Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : MOTION

PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN SMAW DAN VARIASI SUDUT PENGELASAN ELEKTRODA TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN PADA BESI HOLLOW HITAM Mochamad Latief Rizaldi; Fajar Satriya Hadi; Dian Anisa Rokhmah Wati; Ali Hasbi Ramadani
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i1.5356

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Peneliti yang tertarik untuk menguji pada material besi hollow dengan melakukan perbandingan terhadap pengaruh arus pengelasan dan sudut pengelasan menggunakan uji tarik. Penelitian ini melakukan beberapa variasi arus dan variasi sudut pengelasan elektroda. Untuk variasi arus yaitu menggunakan arus 80 Ampere, 100 Ampere dan sudut elektroda menggunakan 70o ,80o ,90o serta menggunakan bahan besi hollow jenis hitam. Dibalik tujuan ini berfungsi apakah ada pengaruh dari pengelasan sambungan besi hollow terhadap perbedaan arus dan sudut elektroda pada proses pengelasan dalam uji tarik. Hasil penelitian menunjukan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh dari hasil penelitian ini terbukti dengan kuat arus 80 Ampere dengan sudut elektroda 70o mendapatkan nilai 323.9 Mpa, dibandingkan menggunakan kuat arus 100 Ampere sudut 80o dengan hasil 306.3 Mpa.
PENGEMBANGAN ALAT PENYEDOT MADU KLANCENG HUTAN MENGGUNAKAN DINAMO SOCK DRAT 160 PSI DAN SPEED CONTROLLER Syaputra, Edo; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi; Dian Anisa Rokhmah Wati
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6228

Abstract

Pengembangan alat penyedot madu menggunakan dinamo sock drat 160 Psi dan Speed Controller ini dilakukan karena pada alat terdahulu masih terdapat kekurangan, yaitu lambatnya proses pemanenan karena pompa dinamo terlalu kecil dan wadah madu hanya berukuran 500 ml. Sehingga pengembangan dengan menggunakan dinamo sock drat 160 Psi ini dilakukan agar alat dapat lebih maksimal dan cepat dalam proses pemanenan madu.Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research & Development) sebuah metode untuk menghasilkan produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada dan digunakan sebagai pengujian keefektifan produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain dari pengembangan alat penyedot madu dan untuk mengetahui waktu penyedotan dari alat. Hasil pembuatan dan perakitan dari pengembangan alat penyedot madu ini telah sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat. Uji validasi alat juga dilakukan. Untuk hasil uji validasi alat dari uji fungisonalnya, alat ini mendapatkan rata – rata nilai 87,5% dengan kriteria sangat baik. Untuk uji kelayakannya, alat ini mendapatkan rata – rata nilai 100% dengan kriteria nilai sangat baik. Pada saat proses uji coba alat,  media yang digunakan adalah madu. Hasil yang didapatkan dari alat ini dalam waktu 10 menit 21 detik yaitu 450 ml.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KELAPA BERMATRIKS EPOXY TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT Ubaidillah, Muhammad Wahyu; Rokhmah Wati, Dian Anisa; Rosadi, Mohammad Munib; Irfa'I, Mochmad Arif
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6256

Abstract

Komposit adalah bahan gabungan dari dua bisa lebih bahan yang lainya. Komposit mempunyai rangakaian dua bisa lebih bahan yang digabung jadi satu bahan secara mikroskopis dimana bahan pembentuknya terlihat masih seperti asli dan diantaranya masih memiliki hubungan kerja sehingga mampu menunjukan sifat yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh serat kelapa terhadap kekuatan tarik komposit dengan fraksi volume 40%, 50% dan 60% bermatrik epoxy. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis menggunakan Anova satu jalur pada aplikasi SPSS 16.0. Hasil yang diperoleh dari uji Anova satu jalur menyatakan bahwa terdapat pengaruh perbedaan fraksi volume 40%, 50% dan 60% menghasilkan sig. sebesar 0.003 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat di simpulkan bahwa rata-rata ke tiga uji tarik fraksi volume tersebut “berbeda” secara signifikan. Jadi dari  ketiga variasi memiliki pengaruh berbeda yang signifikan.
PENGARUH VARIASI KADAR PEREKAT TERHADAP LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET BERBAHAN DASAR SERBUK KAYU Edi Sunaryo; Dian Anisa Rokhmah Wati; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6343

