Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Digital Assesment Development of Emotioal Regulation Measurement Tools in Children with Down Syndrome Putri, Sunita Rahayu; Zahra, Fatimatuz; Laili, Fadzila Nur; Tsurayya, Husna; Sholichah, Ima Fitri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p10-17

Abstract

Background: Down Syndrome is a genetic disorder that often affects emotional regulation in individuals. Children with down syndrome usually have difficulty understanding and expressing their emotions appropriately. Objective: The purpose of this study was to test the factor structure of the digital version of the ERQ for down syndrome children, which is called the DTbERQ (Digital Technology-based Emotion Regulation Questionnaire). Method: The subjects used in this study were 39 parents or guardians of a child with down syndrome in the city of Gresik-Surabaya. This study involved 2 translators and 2 expert judges. Then a readability test was carried out on 3 subjects before using the DTbERQ on a large scale. The analysis of this study used statistical procedures for validity and reliability tests. Results: The results of this study show that the DTbERQ measuring instrument has proven to be valid and reliable for measuring the emotional regulation of down syndrome children. Conclusion: The DTbERQ measuring instrument can be used well to measure the emotional regulation of children with down syndrome from the perspective of parents or those closest to them.   Keywords: Digital assesment; down syndrome; DTbERQ; emotion regulation.   Abstrak Latar Belakang: Down Syndrome adalah kelainan genetik yang seringkali mempengaruhi regulasi emosi pada individu. anak-anak dengan down syndrome sering menghadapi kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan emosi mereka secara tepat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji struktur faktor ERQ versi digital untuk setting anak down syndrome yang disebut dengan DTbERQ (Digital Technology based Emotion Regulation Questionnaire). Metode: Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 39 orang tua atau wali dari anak down syndrome yang ada di kota Gresik-Surabaya. Penelitian ini melibatkan penerjemah 2 orang dan 2 expert judgement. Kemudian dilakukan uji keterbacaan kepada 3 subjek sebelum menggunakan DTbERQ dalam skala yang besar. Analisis penelitian ini menggunakan prosedur statistik uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Hasil penelitian ini adalah bahwa alat ukur DTbERQ terbukti valid dan reliabel untuk mengukur regulasi emosi anak down syndrome. Simpulan: Alat ukur DTbERQ dapat digunakan dengan baik untuk mengukur regulasi emosi anak down syndrome melalui sudut pandang orang tua atau orang terdekat.   Kata Kunci: Asesmen digital; down syndrome; DTbERQ; regulasi emosi.  
Perlindungan Konstitusional terhadap Hak Atas Pendidikan Masyarakat Penghayat Kepercayaan di Jepara Elmuna, Nilna; Zahra, Fatimatuz; Sabila, Yuffa Maulana; Riyadi, Dedek Muhammad; Surya, Faizal Adi
Amsir Law Journal Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : Faculty of Law, Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36746/alj.v5i2.332

