafa Felisha Dian Pratiwi Iman Djuna Lamondo Ervan Djafar Erwin Purwanto Faradila Wahab Fatra Fasya Gusasi Fidyatul Husna Dwi Putri Hasan Fitri Nento Gabriella Desche Veronica Ganesha Aulia Abdul Muis Gobel, Muhammad Rafliansyah Haji Jafar, Cindy Puspita Sari Handayani, Dwi Lutvia Herlina Jusuf Hinelo, Annisa Hunawa, Rachmawaty Dirham Ibrahim Suleman Indah Sulistiowati Putri Ita Sulistiani Basir Jeane Novita Irene Abbas Jufri Febriyanto Poetra Jusna Ahmad Jusuf, Muh. Isman Karim, Cecy Rahma Lasena, Sri Wijayanti Saputri Linda Wati Manaf, Tyas Pratiwi Margaretha Solang Maryadi Megahrizka Oktasyah Puteri Suleman Moh Ikbal Lahabu Moh Yahya Mohamad Idris Hasan Mohamad Zukri Antuke Mohamad, Rini Wahyuni Mohammad Alvin Febrian Tiffany Monayo, Edwina R Muh Nur Syukriani Yusuf Muhamad Nur Syukriani Yusuf Muhammad Fahreza Labdul Muhammad isman Jusuf Muhammad Isman Jusuf Muhammad Isman Jusuf Muhammad N. Syukriani Yusuf Muhammad Rafli Abdullah Muhammad Rafliansyah Gobel Mulyadi, Jesica Nanang Roswita Paramata Nanda Dwi Fakhriyyah Moridu Nikma Suryana Harun Nirwanto K. Rahim Nur Auliyah Roidah Abd. Kadir Nur Ayun R Yusuf Nur Fadhilah Babyonggo Nur Istiqoma Suja Nurdiana Djamaluddin Nurliana Ibrahim Nurqurratul Aini S. Djunubi Pakaya, Inang Novianti Ekaputri Pakaya, Yusnan Paramata, Nanang Roswita Paris, Nurlinda Shafitri R. Polapa, Noval Y. DJ. Potutu, Aliffa Cahya Rachmawaty D. Hunawan Rendi Afriyanto Lahabu Rini Wahyuni Mohamad Riri Devita Ratnasari Romy Abdul Safera Ariyanti Said, Adiba Salawali, Siti Hajar Sari, Wahyuningsih Ratna Sartika Satra Mobilingo Sefry Markswel Pantow Serly Daud Serly Daud Siregar, Muchtar Nora Ismail Siti Hajar Salawali Sitti Rahma Sri A. Ibrahim Sri Andriani Ibrahim Sri Manovita Pateda Sri Wahyuni Gaga Suliyanti Otto Sunarto Kadir Sunarto Kadir Sunarto Kadir Tasmi S. Djafar Teti Sutriyati Tuloli Ufairah, Putri Sally Ulyas, Melystiya Vidya A. Lasimpala Virnanda Amu, Ivan Wahjudi, Chairul Wardhany, Rifa Az Zahra Winansih Gubali Yoyanda Bait Yusuf, Nur Ayun R Zuhriana K Yusuf Zuhriana K. Yusuf Zuhriana K. Yusuf Zuhriana K.Yusuf Zuhriana K.Yusuf