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variasi kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran variasi komposisi bahan serbuk kayu 95% : 5% perekat, serbuk kayu 90% : 10% perekat, serbuk kayu 85% : 15% perekat, serbuk kayu 80% : 20% perekat, serbuk kayu 75% : 25% perekat. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis menggunakan uji kruskal wallis pada aplikasi SPSS 25. Hasil Dari Penelitian ini diketahui nilai signifikan untuk pengaruh kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran adalah 0,012 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima yang berarti ada perbedaan signifikan.
PENGARUH VARIASI PERBANDINGAN SAMPAH PLASTIK JENIS LDPE DAN PS TERHADAP VOLUME DAN NILAI KALOR MINYAK PADA PROSES PIROLISIS Efita Nadine Anggraini; Basuki; Mohammad Munib Rosadi; Dian Anisa Rokhmahwati
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7048

Abstract

Sampah plastik yang sangat umum ditemui di lingkungan Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang yaitu plastik pembungkus suatu makanan atau minuman. Sampah plastik tersebut termasuk ke dalam plastik jenis LDPE dan PS. Konversi sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif dilakukan melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses dimana bahan diuraikan pada suhu tinggi tanpa adanya atau terbatasnya udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari pengaruh variasi berat sampah plastik terhadap volume dan nilai kalor minyak pada proses pirolisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental, dalam metode ini menggunakan variasi perbandingan berat sampah plastik LDPE:PS yaitu: 100%:0%; 70%:30%; 50%:50%; 40%:60% dan 0%:100% dengan total berat sampah plastik sebesar 600 gram yang diolah menggunakan teknik komparasi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Pengujian ini dilakukan dengan proses pirolisis selama 120 menit dengan temperatur pembakaran 100 dan temperatur kondensor 10. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa variasi LDPE 0% : PS 100% menghasilkan  rata-rata volume minyak yang lebih banyak dibandingkan variasi lainnya sebesar 28,67 ml. Sedangkan variasi LDPE 100% : PS 0% menghasilkan rata-rata nilai kalor minyak yang lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya 36197,75967  . Diketahui nilai (Sig.) untuk pengaruh variasi berat sampah plastik terhadap volume minyak pada proses pirolisis adalah 0,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan. Serta dapat diketahui nilai (Sig.) untuk pengaruh variasi berat sampah plastik terhadap nilai kalor minyak pada proses pirolisis adalah 0,742 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan.
PENGARUH PERSENTASE SEKAM PADI DAN TANAH GAMBUT SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET TERHADAP KADAR KARBON Setiawan, Saeful; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Rosadi, Mohammad Munib
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Komposisi 70 % sekam padi 30 % tanah gambut, 75 % sekam padi 25 % tanah gambut, 80 % sekam padi 20 % tanah gambut, 85 % sekam padi 15 % tanah gambut, dan 90 % sekam padi 10 % tanah gambut. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan metode nonparametrik yaitu uji Kurskal Wallis. Hasilnya menunjukan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Sehingga H1 diterima (terdapat perbedaan signifikan pengaruh proporsi sekam padi dan tanah gambut terhadap kandungan kadar karbon) dan H0 ditolak.
PENGEMBANGAN ALAT PEMERAS MADU DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DRYER ES-T95CR DAN SPEED CONTROL Khabibulloh, Wildan Wahyu; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7286

Abstract

Pengembangan alat pemeras madu dengan menggunakan motor dryer ES-T95CR dan speed control ini dilakukan karena pada observasi ke peternak lebah didapati masih menggunakan cara manual. Hal ini sangat mempengaruhi lamanya proses pengolahan madu setelah pemanenan. Oleh karena itu, pengembangan alat pemeras madu ini dilakukan agar proses pemerasan madu lebih efisien atau lebih cepat diproses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dari alat pemeras madu dan untuk mengetahui unjuk kerja dari alat yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode RnD (research and development). Hasil penelitian ini yaitu berupa hasil pengembangan alat dan unjuk kerja alat pemeras madu. Maka diperoleh hasil pengembangan alat dari manual ke mesin otomatis. Penelitian ini menggunakan uji validasi. hasil uji fungsional alat diperoleh nilai 3,75 dengan kriteria baik. Untuk uji kelayakan alat mendapat nilai 4,4 dengan kriteria sangat baik. Pada hasil uji coba alat yaitu dengan kecepatan minimum memperoleh waktu 1 menit 39 detik dengan volume yang didapatkan lebih maksimal sebesar 56 gram dengan ampas yang 35 gram. Sedangkan dengan kecepatan maksimum memperoleh waktu 1 menit 14 detik dengan volume yang didapat sebesar 50 gram dan ampas sebesar 43 gram. Jumlah peningkatan efisiensi dengan kecepatan minimum 17,2% dan kecepatan maksimum sebesar 30,8%.
Pengaruh Variasi Media Pendingin Dan Jenis Elektroda Pada Pengelasan SMAW Terhadap Uji Kekerasan Material Baja ST 36 Afif Septian Ardiansyah; Basuki; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mochamad Arif Irfa'i
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.9038