Abstract

Indonesia as a multicultural country has a variety of racial, ethnic, cultural, and other diversity. Indigenous faiths is one of the diversity of religions or beliefs that need to be recognized. After the Constitutional Court Decision Number 97/PUU-XIV/2016, believers feel that their rights have been recognized by the state. However, in terms of education there is still discrimination such as the portion of learning for their beliefs as indigenous faiths. This research focuses on two things, namely the implementation of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System and school policies related to discrimination against Sapta Darma, Subud, and Kapribaden believers in Jepara Regency. The method used in this research is socio-legal by analyzing and examining the effectiveness of laws and regulations in community interaction. An understanding of several studies and theories provides two discussion results. First, the Office of Education of Jepara Regency still pays less attention to the rights of indigenous faith students in terms of the learning portion. Second, school policies are not sufficient in suppressing the potential for discrimination against students of indigenous faiths. Based on the results of the discussion, it can be concluded that with the existence of state protection for indigenous faiths, the government is obliged to protect their constitutional rights. The need for policies from the Office of Education of Jepara Regency in the field of education to fulfill constitutional rights that are able to suppress the potential for discrimination for students of indigenous faiths. ___ Referensi Buku dengan penulis: Purwanda, S. (2018). Pendidikan Pancasila (Cetakan Kedua). Parepare: Sampan Institute. Artikel jurnal: Alfansyur, A., & Mariyani, M. (2020). Seni Mengelola Data: Penerapan Triangulasi Teknik, Sumber dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 146-150. Cerdas, F. A., & Afandi, H. (2019). Jaminan Perlindungan Hak Pilih dan Kewajiban Negara Melindungi Hak Pilih Warga Negara dalam Konstitusi (Kajian Kritis Pemilu Serentak 2019). Sasi, 25(1), 72-83. Dewantara, A. W. (2019). Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Model Multikulturalisme Khas Indonesia. Seminar Nasional Keindonesiaan (FPIPSKR), IV, 396-404. Gunawan, S., Wardhani, L. C., & Surya, F. A. (2023). Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016 terhadap Hak Konstitusional Penghayat Kepercayaan di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Jurnal Suara Keadilan, 24(2), 93-103. Harsyahwardhana, S. (2020). Akibat Hukum Putusan MK No. 97/PUU-XIV/2016 tentang Judicial Review UU Administrasi Kependudukan Terhadap Penghayat Aliran Kepercayaan. Arena Hukum, 13(2), 369-387. Jufri, M. (2017). Nuansa Maqhasid Al-Syariah Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Istinbath: Jurnal Hukum, 14(1), 1-14. Karmila, K., Fauziah, N., Safira, E., Sadikin, M. N. A., & Wardhana, K. E. (2021). Diskriminasi Pendidikan di Indonesia. EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, 6(3), 191-203. Munif, A. (2018). Potret Masyarakat Multikultural di Indonesia. Journal Multicultural of Islamic Education, 2(1), 1-10. Mustapa, D. I., Purwanda, S., & Ambarwati, A. (2023). Pemenuhan Hak Khusus bagi Narapidana Perempuan Hamil yang Menjalani Masa Tunggu Hukuman Mati Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Dinamika Hukum, 24(2), 258-265. Purwanda, S., & Syahril, M. A. F. (2021). Bentuk Tanggung Jawab Negara melalui Pemerataan Buku Bacaan ke Pulau-Pulau Kecil Terluar. JUSTISI, 7(2), 155-166. Purwanda, S., & Wulandari, A. S. R. (2023). Socio-Legal Studies: Methodical Implications of Legal Development in Indonesia. Al-'Adl, 16(2), 152-163. Puspitasari, R., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Hak Asasi Manusia untuk Kebebasan Beragama. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7304-7309. Rohmah, S., Tohari, I., & Kholish, M. A. (2020). Menakar Urgensi dan Masa Depan Legislasi Fiqih Produk Halal di Indonesia: Antara Otoritarianisme Mayoritas dan Jaminan Konstitusional Mayoritas Muslim. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 14(2), 177-190. Rosyid, M., & Kushidayati, L. (2020). Pelayanan Pendidikan Penghayat Sapta Darma di Sekolah Formal: Studi Kasus di Kudus. Jurnal Hukum Progresif, 8(1), 81-97. Siregar, G. T., Silaban, R., & Gustiranda, P. (2020). Kebangkitan Hak-Hak Sipil Penghayat Kepercayaan Parmalim Pasca Pasal 61 Ayat (1) Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 di Kota Medan. Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 2(2), 75-84. Sulaiman, S. (2018). Problem Pelayanan terhadap Kelompok Penghayat Kepercayaan di Pati, Jawa Tengah. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 4(2), 207-220. Viri, K., & Febriany, Z. (2020). Dinamika Pengakuan Penghayat Kepercayaan di Indonesia. Indonesian Journal of Religion and Society, 2(2), 97-112. Zakiyah, Z. (2018). Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Pemenuhan Hak Siswa Penghayat di Sekolah. Penamas, 31(2), 397-418. World Wide Web: Romanti. (2023). Penghayat Kepercayaan di Indonesia: Pemeliharaan Warisan Budaya dan Harmoni Kehidupan Beragama. Diakses dari laman: https://itjen.kemdikbud.go.id/web/penghayat-kepercayaan-di-indonesia-pemeliharaan-warisan-budaya-dan-harmoni-kehidupan-beragama/
Penggunaan Metode Reward dan Punishment sebagai Upaya Memperkuat Kematangan Emosional Anak Usia Dini di Taman Posyandu Candra Kirana Zahra, Fatimatuz; Rabbani, Nazwa Nayya Nanita; Febriantie, Eka Ladya Charyl; Aspar MS, Rezky Fathiyah Putri; Jufriyanto, Moh.
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 5 No. 02 (2025): IJCDH Vol 05 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v5i02.9701

