Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Empowerment

PELATIHAN IN-SERVICE TERHADAP KOMPETENSI BABYSITTER Widiastuti, Novi; Gunawan, Agus; Hernawati, Erna
Empowerment Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, No 1, Februari 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.497 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v2i1p16-37.589

Abstract

Keluarga adalah rumah pertama bagi seorang anak yang baru dilahirkan. Namun bagaimana jika orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya diluar. Permasalahan ekonomi bangsa ini menyebabkan orang tua memerlukan bantuan orang lain dalam mengasuh anak. Jasa baby sitter menjadi sebuah solusi. Namun beberapa permasalahan yang berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut (1) Baby sitter yang ada saat ini belum mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah. (2) Masih banyak baby sitter “gadungan” yang bukan berasal dari agen penyalur resmi. (3) Berkembangnya kasus-kasus kekerasan dan kecelakaan yang terjadi karena kesalahan pengasuhan yang dilakukan baby sitter.(4) Pelatihan yang ada saat ini bagi baby sitter berfokus pada perawatan secara fisik saja.(5) Terdapat model pelatihan in-service berbasis kompetensi bagi baby sitter yang memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai perawatan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut (1)Bagaimana penerapan pelatihan in service bagi baby sitter? (2)Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan in service dengan kompetensi baby sitter? (3)Adakah perbedaaan kompetensi baby sitter berdasarkan tingkat pendidikan? Berdasarkan pertanyaan tersebut, maka teori  yang melandasi penelitian ini adalah pelatihan in service, kompetensi baby sitter. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, metode deskriptif dengan sampel penelitian adalah 10 baby siter yang sudah pernah mendapatkan pelatihan tersebut.  Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut (1) Model Pelatihan in-service terdiri dari beberapa tahapan yaitu TrainingofTrainer (TOT), Perencanaan (Seleksi calon fasilitator dan Penetapan fasilitator), Pelaksanaan (Pengantar materi stimulasi, Brain storming mengenai aktivitas keseharian anak, Materi 1 : “Peraturan Menteri nomor 58 tahun 2009”, Demonstrasi mengenai “pola asuh yang biasa dilakukan dalam aktivitas anak”, Refleksi, Menyusun rencana unjuk kerja, Evaluasi, Pelatihan sehari bagi baby sitter, Pendampingan baby sitter oleh fasilitator. (2) Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara pelatihan dan kompetensi baby sitter yaitu sebesar 0,728. Koefisien determinasi, sebesar 53% dari kompetensi baby sitter dipengaruhi oleh model pelatihan. (3) terdapat perbedaan kompetensi baby sitter dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Hal ini terlihat dari t hitung yang lebih besar dari t tabel 6,11>2,306.
FATHER PARENTING ROLE IN THE CHILD’S SOCIAL-EMOTIONAL DEVELOPMENT Onih Ratningsih; Reni Anggraeni Sadiah; Sri Nurhayati; Novi Widiastuti
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/empowerment.v10i1p47-53.2130

Abstract

The role of fathers in parenting and child education will have a significant influence on child development. This study aims to describe the involvement of fathers in childcare and to know the picture of fathers' role in shaping the emotional social of the child. This study used a descriptive qualitative approach with the research subjects of 10 parents who had children aged 4-6 years and two teachers in Tk Selaras. Data collection techniques in the form of interviews, questionnaires, observations, and documentation studies. The results showed that the father's involvement in parenting could have a good influence on the child's personality so that he is ready to compete in the future. The quality of a meeting brings a more significant impact on the parenting carried out. The quality of good interaction between the child and the father can improve the child's emotional and social development because good interaction will make the child feel happy and have reasonable confidence.
PENERAPAN MODEL KELOMPOK USAHA KREATIF ISLAMI (KUKIS) DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS PONDOK PESANTREN Novi Widiastuti; Prita Kartika
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, No 2, September 2017
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.68 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v6i2p20-29.546

Abstract

Pondok pesantren Ulul Albab Cabang Sangkanhurip Kabupaten Bandung terletak di tengah persawahan sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengakses program yang diselenggarakan di pondok pesantren tersebut. Kondisi masyarakat yang sangat heterogen menyebabkan sering terjadi konflik diantara masyarakat itu sendiri bahkan dengan pihak pondok pesantren. Konflik yang terjadi pada masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rendahnya pendidikan, kesulitan ekonomi dan rendahnya pemahaman agama pada masyarakat. Hadirnya pondok pesantren diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permsalahan tersebut. Selain itu, budaya rentenir masih sangat merajalela sehingga bukan hanya menambah maslaah dalam ekonomi, melainkan masyarakat terus menanggung beban dosa yang berlipat dari memakan harta riba. Melihat permasalahan tersebut, maka kami tim peneliti dan pengurus pondok pesantren merancang sebuah model pemberdayaan perempuan berbasis pondok pesantren dalam upaya meningkatkan tiga aspek kehidupan yaitu Agama, Pendidikan, dan Ekonomi (APE). Model pemberdayaan perempuan yang kami namai model Kukis ini akan diujicobakan dalam penelitian dengan tujuan untuk melihat 1) kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis, 2) Hambatan yang dihadapi, serta 3) Solusi permasalahan yang muncul pada penerapan model tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode pra eksperimen dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis dengan sasaran penelitian yaitu perempuan usia produktif di lingkungan pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Peningkatan penghasilan rata-rata sebesar 18% yaitu Rp. 255.000 per warga belajar selama 1 bulan memulai usaha menunjukkan adanya keberhasilan penerapan model Kukis meskipun belum optimal. Pemahaman warga belajar juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 33%.Hambatan yang ditemukan dalam ujicoba model kukis adalah (1) Menurunnya motivasi warga belajar (2) rendahnya rasa percaya diri, (3) mental karyawan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam ujicoba model kukis yaitu : (1) Mengidentifikasi warga belajar yang siap untuk membangun usaha, (2) menjalin kerjasama dalam pemasaran. 
THE ROLE OF A FAMILY IN CONTROLING ENVIRONMENTAL INFLUENCE IN CHILDREN Novi Widiastuti; Sri Hartini; Anita Rakhman
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, February 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.852 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v9i1p95-99.1465