Abstract

Pengelasan SMAW merupakan suatu metode penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi. Penggunaanpengelasan mencakup dalam konstruksi bangunan, system perpipaan, maupun dalam konstruksi mesin. Keuntungan penggunaan pengelasan SMAW dalam penyambungan logam disebabkan karena relatif lebih murah, lebih ringan, menghasilkan logam dengan kekuatan tinggi dan lebih bervariasi bentuk konstruksinya.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan penyajian data bersifat deskriptif kuantitatif dengan beberapa variasi antara lain media pendingin dan jenis elektroda, ada 3 variasi media pendingin yang digunakan yaitu airgaram, air coolant danoli. Sedangkan untukvariasi jeniselektrodayaitu elektroda E 6013 dan E 308 Stainless Steel. Pada penelitian ini dilakukan dengan pengujian kekerasan menggunakan alat Vickers Indenter dan Kamera Digital. Pengujian ini dilakukan padatigatitik per spesimen, spesimen yang diuji berjumlah 6 spesimen. Hasil penelitian dari pengujian kekerasan yang tertinggi diperoleh pada variasi media pendingin air garam dengan menggunakan elektroda E308 Stainless Steel dengan menghasilkan nilai 61,759 HV. Sedangkan untuk hasil pengujian kekerasan terendah diperoleh pada variasi media pendingin oli dengan menggunakan elektroda E 6013 dengan menghasilkan nilai 37,335 HV. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh antara jenis media pendingin dan jenis elektroda terhadap nilai kekerasan vickers pada pengelasan SMAW material baja ST 36.
PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIASI MERK BAHAN BAKAR GASOLINE PADA MESIN 1NR-VE NORMALLY ASPIRATED TERHADAP EMISI GAS BUANG Supiyadi, Ahmad; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10690

Abstract

His research is motivated by researchers who are interested in testing Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels by comparing the differences in exhaust emissions. The purpose of this study is to determine the exhaust emissions of Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels.This study uses an experimental method with testing variations of 3 fuels. This test was carried out with several variations of rpm. This test uses an exhaust gas analyzer on a 1NR-VE engine. For the rpm variations used, the rpm is 800 to 4000 with a difference of 200 in each rpm. The data results are processed using a table and described using a diagram to determine the exhaust gas graph produced by the engine.The results of the study showed that there was a difference in the test results with the test results using Pertamax fuel showing the best HC value at rpm 2800 with an HC value of 0 Ppm and with a CO₂ gas value of 12%. While for the HC gas value in Shell Super fuel, the best is at rpm 2000, 2600, 2800, and rpm 3400 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90% and for Car fuel, the test results with the best HC gas value at rpm 2600 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90%.
ANALISA LAJU PENGERINGAN DAN NILAI EFISIENSI TERMAL DITINJAU DARI MASSA KUNYIT DENGAN MESIN PENGERING TIPE RAK Mubin, Fatkhur; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10810

Abstract

Abstrak Kunyit merupakan tanaman obat yang dikenal diberbagai negara, hal ini dikarenakan manfaat yang luar biasa pada bidang kesehatan dan industri makanan. Salah satu tahapan yang penting dalam proses pengolahan kunyit yaitu proses pengeringan, yang bertujuan untuk menjaga kualitas kunyit, seperti kurkumin serta memudahkan penyimpanan kunyit. Pengeringan kunyit dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu pengeringan secara manual dan bantuan alat. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Mesin yang digunakan untuk menguji pengeringan kunyit yaitu mesin pengering tipe rak. Mesin ini berfungsi sebagai alat pengering kunyit dengan durasi yang cukup singkat. Dalam pengujiannya, dilakukan dengan menggunakan massa kunyit yang berbeda, yaitu 1 kg, 1.2 kg, dan 1.6 kg. Hal ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi laju pengeringan pada proses pengeringan kunyit menggunakan mesin pengering tipe rak. Data akan diolah dengan menggunakan beberapa persamaan yang mendukung untuk mencari nilai yang diinginkan. Hasil yang diperoleh yaitu nilai rata-rata laju pengeringan kunyit pada massa 1 kg sebesar 7.88 kg/m2jam, pada massa kunyit 1.2 kg adalah 9.08 kg/m2jam, sedangkan pada massa 1.6 kg adalah 11.10 kg/m2jam. Adapun Nilai rata-rata efisiensi termal proses pengeringan kunyit terdapat pada variasi massa kunyit 1 kg, dengan nilai 55,52%, untuk variasi massa 1,2 nilai rata-rata efisiensi termal yaitu 43,06%, sedangkan pada variasi massa 1,6 kg nilai rata-rata efisiensi termal adalah 38,64%. Nilai efisiensi termal akan semakin besar jika massa kunyit semakin sedikit.