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase krusial dalam mendukung perkembangan emosional dan karakter anak. Strategi untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak melalui metode pemberian reward (ganjaran) dan punishment (hukuman). Peran orang tua dan pendidik sangat diperlukan dalam penerapan reward dan punishment. Program ini bertujuan untuk memperkuat kematangan emosional anak usia dini melalui metode reward dan punishment di Taman Posyandu Candra Kirana, Desa Banyuurip. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendidik dan 20 wali murid peserta didik Taman Posyandu Candra Kirana, Desa Banyuurip. Pengabdian masyarakat dengan metode wawancara, sosialisasi, dan tes implementasi metode reward dan punishment. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan implementasi metode reward dan punishment di Taman Posyandu Candra Kirana, Desa Banyuurip menunjukkan adanya perubahan emosional anak menjadi lebih positif setelah diterapkannya reward (65%) dan punishment (70%) oleh para orang tuanya. Diharapkan orang tua dan pendidik di Taman Posyandu Candra Kirana, Desa Banyuurip lebih menekankan pemberian reward sebagai cara utama dalam membentuk kebiasaan positif, sementara punishment diberikan selektif dengan pendekatan yang edukatif, sehingga anak mampu mengelola emosinya dengan baik dalam berbagai situasi.
MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIVISME SOSIAL Zahra, Fatimatuz
Iftitiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): IFTITIAH: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PIAUD IAI Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/ijpiaud.v1i1.365

Abstract

Model Pembelajaran Kognitivisme Sosial adalah pendekatan dalam pendidikan yang menekankan interaksi antara kognisi, lingkungan sosial, dan perilaku dalam proses belajar. Berakar pada teori pembelajaran sosial Albert Bandura, model ini melibatkan konsep-konsep seperti observasi, modeling, dan penguatan. Pembelajaran interaksi sosial, yang dipengaruhi oleh teori Lev Vygotsky, menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam pengembangan pengetahuan. Model ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui interaksi yang membantu mereka memahami hubungan sosial dan menghadapi tantangan kehidupan bersama. Berbagai model pembelajaran interaksi sosial, seperti Learning Together, Teams-Games-Tournament, dan Jigsaw, mendorong siswa untuk bekerja sama dalam kelompok dengan tujuan mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang materi. Model ini juga mendukung pengembangan keterampilan komunikasi, kemandirian, dan kepercayaan diri siswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan sosial di masa depan. Meskipun memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, tantangan dalam implementasinya mencakup manajemen kelas, perbedaan keterampilan sosial, dan keterbatasan waktu serta sumber daya. Peran guru sebagai fasilitator yang mendukung proses interaksi sosial sangat penting untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan efektif. Secara keseluruhan, model pembelajaran interaksi sosial tidak hanya membantu siswa menguasai materi pelajaran, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan dalam kehidupan dan dunia kerja.
Effectiveness of Cardamom Ethanol Extract (Amomum compactum Soland Ex Maton) in Inhibiting the Growth of Candida albicans Biofilm Masfufatun; Zahra, Fatimatuz; Listyawati, Agusniar Furkani
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.269

Abstract

Cardamom (Amomum compactum Soland Ex Maton)  is a spice known for its  pharmacological  properties. It contains bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, terpenoids, and tannins, which have the potential antibiofilms activity. This study aims to evaluate the effectiveness of cardamom ethanol extract in inhibiting the growth of Candida albicans biofilm. A true experimental design with a post-test only control group design approach was employed. The extraction method used is the maceration method, and biofilm inhibition was assessed using the microtiter plate biofilm assay method. The Optical Density (OD) value was measured at 595 nm  using a microplate reader . The results indicate  that cardamom ethanol extract significantly inhibited C. albicans biofilm growth (p<0.05). The highestinhibition was observed at a 50% concentration of Cardamom extract. Probits analysis revealed the minimum biofilm inhibitory concentration (MBIC50 ) of  cardamom extract  to be  21.768%. In conclusion, cardamom ethanol extract is effective in inhibiting C. albicans biofilm formation with significant activity observed at  concentration as low as  3.175, with  the highest efficacy at 50%. Thus, cardamom ethanol extract can be used as an antibiofilm for the treatment of various infectious diseases caused by C. albicans biofilm. The findings suggest that cardamom ethanol extract could serve as a promising candidate for the development of novel antibiofilm agents targeting C. albicans infections. Further research, particularly in vivo studies, is necessary to validate its therapeutic potential and explore its mechanism of action in clinical settings.
نماذج تعليم القواعد العربية للناطقين بغيرها Safitri, Eli; Zahra, Fatimatuz; Norazizah, Siti; Maali, Abul
Shaut al Arabiyyah Vol 11 No 2 (2023): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v11i2.44122

Abstract

Qawaid learning is one of the most important part in the methodology of learning Arabic. This paper examines the model of teaching Arabic grammar to non-native speakers. In order to know how the teaching process and what are the appropriate Arabic grammar teaching models for non-native speakers and also what solutions are being done so that the goals of teaching Arabic grammar can be achieved. This research is qualitative research with Miles and Huberman model analysis consisting of three flows, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study found that learning Arabic grammar for non-native speakers there are three models of education, namely the standard model, the inductive model and the modified model. Lack of interest in teaching Arabic grammar is one of the obstacles to achieving the education goals to be achieved.
Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Cemer Lor Kabupaten Gresik Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul; Zahra, Fatimatuz
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.213