Abstract

Home is the first school for children. This means that parents are the first teachers for children. Parental involvement can help teachers build knowledge as well as instill attitudes towards children in instilling discipline and reducing life problems and raising awareness for learning. The success or failure of a person in learning is due to several factors that influence the achievement of learning outcomes, which come from within the person who is learning and some are from outside himself. One external factor is family. This study aims to determine the function of the family in overcoming the influence of the environment of early childhood on Jl. Grandparent Prosecutor, Cipadung, Cibiru Sub-District, Bandung City. Formulation of this research problem How is the function of the family in protecting early childhood from the influence of the community environment? The results of the study concluded that the role of the family in early childhood social development can be successful if parents as the main members of the family can provide good service to early childhood to help development needs and foster children's confidence.
HUBUNGAN ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN SEMPOA DENGAN KREATIVITAS BERPIKIR ANAK PADA KURSUS MENTAL ARITMATIKA ADIL SEMPOA MANDIRI (ASMA) CABANG KOTA BANDUNG Novi Widiastuti
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, No 2, September 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.226 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v2i2p174-192.609

Abstract

Kursus sangat berkembang pesat di Jawa Barat hingga pada tahun 2007 tercatat sebanyak 1533 dengan beragam keterampilan yang diajarkan. Kursus mental aritmatika salah satunya yang menawarkan berbagi keunikan dalam proses pembelajaran, mulai dari penggunaan istilah dalam pembelajaran, cara menyampaikan materi pembelajaran, samapi pada media yang digunakan. Sempoa adalah media pembelajaran yang digunakan.. Media sempoa yang digunakan diharapkan dapat berperan sebagaimana mestinya sebuah media pembelajaran yang berfungsi membantu tersampaikannya sebuah pesan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hubungan antara media pembelajaran dengan kreativitas berpikir anak?, (3) Seberapa besar kadar signifikansi antara media pembelajaran sempoa dengan kreativitas berpikir anak? Tinjauan teoritis yang digunakan adalah teori belajar pendidikan luar sekolah, konsep media pembelajaran, konsep kreativitas berpikir anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Serta teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket, dan tes kreativitas berpikir siswa. Populasi penelitian adalah 75 unit kursus, sampel penelitian adalah 13 unit yang tersebar sebanyak 8 di Kota Bandung, 3 di Kabupaten Bandung, 1 di Kabupaten Bandung Barat, 1 di kota CimahiJumlah responden adalah 5 siswa dan 1 orang pengajar dari setiap unit. Hasil penelitian meliputi : (1) Koefisien korelasi sebesar 0,786 Hal ini menunjukkan  bahwa terdapat hubungan yang cukup antara media pembelajaran dengan kreativitas berpikir siswa. Koefisien determinasi sebesar 61,78%. artinya 61, 78% dari kreativitas berpikir siswa, dipengaruhi oleh media pembelajaran digunakan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang cukup signfikan antara media pembelajaran dan kreativitas berpikir pada siswa. 38,22 % dari kreativitas dipengaruhi oleh faktor lain misalnya genetika, lingkungan belajar, IQ, dan lain-lain yang tidak dipaparkan dalam penelitian ini. 
TRAINING MAKING A DIGITAL POSTER USING THE CANVA APP IN CREATING PROCEDURE TEXT AT PKBM KATIMPUN Maida Norahmi; Muhammad Affandi; Erma Sujiyani; Novi Widiastuti
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 12, No 1 (2023): February 2023
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/empowerment.v12i1.3396

Abstract

Community Learning Center is a non-governmental organization formed by and for the community that is engaged in learning and is located at the village or sub-district level. To equal education, PKBM has a strategic function to serve all school-age children or people who want to go to school but are unable to attend school. Like others, PKBM Katimpun has also carried out its function to serve and provide education for the surrounding community. The presence of PKBM is a forum for carrying out various educational activities that are equivalent to formal schools in general. The problems faced by PKBM Katimpun are the need to increase expertise in the field of technology and information so that students can compete in the work field later. In addition, students also need to improve their academic abilities. In this case, English lessons are one of the subjects that contribute to the development of skills for students in their future work. Therefore, we took the initiative to combine these two targets into one training material which is expected to improve skills in IT as well as the ability to learn and write English texts. This community service activity is intended to provide training to PKBM Katimpun students through two materials, namely the use of the Canva application and learning to write procedure texts in English.