Abstract

Setiap individu memiliki tugas perkembangan di setiap tahapan kehidupan. Tugas perkembangan yang disertai tekanan, kesedihan, kecemasan, dan segala emosi yang tidak menyenangkan akan membuat individu memiliki gangguan yang beresiko terhadap kehidupannya. Peningkatan penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental yang positif perlu dilakukan. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara promosi kesehatan mental. Tujuan PKM yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Promosi kesehatan mental yang dilakukan tim PKM melalui sosialisasi dan seminar penguatan kesehatan mental bagi remaja pada komunitas Karang Taruna di Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Metode PKM berupa sosialisasi dan seminar mengenai pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM berupa analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menyebarkan kuesioner menunjukkan bahwa sosialisasi dan seminar mengenai kesehatan mental sangatlah penting bagi remaja dalam melalui masa transisi kehidupan yang penuh tantangan dalam mencapai kesehatan mental yang baik. Kegiatan PKM juga memberikan dampak yang positif bagi remaja serta remaja memberikan respon yang positif pula dalam kegiatan seminar.
Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Cemer Lor Kabupaten Gresik Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul; Zahra, Fatimatuz
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.213

Abstract

Setiap individu memiliki tugas perkembangan di setiap tahapan kehidupan. Tugas perkembangan yang disertai tekanan, kesedihan, kecemasan, dan segala emosi yang tidak menyenangkan akan membuat individu memiliki gangguan yang beresiko terhadap kehidupannya. Peningkatan penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental yang positif perlu dilakukan. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara promosi kesehatan mental. Tujuan PKM yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Promosi kesehatan mental yang dilakukan tim PKM melalui sosialisasi dan seminar penguatan kesehatan mental bagi remaja pada komunitas Karang Taruna di Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Metode PKM berupa sosialisasi dan seminar mengenai pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM berupa analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menyebarkan kuesioner menunjukkan bahwa sosialisasi dan seminar mengenai kesehatan mental sangatlah penting bagi remaja dalam melalui masa transisi kehidupan yang penuh tantangan dalam mencapai kesehatan mental yang baik. Kegiatan PKM juga memberikan dampak yang positif bagi remaja serta remaja memberikan respon yang positif pula dalam kegiatan seminar.
PERBANDINGAN LEGALITAS SEWA RAHIM (SURROGATE MOTHER) ANTARA ITALIA DAN INDONESIA Rohmah, Siti Mufidhatur; Zahra, Fatimatuz
Jurnal Suara Keadilan Vol. 26 No. 2 (2025): Jurnal Suara Keadilan Vol. 26 Nomor 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sk.v26i2.15368

Abstract

Praktik surrogate mother kini semakin banyak dipilih di berbagai negara, terutama oleh perempuan yang mengalami gangguan kesehatan reproduksi maupun mereka yang ingin memiliki keturunan tanpa mengalami perubahan fisik akibat kehamilan dan persalinan. Mengingat hal tersebut cukup bertentangan dengan hukum di berbagai negara dan bertentangan dengan hak asasi manusia, maka penting untuk menganalisis peraturan hukum apa saja yang mengatur tentang praktik surrogate mother di Indonesia dan di Italia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik surrogate mother di Italia dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Legge 19 febbraio 2004, n. 40. Sedangkan, praktik surrogate mother di Indonesia belum ada aturan khusus yang mengaturnya, tetapi secara eksplisit sangat bertentangan dengan hukum di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa surrograte mother di kedua negara tersebut sangat tidak dibenarkan.
Konsep Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Psikologi Islam: Fondasi Perkembangan Fitrah Anak RizkaSaomi, Muhamad; Zahra, Fatimatuz
Iftitiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): IFTITIAH: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PIAUD IAI Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/ijpiaud.v4i1.552

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis psikologi Islam sebagai upaya mengembangkan fitrah anak—potensi suci yang mencakup dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan terhadap Al-Qur’an, Hadis, serta pemikiran ulama, penelitian mengidentifikasi prinsip utama psikologi Islam seperti tauhid, keteladanan, pembiasaan, dan kasih sayang yang secara integratif mendukung perkembangan anak. Hasil menunjukkan bahwa konsep fitrah sangat relevan dalam praktik PAUD, terutama untuk membentuk karakter, spiritualitas, dan keseimbangan tumbuh kembang anak. PAUD berbasis psikologi Islam tidak hanya menyiapkan anak secara akademis, tetapi juga membentuk pribadi utuh yang beriman, berilmu, dan berakhlak.